
" Tiga juta," ucap pemuda dari kamar nomor tujuh dan nomor satu bersamaan.
" Empat juta Lima ratus ribu," ucap pemuda dari kamar nomor sembilan belas, membuat suasana menjadi tegang Kembali.
Persaingan harga semakin sengit, bahkan harga mutiara jiwa hewan buas tingkat tinggi itu kini sudah berada di harga sebelas juta lima ratus ribu, namun Long Chen masih belum juga mengajukan penawarannya.
Di kursi pengunjung.
Para tamu itu mengarahkan pandangannya pada ruangan nomor sembilan yang ditempati oleh Qing Ruo dan Long Chen dengan begitu penasaran.
" Sepertinya mereka tidak akan mengajukan penawaran lagi..."
" Aku rasa juga demikian."
" Tapi saudara, bagaimana dengan penawaran mereka pada apel emas itu sebelumnya?"
" Itu hanya gertakan. Selain itu, aku curiga buah apel emas itu milik mereka."
Pada saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba Long Chen mengajukan penawarannya.
" Dua puluh juta...." ucapnya, menaikan harga yang sebelumnya berada di harga lima belas juta lima ratus ribu.
" Lihat, kamar nomor sembilan kembali berulah...." ucap para penonton, membuat tempat itu menjadi riuh. Bahkan para pengunjung itu mulai menjadikan hal itu sebagai taruhan.
" Saudara, Anda benar-benar merusak acara lelang ini!" ucap pemuda dari kamar nomor dua belas meninggikan suaranya.
" Dua puluh lima juta," ucap Long Chen menanggapi.
" Saudara, jangan merusak lelang ini...."
" Saudara, tidak ada yang salah dengan cara kami, karena pada akhirnya mereka yang berani menawarkan harga tinggi yang akan mendapatkannya. Lagi pula, penawaran yang saudara lakukan secara bertahap seperti itu hanya membuang waktu. Jika saudara ingin memiliki item ini, mari kita bersaing," ucap Long Chen memberi penjelasan dan penegasan, membuat pemuda itu terdiam.
" Tiga puluh juta," ucap suara dari kamar nomor tujuh belas.
" Tiga puluh lima juta," ucap pemuda dari kamar nomor lima.
" Saudara di kamar nomor sembilan, mengapa diam?" Tanya pemuda di kamar dua belas mengejek.
Di dalam ruangannya.
Qing Ruo menggelengkan kepalanya, saat Long Chen ingin menanggapi ejekan tersebut.
" Biarkan saja," ucapnya pelan.
" Baik Penguasa," sambil menyimak perkembangan harga lelang yang kini sudah berada di harga empat puluh lima juta.
" Enam puluh juta," ucap long Chen, membuat para tuan muda yang berada di kamar lain yang ingin mengajukan penawaran, terdiam.
" Argh..." teriak pemuda dari kamar nomor lima belas kesal. Tidak hanya itu, beberapa tuan muda lainnya mengepalkan tangannya dengan keras.
" Luar biasa. Tiga item lelang di sesi tiga ini di ambil semua olehnya. Benar-benar kaya," ucap para pengunjung saling berbisik, menatap kamar nomor sembilan yang ditempati Qing Ruo dan Long Chen dengan penasaran.
" Tunggu dulu, karena lelang masih belum diputuskan."
" Apakah saudara yakin masih ada yang berani mengajukan penawaran? Jika pun ada, itu pasti pemilik sumberdaya tersebut...."
" Ini benar-benar menjadi sejarah baru. Selama ribuan tahun, baru kali ini ada sosok yang begitu berani mengeluarkan banyak uang."
" Sudara benar. Tapi kira-kira dari klan mana tuan muda itu...."
" Saudara aku juga begitu penasaran."
***
Di atas panggung.
Hong Tianmi masih terdiam, memberikan waktu pada pengunjung lainnya untuk mengajukan penawaran mereka.
****
Di dalam ruangannya.
Qing Ruo yang sedang duduk dengan tenang, tiba-tiba merasakan aura intimidasi dari kamar nomor lima belas, kamar nomor dua belas dan kamar nomor lima.
" Penguasa, mereka mengancam kita," ucap Long Chen.
" Ini pasti penjagagaan dari pihak rumah lelang," ucap Qing Ruo.
" Sepertinya demikian," ucap Long Chen.
***
Di atas panggung.
Hong Tianmi mulai menghitung.
" Enam puluh juta pertama...." ucapnya dengan lantang.
" Enam puluh juta kedua...."
Hingga hitungan ketiga, tidak ada satupun pengunjung yang berani melakukan penawaran. Itu karena karena harga sumber daya tersebut benar-benar di luar batas kewajaran.
" Baik, item keempat di sesi ketiga ini dimenangkan oleh tuan muda dari kamar nomor sembilan. Sekali lagi, Selamat," ucap Hong Tianmi, menangkupkan tangannya dengan hormat.
Suasana di dalam ruangan itu begitu riuh. Tindakan Long Chen yang selalu melakukan penawaran dengan harga tinggi dalam lelang itu, kini menjadi perbincangan semua orang. Terutama para pengunjung yang menjadikan persaingan Long Chen sebagai taruhan.
Pada saat semua orang membicarakan tindakan Long Chen, Hong Dou di dalam ruangannya tampak begitu tenang.
" Seratus sepuluh juta untuk tiga item, itu bukanlah jumlah yang sedikit, tapi itu juga bukanlah hal yang sulit baginya," ucap Hong Dou tersenyum kecut.
" Maksud Nona?" Tanya tetua yang ada di belakangnya.
" Tetua, apel emas itu adalah milik mereka, dan item terakhir ini, juga miliknya," ucap Hong Dou pelan.
" Benarkah?" Dengan tatapan tidak percaya.
" Benar. Sebelumnya saat kami sedang melakukan transaksi, tetua belum datang," Hong Dou menjelaskan.
" Apakah nona tahu dari klan mana tuan muda ini berasal?" Dengan wajah serius.
" Klan Na," jawab Hong Dou.
" Nona, aku yakin dia pasti sedang menyamar dan menggunakan identitas orang lain." Dengan wajah serius.
" Aku juga meyakini hal itu," ucap Hong Dou.
****
Di atas panggung.
Lelang item ke lima akan segera dimulai, dengan naiknya seorang gadis pelayan yang membawakan Giok putih di atas nampan ke atas panggung.
" Item terakhir," ucap Hong Tianmi sambil membuka tutup kotak itu, yang membuat tempat itu menjadi gempar.
" Buah Bodhi... Ini buah bodhi." ucap para pengunjung itu dengan tercengang.
" Setelah hilang selama ribuan tahun, akhirnya buah ini muncul kembali," ucap para tetua yang berada di dalam ruangan khusus berbicara.
Kemunculan buah bodhi di sesi terakhir itu, membuat tempat lelang tersebut menjadi tegang, bahkan membuat sosok pria paruh baya yang berada di kamar nomor tiga belas, keluar dari dalam ruangannya.
" Tuan kota. Itu tuan kota," ucap semua orang tercengang.
" Hormat pada Yang Mulia Ying Xu," ucap Hong Tianmi sambil memberi hormat, yang di ikuti oleh semua orang.
" Nona Hong Tianmi, sangat tidak adil jika kelima buah ini dilelang secara bersamaan. Aku yakin semua orang yang ada di tempat ini juga menginginkannya. mohon untuk membagi kelima buah Bodhi itu dalam lima sesi. Dan aku ingin sesi pertama itu menjadi bagianku," ucapnya, yang langsung disetujui oleh semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
" Baik Yang Mulia." ucap Hong Tianmi dengan hormat, sambil bersikap tenang, lalu memanggil pelayan untuk membagikan kelima buah bodhi tersebut ke dalam lima kotak giok yang berbeda.
****
Di dalam ruangannya.
Qing Ruo benar-benar tidak menyangka jika buah tersebut adalah buah yang sangat langka bahkan sangat diminati.
" Penguasa, ternyata selama aku terkuburnya di dalam danau emas klan Liu, ternyata buah bodhi telah menghilang dari daratan ilahi," ucap Long Chen yang juga merasa heran.
" Sebelumnya nona Hong Dou telah menjelaskan padaku bahwa buah ini adalah buah langka, namun aku tidak menyangka hal itu akan membuat gempar tempat ini," ucap Qing Ruo tersenyum senang.