Sang Penguasa

Sang Penguasa
146. Kota Tongzhe 3.


Pernyataan Qing Ruo  membuat para Jenderal yang ada di tempat itu terdiam.


" Saudara Ao Fei, siapa dia? Aku bahkan tidak mengenalinya," ucap Ye Fang, menatap Qing Ruo dengan heran.


Ao Fei tampak kelabakan, karena tidak mengetahui nama Qing Ruo.


" Aku Na Ruo," ucap Qing Ruo santai.


" Na Ruo, apakah kamu komandan baru?" Tanya Ye Fang penasaran.


" Tuan, aku hanya pengembara yang kebetulan singgah di kota ini," jawab Qing Ruo dengan tenang.


" Lalu apa hubungannya kamu dengan jenderal Ao Fei, lalu apa tujuanmu datang kemari?"


" Saudara Ye Fang, dan saudara sekalian..." Sambil menatap tiga jenderal lainnya. " Tuan muda Na Ruo  ingin membantu kita untuk mengurus naga yang sedang murka itu," ucap Ao Fei menjelaskan, membuat para Jenderal itu mengerutkan keningnya.


" Saudara Ao Fei, apakah kamu bercanda!" ucap salah satu jenderal, menatap Qing Ruo dengan remeh.


" Setidaknya kita harus mencoba," ucap Ao Fei dengan serius, mencoba meyakinkan para jenderal tersesebut.


" Dengan tingkat kultivasimu ini, kamu ingin mengurus hewan buas itu?" tanya Ye Fang dengan wajah serius.


" Apakah jenderal ragu," jawab Qing Ruo dengan santai.


" Nak, lihatlah," ucap salah satu jenderal menatap Qing Ruo dengan kesal.


" Maksud Jenderal?"


" Nak, kami semua yang ada di tempat ini adalah semi abadi tingkat empat. Kami bahkan tidak berani mendekati hewan buas itu. Apalagi kamu yang hanya di tingkat pendekar kaisar tahap dasar." ucap seorang jenderal sambil menggelengkan kepalanya.


" Na Ruo, sebenarnya aku begitu penasaran dengan pernyataanmu yang mengatakan kota ini akan hancur. Dari mana kamu bisa menyimpulkan seperti itu?" tanya Ye Fang dengan serius.


" Jenderal, Naga pada dasarnya adalah makhluk bebas yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Setelah dirinya kehilangan sesuatu yang sangat berharga, dan diperlakukan seperti itu,  apakah dia tidak marah? Jangankan Naga Es, Andapun juga tidak ingin diperlakukan seperti itu. Apakah anda tahu alasanya dia bisa berada di kota Tongzhe ini?"


Penjelasan Qing Ruo  membuat semua orang yang ada ditempat itu terdiam. Dan pertanyaan Qing Ruo membuat mereka semakin penasaran.


" Na Ruo, mohon penjelasannya..." ucap Ye Fang.


" Jenderal, Para naga yang keluar dari dunia mereka,  itu karena dua alasan. Pertama karena mereka membawa misi, dan kedua...." ucap Qing Ruo menjeda kata-katanya, membuat para jenderal itu semakin penasaran.


" Na Ruo...." ucap Komandan pasukan yang berada di sisi Ao Fei, menatap Qing Ruo dengan tajam karena menghentikan penjelasannya.


" Bisa saja naga itu adalah penjahat yang melarikan diri dari dunia mereka. Jika penguasa kota melarang kita untuk menemuinya, maka mari kita tunggu sampai kapan segel itu mampu menahannya," ucap Qing Ruo membuat wajah para jenderal itu pucat pasi.


" Na Ruo, apakah  kamu benar-benar punya cara?" tanya Ye Fang dengan serius.


" Jiak tidak mencoba, bagaimana kita bisa tahu," jawab Qing Ruo dengan tenang.


" Jika demikian, mari," ucap Ye Fang bergerak, sambil membawa Qing Ruo dan Ao Fei meninggalkankan tempat itu.


" Saudara, tetap berjaga dan jangan tinggalkan tempat ini," ucap Ao Fei pada jenderal lainnya sambil bergerak mengikuti Qing Ruo dan Ye Fang yang mendahuluinya.


" Swhuss...swhus...." tiga kilatan cahaya keemasan bergerak memasuki kawasan istana bagian dalam, membuat dua  tetua yang berjaga di halaman istana begitu kesal.


" Ao Fei, Ye Fang, apa yang kalian lakukan!" sambil menatap Qing Ruo yang ada diantara kedua sosok itu dengan tajam.


" Tetua, kami ingin menemui Yang Mulia. Ada yang ingin kami bicarakan," ucap Ye Fang dengan serius.


" Apakah kalian telah menemukan Mutiara Air Tak Berbentuk itu?"


" Tetua, tidak semudah itu, bahkan jika kita membalikan kota ini," ucap Ao Fei dengan serius.


" Jika demikian, lalu mengapa kalian  kembali?"


" Tetua, ini sangat penting. Mohon buka gerbang bawah istana sekarang juga, atau kita akan benar-benar terlambat dan menyesal" ucap Ye Fang dengan serius, membuat dua tetua  yang berjaga di depan gerbang istana saling berpandangan.


" Bagaimana jika Yang Mulia marah?"


" Aku Ye Fang, siap menerima hukuman." Dengan serius.


" Aku juga," ucap Ao Fei dengan sungguh-sungguh.


Melihat keseriusan Ao Fei dan Ye Fang, kedua tetua itu akhirnya  menganggukkan kepalanya.


" Mundur!" ucapnya   sambil  membuat segel tangan.


" Trark...." halaman istana itu bergerak, lalu membuka pintu rahasia yang merupakan gerbang bawah tanah istana kota Tongzhe.


" Tuan Na Ruo," ucap  Ye Fang mengubah panggilannya, membawa Qing Ruo melompat memasuki lubang besar itu.


" Baik," jawab Qing Ruo sambil melompat mengingkuti Ao Fei yang telah mendahuluinya. 


Setelah Ao Fei, Ye Fang dan Qing Ruo memasuki lubang dingin itu,  dengan perlahan pintu perak yang menutupi lorong rahasia itu kembali bergerak dan menutup.


" Semoga saja Yang Mulia tidak murka..."


" Aku harap juga demikian. Tapi aku penasaran dengan sosok pemuda yang ikut bersama Ao Fei dan Ye Fang sebelumnya."


" Maksud saudara, pemuda yang bernama Na Ruo tersebut?"


" Benar."


" Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Yang  perlu kita lakukan saat ini adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan yang akan terjadi."


" Baik...."


****


Di dalam lorong dingin.


Qing Ruo rombongannya terus bergerak memasuki dasar lorong besar itu.


" Tempat ini semakin dingin," ucap Ye Fang sambil mengedarkan kekuatan, melindungi tubuhnya.


" Benar," ucap Ao Fei, yang juga ikut menyegarkan kekuatannya, menatap Qing Ruo yang terlihat begitu santai,  bergerak di sisinya.


" Tuan Na Ruo, saat ini kita  memasuki lorong ruang istana kota Tongzhe," ucap Ao Fei yang kini juga mulai mengubah panggilannya dengan hormat.


Qing Ruo yang bergerak di sisi mereka, menganggukkan kepalanya dengan tenang, sambil mengamati tempat itu dengan saksama.


" Dengan tempat dan penjagaan seperti ini,  sangat aneh jika seseorang bisa memasuki dan mencuri Mutiara Air Tak Berbentuk itu," ucap Qing Ruo pelan, saat melihat susunan formasi yang melindungi tempat itu, membuat Ao Fei dan Ye Fang terkejut.


" Tapi faktanya, mutiara itu telah hilang," ucap Ye Fang.


" Benar," jawab Qing Ruo dengan tenang.


" Tuan Na Ruo, kira-kira menurut anda siapa yang mencuri mutiara ini?" tanya Ye Fang dengan serius.


" Jenderal, mengenai hal itu, aku benar-benar tidak tahu. Namun jika dilihat dari tempat ini, besar kemungkinan pelaku tersebut adalah orang luar yang mengenal pihak istana dengan baik," jawab Qing Ruo, membuat kedua jenderal itu terdiam.


" Mengapa bisa demikian?" tanya Ye Fang.


" Menurut Jenderal, apakah ada seseorang dari pihak istana yang berani memasuki lorong rahasia ini, dan mengambil sesuatu yang sangat berharga seekor naga, yang merupakan hewan buas semi abadi tingkat tujuh tahap akhir?"


" Tuan Na Ruo benar."


Tujuh ratus meter kemudian, mereka akhirnya tiba di dalam ruangan  yang sangat besar, dengan seekor Naga berwarna putih dengan tanduk es  yang  sesekali memunculkan  petir kecil, terkurung dalam perisai emas transparan yang di kelilingi oleh tujuh tetua.


" Roargh...." Raungan keras naga es tersebut yang sedang berusaha melepaskan diri dari tempat itu.


" Swhus... swhuss..." Ao Fei dan Ye Fang membawa Qing Ruo turun di hadapan seorang pria paruh baya, yang menatap kedatangan mereka dengan tajam.


" Yang Mulia Lu Zhun," ucap Ao Fei dan Ye Fang berlutut dengan hormat, sedangkan Qing Ruo tetap berdiri dengan menangkupkan tangannya dengan hormat.


" Bicaralah..." Dengan tegas, menatap Qing Ruo dengan tajam.


" Yang Mulia, tuan Na Ruo ingin berbicara dengan Anda," ucap Ao Fei dengan hormat.


" Na Ruo. Bicaralah." dengan tatapan dingin.


" Yang Mulia Lu Zhun, aku hanya ingin berbicara dengan naga Es tersebut," ucap Qing Ruo dengan tenang sambil menatap naga Es yang terus meraung murka.


" Bicara?" Mengerutkan keningnya.


" Benar Yang Mulia."


" Jika demikian, silakan."


" Baik Yang Mulia, terima kasih, tapi aku ingin yang mulia melepaskan segel perisai emas itu," ucap Qing Ruo dengan serius.


" Apakah kamu bercanda!" Meninggikan suaranya, mengejutkan Qing Ruo dan semua orang yang ada di tempat itu.


👉1🙏