
Qing Ruo dengan senyumnya yang ramah tiba-tiba mematahkan tangan kanan Yin Hen Fen dengan kasar.
" Krak...." Suara retakan bergema dengan teriakan keras Yin Hen Fen yang langsung menangis kesakitan.
" Badj****n!" Teriaknya mengumpat menahan rasa sakit yang luar biasa.
Tanpa menghiraukan umpatan itu, Qing Ruo lalu meraih cincin penyimpananya.
" Yin Gan keparat! Siapa kamu sebenarnya!"
" Nak, aku bukan Yin Gan, jadi jaga sikapmu," ucap Qing Ruo sambil menampar wajah itu dengan keras. Tidak hanya itu Qing Ruo juga mengeluarkan lima semut api abadi, membuat Yin Hen Fen yang sangat murka itu terdiam.
Matanya yang tajam menatap kelima semut api abadi yang seakan ingin mencari tempat yang hangat tersebut dengan tubuh bergidik.
" Ti-tidak," Teriaknya panik saat tiba-tiba kelima semut api sebesar kelingking tangan orang dewasa itu bergerak padanya.
" Swhuss.. swhus..." Semut yang melepaskan api hitam itu merayap pada tubuhnya.
Dengan tubuh bergetar, Yin Hen Fen mengatup keras giginya agar tidak bersuara.
" Berteriaklah," ucap Qing Ruo mengancam.
Melihat Yin Hen Fen yang terdiam, Qing Ruo lalu melepaskan cakram Langit Ling.
" Swhus... swhus...." Cakram emas itu membetuk formasi mantra yang secara perlahan lalu bergerak menuju leher Yin Hen Fen.
Tanpa berani berkata sedikitpun, Yin Hen Fen yang terdiam karena takut pada semut api abadi yang belum memasuki tubuhnya itu begitu terkejut saat melihat kemunculan cakram emas tersebut.
" Badj***n ini ternyata seorang penyusup. Tapi siapa dia sebenarnya...." membatinnya penasaran.
Di hadapannya. Qing Ruo dengan santai mempelajarinya susunan segel Hitam penghancur jiwa tersebut.
" Ternyata untuk melepaskan segel ini cukup sulit," batinnya.
Lima menit kemudian, Qing Ruo akhirnya dapat mempelajari segel tersebut dan melepaskanmya.
" Swhus...." segel tersebut berpindah padanya.
Yin Hen Fen yang melihat tindakan Qing Ruo itu, masih begitu heran.
" Apa yang sedang dia rencanakan, batinnya saat merasakan kekuatan jiwanya terlepas dari segel hitam tersebut.
Di hadapannya, Qing Ruo tiba-tiba meletakan tanda segel itu pada jari kelingking kirinya.
" Akan sangat berbahaya jika aku meletakannya pada leherku," batinnya.
Setelah memastikan bahwa segel hitam itu terpasang pada jari kelingkingnya, Qing Ruo lalu melepaskan rantai jiwa dan menembakannya pada sosok Yin Hen Fen yang terdiam mematung.
Rantai kemasan yang melepaskan kekuatan petir itu bergerak dengan perlahan dan memasuki tubuh Yin Hen Fen tanpa perlawanan sedikitpun, dan secara perlahan mulai mengikat kekuatan jiwanya.
" Swhus..." Qing Ruo tiba-tiba bergerak dan mencengkram wajah Yin Hen Fen, lalu melepaskan teknik perubahan bintang untuk menyerap semua pengetahuannya.
Yin Hen Fen yang berada di bawah ancaman semut api abadi dengan tubuh terikat dan serangan hawa dingin itu hanya bisa terdiam, membiarkan Qing Ruo melakukan apapun pada tubuhnya tanpa melakukan perlawanan sedikitpun.
" Badj***n ini. apa yang sedang dia lakukan..." Batinnya, merasakan kekuatan jiwanya seperti terserap oleh kekuatan asing.
Liam menit kemudian, Qing Ruo mengakhiri tindakannya, lalu melepaskan segela tanda dewa dan menggunakan kekuatan rantai jiwa menghancurkan tiga tingkatan kultivasi Yin Hen Fen hingga berada di tingkat lima, membuatnya hampir berteriak.
Dengan bibir bergetar, Yin Hen Fen hanya bisa terdiam dan mengumpat di dalam hatinya tanpa menyadari wayahnya yang kini tampak seperti Yin Gan.
" Yin Hen Fen, kamu benar-benar patuh, tetapi tidak dengan hatimu. Jika kamu berani mengumpat lagi, aku akan mengeluarkan hati dari tubuhmu itu," ucap Qing Ruo sambil mengubah tampilan wajahnya, membuat Yin Hen Fen yang menahan rasa sakit yang begitu luar biasa itu membelalakkan matanya.
" Tu-tuan, siapa kamu...." ucap memberanikan diri, namun tiba-tiba semu api mengorek kulitnya.
" Akh...." Rintihnya dengan mulut terkatup, menahan rasa sakit yang langsung membuatnya membasahi diri.
" Itu tidak penting, lagi pula kamu juga tidak akan pernah keluar dari tempat ini. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku telah menyegel kekuatan jiwamu dengan rantai jiwa dan tanda dewa," ucap Qing Ruo dengan santai, sambil berdiri menjauh dari Yin Hen Fen, memeriksa pengetahuan yang telah diserapnya sehingga membuat ruangan itu menjadi hening.
Di hadapan Qing Ruo, Yin Hen Fen hanya mengeraskan rahangnya, menahan rasa sakit yang membakar kulitnya, berharap keempat semut lainnya tidam memasuki kulitnya.
Lima belas menit kemudian, Qing Ruo membuka matanya menatap Yin Hen Fen dengan santai, sambil menghapus jejak aura yang ditinggalkan oleh Hu Yan Lan, Mayi Gui dan Mao Bing.
Setelah memastikan tidak ada jejak aura yang tertinggal, Qing Ruo lalu menarik semut api abadi dari tubuh Yin Hen Fen dan tiba-tiba menerjang kerangkeng besi hitam itu hingga beberapa kali membuat Yin Hen Fen yang ada di dalamnya terombang ambil.
" Dhuar.... dhuar..." Kerangkeng besi itu terlempar ke berbagai arah, hingga dengan posisinya yang terbalik, menempatkan kepalanya berada di bagian bawah dan kakinya pada bagian atas.
" Tuan, tolong tuan..." ucapnya memohon.
Tanpa menghiraukan permohonan Yin Hen Fen, Qing Ruo lalu meninggalkan ruang tersebut dan membanting pintu besi penjara itu dengan keras.
Setelah kepergian Qing Ruo, kini hanya terdengar ******* nafas Yin Hen Fen yang masih belum beraturan.
" Argh...." Teriaknya keras, meratapi diri dan menangis di dalam hati.
" Bad***n...." teriaknya mulai meronta-ronta, mencoba untuk membetulkan posisi kerangkeng besi yang terbalik tersebut, namun gagal.
****
Di tempat lain.
Qing Ruo yang telah menyerap pengetahuan Yin Hen Fen, terus bergerak menuju penjara yang berada di tingkat empat, lalu berhenti di depan penjara yang sangat hening.
Dengan perlahan Qing Ruo lalu membuka pintu penjara tersebut dan menemukan sosok pria paruh baya yang terikat rantai besi hitam duduk dengan tenang.
Matanya yang terpejam tiba-tiba terbuka, menatap Qing Ruo yang menggunakan tampilan Yin Hen Fen dengan datar.
Dengan tenang, Qing Ruo lalu menyegel ruangan itu dan mengubah tampilan wajahnya, membuat sosok itu begitu terkejut.
" Anak muda, siapa kamu sebenarnya?" Dengan tatapan tajam.
" Tetua Xie, aku Qing Ruo." Sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Apakah kamu dari Shen Guoshi Qing itu?" Menatap Qing Ruo dengan lekat.
Kembali Qing Ruo menganggukan kepalanya sambil menunjukkan kekuatan petir dari telapak tangannya yang hanya muncul kilatan kecil saja dengan suaranya berderak-derak.
" Petir tanpa warna. Ini petir tahap puncak," ucapnya menatap Qing Ruo dengan lekat.
Reaksi Yin Xie membuat Qing Ruo sedikit tenang.
" Tuan muda, apakah ada yang salah?"
" Tetua, setiap aku bertemu dengan orang-orang gerbang es hitam, mereka selalu menunjukkan kebencian dan kemarahan padaku, namun tidak dengan Anda," jawab Qing Ruo menjelaskan.
Dengan wajah yang tampak kesakitan, Yin Xie mencoba untuk tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" Tua muda, lihatlah keadaanku ini. Apa yang bisa aku lakukan selain menunggu waktu untuk mati," ucapnya datar.
" Tetua, tapi aku begitu penasaran dengan alasan itu, mengapa orang-orang dari gerbang es hitam begitu membenci kami yang berasal dari selatan?" tanya Qing Ruo dengan serius.
Yin Xie terdiam beberapa saat.
" Tuan muda, apakah Anda pernah mendengar kisah tabib dewa kuno dengan konfliknya?"
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Maksud tetua Shen Guoshi Yisheng?"
" Benar,' jawab Yin Xie.
" Lalu siapa Yisheng ini sebenarnya?" Tanya Qing Ruo makin penasaran.
" Tuan muda, apakah anda benar-benar tidak tahu Shen Guoshi Yisheng ini?"
Qing Ruo menggelengkan kepalanya.
" Tetua, mengenai hal lain aku tidak pernah mendengarnya, yang aku tahu bahwa leluhur Agung membunuhnya karena masalah leluhur Yu," jawab Qing Ruo.
" Tuan muda, mungkin ini kisah yang dirahasiakan, tetapi perlu tuan muda ketahui bahwa Shen Guoshi Yisheng adalah penguasa utama wilayah kuno Utara ini."
Qing Ruo yang tampak terkejut menggelengkan kepalanya.
" Tidak heran orang-orang utara begitu membenci kami, dan aku juga mengerti alasan mengapa hal ini dirahasiakan, karena sebuah tempat tanpa penguasa akan menjadi rentan untuk diserang oleh wilayah lain."
" Tuan muda benar," ucap Yin Xie, sambil menganggukan kepalanya.