Sang Penguasa

Sang Penguasa
326. Kemunculan Yin Zuo.


Di tempat lain.


" Swhuss... swhus..." sosok Qing Ruo terus bergerak memeriksa kawasan puncak Nan Yin dengan tenang, hingga akhirnya tiba di danau es hitam.


" Swhuss..." sosoknya memasuki danau tersebut dan terus bergerak menuju dasar Danau sambil melepaskan mantra formasi perlindungan dan menyegel permukaan danau tersebut.


Di dasar danau.


Setelah membuat tempat perlindungan dari cakram Emas Langit Ling, Qing Ruo lalu mengeluarkan Hu Yan Lan dan Long Chen dari dalam dunia jiwa.


" Swhuss... swhus...." Kedua sosok itu muncul di dalam bola emas tersebut, menyapa Qing Ruo menyapa Qing Ruo dengan hormat.


" Long Chen, Hu Yan Lan, Ada hal penting yang ingin aku lakukan di dalam dunia jiwa, awasi dan lindungi tempat ini," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Baik penguasa..."


Setelah memberi perintah dan arahan pada Hu Yan Lan dan Long Chen, Qing Ruo lalu masuk ke dalam dunia jiwa.


" Swhuss...." Sosoknya lenyap, meninggalkan cahaya biru keemasan  yang mengambang di dalam perisai emas transparan tersebut, yang dengan sigap langsung disegel oleh Hu Yan Lan dan Long Chen.


****


Di dalam dunia jiwa.


" Swhuss...." sosok Qing Ruo muncul di halaman istana Naga Emas.


" Penguasa," ucap Yuan Bai dan Yuan Hei yang kebetulan sedang berjaga di tempat itu menyambut kedatangan Qing Ruo dengan hormat.


" Bagaimana perkembangan Yin Xie? Apakah ada masalah?"


" Tidak ada penguasa," jawab Yuan Bai.


" Baik, lalu bagaimana dengan Jine Xun dan rombongannya?"


" Hingga saat ini mereka masih dalam latihan tertutup, penguasa," jawab Yuan Hei menjelaskan.


" Baik, awasi mereka," ucap Qing Ruo lalu bergerak meninggalkan tempat itu.


" Baik, pengguasa," ucap Yuan Bai dan Yuan Hei dengan hormat.


" Swhuss... swhus...." sosok Qing Ruo terus bergerak, hingga tiba di puncak gunung timur, tempatnya menyegel Trisula Kegelapan.


" Penguasa," ucap Huo Zhaodau dan Huo Mingzhi yang sedang berjaga di tempat itu menyambut kedatangannya dengan hormat.


" Zhoudau, Mingzhi, apakah ada masalah?" tanya Qing Ruo sambil memeriksa cakram emas yang menyegel Trisula Kegelapan tersebut.


" Tidak ada penguasa," jawab Huo Zhoudau menjelaskan.


" Syukurlah," ucapnya dengan tenang.


Setelah berbincang-bincang santai, sambil menjelaskan situasi yang ada di gunung langit Yin, serta kerjasamaannya dengan Yin Bei, Qing Ruo lalu bergerak pergi.


"Swhuss...." sosoknya muncul di aula istana Emas, disambut oleh Qing Ling yang sedang mengasuh Qing Lian An, Yin Rongyou dan Luo Jiao Lie yang sedang menjaga Hu Qing.


" Penguasa," ucap mereka dengan hormat.


" Gege, ucap Qing Ling  dengan senyumnya yang hangat.


" Ling er, bagaimana keadaan Huli Hei?" tanya Qing Ruo.


" Sepertinya sebentar lagi," jawabnya sambil menjelaskan keadaan Huli Hei yang akan segera melahirkan tersebut.


" Apakah Gege sudah menyiapkan nama ..." ucapnya  menatap Qing Ruo dengan lembut.


Qing Ruo menganggukan kepalanya, sambil meraih Qing Lian An dan mengendongnya  dengan lembut.


" Putri ayah," ucapnya memeluk dan mencium Qing Lian An dengan hangat sambil menyapa Hu Qing, putra Hu Shan yang bermain bersama Luo Jiao Lie dengan hangat dan ramah.


" Gege, jika demikian aku masuk dulu," ucap Qing Ling dengan lembut.


" Baik," jawab Qing Ruo dengan tenang, sambil menatap Qing Ling  memasuki ruangan menemui Huli Hei untuk membantu Huli Bai dengan tatapan hangat.


" Putri, ternyata penguasa ...." Yin Rongyou berbicara pada Luo Jiao Lie melalui telepati, sambil memperhatikan cara Qing Ruo melakukan Qing Lian An.


" Saudari, berdasarkan cerita saudara Yuan Bai dan Yuan Hei, kedatangan penguasa ke daratan ilahi ini, itu karena  keberadaan tuan muda Qing Yong Jun dan putri Qing Lian An. Jika tidak ada masalah pada mereka, mungkin saat ini penguasa masih berada di Benua Teratai Biru," jawab Luo Jiao Lie menjelaskan.


" Rongyou, bagaimana dengan latihanmu?" tanya Qing Ruo yang menggendong Qing Lian An itu dengan ramah.


" Lalu kamu Jiao Lie?" tanya Qing Ruo.


" Sama, penguasa, aku juga baru naik tingkat," jawab Luo Jiao Lie dengan hormat.


Pada saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba  terdengar lengkingan  tangisan dari dalam kamar.


"  Sudah lahir," ucap Luo Jiao Lie dengan penuh semangat, bersamaan dengan munculnya Qing Ling, yang keluar dari kamar.


" Bayinya laki-laki," ucap Qing Ling dengan penuh semangat.


Qing Ruo menganggukan kepalanya pelan yang juga ikut gembira. Namun pada saat dirinya akan berbicara, tiba-tiba suara Hu Yan Lan berbicara pada pikirannya, untuk segera keluar dari dalam dunia jiwa.


" Ling er, aku harus segera pergi," ucapnya bersikap tenang, sambil menyerahkan Qing Lian An pada Qing Ling.


" Baik gege, hati-hati, lalu bagaimana dengan nama..."


" Tu Shengli, yang berarti kemenangan,"  ucap Qing Ruo dengan lembut.


" Baik Gege," ucap Qing Ling dengan lembut, bersamaan dengan lenyapnya sosok Qing Ruo dari tempat itu.


" Nama yang gagah," ucap Qing Ling yang ditanggapi oleh Yin Rongyou dan Luo Jiao Lie dengan penuh semangat.


****


Di tempat lain.


" Swhuss...." Sosok Qing Ruo muncul di hadapan Hu Yan Lan dan Long Chen.


" Penguasa, seorang sedang berusaha memasuki tempat ini dengan paksa,"  ucap Hu Yan Lan memberi laporan dengan wajah serius.


" Baik," ucap Qing Ruo sambil meminta mereka kembali ke dalam dunia jiwa.


" Baik penguasa," ucap mereka dengan hormat, bersamaan dengan ledakan dahsyat yang menghacurkan segel   pertahanan yang Qing Ruo tempatkan pada danau tersebut.


" Swhus..." tombak es hitam muncul menyerang bola emas transparan, yang memang  Qing Ruo  biarkan agar terdorongnya dengan keras.


" Dhuar...." Ledakan dahsyat bergema bersamaan dengan terlemparnya bola emas transparan tersebut.


" Serangan yang sangat kuat," ucap Qing Ruo pelan sambil bergerak meninggalkan dasar sungai.


" Swhuss...." sosoknya muncul ke atas permukaan danau, yang langsung di sambut dengan serangan tapak hitam.


" Dhuar...." serangan tapak hitam itu beradu dengan serangan tapak naga emas ilahi, mengguncang kawasan itu dengan hebat.


" Swhuss...." sosok Qing Ruo terdorong hingga ratusan meter, sambil mengurai pengetahuan Yin Hen Fen yang telah dia serap untuk mengingat sosok muda dengan rambut putih tergerai yang menyerangnya tersebut.


" Siapa kamu!" ucapnya dengan ledakan aura yang begitu mendominasi, sambil mengentikan seranganmya,  menatap Qing Ruo dengan tajam.


" Yin Zuo," Qing Ruo membatin menatap sosok itu dengan tenang, tanpa menjawab pertanyaannya.


" Dimana Yin Bei!" ucapnya sekali lagi, menatap Qing Ruo dengan niat membunuh yang sangat kuat.


" Puncak Nan Yin," jawab Qing Ruo berpura-pura ketakutan.


" Mati!" ucapnya dengan santai tanpa ingin melepaskan Qing Ruo, sambil menyarangkan pukulan tapak untuk membunuh Qing Ruo.


" Dhuar..." Ledakan dahsyat bergema, mengguncang kawasan itu dengan hebat,  saat serangan tapak itu beradu  dengan serangan tapak penghapus langit.


" Swhuss...." sosok Qing Ruo terlempar hingga ratusan meter dengan darah segar mengalir dari sudut bibirnya.


" Sangat kuat. Dia bahkan mampu menahan seranganku hingga dua kali..." Yin Zuo membatin, menatap sosok Qing Ruo yang terlempar di hadapannya dengan heran.


" Darah emas, apakah kamu penyusup!" ucapnya dengan kemarahan menyala, menatap Qing Ruo yang tidak sedang memulihkan kekuatannya.


" Sepertinya aku harus serius..." ucapnya sambil bergerak menyerang Qing Ruo.


"  Slash... slash..." kilatan cahaya tiba-tiba  muncul dari kehampaan melesat menyerang Yin Zuo.


" Dhuar... dhuar...." ledakan yang lebih dahsyat itu bergema, mengguncang tempat itu dengan hebat, membuat sosok Yin Zuo terdorong hingga belasan meter.


" Ternyata kamu datang juga..." ucap Yin Zuo sambil tertawa keras menatap kemunculan sosok  yang langsung bergerak menolong  Qing Ruo tersebut.


👉 1 bab. Bagi yang mau nabung, silakan. Untuk beberapa waktu Author tidak bisa update 2 bab atau lebih, karena author juga kerja, Author juga perlu istirahat dan berinteraksi dengan kehidupan nyata. Terima kasih bagi pembaca yang paham situasi ini. Bagi yang ingin bertanya seputar novel ini, silakan DM author 👉 IG @yudhistira5406 pasti author balas.


Terima Kasih. 🙏🙏🙏