
Qing Ruo dan Qing Yan terus berbincang-bincang santai. Bahkan Qing Ruo kembali mengeluarkan beberapa botol arak rumput kristal dan menuangkannya pada gelas.
" Saudara Yan, sebenarnya aku sudah lama ingin bertemu dengan saudara dari klan Qing dan berbincang-bincang seperti ini, untuk mengetahui kabar saudara lainnya. Alasanku menyebut nama dengan lengkap disertai nama trah leluhur sebelumnya, itu karena aku ingin saudara percaya padaku," ucap Qing Ruo dengan gembira.
" Tindakan yang tuan muda lakukan sebelumnya sudah benar, karena memang seperti itu aturannya, menyebutkan nama dan trah dengan lengkap itu tujuannya agar kita dapat dengan segera mengetahui kedudukan dan batasan kita. Tuan muda, sebenarnya saudara-saudara kita yang lain itu selalu berkeliaran di berbagai tempat, hanya saja dengan menggunakan identitas lain. Mulai dari nama, dan kekuatan yang digunakan, kecuali di saat-saat tertentu barulah kita menggunakan identitas asli kita. Itu karena aturan leluhur yang tidak ingin kita menggunakan identitas kita dengan sembarangan. Karena selain di takuti, kita juga dimusuhi oleh banyak orang."
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Karena akupun selalu menyamar sepanjang waktu. Tapi apakah ada cara lain untuk mengetahui bahwa seseorang yang kita jumpai itu adalah saudara kita?"
" Ada tuan muda. Dengan menggunakan giok inti petir," ucap Qing Yan sambil menunjukan lencana giok putih polos tanpa ukiran itu.
" Tapi benda ini terlihat tenang dan tidak menunjukkan apapun," ucap Qing Ruo heran.
" Coba tuan muda edarkan sedikit kekuatan."
Sambil menganggukkan kepala, Qing Ruo lalu mengedarkan sedikit kekuatannya.
" Trark...." Lencana giok putih itu bereaksi, berubah warna dengan memunculkan petir berwana hitam keemasan.
" Benar-benar dari trah suci." Qing Yan membatin takjub.
" Saudara Yan, mohon penjelasannya," ucap Qing Ruo mengejutkan lamunannya.
" Tuan muda, lencana giok inti petir ini akan menunjukkan tiga warna yang berbeda. Warna putih keemasan itu adalah darah petir trah kedua, yaitu dari keluarga cabang karena kemurnian kekuatan petir dari tubuhnya mereka yang sedikit lemah. Lalu ada warna biru keemasan yang merupakan kekuatan petir tingkat menengah, dan biasanya ini dari klan utama, dan yang terakhir..." ucapnya ragu.
" Saudara Yan, katakan saja."
" Warna yang terakhir, itu yang ditunjukkan oleh reaksi lencana giok sebelumnya, dan tanda ini hanya di tunjukkan oleh mereka dari klan suci," ucap Qing Yan, sambil menundukkan kepalanya, karena tidak berani menatap wajah Qing Ruo.
Qing Ruo yang mendengar penjelasan Qing Yan, tidak menyangka bahwa dirinya memang berasal dari trah pertama.
" Mengapa kakek bahkan tidak menjelaskan hal seperti ini," batinnya sambil mengingat sosok Qing Xia.
" Lalu mengapa saudara Yan tidak menggunakan lencana Giok ini sebelumnya?"
" Itu karena aku percaya dengan tuan muda."
" Mengapa bisa demikian?"
" Karena sepanjang sejarah, hingga saat ini, tidak ada yang berani mengaku dan menggunakan nama Klan Qing."
" Mengapa bisa demikian?"
" Karena sudah ada ratusan klan yang di hancurkan, karena berani menggunakan nama itu. Jadi aku pikir, hanya orang bodoh yang berani menipu orang lain dengan menggunakan nama klan kita."
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Lalu bagaimana dengan klan Luo? Bukankah mereka juga memiliki kekuatan petir?" tanya Qing Ruo.
" Tuan muda, lencana ini hanya akan bereaksi pada saudara kita saja. Jadi apabila tuan muda bertemu dengan sosok dengan kekuatan petir, dan lencana ini tidak bereaksi, besar kemungkinannya mereka adalah klan Luo.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Lencana ini Benar-benar luar biasa," ucapnya.
" Ini untuk tuan muda saja, kebetulan aku memiliki satu lainnya," ucap Qing Yan, ambil menyerahkan lecana giok inti petir tersebut.
Qing Ruo yang sebelumnya ingin menolak pemberian itu hanya bisa mengangguk kepalanya.
" Saudara Yan, terima kasih." Sambil meraih lencana giok putih itu dan menyimpannya. " Lalu bagaimana jika kita bertemu dengan klan Shen Luo?"
" Aturan leluhur tegas agar kita tidak terlibat dalam masalah mereka secara langsung, terutama pertikaian trah pertama dengan trah kedua, namun kita diberi kebebasan untuk membantu mereka seperlunya ketika mereka berusaha dengan klan lain." Qing Yan menjelaskan.
" Baik, aku mengerti," ucap Qing Ruo.
Sepanjang waktu mereka terus berbincang-bincang santai, membicarakan banyak hal, hingga menjelang pagi.
" Tuan muda, bukan karena waktu yang cepat berlalu, tetapi kitalah yang lupa waktu," ucap Qing Yan yang kini semakin santai.
Perbincangan hangat mereka sepanjang malam itu membuatnya semakin menyadari sosok Qing Ruo yang
ramah dan apa adanya itu, membuatnya semakin menyukai sosok Qing Ruo.
" Saudara Yan, aku akan segera melanjutkan perjalanan. Dan seperti saudara juga demikian."
" Benar tuan muda. Jika tidak dalam misi, besar harapanku dapat menemani tuan muda." Dengan wajah serius.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Saudara Yan, mengenai misi saudara, sebaiknya kembali ke selatan saja."
" Mengapa bisa demikian?"
" Karena benda yang saudara cari, kini telah menjadi pusaka klan kecil yang ada di wilayah perbatasan utara."
" Benarkah?" Dengan wajah gembira.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Klan Liu di kota Danau Emas. Tapi aku ingin saudara..."
" Tuan muda, tenanglah. Aku tidak akan merebut benda itu dari mereka. Akhirnya," ucapnya dengan senyum sumringah.
" Apakah itu berarti saudara akan pergi ke kota Danau Emas?"
Qing Yan menganggukkan kepalanya.
" Benarg tuan muda. Sepertinya aku akan memeriksa tempat itu sebentar, setelah itu langsung pergi ke selatan, dan melaporkan hal ini pada tetua secara langsung."
Qing Ruo menganggukan kepalanya, lalu menjelaskan keberadaan patahan tongkat emas Shen Guoshi Yisheng itu dengan rinci, mulai dari bahaya hingga kekuatannya.
" Informasi ini benar-benar membantuku. Tuan Muda, terima kasih. Jika tuan muda ada waktu, cari aku di kota Hai, di klan Cao yang merupakan nama samaran klan Qing."
Qing Ruo menganggukan.
" Jika aku ke selatan aku akan menemui saudara, " ucapnya sambil memberikan lencana giok jiwa dan cincin penyimpanan.
" Tuan muda, ini ..."
" Terimalah," ucap Qing Ruo memaksa. Saat Qing Yan ingin menolak cincin penyimpanan. Dan bertukar lencana giok jiwa.
" Terima kasih tuan muda." Dengan hormat, yang dijawab anggukan Qing Ruo dengan senyumnya yang hangat.
" Baik tuan muda. Sekali lagi terima Terima kasih. Aku undur diri," ucapnya sambil berlutut di hadapan Qing Ruo dengan hormat.
" Hais, bangunlah. Tempat ini bukanlah istana klan," ucap Qing Ruo meraih bahunya.
" Terima kasih tuan muda." Sambil berdiri.
Setelah berpamitan. Qing Yan lalu meninggalkan ruangan itu.
Di dalam ruangannya.
Setelah Qing Yan pergi, Qing Ruo lalu beristirahat sejenak, sebelum melanjutkan perjalanannya, meninggalkan kota Xi.
****
Di luar penginapan Hua Cun.
Qing Yan, terus melangkahkan kakinya dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya. Sepanjang jalan meninggalkan tempat itu, perasaan diliputi kegembiraan. Selain karena pekerjaannya yang telah terbantu, dia juga mendapatkan berbagai sumber daya tingkat tinggi dari Qing Ruo.
" Benar-benar pertemuan yang luar biasa. Ternyata tuan muda Ruo benar-benar kaya. Jika tuan muda kembali ke klan. Mungkin kehadirannya akan mengejutkan seluruh klan." batinnya dengan senyum bahagia, lalu bergerak menuju gerbang teleportasi, untuk pergi ke kota Danau Emas.