Sang Penguasa

Sang Penguasa
310. Menyelamatkan Diri.


Setelah Yin Gang dan rombongannya pergi, tempat itu menjadi hening.


Yin Zhanshi Zhe menghempaskan nafas panjang, lalu menatap beberapa tetua yang berasal dari puncak Zhu Yin yang masih berada di tempat itu dengan wajah lesu.


" Saudara, ini adalah tanggung jawab kita, dan kita juga tidak bisa memaksa puncak Dong Yin dan puncak Nan Yin untuk ikut serta dalam melakukan penyelidikan ini," ucapnya lalu memberikan arahan pada para tetua untuk segera  melakukan penyelidikan, mengurus jasad Yin Lao Weida dan membersihkan  kekacauan di tempat itu.


Setelah berkata-kata, Yin Zhanshi Zhe lalu bergerak menuju lorong rahasia istana, untuk menyusul Yin Baohu dan rombongannya.


****


Di tempat lain.


Yin Jue meninggalkan puncak Zhu Yin dengan perasaan dongkol.


" Sial**n! Kita semua benar-benar telah ditipu. Aku yakin hilangnya trisula kegelapan adalah ulah Baohu dan rombongannya," ucapnya dengan kesal.


" Maksud saudara?" tanya Yin Dalu.


" Apakah saudara tidak bisa memahami hal ini dengan jelas? Ini adalah langkah yang mereka siapkan untuk memperkuat posisi patriark Quan," ucapnya dengan serius.


" Saudara benar, sebelumnya kita dikejutkan dengan berita bahwa patriark Quan akan segera naik tingkat,  lalu tidak lama kemudian tiba-tiba kekacauan itu terjadi," ucap Yin Dalu menanggapi.


" Namun yang membuat aku sangat kesal adalah penjelasan Zhanshi Zhe yang mengarahkan tuduhan pada pangeran Zuo," ucapnya dengan kesal.


" Saudara, lalu apa rencana kita selanjutnya?" tanya Yin Dalu.


" Mempersiapkan pasukan," jawabnya dengan serius.


" Baik...." ucap Yin Dalu dan rombongannya sambil terus bergerak menuju puncak Dong Yin.


***


Di tempat lain.


Yin Gang dan rombongannya juga terus bergerak kembali ke puncak Nan Yin.


" Pangeran, apa rencana kita selanjutnya?" tanya seorang tetua dengan hormat.


" Untuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mempersiapan pasukan dan mengaktifkan segel perlindungan puncak selatan," jawab Yin Gang dengan serius.


" Tapi apakah kita tidak akan terlibat dalam penyelidikan ini?"


" Aku rasa itu tidak perlu," jawabnya dengan santai.


" Tapi pangeran...." Ucap tetua tersebut dengan ragu.


" Tetua, bukannya aku tidak peduli, tapi kita harus melihat masalah ini dengan tenang.  Trisula kegelapan adalah lambang pemerintahan dan kekuasaan Klan Yin yang hanya bisa digunakan oleh mereka yang menguasai ketujuh kitab kuno leluhur, lalu apakah mungkin ada orang  lain yang tidak memiliki darah Yin dapat menguasainya? Selain itu, jika pencuri itu memiliki ketujuh kitab kuno, lalu mengapa dia harus mencurinya dengan paksa, bukankah dia bisa mencabutnya dan mengangkat diri menjadi Patriark klan?"


" Pangeran benar, tapi bagaimana jika Trisula itu benar-benar hilang?"


" Tetua, satu hal yang harus kita pahami bersama, bahwa pencuri ini pasti orang yang mengetahui seluk beluk Trisula kegelapan, dan itu artinya pencuri itu adalah orang kita sendiri. Anggap saja mereka sedang menyimpannya di tempat lain. Dan kita juga tidak perlu khawatir, karena walaupun dia memiliki Trisula tersebut dia juga tidak bisa menggunakannya,"   jawab Yin Gang dengan tenang.


" Pangeran benar," ucap para tetua tersebut dengan hormat, sambil terus bergerak menuju puncak selatan.


****


Di tempat lain.


Qing Ruo terus bergerak di dalam lorong rahasia istana gerbang Es Hitam dengan tenang.


" Ini sangat aneh, karena Yin Zuo dan Yin Bei bahkan tidak terusik dengan kekacauan ini." Batinnya, sambil terus bergerak tanpa membuat satu pun  jebakan di dalam lorong itu.


Pada saat sedang berpikir, tiba-tiba Qing Ruo merasakan beberapa aura yang dia kenal,  bergerak di belakangnya dengan cepat.


Tidak lama kemudian, Qing Ruo akhirnya tiba di pintu keluar  lorong.


Matanya yang tajam langsung memeriksa pintu lorong  itu dengan seksama.


" Sepertinya pintu ini tidak pernah digunakan..." Bantinnya, sambil menggunakan segel mantra formasi langit Ling.


" Swhus...." cakram emas muncul dan mulai membentuk susunan mantra formasi lainnya, lalu membuka segel pintu lorong itu secara perlahan.


" Swhus..." Mantra formasi ilusi muncul, menyamarkan keberadaannya untuk mengantisipasi kekuatan yang berada di balik pintu.


" Swhus...." Pintu besi hitam itu terbuka secara perlahan, bersamaan masuknya   api hitam yang sangat dingin yang yang langsung mendorong Qing Ruo dengan keras.


" Dhuar ..." ledakan dahsyat bergema, mengejutkan Yin Baohu dan rombongan yang sedang bergerak di dalam lorong disebut.


" Badj***n! Ternyata penyusup itu benar-benar berada di dalam lorong ini." Teriaknya murka sambil mempercepat pergerakannya.


Di depan pintu keluar lorong. Qing Ruo yang terlempar hingga belasan meter itu langsung mengedarkan kekuatan puncakya, sambil menggunakan tampilan Yin Hen Fen dan topeng perak, bergerak menerobos serangan api hitam yang sangat dingin tersebut. 


" Swhus..." Sosoknya keluar dari lorong itu dan muncul di kawasan Timur istana gerbang Es Hitam, yang langsung disambut dengan puluhan serangan tapak hitam.


" Swhus.... swhus...." Serangan tapak yang dilepaskan oleh para pendekar semi abadi tingkat sembilan itu melesat ke arahnya dengan cepat.


Dengan kecepatan puncaknya Qing Ruo yang telah  mempersiapkan diri itu,  langsung bergerak menghindari serangan tersebut. Walaupun demikian, tetap saja beberapa serang. tapak itu mengenai tubuhnya.


" Dhuar.... dhuar ...." Ledakan dahsyat bergema dengan keras, mengguncang kawasan itu dengan hebat.


" Swhus...." Qing Ruo terlempar dengan keras saat salah satu serangan tapak itu menghantam tubuhnya bertubi-tubi, hingga membuatnya menjauh dari tempat itu.


" Bad***n ini ternyata sangat kuat!" ucap pemimpin kelompok dengan murka saat melihat  Qing Ruo yang telah terkena serangan tapaknya masih  dapat bergerak. 


" Terus serang!" Teriak yang lain sambil melepaskan  serangan beruntun.  Di sisi lain, beberapa tetua tersebut segera membuat segel tangan  untuk mengunci seluruh kawasan tersebut.


Qing Ruo yang sebelumnya telah mempersiapkan jalur pelarian dengan meletakkan mantra formasi jebakan,  perlindungan dan pengalihan, langsung  bergerak menuju mantra formasi perlindungan yang kebetulan berada di kawasan itu  sambil mengaktifkan jebakan mantra formasi pengalihan.


" Dhuar... Dhuar......" Ledakan dahsyat bergema di seluruh kawasan itu dengan hebat,  memunculkan  kabut merah pekat  yang langsung mengganggu penglihatan mereka.


" Badj****n ini ternyata telah membuat persiapan!" Teriak seorang tetua bergerak menyerang Qing Ruo  sambil melepaskan serangan tapak dan tembakan tombak besi hitam.


" Dhuar...." serangan tapak itu kembali mengantam tubuh Qing Ruo.


" Swhus...." sosoknya terlempar dengan keras, membuatnya semakin menjauh dari pusat serangan.


" Swhuss...." sosoknya lenyap di balik mantra formasi perlindungan yang telah dia ciptakan, dan terus bergerak meninggalkan tempat itu dengan cepat.


" Terus kejar! Dia menghilang..." teriak tetua tersebut sambil bergerak dengan kecepatan puncaknya.


" Dhuar...." Ledakan keras bergema saat sosoknya tiba-tiba menghantam perisai transparan yang melindungi sosok Qing Ruo.


" Bad***n ini ternyata seorang ahli mantra formasi!" ucapnya dengan sangat murka sambil melepaskan serangan tapak pada perisai transparan tersebut.


" Perluas wilayah penyegelan!" ucap Yin Baohu yang tiba-tiba muncul dari dalam lorong rahasia bersama rombongannya, sambil  bergerak  membantu tetua  tersebut menghancurkan perisai transparan yang menghalangi penglihatan mereka.


" Saudara, minggir!" ucap Yin Baohu sambil melepaskan tembakan tombak besi hitam.


" Dhuar....." Ledakan dahsyat itu menghancurkan perisai  transparan tersebut, namun memunculkan serangan balasan.


" Slash... slash...." tebasan bilah  angin melesat menyerang mereka.


" Badj****! Pencuri ini benar-benar seorang ahli mantra formasi," ucap Yin Baohu dengan kesal sambil bergerak menghindari tebasan bilah angin tersebut.


🙏🙏1 bab🙏