
" Swhus....." Pemimpin panda itu muncul di hadapan Qing Ruo, dan sekali lagi melepaskan pukulannya.
" Swhus...." Qing Ruo terlempar dan terpental. Namun pada saat tubuhnya terhenti, Qing Ruo langsung bangkit berdiri.
" Sepertinya seranganku terlalu lemah," ucap panda putih tersebut lalu melepaskan aura penindasan, yang memaksa Qing Ruo untuk berlutut.
" Swhung...." Udara di halaman gua itu bergetar, dan mulai hancurkan bebatuan dan benda apa saja yang ada di sekitarnya.
" Srark...." Aura penindasan itu mulai merobek pakaian dan kulit Qing Ruo, menyemburkan darah segar dari tubuhnya.
" Darah emas yang sangat murni," batinnya merasakan aura darah emas yang kini mulai menyebar dari tubuh Qing Ruo.
" Saudara, dia bahkan tidak melawan sedikitpun," ucap panda lain, menantap Qing Ruo yang begitu tenang dengan penuh selidik.
" Sepertinya dia benar-benar sudah pasrah." Membatin, menatap Qing Ruo yang membiarkan diri tertindas oleh kekuatannya.
Di hadapan sosok yang begitu mendominasi tersebut, Qing Ruo yang murni menggunakan fisiknya, terdiam tanpa dapat memulihkan dirinya.
" Jika ingin tetap hidup, berlutut!" ucap panda putih itu dengan tatapan tajam.
Qing Ruo menggelengkan kepalanya.
" Tuan, aku tidak akan pernah mengemis untuk tetap hidup. Jika aku mati, maka itulah takdirku."
" Sangat sombong. Jika demikian, aku ingin melihat berapa lama kamu mampu bertahan!"
" Tuan, apakah kematian itu adalah hal yang membanggakan?"
" Jika demikian, mengapa kamu tidak memperjuangkan hidupmu?"
" Daun yang kering tidak akan pernah berkata aku ingin tetap hijau dan berada pada ranting ini untuk selamanya, selain membiarkan diri tertiup angin, lalu terjatuh," jawab Qing Ruo sambil membiarkan diri tertindas oleh kekuatan panda putih tersebut, karena sekuat apapun dia melawan, di hadapan ketiga sosok semi abadi tingkat sembilan tahap puncak itu, dirinya hanyalah semut di hadapan gajah.
" Sungguh lemah dan tidak punya karakter."
" Tuan, ada waktunya diam, ada waktunya melawan, dan ada waktunya memasrahkan diri. Dengan kemampuanku yang tidak seberapa ini, apakah mungkin aku mampu mengalahkan Anda? Perlawananku hanya akan menjadi tindakan konyol yang mungkin akan menjadi hiburan bagi kalian, dan aku tidak mau melakukan hal itu. Jikapun Anda membiarkan aku tetap hidup, itu bukan karena aku mengemis tetapi itu berasal dari kemurahan hati anda yang menghargai sesama kehidupan." Dengan sikap tenang, bahkan tanpa meringis sedikit pun saat daging pundak dan tangannya mulai tercabik-cabik, menampakkan tulangnya yang memutih seperti giok transparan.
" Saudara, anda salah. Ternyata dia benar-benar darah emas yang berkarakter. Teguh dan bijaksana," ucap panda lain berbicara pada sosok panda tersebut.
" Jika demikian, maka matilah!" Sambil melepaskan tapak hitam raksasa ke arah Qing Ruo yang tiba-tiba memejamkan matanya, tanpa bergeming sedikitpun, bersiap menerima serangan itu.
" Ling er, Zilong er, Jun er, An er, jiwaku akan mencari kalian," batinnya.
" Dhuar....." Ledakan dahsyat bergema, menggetarkan tempat itu, bersamaan dengan lenyapnya sosok Qing Ruo.
" Saudara Zhu, maaf. Aku masih ingin dia tetap hidup." Menatap sosok panda yang kelihatan gusar.
" Saudara Shanliang, kamu benar-benar mengecewakanku. Apakah saudara lupa bahwa patriark meminta kita untuk tidak membiarkan kita...." menjeda kata-katanya dengan kesal.
" Saudara Zhu, bahkan sedetik pun aku tidak lupa dengan perintah itu. Namun aku memiliki alasan untuk melakukannya. Saudara dengarkan dulu penjelasanku," uca Xiong Mao Shanliang dengan sikap serius.
" Saudara Meide, Apa pendapat saudara dengan sikap saudara Shanliang yang sangat mengecewakan ini?" tanya Xiong Mao Zhu pada sosok panda lainnya dengan kesal.
" Aku juga kecewa, tapi sebaiknya kita dengar dulu alasannya," ucap Xiong Mao Meide.
" Terima kasih saudara," ucap Xiong Mao Shanliang.
" Saudara, silakan," ucap Meide, mempersilakan Shanliang menjelaskan alasannya.
" Alasan pertama, sosok yang ada di hadapan kita sebelumnya memiliki dua darah emas yang sangat kuat. Kedua, sosok itu juga memiliki karakter, dan aku menghormati sosok seperti itu. Dan yang terakhir adalah tipe tubuh yang dimilikinya. Dia terlahir sebagai penguasa langit. Dan jika saudara gagal membunuhnya...." Shanliang menjeda kata-katanya, menatap Zhu Meide dan Xiong Mao dengan serius.
" Mustahil aku tidak bisa membunuhnya," ucap Xiong Mao Zhu dengan kesal.
" Di tempat ini saudara memang dapat membunuhnya, tetapi tidak dengan pecahan jiwanya yang sepertinya telah dia bagi," ucap Xiong Mao Shanliang datar, membuat Xiong Mao Zhu terdiam, bahkan Meide yang tiba-tiba membelalakkan matanya.
" Saudara Shanliang benar. Dalam situasi sesulit apapun, kita pasti akan melawan, tetapi tidak dengan pemuda itu. Dia bahkan diam tanpa perlawanan."
" Saudara Meide benar. Dengan kekuatan yang dimiliki, dia mungkin masih bisa melakukan sedikit perlawanan."
Kali ini, Xiong Mao Zhu yang terdiam.
" Saudara Shanliang benar," ucapnya pelan, membuat mereka bertiga saling berpandangan.
" Jika demikian, mari kita temui dia," ucap Xiong Mao Shanliang, membawa rombongannya bergerak meninggalkan tempat itu.
****
" Apakah ini kematian," ucap Qing Ruo, sambil membuka matanya dengan perlahan, menatap kawasan hutan bambu ungu yang ada di hadapannya dengan heran.
" Akh...." rintihnya kesakitan saat luka di sekitar tubuhnya tiba- tiba bereaksi.
" Ternyata aku masih hidup." Sambil mengedarkan kekuatan penyembuhan dari tubuhnya.
Pada saat tubuhnya telah pulih kembali, tiba-tiba tiga sosok panda itu muncul di hadapannya.
" Tuan-tuan, terima kasih," ucap Qing Ruo sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Apakah kamu tahu kesalahanmu?" tanya Xiong Mao dengan tajam.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Aku telah mengganggu tuan sekalian dengan memasuki kawasan ini tanpa permisi."
" Jika demikian, jelaskan alasanmu."
" Awalnya aku dan rombongan ingin mencari tempat perlindungan, tetapi kami tersesat, lalu tanpa sengaja menemukan tempat ini," ucap Qing Ruo dengan jujur, sambil menyerahkan peta rahasia yang diperoleh Long Fu pada sosok tersebut.
" Peta rahasia, itu artinya kamu memasuki hutan gelap ini dengan sengaja?"
" Benar tuan. Tapi tujuan kami adalah gerbang Es Hitam, tetapi kami terus menerus di kejar oleh kucing hitam bermata gelap dan pasukannya, hingga tiba di tempat ini," jawab Qing Ruo.
Panda putih itu menatap Qing Ruo dengan tajam.
" Apakah kamu tidak berbohong?"
Qing Ruo menggelengkan kepalanya.
" Tuan, ada misi yang aku bahwa, dan harus aku selesaikan di klan Yin," jawab Qing Ruo.
" Siapa kamu, dan apa tujuanmu ke tempat terlarang itu?" tanya Xiong Mao Shanliang dengan tenang.
" Tuan, aku Qing Ruo. Tujuanku ke tempat itu, karena aku berhutang janji pada pelayan tuan muda Yin Sha, Yin Wu dan Yin Huo, untuk membalas kematian mereka yang dibunuh oleh saudaranya sendiri," jawab Qing Ruo dengan tenang.
" Ternyata dia keturunan dewa petir kuno," ucap Shanliang berbicara pada Xiong Mao Zhu dan Meide melalui telepati.
" Benar, jika saudara Zhu membunuhnya, kita akan berurusan dengan sosok itu, dan akan ada peperangan besar," ucap Xiong Mao Meide dengan tubuh bergidik.
" Selain itu, hanya karena janji, dia nekat melewati tempat ini," ucap Xiong Mao Shanliang sekali lagi, yang semakin menyukai karakter Qing Ruo sebagai sosok yang memegang kata-katanya.
" Tapi aku tidak yakin dia berasal dari klan Qing, karena orang-orang dari klan kuno itu selalu menunjukkan kekuatan petirnya, terutama untuk mengintimidasi lawan-lawan mereka, " ucap Xiong Mao Zhu.
" Tuan Qing Ruo, apakah kamu berasal dari klan kuno itu?" tanya Xiong Mao Shanliang dengan hormat.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Benar tuan."
" Anak muda, jangan menggunakan identitas orang lain untuk menipu, apalagi ingin menggertak kami," ucap Xiong Mao Zhu dengan tatapannya yang tidak bersahabat.
" Tuan, menggunakan nama Shen Guoshi Qing dengan sembarangan adalah terlarang bagi orang lain, karena para leluhur tidak pernah menoleransi hal itu."
" Nak, aku tidak melihat adanya kekuatan petir dari tubuhmu. Jadi nama Qing itu bisa saja dari klan ibu mu. Seharusnya kamu tidak menggunakan nama itu. Atau kamu dari keluarga cabang yang ke empat atau kelima," ucap Xiong Mao Zhu dengan sikap yang mendominasi.
" Saudara, jangan mempermasalahkan hal itu," ucap Xiong Mao Shanliang.
" Saudara, Sebenarnya aku mulai percaya dengan kata-katamu sebelumnya, tetapi setelah melihatnya mengaku-ngaku dari klan kuno itu, aku mulai tidak percaya," ucap Xiong Mao Zhu.
" Tuan muda, tunjukan kekuatan sejatimu, karena saudaraku tidak mempercayaimu begitu saja," ucap Shanliang berbicara melalui telepati pada Qing Ruo.
" Tapi tuan, apakah itu perlu?"
" Tuan muda, lakukan sekarang juga, atau dia akan membunuh Anda."
Qing Ruo yang telah mengetahui kekuatan sejati ketiga panda putih cakar emas tersebut, segera mengedarkan kekuatannya.
" Swhus....." Aura semi abadi tingkat enam tahap menengah muncul bersama dengan ledakan petir hitam keemasan transparan, yang membentuk rantai petir mengitari tubuhnya.
" Trark...." petir abadi itu mengitari tubuh Qing Ruo dengan berderak-derak.