
Kata-kata sosok berwajah muda dengan rambut hitam panjang tergerai tersebut membuat para pemuda itu tampak terkejut.
" Patriark Jin Kong, maaf dengan suasananya," ucap Qing Ruo menyapa sosok yang menyamar itu, membuat para pemuda tersebut tanpa sadar bergerak mundur hingga beberapa langkah.
" Seorang Qing, dan patriark klan Jin...." ucap para pemuda tersebut membatin.
" Benar, mereka sangat berani..." Membatin, menatap Qing Ruo dan Jin Kong dengan waspada.
" Tuan muda, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Jin Kong sekali lagi mengulangi pertanyaannya, sambil mengubah tampilannya dengan warna rambutnya yang kini telah memutih.
Qing Ruo mendesah panjang.
" Patriark, aku juga tidak tahu. Tiba-tiba saja mereka memasuki ruangan dan mengganggu ketenanganku."
" Oh, aku mengerti." sambil mengarahkan pandangannya pada kelima pemuda yang ada di hadapannya. " Kalian benar-benar menyentuh orang yang salah." sambil menggengkan kepalanya.
Kata-kata Jin Kong menyadarkan para pemuda tersebut dari sikap Qing Ruo yang sebelumnya tidak gentar sedikitpun.
" Saudara, apa yang harus kita lakukan?" Berbicara pada rombongannya melalui telepati.
" Kita benar-benar memasuki kandang singa. Kita benar-benar tidak memiliki harapan...." Dengan wajah yang kini mulai memucat.
" Saat ini kita hanya berharap dia membuat keributan di tempat ini," ucap pemuda yang lain.
" Maksud saudara?"
" Klan Qing terlarang berada di kawasan gerbang hitam, dan patriark Klan Jin ini juga, karena berada di wilayah klan Yin."
" Saudara benar," ucap pemuda yang lain yang kini merasa memiliki harapan.
" Tuan muda, hal apa saja yang telah mereka lakukan?" tanya Jin Kong.
" Mereka memasuki ruangan tanpa di undang, lalu meminum arak pribadiku begitu saja, mengancam dan memerasku dengan memesan minuman terbaik dari tempat ini," jawab Qing Ruo dengan santai.
" Maksud tuan muda arak itu?"
" Benar, mereka mengira minuman itu milik restoran ini..." Jawab Qing Ruo santai.
Jin Kong mengalihkan pandangannya, menatap kelima pemuda itu dengan tajam.
" Kalian benar-benar bodoh. Itu adalah minuman para penguasa. Aku yang merupakan sekutunya bahkan hanya mendapat satu botol saja, dan kalian bahkan berani merampasnya..." Berbicara melalui telepati, membuat pemuda tersebut terdiam.
" Ja-jadi minuman itu bukan minuman restoran ini?"
" Tentu saja bukan. Mana ada restoran dapat meracik arak dari tiga sampai empat jenis buah abadi yang berbeda. Kalian benar-benar mencari mati!"
Kata-kata Jin Kong membuat kelima pemuda itu bergidik ngeri.
" Walaupun aku tidak memerlukannya lagi, tetapi aku tetap ingin kalian mengeluarkannya," ucap Qing Ruo dengan tatapan dingin.
" Tu-tuan....." ucap para pemuda tersebut sambil berusaha untuk tetap tenang.
" Aku bukan tuan kalian. Lakukan sekarang juga!" ucap Qing Ruo dengan dingin.
" Tapi bagaimana cara kami melakukannya..."
" Gorok leher kalian, atau robek perut kalian itu..." Sambil melempar pisau hitam pada pemuda tersebut.
Tidak hanya pemuda tersebut yang yang bergidik, bahkan Jin Kong yang merupakan sosok Abadi juga merasa ngeri.
" Benar-benar kejam," batinnya.
Tiba-tiba kelima pemuda itu tertawa terbahak-bahak.
" Qing Ruo, apakah kamu pikir kami dapat di tindas? Naif!" ucap pemimpin kelompok sambil meraih pisau tersebut dan menghancurkannya, namun gagal.
" Qing Ruo, kamu salah tempat. Ini adalah kota Gu Lu, kota yang berada di bawah perlindungan Klan Yin. Apakah kamu tahu maksudnya?" Sambil mengarahkan pandangannya pada Jin Kong.
" Tuan muda Qing Ruo, dilihat dari sikap dan gaya mereka yang begitu angkuh, besar kemungkin mereka adalah klan bangsawan yang ada di kota ini," ucap Jin Kong.
" Sepertinya demikian," ucap Qing Ruo sambil melepaskan tembakan cakram emas dan menyegel ruangan itu, membuat kelima pemuda tersebut begitu terkejut.
" Ini cakram emas kuno....!" Menatap Qing Ruo dengan heran.
" Selain memiliki darah Petir kuno, tuan muda Qing Ruo juga memiliki darah murni kuno Shen Guoshi Ling, oh aku hampir lupa, dia adalah cucu yang abadi Shen Guoshi Xiong Mao Tian," ucap Jin Kong, membuat lutut kelima pemuda itu bergetar.
" Tu-tuan...."
" Dalam hitungan ketiga, jika kalian tidak mengeluarkan minuman yang telah kalian minum sebelumnya, maka aku akan menghancurkan klan kalian, bahkan kota ini tanpa sisa. Satu...." ucapnya mulai menghitung.
Para pemuda tersebut yang sebelumnya merasa memiliki kekuatan dukungan, kini benar-benar telah kehilangan harapan.
" Mengeluarkan minuman dari tubuh kita, bagaimana caranya? Bukankah ini sama saja dengan bunuh diri.." ucap para pemuda itu membatin panik.
" Dengan latar belakang yang dimilikinya, bahkan klan Yin pun tidak mungkin akan mau berurusan dengannya," ucap seorang pemuda dengan wajah pucat pasi.
" Dua....." ucap Qing Ruo yang kembali menghitung.
" Tidak ada pilihan...." ucap pemimpin kelompok yang tiba-tiba terduduk pasrah, sambil menatap pisau hitam yang ada di tangannya.
" Tuan muda, mohon lepaskan klan Hong," ucapnya pelan lalu mengg***k lehernya. Dengan kondisi tubuh yang tidak menggunakan kekuatan, sosok yang sudah berada di tingkat lima semi abadi itu roboh bersimbah darah, lalu tewas di hadapan Qing Ruo dan rombonganya.
" Tu-tuan, ini...."
" Jangan sampai aku yang melakukannya....."dengan tatapan tajam.
Ke empat pemuda yang tersisa hanya bisa menggelengkan kepala, lalu satu persatu dari mereka bunuh diri dihadapan Qing Ruo, hingga ruangan itu menjadi senyap.
" Swhuss.... Swhus...." kelima mayat tersebut terhisap ke dalam cincin penyimpanan. Tidak lama kemudian, Qing Ruo lalu melepaskan api putih, membakar semua sisa darah yang menggenangi lantai tersebut.
" Hitung-hitung, membersihkan sampah kota Gu Lu," ucapnya santai, membuat Jin Kong berada di sini hanya tersenyum kecut.
" Shen Guoshi Qing benar-benar tanpa ampun," batinnya.
Setelah membereskan sisa kekacauan di dalam ruangan itu, Qing Ruo lalu ingin memulai pembicaraan, namun belum sempat Qing Ruo berbicara, tiba-tiba lima aura yang berbeda mendekati ruangan.
" Pelayan, tuan...." berbicara dari balik pintu.
" Masuk," ucap Qing Ruo dengan ramah.
Tidak lama kemudian, lima pelayan memasuki ruangan.
" Tuan, minumannya...." Menatap Qing Ruo dengan ragu.
Qing Ruo menganggukkan kepala.
" Mereka yang menginginkan minuman ini telah pergi, tapi tidak apa, tinggalkan saja," ucapnya santai.
" Baik tuan muda..." lalu menata botol minuman itu di atas meja.
" Totalnya dua belas juta lima ratus ribu, tuan." ucap pelayan tersebut dengan hormat.
" Baik," jawab Qing Ruo sambil memberikan cincin penyimpanan pada gadis pelayan tersebut.
" Terima kasih, tuan." Lalu meninggalkan ruangan.
Setelah para pelayan itu pergi, Qing Ruo lalu menyimpan semua minuman tersebut ke dalam cincin penyimpanannya, dan mengeluarkan empat botol minuman lainnya.
" Patriark," ucapnya sambil menuangkan minuman racikannya, lalu memberikannya pada Jin Kong.
" Terima kasih, tuan muda." Sambil meraih minuman itu dan menyesapnya dengan santai.
" Benar-benar minuman yang sangat nikmat," batinnya.
" Patriark, bagaimana dengan persiapan pasukan?" tanya Qing Ruo memulai perbincangan santai mereka.
" Untuk saat ini, aku sudah menyiapkan lima puluh ribu pasukan yang terdiri dari tiga puluh ribu pendekar semi abadi tingkat tiga hingga tingkat empat. Sepuluh ribu pendekar semi abadi tingkat lima, lima ribu di tingkat enam, dan lima ribu di tingkat tujuh," jawab Jin Kong menjelaskan.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Benar-benar klan yang sangat kuat," batinnya sambil menyesap minumannya dengan santai.
" Tuan muda, bagaimana?"
" Aku rasa itu sudah cukup. Hanya saja kita perlu membuat pasukan cadangan yang lebih kuat, karena jujur saja saat aku berada di perbatasan utara, orang-orang dari klan Yin ini sering menggunakan teknik terlarang Yin dan itu benar-benar merepotkan," ucap Qing Ruo.
Jin Kong menganggukan kepalanya.
" Yang ditakutkan dari klan Yin adalah teknik terlarang tersebut, karena dapat meningkatkan kekuatan mereka berlipat ganda dalam waktu singkat," ucap Jin Kong dengan serius.
" Lalu apa rencana tuan muda mengenai hal itu?"
" Patriark, tujuanku mengundang anda untuk datang ke kota Gu Lu, adalah untuk membahas masalah tersebut, serta kerjasama kita dengan dengan kaisar Yuan Shui."
" Maksud tuan muda?" tanya Jin Kong.
" Patriark, Gunung Langit Yin saat ini telah membuat batasan mengenai kawasan terlarang, dan itu artinya kita tidak dapat menempatkan pasukan kita di sembarang tempat," jawab Qing Ruo.
" Apakah maksud tuan muda ingin menggunakan kota ini?" tanya Jin Kong dengan serius.
" Benar, Kota Gu Lu adalah tempat yang sangat strategis. Selain sebagai kota paling dekat kota dengan gunung Langit Yin, kota Gu Lu memiliki pertahanan yang kuat," ucap Qing Ruo menjelaskan.
" Tapi tuan muda, kota ini adalah kota yang berada di bawah perlindungan klan Yin?"
" Masalah itu lah yang akan kita bahas malam ini."
Baru saja Qing Ruo selesai berbicara, tiba-tiba cincin penyimpanannya bergetar. Dengan tenang Qing Ruo lalu memeriksa pesan jiwa tersebut.
" Patriark, pertemuan akan segera dimulai," ucap Qing Ruo.
" Maksud tuan muda?"
" Aku telah meminta putri Yuan Liu mengatur pertemuan dengan kaisar Yuan Shui serta semua patriark klan yang masih setia pada klan Yuan, dan kota Gu Lu," jawab Qing Ruo.
" Baik," ucap Jin Kong dengan penuh semangat.
" Baik, mari kita temui mereka..." ucap Qing Ruo sambil berdiri dari kursinya, lalu meraih botol minuman yang telah dibuka, lalu memberikan tiga botol lainnya pada Jin Kong.
" Terima kasih, tuan muda...." Dengan penuh semangat, lalu bergerak meninggalkan ruangan itu.