
Tidak lama kemudian, mereka akhirnya tiba di dalam aula utama kediaman Yanshi Gong.
" Tuan muda Hua Ruo, tuan Long Chen, silakan," ucapnya mempersilakan Qing Ruo dan Long Chen pada kursi kehormatan.
" Terima kasih, tetua," ucap Qing Ruo dengan hormat, sambil menempati kursi yang tersedia.
Tidak lama kemudian, beberapa gadis pelayan memasuki ruangan, sambil membawa makanan dan minuman, lalu menghidangkannya.
" Silakan tuan," ucap Yanshi Gong sekali lagi, mempersilakan Qing Ruo dan Long Chen dengan sangat hormat.
" Terima kasih, tetua," ucap Qing Ruo sambil meraih minuman dan menyesapnya dengan santai, di ikuti Long Chen yang tampak sedikit waspada.
" Tuan muda, jujur saja saat di lembah gunung es kabut hitam, aku telah melihat kekuatan sejati tuan muda dan tuan Long Chen. Aku takut jika orang-orangku akan membuat masalah dengan tuan berdua. Terlebih lagi aku tidak yakin dengan nama Hua Ruo yang tuan muda gunakan," ucapnya dengan jujur, memulai perbincangan santai mereka.
Qing Ruo dan Long Chen menganggukan kepala santai.
" Tetua, aku Qing Ruo. Sedangkan Hua Ruo itu memang nama samaranku," ucap Qing Ruo dengan jujur, membuat Yangshi Gong tiba-tiba berlutut di hadapannya.
" Tetua, ini pantas. Berdirilah," ucap Qing Ruo pada pria paruh baya tersebut.
" Tuan muda, mendapat kunjungan Anda adalah kehormatanku dan kehormatan klan Yanshi. Mohon pengampunan tuan muda atas sambutan kami yang kurang pantas ini," ucapnya dengan serius sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Benar dugaanku. Dia benar-benar berasal dari klan kuno itu. Masih sangat muda, tetapi sudah berada di tingkat delapan. Klan kuno benar-benar mengerikan." Membatin senang.
" Tetua, terima kasih telah mengundang kami berdua. Sambutan tetua pada kami berdua, ini sudah sangat luar biasa. Mendapat jamuan seperti ini adalah kehormatan bagiku. Terima kasih," ucap Qing Ruo dengan hormat, sambil meminta Yanshi Gong untuk merahasiakan keberadaannya di tempat itu.
" Terima kasih tuan muda. Aku akan merahasiakannya. Tuan muda, bukankah tujuan awal tuan berdua sebelumnya adalah Gerbang Es Hitam?"
" Benar,"Jawab Qing Ruo.
" Lalu tujuan tuan muda datang ke Kota ini?"
" Tetua, jujur saja kami berdua tidak tahu bagaimana keadaan tempat itu, sehingga kami ingin membuat persiapan terlebih dahulu," jawab Qing Ruo.
Yanshi Gong mengangguk-angguk kepalanya.
" Persiapan seperti apa yang ingin tuan muda lakukan?"
" Kami ingin mencari informasi penting mengenai tempat itu. Kami juga perlu peta, serta orang yang pernah mengunjungi tempat itu. Apakah tetua punya saran?" tanya Qing Ruo.
Yanshi Gong menganggukan kepalanya.
" Mengenai hal itu serahkan padaku, tuan berdua tidak perlu memikirkannya," jawab Yanshi Gong dengan serius, sambil meminta Qing Ruo dan Long Chen untuk beristirahat di kediamannya dan menikmati suasana kota Da Men dengan tenang.
" Tapi apakaha ini tidak akan merepotkan, tetua?"
" Tuan muda, mengerjakan masalah seperti ini adalah hal mudah bagiku," ucapnya dengan penuh semangat.
" Terima kasih tetua," ucap Qing Ruo sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
Setelah berbincang-bincang cukup lama di tempat itu, Yanshi Gong lalu memanggil pelayan untuk membawa Qing Ruo dan Long Chen ke dalam kamarnya.
" Tuan muda, tuan Long Chen, silakan beristirahat. Jika tuan berdua perlu sesuatu, kabari saja pelayan," ucap Yanshi Gong dengan ramah.
" Baik tetua, maaf karena telah merepotkan." ucap Qing Ruo sambil meninggalkan ruangan itu, mengikuti pelayan yang membawanya ke dalam ruangannya.
Setelah Qing Ruo dan Long Chen pergi. Yanshi Gong juga lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
****
Di tempat lain.
" Penguasa," ucap Long Chen berbicara melalui telepati dengan ragu.
" Bicaralah," ucap Qing Ruo dengan tenang.
" Apakah penguasa tidak curiga pada Yanshi Gong ini?"
" Mengapa bisa demikian?"
" Karena hamba merasa kebaikannya ini terlalu berlebihan. Hamba khawatir jika dia memiliki maksud tertentu."
" Long Chen, jangan terlalu berburuk sangka. Lagi pula bukankah tindakan itu selalu memiliki tujuan?"
" Penguasa benar, tapi...."
" Tenanglah. Jika mereka ingin berbuat jahat. Aku akan menggertak mereka dengan aura milik Yin Gan," ucap Qing Ruo ambil tertawa kecil, membuat Long Chen hampir tidak bisa menahan tawa.
Tidak lama kemudian, Qing Ruo akhirnya tiba di depan pintu kamarnya.
" Terima kasih, nona," ucap Qing Ruo dengan ramah.
Setelah mengantar Qing Ruo, gadis pelayan itu lalu membawa Long Chen menuju kamarnya.
" Mari, tuan." Sambil bergerak meninggalkan tempat itu.
Di dalam kamarnya.
Qing Ruo lalu menyegel ruangan tersebut, lalu beristirahat dengan tenang.
*****
Di tempat lain.
Long Chen terus bergerak mengikuti sang gadis yang mengarahkannya dengan tenang.
" Tuan, seperti anda merasa kurang nyaman," ucap sang gadis dengan hormat.
Long Chen menganggukkan kepalanya.
" Jika aku boleh tahu, apa yang membuat tuan kurang nyaman supaya aku tahu."
" Nona, kamarku terlalu jauh dari tuanku," ucapnya dengan jujur, memuat gadis itu tiba-tiba menghentikan langkahnya.
" Maaf tuan," ucapnya lalu membawa Long Chen menuju kamar yang paling dekat dengan ruangan Qing Ruo.
" Maaf tuan," ucap sang gadis sekali lagi.
" Nona tidak perlu meminta maaf. Seharusnya aku yang demikian, karena telah menyusahkan nona."
"Terima kasih, tuan." Lalu berhenti di depan kamar kosong yang tidak jauh dari ruangan Qing Ruo.
" Silakan tuan. Mohon maaf jika tempatnya kurang nyaman," ucap pelayan tersebut dengan hormat.
"Terima kasih, nona," ucap Long Chen dengan hormat, lalu memasuki ruangannya.
****
Di tempat lain.
Di dalam ruangan rahasia. Yanshi Gong dan beberapa tetua klan Yanshi sedang melakukan pembicaraan serius.
" Di antara murid yang ada, aku rasa yang paling tepat mengambil misi ini adalah Shengyin dan saudarinya Wuyin, tapi aku tidak yakin jika tuan muda Qing Ruo senang pada Wuyin."
" Mengapa bisa demikian?"
" Karena di dalam aula sebelumnya, aku melihat tuan muda Qing Ruo bahkan tidak tertarik sedikitpun pada para murid gadis yang melayaninya."
" Apakah kandidat itu hanya pada Shengyin?"
" Aku rasa demikian," jawab Yanshi Gong dengan serius.
" Saudara Gong, apakah ini tidak terlalu berbahaya jika kita mengirim Shengyin untuk menemani tuan Qing Ruo tersebut?"
" Saudara Choi, ini adalah peluang yang luar biasa, dan kesempatan ini tidak akan datang dua kali. Selain dapat menjalin hubungan yang baik dengan tuan muda Qing Ruo, ini juga sebagai cara kita melatihnya."
" Tapi apakah kita masih tidak bisa menggunakan murid lainnya tanpa harus memberikan misi ini pada Shengyin?"
" Selain Shengyin, apakah ada yang bisa diandalkan? Aku rasa tidak, karena tuan muda Qing Ruo juga tidak ingin pemandunya menjadi beban."
" Justru karena itulah kami tidak ingin Shengyin pergi. Karena dialah satu-satunya jenius yang akan menjadi andalan kita. Jika dia tidak bisa kembali, lalu apa yang harus kita lakukan? Menuntut pada klan Qing itu tidak mungkin."
Yanshi Gong terdiam, menatap kelima sosok yang ada di hadapannya dengan kecewa.
" Jika demikian, aku saja. Tapi tanggung jawab sebagai jenderal utama pelindung kota aku limpahkan pada saudara sekalian," ucapnya sambil berdiri dari kursinya.
" Tapi saudara, diantara kami semua hanya saudara yang berada di tingkat tujuh. Bagaimana bisa kami...."
" Alasan kalian yang tidak bisa berkembang, itu karena cara pikir kalian yang seperti ini," ucapnya dengan kesal, lalu meninggalkan meninggalkan ruangan itu.
Di dalam ruangan itu, kelima tetua tersebut masih belum beranjak dari tempat duduknya, menatap kepergian Yanshi Gong yang meninggalkan ruangan itu dengan bimbang.
" Ini adalah kesempatan dan peluang yang luar biasa tetapi terlalu berisiko."
" Saudara benar," ucap tetua yang lain menimpali.