
Di tempat lain.
Dari arah kawasan puncak Zhu Yin. Empat puluh lima ribu prajurit puncak Zhu Yin yang di pimpin oleh Yin Zhanshi Zhe dan Yin Coi terus bergerak mendekati puncak Nan Yin.
Dengan semangat perang membara, mereka terus bergerak dengan kecepatan tinggi, berharap dapat segera tiba dan ikut membantu puncak Dong Yin.
" Yin Gang, Xiolong, saatnya mengambil kata-kata kalian sebelumnya," ucap Yin Zhanshi Zhe dengan penuh penuh kebencian.
" Saudara aku sudah tidak sabar ingin menangkap dan menyiksa mereka," ucap Yin Coi.
" Swhuss...." sosok Yin Lin muncul dan ikut bergabung bersama mereka.
" Saudara Lin, bagaimana dengan keamanan kawasan puncak Zhu Yin?" tanya Yin Zhanshi Zhe dengan serius.
" Saudara Zhanshi Zhe, masih ada saudara Yaocheng dan yang lainnya," ucap Yin Lin yang tidak ingin melewatkan peperangan tersebut.
" Baik," ucap Yin Zhanshi Zhe.
Tidak lama kemudian mereka akhirnya melewati perbatasan kawasan puncak dengan kawasan selatan.
" Swhuss.... Swhuss..." Pasukan besar itu dihadang oleh prajurit elit puncak Dong Yin yang menjaga kawasan tersebut.
" Tetua Zhanshi Zhe, silakan kembali," ucap pemimpin pasukan dengan tegas.
" Prajurit Lang Hong, kami datang untuk membantu puncak Dong Yin, bukan untuk membantu puncak Nan Yin," ucap Yin Lin dengan penuh semangat.
" Maaf tetua, karena dari awal tidak ada kesepakatan di antara kita, lagi pula kami tidak ingin melibatkan puncak Zhu Yin," ucap Lang Hong memotong kata-kata Yin Lin dengan serius.
" Kalian..." Ucap Yin Zhanshi Zhe dengan kesal.
" Tetua, ini adalah perintah langsung dari tetua Jue, dan kami melakukan tugas kami.
" Apakah aku bisa bertemu dengan tetua Jue?" tanya Yin Zhanshi Zhe dengan serius.
Yin Lang Hong menggelengkan kepalanya.
" Maaf tetua Zhanshi Zhe, tetua Jue sedang sibuk," ucapnya dengan ketus, membuat Yin Zhanshi Zhe dan rombongannya mulai kesal.
" Apakah ini benar-benar tidak bisa di bicarakan?" tanya Yin Lin mencoba melunak dengan wajah serius.
" Tetua, jika ingin membantu, lakukan dengan tulus apakah dengan jumlah pasukan ini kalian lalu merasa dapat membanu kami. Jangan ingin memanfaatkan suasana dan mencampuri masalah ini. Saat kami mempersiapkan penyerangan, di mana kalian?" ucap Yin Lang Hong tegas dengan tatapan yang merendahkan, membuat Yin Zhanshi Zhe dan rombongannya menjadi sangat kesal.
" Saudara, para bad**n ini telah mempermalukan kita, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Yin Lin berbicara pada Yin Zhanshi Zhe melalui telepati, menatap Yin Lang Hong dengan penuh kebencian.
" Sebaiknya saudara bawa pasukan kita mundur dulu. Aku akan menemui sudara Baohu dan membicarakannya," jawab Yin Zhanshi Zhe dengan serius.
" Baik," ucap Yin Lin menanggapi.
Setelah Yin Zhanshi Zhe meninggalkan tempat itu, Yin Lin dan Yin Coi lalu mengarahkan pasukannya untuk bergerak mundur meninggalkan tempat itu.
Dengan perlahan pasukan puncak Zhu Yin yang sebelumnya datang dengan semangat membara, kini bergerak mundur dengan perasaan kesal dan dongkol.
" Lihatlah! Para penjilat itu benar-benar memuakkan!" ucap Yin Lang Hong dengan keras, membuat wajah Yin Lin dan rombongannya memerah.
" Bad***n!" ucap Yin Lin sambil mengeraskan rahangnya dan mengeratkan tinjunya, menatap Yin Lang Hong dengan kemarahan menyala.
" Saudara, jangan terprovokasi. Semoga perang ini mereka di kalahkan. Dengan begitu kita memiliki kesempatan untuk mempermalukan mereka," ucap Yin Coi mengingatkannya.
" Saudara benar, Aku juga berharap demikian," ucap Yin Lin menanggapi, sambil terus bergerak meninggalkan tempat itu.
****
Di tempat lain.
Di luar perisai pertahanan kawasan Barat.
Yin Kun dan Yin Lin yang berada di tempat itu, dengan penuh semangat terus memerintahkan pasukannya untuk tidak berhenti menyerang dinding perisai pertahanan yang sebelumnya pernah hancur tersebut.
" Prajurit, ada apa?" tanya Yin Kun dengan serius.
" Tetua, mohon periksa lencana giok jiwa prajurit yang berada di bawah pengawasan kita," jawab prjairit itu dengan serius.
" Baik," ucap Yin Kun dan Yin Lun secara bersamaan, dan memeriksa cincin penyimpanannya.
" Apa...!" ucap Yin Lun dengan mata terbelalak, menatap Lencana Giok Jiwa kedua murid mereka dan ribuan prajurit lainnya telah hancur.
" Ba-bagaimana bisa, kita bahkan tidak mendengar adanya pertempuran dari dalam perisai dan tanda dari cincin penyimpanan kita," ucap Yin Lun dengan serius.
" Inilah sulitnya, ketika berhadapan dengan ahli mantra formasi. Dalam peperangan, mereka memang tidak memiliki kekuatan untuk melakukan pertempuran secara langsung, tetapi mereka sangat ahli dalam strategi," ucap Yin Kun.
" Tetua, benar," ucap prajurit tersebut sambil menggelengkan kepalanya.
" Lalu bagaimana dengan yang lain?" tanya Yin Lun.
" Sepertinya dua puluh ribu pasukan kita yang memasuki celah ini sebelumnya, tidak ada yang selamat," jawab prajurit tersebut menjelaskan.
" Oh tidak..." ucap Yin Lun dengan wajah serius.
" Saudara, ada apa?" tanya Yin Kun dengan penasaran.
" Aku curiga ini adalah strategi mereka," jawab Yin Lun dengan serius, membuat Yin Kun dan prajurit itu saling terdiam.
Baru saja Yin Lun menjelaskan dugaannya, tiba-tiba mereka mendapat kabar bahwa pasukan yang berada di kawasan selatan berhasil merusak dinding hitam raksasa tersebut.
" Oh tidak. Itu pasti jebakan. Perintahkan pasukan untuk mundur dan tidak memasuki celah tersebut!" ucap Yin Lun dengan panik sambil bergerak menuju Wilayah selatan.
" Bergerak!" ucap Yin Kun dengan keras, membawa seluruh pasukan yang ada di tempat itu bergerak ke arah selatan.
" Swhuss... swhuss...." ribuan pasukan itu bergerak meninggalkan tempat itu.
****
Di dalam perisai perlindungan kawasan barat.
Dua puluh ribu pasukan puncak Dong Yin yang memasuki tempat itu,mulai dari semi abadi tingkat tiga hingga tingkat sembilan, satupun tidak ada yang di biarkan hidup, sedangkan dari pihak puncak Nan Yin, mereka harus kehilangan lima ribu prajurit.
Qing Ruo dan pelayannya menatap tumpukan mayat dari kedua belah pihak yang tewas itu dengan tubuh bergidik, terlebih lagi dari pasukan klan Jin dan Klan Yin yang tidak menyangka akan mengakhiri peperangan secepat itu.
" Swhuss... swhus..." Sosok Yin Shenkai, Jin Kong serta beberapa tetua tingkat tinggi yang memimpin pasukan itu, bergerak menemui Qing Ruo.
" Tuan Qing Ruo," ucap Yin Shenkai dengan hormat.
" Tetua, pulihkan diri kalian terlebih dahulu. Bagi yang masih mampu untuk bertempur segera bawa pasukan yang masih bugar untuk membantu tetua Yin Xiaolong di selatan."
" Baik tuan muda," ucap Yin Shenkai dan rombongannya dengan hormat.
" Long Chen dan kalian semua, bantu tetua Yin Shenkai mengurus mereka yang tewas dan terluka di tempat ini, setelah itu bantu Mayi Gui dan pasukan aliansi di kawasan perisai selatan," ucap Qing Ruo dengan tenang sambil menatap lima belas ribu prajurit yang terluka di tempat itu.
" Baik penguasa," ucap Long Chen dan rombongannya dengan hormat. Namun baru saja Qing Ruo selesai memberi pengarahan pada Long Chen dan rombongannya, tiba-tiba cincin penyimpanannya bergetar.
" Penguasa, ada apa?" tanya Mayi Xian dengan penasaan.
" Pesan dari Long Yu Wei," jawab Qing Ruo dengan tenang, namun tidak dari sorot matanya, membuat mereka semua yang ada di tempat itu begitu penasaran.
" Long Chen, aku pergi dulu," ucap Qing Ruo sambil membawa Jin Kong meninggalkan tempat itu.
" Baik penguasa..." ucap mereka dengan hormat.
" Swhuss... swhus...." Sosok Qing Ruo dan Jin Kong bergerak meninggalkan tempat itu.
👉1 bab.