Sang Penguasa

Sang Penguasa
240. Tiba di Gunung Ping Xie.


Lima menit kemudian setelah Qing Ruo dan rombongannya pergi. Puluhan murid Klan Bing Yi muncul di tempat itu.


" Badj****n. Berani-beraninya mereka membunuh di kawasan ini!" Teriak pemimpin kelompok itu dengan murka.


" Tuan muda, apa yang harus kita lakukan?"


" Panggil para tetua. Bagaimana pun caranya, bad***n itu harus mati!" ucapnya dengan wajah memerah kesal.


" Baik tuan muda."


" Swhus... swhus..."satu pasukan kecil itu, lalu bergerak menyusul Qing Ruo dan rombongannya.


*****


Di tempat lain.


Ying Yin terus bergerak membawa Qing Ruo dan Hu Yan Lan dengan tenang.


Tidak lama kemudian,  mereka mulai merasakan kehadiran puluhan aura  yang mengejar mereka dengan sangat cepat.


" Benar dugaanku. Mereka akan terus mengganggu perjalanan kita," ucap Qing Ruo, melihat puluh sosok yang berdiri di atas bilah pedang es, bergerak mendekati mereka.


" Lihat! Itu adalah elang perak yang sedang kita cari," ucap pemimpin pasukan, sambil  meningkatkan kecepatannya, melepaskan tembakan pedang es ke arah Qing Ruo dan rombongannya.


" Penguasa, apakah hamba boleh  membunuh mereka?" tanya Hu Yan Lan.


" Silakan," ucap Qing Ruo sambil menganggukkan kepalanya, sambil meminta Ying Yin memperlambat gerakannya.


" Baik Penguasa," ucap Hu Yan Lan, lalu menyerang puluhan murid klan Bing Yi yang terus melepaskan serangan padanya.


" Dhuar.... dhuar....." ledakan keras bergema,  mengguncang tempat itu.


" Swhus.... Swhuss....." Para murid klan Bing Yi yang berada di tingkat semi abadi tingkat dua hingga tingkat tiga berubah menjadi kabut darah, sedang mereka yang berada di tingkat empat hingga tingkat enam, terlempar ke berbagai arah.


" Mundur!" Teriak pemimpin pasukan memberi perintah, dengan tangan kanannya yang telah hancur, bergerak menjauh dari tempat itu.


" Sial**n..... Kita tertipu. Ternyata mereka adalah semi abadi tingkat tinggi," ucap para murid itu berhamburan ke berbagai arah menyelamatkan dirinya.


" Tidak heran para Jenderal  terbunuh, ternyata mereka benar-benar kelompok yang sangat kuat."


" Kalian ini sungguh lucu. Sebelumnya begitu ingin mengejar kami, tetapi setelah bertemu kalian lalu ingin pergi. Apakah kalian ingin bermain kucing-kucingan!" ucap Hu Yan Lan, sambil melepaskan tapak  harimau cakar  biru, mengunci pergerakan para murid klan Bing Yi yang melarikan tersebut.


" Dhuar.... dhuar......" Ledakan dahsyat bergema, menghantam tubuh  mereka dan mengubahnya menjadi kabut darah.


" Dhuar....." Serangan terakhir Hu Yan Lan, mengenai sosok pemimpin pasukan yang merupakan pendekar semi tingkat delapan, dan melukainya dengan parah.


" Swhus...." sosoknya terjatuh dari langit.


Tidak ingin sosok itu pergi, Hu Yan Lan kembali melepaskan serangan tapak, yang menghantam tubuh yang sedang terjatuh tersebut dengan telak, hingga terhempas di atas gunung batu.


" Swhus...." sosok Hu Yan Lan muncul di hadapan pemimpin kelompok itu dengan santai.


" Katakan pada yang lain.  Jika masih ingin mengejar, maka kami akan mendatangi klan kalian." Sambil menghancurkan kultivasi komandan tersebut, lalu bergerak pergi.


" Akh...." terdengar sayup suara  sang komandan yang  menangis kesakitan.


" Swhus...." sosok Hu Yan Lan muncul di hadapan Qing Ruo.


" Maaf, penguasa,  agak sedikit lama," ucapnya dengan hormat.


" Baik, mari kita lanjutkan perjalanan," ucap Qing Ruo.


" Baik Penguasa," ucap Ying Yin, mengubah panggilannya pada Qing Ruo,  lalu bergerak meninggalkan tempat itu.


" Swhus... swhus....." Sosoknya terus bergerak dengan cepat.


Setelah bergerak sepanjang waktu, menjelang malam mereka akhirnya tiba di kawasan kaki gunung Ping Xie, yang menjulang tinggi hingga menembus awan.


" Penguasa kita akan beristirahat di tempat ini, dan  melanjutkan perjalanan esok pagi," ucap Ying Yin.


" Baik," jawab Qing Ruo, sambil meminta Ying Yin berikut di dalam dunia jiwa.


Setelah Ying Yin masuk ke dalam jiwa, Hu Yan Lan lalu membawa Qing Ruo mencari tempat untuk beristirahat.


" Ternyata ada banyak orang di tempat ini," ucap Qing Ruo berbicara pada Hu Yan Lan melalui telepati, yang tidak mengira bahwa tempat itu ternyata dikunjungi oleh banyak orang.


" Penguasa, Gunung Ping Xie adalah salah satu gunung terlarang yang hanya dapat dimasuki pada pagi hari, jadi jika kita terlihat maka kita akan menunggu besok pagi. Tempat ini biasanya dikunjungi oleh mereka yang ingin menjadi ahli mantra formasi," ucap Hu Yan Lan, sambil terus berjalan mendekati kerumunan itu dan bergabung bersama mereka.


" Tuan-tuan," ucap Hu Yan Lan dan Qing Ruo yang menyamar sebagai Mayi Gui menyapa kerumunan orang itu dengan hormat.


" Apakah tetua berdua juga ingin  naik ke gunung Ping Xie?" tanya seorang pemuda dengan ramah.


" Benar," jawab Qing Ruo.


" Kebetulan sekali kami kekurangan anggota. Jadi tetua berdua boleh bergabung bersama kami," ucap pemuda itu dengan ramah.


" Tuan muda, terima kasih, tapi kami tidak ingin membentuk kelompok," ucap Qing Ruo menolak dengan halus.


" Tidak masalah tetua, kami mengerti," ucap pemuda itu dengan sopan.


" Sungguh sombong. Mungkin mereka mengira gunung Ping Xie  adalah tempat untuk bermain," ucap beberapa sosok paruh baya yang tidak jauh dari tempat itu, menatap Qing Ruo dan Hu Yan Lan dengan sinis.


" Tetap tenang," ucap Qing Ruo, saat melihat Hu Yan Lan akan menghampiri kelompok tersebut.


" Baik, penguasa."


" Dengan tampilan seperti itu, mereka bahkan belum menjadi pendekar semi abadi tingkat menengah, sungguh memalukan," ucap pria paruh baya lainnya dengan berani, sambil mengarahkan pandangannya pada Qing Ruo dan Hu Yan Lan yang menyamarkan tingkat  kultivasi mereka di tingkat pendekar semi tingkat dua.


" Benar-benar mencari mati. Jika saja penguasa tidak melarang, sudah kuremukan kepala mu itu!" Hu Yan Lan membatin murka.


Belum selesai para pria baya itu mengolok-olok Qing Ruo dan Hu Yan Lan, tiba-tiba datang  empat sosok semi abadi tingkat sembilan tahap dasar bersama seorang di tingkat delapan tahap menengah.


" Swhus... swhus....." sosok mereka muncul di tempat itu, mengitari pandangannya memeriksa semua orang yang ada di tempat itu. 


" Tetua, itu mereka...."  ucap sosok semi abadi tingkat delapan tahap menengah, menunjuk Hu Yan Lan dan Qing Ruo.


" Apakah kamu yakin?"


" Sangat yakin tetua...."


" Berani membunuh puluhan murid Klan kami. Kalian benar-benar tidak sayang nyawa," ucap pria paruh baya yang memimpin kelompok tersebut, menatap Qing Ruo dan Hu Yan Lan dengan murka, membuat tempat itu menjadi tegang. Bahkan beberapa pria paruh baya  yang sebelumnya mengolok-olok Hu Yan Lan dan Qing Ruo menjauh dari tempat itu.


" Apakah si bod*h itu tidak  berbicara?" tanya Hu Yan Lan dengan santai.


" Si bod*h? siapa yang kamu maksud!"


" Pemuda yang aku tinggalkan di luar kota Ping sebelum," jawab Hu Yan Lan dengan santai.


" Badj***n Dia itu putra tinggalku. Ternyata kamu yang telah membuatnya cacat! Argh...." teriaknya murka.


" Oh,  Apa itu berarti kamu juga  ingin  menjadi seperti putramu yang bodoh itu?"


" Kamu....."


" Pergilah, sebelum tuanku berubah pikiran," ucap Hu Yan Lan, menatap Qing Ruo yang tiba-tiba menggunkan tampilan  aslinya tetapi masih menggunakan aura  Mayi Gui, mengejutkan semua orang yang ada di tempat itu.


" Penyamaran begitu sempurna. Tapi di mana sosok elang perak itu...." ucap sosok yang  pernah bertemu dengan Qing Ruo dan Hu Yan Lan di luar kota Ping tersebut dengan heran.


Perseteruan Hu Yan Lan dengan para tetua sosok dari klan Bing Yi, membuat  tempat itu semakin tegang, terlebih lagi sikap Hu Yan Lan yang begitu santai di hadapan keempat sosok semi abadi tingkat sembilan tahap dasar itu.


Dari jauh.


" Tetua, sepertinya anda telah menyinggung orang yang salah," ucap pemuda yang sebelumnya pernah menawarkan Hu Yan Lan dan Qing Ruo untuk bergabung bersama kelompoknya, membuat para pria paruh baya itu terdiam.


Di hadapan mereka.


Tampak tetua dari klan Bing Yi itu begitu murka dan bersiap untuk melakukan pertempuran di tempat itu.


" Ini adalah kawasan suci. Jadi  jangan  tidak tahu diri, kalian!" ucap Hu Yan Lan dengan tajam.


" Kalian yang tidak tahu diri. Setelah membunuh para komandan dan jendral kami, bahkan membuat putraku cacat, kalian lalu lari dan bersembunyi di tempat ini. Apakah kalian pikir tempat ini bisa melindungi kalian!" 


" Lari dan bersembunyi di tempat ini? Kalian terlalu melebih-lebihkan diri. Shen Bing Yi,  jika kalian berani membuat masalah di tempat ini, maka-"


" Maka aku akan membunuhmu!" ucap pemimpin kelompok itu sambil melepaskan serangan tombak es.