
Sang penguasa gelap bisa merasakan adanya gejolak kekuatan dalam dirinya.
Tidak, ini bukan kekuatannya sendiri, melainkan kekuatan lain.
Yang tak lain tak bukan adalah energi suci.
Kenapa bisa-bisanya ia merasakan ada energi suci dalam dirinya?
Bukankah dirinya adalah spesialis gelap? Lah kenapa bisa?
Pada akhirnya semua tak jauh dari serangan jarak jauh lawan yang telah mengenainya.
Benar, panah suci yang mengenainya itu tak hanya menancap begitu saja, namun ada pengaruh lain yang sekarang dirasakannya.
Kekuatan lawannya sudah merasuki tubuhnya.
Itulah efek lain yang kini dirasakannya.
Strategi menyerang dari dalam dengan aura kekuatan bukanlah hal baru.
Cara ini biasa dilakukan di pertarungan pada umumnya.
Dan bukan kali pertama juga sang penguasa gelap mengalaminya.
Itulah kenapa ia tetap terlihat tenang dan biasa saja.
Jadi artinya ini sama sekali bukan masalah baginya?
Pada akhirnya tak begitu juga.
Sang penguasa gelap ini memang bisa terus menunjukkan rasa percaya dirinya seolah semuanya baik-baik saja.
Namun tak bisa menutupi fakta lain tentang ini.
Trik ini biasanya digunakan pada aura kekuatan yang umum digunakan.
Yang berarti pengecualian bagi dua kekuatan legenda ini.
Memang benar sang penguasa gelap kerap bertemu trik ini, namun tetap pertama kali untuk kekuatan suci.
Ia sudah berhadapan dengan beragam makhluk berkekuatan suci, namun baru pertama kali yan pakai trik begini.
Yah pada akhirnya hanya musuh terakhirnya sajalah yang bisa melakukannya.
Trik mentranfer kekuatan pada lawan butuh keterampilan khusus dan tak sembarang di eksekusi saja.
Namun sang musuh utamanya itu bisa melakukannya hanya dengan modal satu panah saja, sungguhlah mengejutkan.
Kini tubuhnya mulai terasa kaku.
Sang penguasa gelap masih terlihat santai meskipun efeknya makin menjadi-jadi.
Max terdiam, tak disangka serangan panahnya kena.
Padahal ia pikir lawan utamanya itu bisa mengatasinya.
Kini lawannya tetap memandangnya ganas namun dengan tubuh yang bergetar.
Entah apa yang terjadi, mungkinkah dia sedang mengalami gejolak emosi.
Bahkan sang penyerang tak tahu apa yang terjadi.
Max hanya melancarkan serangannya saja dan tak berharap sesuatu yang baik terjadi.
Yang pada akhirnya terjadi juga.
Serangannya itu bisa kena telak meski bukan serangan fatal.
Sekarang ia tak tahu apa yang sedang dirasakan lawannya.
Max terdiam. Kini pilihan terbaiknya adalah menunggu aksi balasan lawannya.
Yang sampai kini masih belum terlihat.
Sang penguasa gelap masih berurusan dengan energi asing yang masuk ke tubuhnya ini.
Tak disangka sulit juga untuk mengusirnya.
Ini jelas beda dengan yang sudah-sudah.
Pengalamannya yang beragam tak bisa membantu banyak di situasi yang sekarang.
Akhirnya apa yang diinginkannya bisa cepat terwujud.
Yang dimana ia mengharapkan rasa terdesak dan situasi tegang.
Kini terjadi seperti itu di momen ini.
“….” Max terdiam, sejauh ini masih belum ada pergerakan apapun dari lawannya.
Kenapa ya?
Padahal biasanya lawan bakal segera menyerang balik setelah diserang.
‘Hm.’ Mungkinkah ada yang sedang direncanakannya?
Memprediksi tingkah lawan seharusnya bukan hal yang sulit.
Namun itu tak berlaku bagi lawannya kali ini.
Max tak bisa memastikan dan memperkirakan apa yang akan dilakukan makhluk satu ini.
Yah wajar juga sih mengingat dia bukan sembarang makhluk.
Max tak yakin dengan apa yang akan dilakukan lawannya.
Sudah pasti sang penguasa gelap takkan membiarkan dirinya bisa dibaca dengan mudah.
Namun yah, lagi-lagi apa boleh buat, lebih baik melakukan sesuatu dengan pasti daripada gegabah dan setengah-setengah.
“HO!” Sang penguasa gelap terkesan lawannya bisa bertahan sampai menunggunya lama begini.
Padahal ia pikir musuh utamanya itu masih punya urusan lain yang harus dilakukannya dan ingin mengakhiri semua ini dengan cepat.
Namun ternyata tidaklah begitu.
Sang musuh utamanya makin kesini makin sabar, dan ia tertarik kenapa dia bersikap begini.
Dia sudah melewatkan momen-momen penting untuk mengalahkannya begitu saja.
Yah ia tak bisa menganggapnya bodoh sih, hanya saja tindakannya itu menarik juga untuk disimak.
Pada kenyataannya apa yang dipikirkan Max tak sepenuhnya benar.
Bukannya sang penguasa ini yang sulit ditebak, namun memang tak ada yang direncanakannya sama sekali.
Kalau begitu bagaimana mau memprediksi aksinya?
Sang penguasa gelap tak menyembunyikan apapun, nyatanya ia terdesak dan kini masih bergumul dengan aura suci yang ada dalam tubuhnya.
Banyak hal yang tak meng-enakkan di dunia ini, dan salah satunya adalah kekuatan yang tidak kompatibel.
Rasanya tak karuan dan mengganggu bahkan untuk makhluk kuat sekalipun.
Tak terkecuali sang penguasa gelap juga.
Satu serangan kecil lawannya berdampak besar padanya.
Namun meski begitu ia sama sekali tak menunjukkan raut wajah menyedihkan.
Ia tetap terlihat ganas dan percaya diri seperti biasanya.
Tekad kuat nan membaranya siap diluncurkan, namun sayang sekali tak sinkron dengan keadaan tubuhnya saat ini.
Mungkin ada yang penasaran, kenapa sang penguasa gelap ini tak bisa menangkis semua serangan lawannya?
Bukankah itu hal yang mudah?
Sekilas kelihatannya sederhana.
Dan memang begitulah alasannya.
Sang penguasa gelap tak cukup cekatan untuk melihat semua serangan yang terarah, itulah kenapa serangan keburu mendarat padanya.
Alasan yang cukup simpel.
Namun pada akhirnya mengundang pertanyaan baru lagi.
Kenapa bisa-bisanya sang penguasa gelap tak bisa melihat arah serangan lawan?
Bukankah di beberapa kesempatan sebelumnya ia kerap lebih unggul?
Lantas kenapa sekarang jadi berubah begini?
Pada akhirnya dalam pertarungan sulit untuk menebak situasi.
Situasi bisa berubah kapan pun.
Bahkan sang penguasa gelap pun masih punya kelemahan dan titik rentan lain.
Makhluk berpengalaman ini juga masih ada kekurangannya.
Sring.
Sinar terang tiba-tiba muncul dari sang pimpinan makhluk gelap ini.
“!” Max tak menduganya.
SANG MAKHLUK GELAP JUGA BISA PAKAI KEKUATAN SUCI?
Ini jelas mind blowing banget sih.
Malah makin salah sangka ya.
“….” Untuk pertama kalinya setelah sekian lama sang penguasa gelap merasakan sakit yang hebat.
Disaat kebanyakan makhluk tak ingin merasa sakit, lain cerita dengan sang penguasa gelap ini.
Memang agak lain beliau ini ya.
Ia bosan dengan perasaan nyaman dan ingin merasa sakit lagi.
Dan kini kerinduannya terbayarkan juga.
Max terdiam, kenapa ada garis-garis seperti urat bercahaya pada tubuh sang makhluk gelap itu?
Di awal-awalnya sih nggak ada yang begituan.
APA AKHIRNYA DIA AKAN MELANCARKAN TEKNIK BARU?
Akhirnya setelah sekian lama nunggu sang lawannya itu bergerak juga.
Max tak banyak tahu info soal makhluk gelap yang bisa menggunakan kekuatan suci.
Nyatanya, ia baru tahu soal ini sekarang.
Bahkan wawasannya di sepanjang perjalanannya di dunia ini masih belum cukup.
Pada akhirnya tak semua hal bisa ia tahu.
Ia masih perlu banyak belajar dan terus mengembangkan wawasannya.