
Di belakang Qing Ruo, Xui Gong dan rombongannya terdiam dengan wajah pucat pasi, bahkan Yuan Liu tampak begitu gelisah.
" Putri, Jenderal, ada apa?" tanya Qing Ruo dengan heran.
" Tuan muda, apakah ini...." Menatap kelima murid klan Yin yang merintih kesakitan dengan tubuh bersimbah darah tersebut dengan khawatir.
Qing Ruo bukan kepalanya, memahami maksud Yuan Liu.
" Putri, Jenderal, tenanglah." Lalu bergerak menghampiri ke lima murid klan Yin tersebut.
" Swhuss....." Cakram emas muncul dari ujung jarinya yang langsung membentuk bola emas kecil, lalu mengurung kelima pemuda tersebut.
" Swhus...." bola emas itu lenyap dari pandangan semua orang.
" Semuanya sudah aman," ucap Qing Ruo sambil bergerak mendekati Yuan Liu dan rombongannya.
" Tapi tuan muda," ucap Yuan Liu dengan ragu.
" Tenanglah, ini akan baik-baik saja. Yang menjadi masalah jika mereka terbunuh di tempat ini," ucap Qing Ruo dengan santai.
Walaupun demikian, Yuan Liu dan rombongannya masih tampak begitu khawatir.
" Tapi tuan muda," ucap Lu Dan yang masih belum memahami maksud Qing Ruo.
" Jenderal, aku akan meminta pelayanku membunuhnya di tempat lain," ucap Qing Ruo menjelaskan.
" Baik tuan muda, aku mengerti," ucap Lu Dan yang masih belum merasa tenang.
" Tenanglah, ini akan baik-baik saja," ucap Qing Ruo dengan santai.
" Swhus...." Kubah emas transparan yang menutup kawasan tersebut lenyap.
Pada saat mereka akan bergerak meninggalkan tempat itu, tiba-tiba dua aura lainnya bergerak mendekati mereka.
" Swhus... Swhus...." sosok Bei Xing dan Jenderal kepercayaan Yuan Shui muncul di tempat itu, menatap Qing Ruo dan semua orang yang ada di tempat itu dengan heran.
" Putri, tuan muda Qing Ruo, patriark Jin Kong," ucap Bei Xing sambil menangkupkan tangannya dengan hormat,
" Liu er, apakah telah terjadi sesuatu?" tanya sosok Jenderal yang berada di sisi Bei Xing dengan heran, sambil mengedarkan pandangannya memeriksa tempat itu dengan seksama.
" Paman Ding, apakah ada hal aneh di tempat ini?" tanya Yuan Liu.
Yuan Ding yang telah memeriksa tempat itu mengelengkan kepalanya.
" Aku hanya merasa heran, karena ternyata kalian masih berada di kawasan ini," ucapnya menjelaskan.
Yuan Liu menganggukan kepalanya dan memahami maksud Yuan Ding, dengan waktu yang telah mereka lewati, seharusnya mereka memang sudah berada di luar kawasan istana tersebut.
" Patriark Bei Ming, paman Ding, ada apa?" tanya Yuan Liu menanyakan tujuan kedua sosok itu dengan penasaran.
" Putri, Yang mulia memanggil kalian semua," jawab Bei Xing dengan hormat.
" Memanggil kami?" tanya Yuan Liu dengan wajah serius.
" Benar putri, Yang mulia kaisar ingin melanjutkan pembicaraan serius ini," jawab Bei Xing.
Yuan Liu terdiam, sambil mengarahkan pandangannya pada Qing Ruo dan Jin Kong yang terlihat tanpa reaksi.
" Tuan muda, patriark," ucapnya dengan ragu.
Qing Ruo dan Jin Kong saling menggelengkan kepala, membuat Yuan Liu dan rombongannya terdiam.
" Tapi tuan muda," ucapnya ragu.
" Kaisar tidak serius. Silakan putri dan yang lainnya kembali, kami akan melanjutkan perjalanan," ucap Qing Ruo dengan ramah.
" Putri, tuan muda Qing Ruo benar. Bahkan tindakan kami ini tidak ubahnya adalah penghinaan. Dari segi kekuatan dan kekuasaan mereka berdua, menaklukkan gunung Langit Yin bukalah hal yang sulit, lalu untuk apa mereka memenuhi panggilan dari seorang kaisar." Berbicara pada Yuan Liu melalui telepati.
" Baik patriark, aku mengerti," ucap Yuan Liu menanggapi.
" Tuan muda, mohon untuk tidak meninggalkan kota Gu Lu," ucap Yuan Liu, lalu bergerak membawa rombongannya meninggalkan tempat itu.
" Swhus.... swhus...." Sosoknya lenyap dari tempat itu meninggalkan Yuan Ding dan Bei Xing yang tampak serba salah.
" Jenderal, patriark, apakah ada yang ingin dibicarakan?" tanya Qing Ruo dengan santai, membuat kedua sosok itu semakin serba salah tingkah. Ingin menahan Qing Ruo tetapi mereka merasa tidak pantas, namun mereka juga tidak ingin Qing Ruo dan Jin Kong pergi begitu saja.
" Tuan muda, mengenai alasan anda yang ingin membantu kota Gu Lu, mohon penjelasannya..." ucap Bei Xing yang akhirnya memiliki cara menahan Qing Ruo, walaupun dengan cara yang tidak pantas.
" Alasannya sederhana saja, karena aku menginginkan bejana langit Yuan yang kalian miliki," jawabnya dengan santai, membuat Bei Xing dan Yuan Ding tampak begitu terkejut.
" Apakah karena hal itu?" tanya Yuan Ding dengan heran.
" Tentu saja, tanpa kerjasama dengan kota ini, kami akan tetap menyerang gunung Langit Yin, namun jika tidak ada kerjasama atau keterlibatan kalian, tentu saja aku akan menghancurkan kota ini," jawab Qing Ruo menjelaskan membuat lutut Yuan Ding dan Bei Xing bergetar.
" Jadi kedatangan tuan muda dan patriark ke kota ini sebelumnya?" tanya Bei Xing dengan penasaran.
" Mengawasi kota ini, dan bersantai sebelum melakukan penyerangan," jawab Qing Ruo dengan santai, membuat kedua sosok itu terdiam mematung.
" Patriark, ternyata mereka ingin melakukan penyerangan di gunung Langit Yin," ucap Yuan Ding berbicara pada Bei Xing dengan serius.
" Untung saja tuan putri mengenal mereka, jika tidak Kota Gu Lu akan menjadi reruntuhan...." ucap Bei Xing dengan serius.
" Patriark, apa yang harus kita lakukan?" tanya Yuan Ding.
" Menahan mereka hingga yang mulia kaisar tiba," jawab Bei Xing dengan serius.
Pada saat Qing Ruo dan Jin Kong hendak bergerak meninggalkan tempat itu, Yuan Shui dan Yuan Liu tiba di tempat itu.
" Tuan muda, patriark," ucap Yuan Shui mencoba bersikap ramah yang hanya ditanggapi oleh Qing Ruo dan Jin Kong dengan menganggukkan kepalanya.
" Tuan muda, Patriark aku secara pribadi serta mewakili para tetua yang ada di dalam istana sebelumnya meminta maaf atas sikap kami yang kurang pantas," ucapnya bersikap ramah.
Di hadapannya, kembali Qing Ruo dan Jin Kong hanya menganggukkan kepalanya, membuat Yuan Shui mulia kesal.
" Yang Mulia, mohon untuk tetap tenang, segera sampaikan tujuan kedatangan Anda," ucap Bei Xing berbicara melalui telepati mengingatkan Yuan Shui.
" Tapi mereka..." ucapnya dengan kesal.
" Yang mulia, lakukan saja," ucap Bei Xing memohon.
" Tuan muda, patriark, aku mewakili para patriark pilar kota Gu Lu, mengundang tuan berdua kembali ke istana terlarang, untuk melakukan pembicaraan yang tertunda sebelumnya, " ucap Yuan Shui menjelaskan tujuan kedatangannya.
" Melakukan pembicaraan yang tertunda? Yang mulia, kerjasama pertama kami dengan putri Yuan Liu dan kota Gu Lu telah selesai setelah kami pergi dari ruangan Sebelumnya," ucap Qing Ruo dengan tegas.
Di sisinya, Jin Kong, Mayi Xian dan Mayi Cao hanya diam, melihat wajah Yuan Shui yang terlihat hampir meledak marah.
" Yang Mulia, mohon untuk tetap tenang. Kota Gu Lu masih aman karena perjanjian kerjasama mereka dengan tuan putri sebelumnya, jika tidak, mungkin mereka sudah menyerang kota ini," ucap Bei Xing berbicara melalui telepati.
" Maksud patriark?"
" Mereka berdua telah bersiap untuk meyerang gunung langit Yin, termasuk kota-kota di sekitarnya," jawab Bei Xing menjelaskan.
" Apakah kota Gu Lu juga menjadi target mereka?" tanya Yuan Shui yang kini merasa ngeri.
" Benar Yang mulia...."
" Yang Mulia, Klan Yin menindas dengan perlahan, tetapi serangan mereka akan menghancurkan segalanya," ucap Yuan Ding mengingat Yuan Shui agar menurunkan egonya.
" Yang mulia, sebelumnya kita memang telah bekerjasama, namun tindakan kita yang menolak indentitasnya, membuat kita kini harus bernegosiasi dengan mereka. Sebelumnya tuan putri telah memohon, kini giliran kita" ucap Bei Xing dengan suara merendah.