
Ruangan gua itu menjadi hening. Di hadapan hewan buas penjaga, Qing Ruo terus bekerja membuat kunci susunan mantra formasi perlindungan dan mantra formasi pembunuhan di kawasan gua yang menjadi kediamanan Penguasa gunung Bei Tian tersesebut.
Di luar gua.
Lima kilometer dari pusat wilayah terlarang. Dugu Chen dan Dugu Cai serta para tetua yang sedang fokus memperhatikan pertempuran yang terjadi, begitu terkejut saat tempat itu tiba-tiba menjadi hening. Bahkan suara ledakan petir yang sebelumnya dapat mereka lihat juga telah menghilang dari tempat itu.
" Saudara, sebaiknya kita memeriksa tempat itu..." ucap salah satu tetua dengan khawatir.
" Tapi bagaimana dengan hewan buas yang menjaga tempat itu."
" Sebaiknya kita lihat dulu."
" Baik..." lalu bergegas memimpin rombongannya, bergerak mendekati pusat wilayah terlarang.
" Saudara Leng, bagaimana? Apakah kita juga ikut memeriksa?" tanya Dugu Cai, menatap Dugu Leng yang tampak bimbang.
Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Dugu Leng menganggukan kepalanya.
" Baiklah, sepertinya demikian " ucap Dugu Leng, sambil bergerak menyusul kelima tetua tersesebut.
Melihat Dugu Leng dan Dugu Cai, yang bergerak menyusul para tetua, puluhan pendekar yang berada di tempat itu lalu juga ikut bergerak menyusul memeriksa pusat pertempuran sebelumnya.
***
Kawasan dalam gunung.
kelima tetua yang hendak memeriksa pusat pertempuran sebelumnya, tiba-tiba menghentikan pergerakannya. Dari jarak dua ratus meter, melihat ribuan hewan buas masih berada di tempatnya, bersiap menyambut kedatangan mereka.
" Apakah pendekar muda itu telah ditewaskan?" Dengan wajah penasaran.
" Saudara aku juga tidak tahu. Namun aku curiga jika pemuda tersebut telah memasuki gua terlarang."
" Aku rasa tidak mungkin. Jika dia benar-benar memasuki gua, bagaimana mungkin hewan penjaga itu diam saja," ucap yang lain menyela.
Tidak hanya para tetua tersebut yang begitu penasaran, tetapi semua orang yang datang di tempat itu.
" Mengingat sebentar lagi pagi, apakah kita akan segera menyerang?" tanya sesorang.
" Sepertinya demikian," ucap yang lain menjawab.
" Jika demikian, mari kita Serang."
" Serang!" Seseorang memberi perintah.
" Swhuss...swhus..." Para pendekar tersebut melesat, menyerang pasukan hewan buas yang sedang berjaga.
Namun pada saat mereka bergerak menyerang, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh raungan keras dari dalam gua yang menggetarkan seluruh kawasan puncak gunung Bei Tian.
" Swhus...." Tembakan angin raksasa keluar dari dalam mulut gua, menyapu kawasan itu seperti bilah-bilah pedang transparan yang melesat ke berbagai arah.
" Mundur!" Teriak para tetua, sambil bergerak menghindari sapuan angin tersebut, namun malang bagi Dugu Chen dan Dugu Cai, mereka berdua bergerak ke arah yang salah. Bersama beberapa pendekar lainnya, mereka bedua terkena tembakan bilah angin pedang tersebut.
" Dhuar.. dhuar..." Bilah angin itu menghantam perisai pertahanan mereka dan meledakannya.
" Akh..." teriaknya kesakitan, saat angin tersebut melempar tubuh mereka dengan keras, hingga menghantam pohon-pohon raksasa dan merobohkannya.
Pada saat Dugu Chen dan Dugu Cai serta para pendekar itu terlempar, kembali raungan keras bergema dari dalam gua, melepaskan tembakan bilah pedang angin yang sama, menyapu seluruh pemukaan kawasan tersebut.
" Ini adalah fenomena baru. Sepertinya penguasa gunung Bei Tian sudah naik tingkat."
" Benar, serangan angin ini sangat kuat..." Sambil melepaskan perisai pertahanan, dan bergerak mundur.
Kemunculan serangan angin pedang dari dalam gua itu membuat ribuan hewan buas yang berada di tempat itu begitu gembira.
Tidak lama berselang, tiba-tiba kabut putih yang begitu pekat muncul, menyelimuti seluruh kawasan terlarang.
" Saudara, apa yang harus kita lakukan? Jika kita memasuki kawasan kabut ilusi ini, kita akan terperangkap di dalamnya."
" Saudara, aku juga tidak tahu. Kali ini usaha kita untuk mendapatkan sumber daya tersebut benar-benar sulit."
Dari jarak tiga kilometer, mereka dapat melihat kabut putih itu semakin lama semakin menyebar, menutupi seluruh kawasan terlarang, membuat para pendekar itu semakin menjauh dan menjaga jarak dari tempat itu.
***
Di dalam gua.
Qing Ruo yang telah selesai membuat mantra formasi perlindungan dan mantra formasi pembunuhan, berbincang-bincang santai dengan Harimau putih cakar emas, menunggu laporan dari para hewan penjaga yang memeriksa situasi yang terjadi di luar gua.
" Tuan muda Qing Ruo, sampai kapan serangan formasi Bilah Angin, dan kabut ilusi ini bisa bertahan?'
" Selama inti formasinya tidak di rusak. Selain itu, aku sarankan yang mulia juga tetap merawatnya." sambil menjelaskan cara merawat inti kedua mantra formasi tersebut.
" Baik tuan."
" Yang Mulia, sebenarnya kabut ilusi ini masih belum begitu efektif, karena seseorang dengan kekuatan jiwa yang lebih kuat, bisa menggunakan mata emas atau menggunakan kesadaran dewa untuk keluar dari jebakannya. Ada cara yang lebih efektif lagi, namun cara itu sedikit berisiko," ucap Qing Ruo.
" Tuan Qing Ruo, Silakan..."
" Racun udara," jawab Qing Ruo.
" Tuan Qing Ruo benar. Selain kekuatan ilusi yang membingungkan persepsi, kekuatan racun yang merusak syarat dan membekukan darah akan menjadi kombinasi pertahan yang luar biasa, tetapi masalah ini, aku akan membicarakannya dengan para pelayan ku..."
" Yang mulia benar. Sebaiknya hal seperti ini memang harus putuskan secara bersama," ucap Qing Ruo dengan tenang.
Harimau putih itu mengangguk kepalanya, menyetujui pendapat Qing Ruo.
" Tuan Qing Ruo, sebenarnya hingga saat ini, aku masih begitu penasaran. Bagaimana anda bisa terbebas dari aturan ruang dan waktu di tempat ini?"
Namun belum sempat Qing Ruo menjawab, tiba-tiba para hewan penjaga memasuki ruangan, dan melaporkan situasi yang terjadi diluar gua.
" Yang mulia semuanya berjalan dengan baik. Serangan mantra formasi Bilah Angin benar-benar menjauhkan para pendekar tersebut dari kawasan terlarang, bahkan kabut ilusi membuat mereka semakin menjaga jarak." Serigala taring emas, menjelaskan.
" Bagus, itu berarti mantra formasi ini bekerja dengan baik. Yang mulia, karena kewajibanku telah selesai maka aku undur diri. Namun sebelum itu, apakah ada yang ingin bertanya?"
" Tuan muda Qing Ruo, bagaimana dengan kekuatannya petir..." ucap serigala taring emas dengan ragu.
" Maksud tuan?" tanya Qing Ruo dengan ramah.
" Kami tidak melihat sedikitpun kekuatan petir keluar dari kedua mantra formasi ini."
Qing Ruo menganggukkan kepalanya memahami maksud dari hewan buas tersebut.
" Petir adalah simbol kekuatan utama Shen Guoshi Qing. Jika aku menempatkannya di dalam salah satu mantra formasi, itu akan menjadi kecurigaan bahwa aku telah bekerjasama dengan kalian, dan itu akan menimbulkan kesan bahwa kalian sudah dikuasai. Jika demikian maka orang-orang tidak lagi akan menganggap kalian sebagai penguasa tempat ini."
Para hewan buas itu menganggukkan kepalanya.
" Tuan muda Qing Ruo benar. Aku Shangguan Bai, akan mengingat budi Anda..." ucap harimau putih cakar emas itu memperkenalkan namanya.
" Yang Mulia Shangguan Bai. Aku Qing Ruo akan mengingat kalian semua dan gunung Bei Tian ini." sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
Setelah berpamitan, Qing Ruo lalu meninggalkan tempat itu.
" Begitu muda, dan begitu berbakat. Sungguh jenius dari dewa kuno sangat mengerikan," ucap Shangguan Bai, berbicara pada pelayannya, menatap kepergian Qing Ruo dengan kagum dan hormat.
" Yang mulia benar. Jika memang dari awal tuan Muda Qing Ruo ingin melakukan hal yang jahat pada kita, mungkin saat ini tidak akan mampu menghadapi serangannya."
" Kamu benar, walaupun tingkat kultivasinya yang rendah tapi strategi dan keterampilan yang dia miliki, tidak sulit baginya untuk mengambil semua rumput emas penguat jiwa," ucap Shangguan Bai, lalu melanjutkan perbincangan rahasia mereka.