
Gunung Langit Yin.
Pertarungan dahsyat yang dilakukan oleh Yin Bei dan Yin Zuo terus menggetarkan kawasan itu hingga puluhan kilo meter, membuat tempat yang sebelumnya tegang oleh perang dingin itu, kini menjadi sangat mencekam.
Dari Puncak Dong Yin, seratus ribu prajurit yang di pimpin oleh Yin Jue, yang terdiri dari enam puluh ribu prajurit semi abadi tingkat dasar hingga tingkat tiga, dua puluh ribu prajurit semi abadi tingkat empat hingga tingkat lima, dua belas ribu prajurit di tingkat lima hingga tingkat enam, tujuh ribu prajurit di tingkat tingkat tujuh hingga tingkat delapan dan seribu prajurit di tingkat sembilan, bergerak seperti lebah, terus bergerak menuju puncak Nan Yin yang kini menjadi basis pertahanan dan perlindungan kubu barat dan selatan.
Sedangkan di kubu selatan, dari seratus lima puluh ribu anggota klan yang ada, tujuh puluh ribu dari mereka adalah anak-anak dan wanita, sehingga harus di ungsikan ke istana terlarang klan. Adapun dari delapan puluh ribu prajurit yang dapat bertempur, tiga puluh ribu prajurit tersebut adalah ahli mantra formasi yang ditugaskan khusus untuk menjaga perisai perlindungan dan membuat gerbang teleportasi jarak pendek, menjemput pasukan bantuan dari klan Jin dan prajurit kota Gu.
" Swhuss.. swhus..." Sosok Yin Gang dengan wajah tegang, terus bergerak mengawasi persiapan tersebut, terlebih lagi setelah dirinya menerima laporan dari mata-mata yang telah mengatakan bahwa puncak Dong Yin kini telah bergerak bersama seratus ribu prajurit mereka.
" Untung saja ada tuan Qing Ruo dan para jenderal Hutan Gelap," batinnya sambil memeriksa persiapan tersebut dengan seksama.
***
Di lembah terlarang puncak Xi Yin dan Nan Yin, tempat pertempuran Yin Bei dan Yin Zuo yang sedang berlangsung.
" Swhuss... swhuss...." Lima belas ribu pasukan dari puncak Zhu Yin, tiba di tempat itu.
" Segel kawasan ini!" ucap Yin Baohu sambil membuat segel tangan, untuk menutup kawasan tersebut, agar petarungan kedua sosok abadi itu tidak menghancurkan gunung langit Yin.
Pada saat mereka sedang menjaga segel dan mengawasi pertarungan tersebut, tiba-tiba Yin Zhanshi Zhe datang di tempat itu.
" Swhuss...." Sosok yang muncul di hadapan Yin Baohu. "
" Saudara, ada apa?" menatap Yin Zhanshi Zhe yang data g dengan wajah panik itu.
" Saudara Baohu, perintahkan pasukan untuk kembali," ucapnya dengan serius.
" Saudara Zhanshi Zhe, ada apa ?" Tanya Yin Baohu dengan heran.
" Perang, perang telah dimulai..." Jawabnya, sambil menjelaskan pergerakan pasukan puncak Dong Yin yang kini sedang bergerak menuju puncak Nan Yin.
" Argh... Jue Kepa***t! Mengapa dia selalu bertindak sembarangan! Saudara Zhanshi Zhe, perintahkan pasukan untuk melindungi puncak Zhu Yin, dan minta saudara Yin Yaocheng dan Yin Lin untuk melindungi saudara Gu Jian dan kediaman patriark, aku bersama sisa pasukan akan tetap berada di tempat ini," ucap Yin Baohu dengan kesal.
" Baik saudara, tapi apakah kita...." ucap Yin Zhanshi Zhe dengan ragu.
" Aku mengerti maksud saudara. Terus jaga puncak Zhu Yin. Kita akan bergerak setelah kita mengetahui hasil pertarungan kedua sosok abadi ini. Apakah saudara mengerti..." Berbicara melalui telepati.
" Baik saudara, aku mengerti. Itu artinya kita harus bisa memanfaatkan situasi ini..." ucapnya sambil tersenyum penuh arti.
" Saudara Zhanshi Zhe, benar. Yang harus kita lakukan saat ini adalah menjaga puncak Zhu Yin dari serangan dua sisi dan menunggu kesempatan. Siapkan saja pasukan kita..."
" Baik saudara..." lalu bergerak pergi, sambil membawa sepuluh ribu prajurit ikut kembali ke puncak Zhu Yin bersamanya.
Setelah Yin Zhanshi Zhe dan pasukan elit puncak Zhu Yin pergi, Yin Baohu bersama lima ribu prajurit yang tersisa melanjutkan pekerjaan mereka menyegel kawasan pertempuran tersebut.
" Swhuss..." sosok Qing Ruo muncul dari arah yang berlawanan dengan dari pasukan puncak Zhu Yin tersebut, lalu ikut mengawasi pertarungan Yin Bei dan Yin Zuo dengan seksama.
" Ternyata Yin Zuo dan Yin Bei sudah berada tingkat dua." Membatin, saat melihat dua lingkaran cahaya yang muncul di punggung kedua sosok tersebut.
" Shuar....dhuar ..." Ledakan dahsyat terus bergema, mengguncang kawasan itu dengan hebat, saat serangan dan pukulan mereka saling bertabrakan membentuk percikkan cahaya yang hampir menghancurkan segel perisai perlindungan yang dibuat oleh ribuan pasukan dari puncak Zhu Yin.
" Yang Bei, aku tidak menyangka jika kamu ternyata menggunakan kekuatan darah emas," ucap Yin Zuo sambil melepaskan pukulannya.
" Dan aku juga tidak menyangka jika kamu sudah berada di tahap dua," ucap Yin Bei yang terus terdesak.
" Benar, tapi sekali lemah, tetap lemah!" ucapnya sambil tertawa keras, karena dapat mendominasi pertarungan tersebut.
Satu jam berlalu dan pertempuran itu semakin sengit, dengan sosok Yin Zuo dengan kekuatan gelapnya yang terus menekan Yin Bei.
" Dhaur... dhuar..." ledakan maha dahsyat itu sesekali melempar sosok Yin Bei dengan keras.
Dari arah yang berseberangan dengan sosok Qing Ruo.
Yin Baohu dan rombongannya yang sedang menjaga segel perlindungan dan menyaksikan pertarungan tersebut, terlihat begitu bersemangat.
" Saudara, sepertinya kita sudah dapat menentukan sikap," ucap seorang tetua berbicara, sambil memperhatikan Yin Bei terus terlempar terkena serangan Yin Zuo.
" Saudara Coi, benar. Segera kabari saudara Zhanshi Zhe untuk menyiapkan pasukan untuk membantu kubu timur," ucap Yin Baohu dengan serius.
" Baik saudara..." Sambil bergerak meninggalkan tempat itu.
Tidak lama berselang setelah Yin Coi pergi, Jin Kong tiba di tempat itu, lalu bergerak menemui Qing Ruo yang berada di sisi yang berseberangan dengan pasukan puncak Zhu Yin tersebut.
" Swhuss...." sosoknya muncul di sisi Qing Ruo yang berada di balik perisai ilusi.
" Tuan muda," ucapnya menyapa Qing Ruo dengan hormat, sambil menyaksikan pertarungan Yin Zuo dan Yin Bei dengan seksama.
" Patriark, yang menggunakan jubah putih emas adalah pangeran Yin Bei, pemimpin puncak kubu selatan yang akan kita dukung, dan lawannya Yin Zuo, putra patriark Yin Quan yang merupakan pemimpin puncak kubu timur," ucap Qing Ruo mejelaskan.
" Tuan muda, ternyata mereka berdua sudah berada di lingkaran tahap dua..."
" Benar, lalu bagaimana dengan patriark?" tanya Qing Ruo.
" Aku juga sudah berada di tahap dua. Tuan muda, apa yang harus kita lakukan?" tanya Jin Kong dengan serius.
" Untuk saat ini, biarkan mereka berdua bertarung selama mungkin, hingga kekuatan mereka benar-benar melemah..."
" Tapi tuan muda, bagaimana dengan pangeran Yin Bei..." ucapnya ragu.
" Patriark, kita tidak boleh gegabah,karena Yin Zuo masih memiliki kartu rahasia yang belum dia gunakan."
" Tapi tuan muda, apakah ini tidak berbahaya," ucapnya sambil menatap sosok Yin Zuo yang begitu mendominasi.
" Patriark, tenanglah. Yin Bei sedang berpura-pura kalah, aku yang memintanya demikian, supaya dapat mengulur waktu selama mungkin agar pasukan bantuan dapat segera tiba dan menaklukkan kubu timur dengan cepat."
" Maksud tuan muda?" tanya Jin Kong dengan heran.
" Patriark, ada dua ratus ribu prajurit dari kubu timur yang tersegel oleh mantra Terlarang Penghancur Jiwa, dan itu artinya dia memiliki dua ratus ribu sumber kekuatan yang dapat diserapnya," jawab Qing Ruo mejelaskan membuat Jin Kong bergidik.
" Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" Menatap Qing Ruo dengan serius.
" Sebaiknya kita kembali dan membantu pangeran Yin Gang. Fokus utama kita adalah memutuskan sumber kekuatannya," Jawab Qing Ruo dengan serius yang langsung dipahami oleh Jin Kong.
" Tidak muda benar, lagi pula lingkaran cahaya dapat membantu mereka bertarung tanpa lelah hingga berhari-hari," ucapnya menanggapi.
" Baik," ucap Qing Ruo.
" Swhuss..." Sosok Long Yu Wei dan Hu Yan Lan muncul di tempat itu, menatap Qing Ruo dan Jin Kong dengan hormat.
" Yu Wei, Hu Yan Lan, awasi pertarungan ini dan laporkan perkembangannya padaku," ucap Qing Ruo sambil menjelaskan kedua sosok yang sedang bertarung tersebut dengan rinci.
" Baik penguasa..." ucapnya dengan hormat.
Setelah memberikan perintah dan arahan pada Long Yu Wei dan Hu Yan Lan, Qing Ruo lalu membawa Jin Kong meninggalkan tempat tersebut.
" Swhuss... swhuss..." sosok menghilang dari pandangan Yu Jieru dan Hu Yan Lan.
" Saudara, akhirnya aku dapat menyaksikan pertempuran tingkat abadi," ucap Hu Yan Lan dengan serius, sambil mengawasi pertempuran yang sangat mengerikan tersebut dengan seksama.
" Aku juga. Jika kawasan ini tidak disegel, mungkin gunung Langit Yin akan menjadi gunung kematian," ucap Long Yu Wei menanggapi, sambil mengawasi jalannya pertempuran kedua sosok abadi tersebut dengan tubuh bergidik.