
Tiba-tiba ruangan itu menjadi senyap, bahkan Hua Zuigao dan Hua Zhanglao yang sebelumnya terus menerka, kini merasa yakin bahwa sosok Qing Ruo yang ada di hadapannya itu adalah orang yang benar-benar memiliki latar belakang yang kuat.
" Patriark, lencana emas pasukan elit kekaisaran langit itu bukan sesuatu yang dapat dijadikan sebagai mainan," ucap Hua Zhanglao, berbicara pada Hua Zuigao melalui telepati.
" Tetua benar. Akhirnya aku mengerti alasan Qing Ruo yang begitu berani. Itu karena dia berada di bawah perlindungan ketiga jenderal pasukan elit ini. Lihat saja, bagaimana sikap mereka bertiga yang begitu menghormatinya."
" Patriark benar. Lalu apa yang harus kita lakukan? Menyinggung kekaisaran langit dengan kekuatan kita saat ini, itu itu sama saja dengan bunuh diri, lalu siapa Qing Ruo ini sebenarnya?" menatap Qing Ruo dengan penasaran.
Selain Hua Zuigao dan Hua Zhanglao yang begitu sibuk dengan diskusi rahasia mereka, para tetua yang duduk di kursi emas juga melakukan hal yang sama.
" Kita benar-benar telah menyinggung kekuatan besar..."
" Jika kita tiba-tiba melunak, maka itu akan menunjukkan bahwa kita ini lemah, tetapi jika kita bersikeras maka sudah pasti kita akan menjadi musuh kekaisaran langit..."
Qing Ruo tersenyum melihat perubahan wajah dari semua sosok yang ada di dalam ruangan itu.
" Patriark Hua Zuigao, jujur saja pertemuan ini adalah keinginanku, dengan tujuan untuk mendamaikan kalian dan membangun kembali kekuatan Shen Guoshi Hua, tetapi melihat bagaimana sikap kalian, benar-benar membuatku kecewa. Jangankan aku yang merupakan orang lain, Hua Zhen yang merupakan saudara kalian saja, kalian perlakuan tidak adil. Kalian terlalu melebihkan diri dengan memandang remeh orang lain." Ucap Qing Ruo.
" Penguasa muda, mohon maaf. Terutama sikap kami yang tidak pantas sebelumnya. Sedikitpun kami tidak bermaksud memandang rendah orang lain. Jujur saja tindakan kami itu karena kami terlalu berhati-hati untuk bertemu dengan orang lain, bahkan dengan anggota klan kami sendiri." ucap Hua Zhanglao, membela diri, membuat Qing Ruo tiba-tiba tertawa.
" Tetua Agung, aku memahami hal itu, tetapi tindakan Anda ini sangat lucu. Anda dapat mengucapkan kata maaf pada orang lain, tetapi tidak dengan anggota keluarga anda sendiri..." Ucap Qing Ruo, sambil mengarahkan pandangannya pada Hua Zhen dan rombongannya, yang terdiam.
" Penguasa muda, jujur aku secara pribadi masih tidak ingin memaafkan tindakan yang dilakukan oleh leluhur Hua Wen yang benar-benar telah menjatuhkan kami. Selain membuat malu, tindakannya juga membuat kami menjadi musuh abadi Shen Shandian Luo. Bahkan aku rasa para tetua yang ada di dalam ruangan ini juga masih belum dapat memaafkan tindakan itu," jawab Hua Zhanglao.
Qing Ruo menggelengkan kepalanya.
" Tetua, peristiwa buruk di masa lalu memang menyakitkan, tetapi ada beberapa kejadian yang memang perlu diterima dan di lepaskan. Jika kalian masih berdiri di tempat yang sama, dan memperlakukan saudara kalian sendiri seperti ini? Maka begitu bodohnya kalian. Tetua, liahatlah! mereka adalah generasi yang tidak tahu peristiwa yang terjadi di masa lalu, tetapi harus memikul beban kesalahan orang lain, bukankah itu tidak adil?"
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu terdiam. Ada yang menaruh hormat pada Qing Ruo yang begitu bersemangat mendamaikan mereka, dan ada pula yang begitu membenci Qing Ruo, karena terlalu ikut campur urusan orang lain, namun mereka hanya bisa menahan perasaan tersebut, mengingat sikap Hua Zhanglao yang kini melunak pada Qing Ruo.
" Tapi penguasa muda, hal itu tidak akan mengubah apapun," ucap Zhanglao.
" Sungguh pemikiran yang dangkal. Bagaimana mungkin Anda bisa berkata seperti itu. Selama ini kediaman Hua Zhen begitu menghormati kalian dan masih mengganggap diri bagian dari Shen Guoshi Hua. Jika tiba-tiba mereka meninggalkan kota Hua, lalu bergabung dengan Klan lain dan melakukan pemberontakan, apa yang akan kalian lakukan? Tetua, jelas-jelas mereka sendiri sudah mengetahui kelemahan dan kelebihan kalian, tetapi mereka bahkan membiarkan dirinya ditindas oleh kalaian, itu semua karena mereka memandang kalian adalah keluarganya. Jika mereka melakukan pemberontakan, maka kalian akan merasakan yang kami rasakan," ucap Qing Ruo dengan suara lantang, membuat mereka semakin penasaran dengan latar belakang Qing Ruo.
Kini ruangan itu benar-benar menjadi hening. Kata-kata terakhir yang Qing Ruo lontarkan membuka pikiran para tetua tersebut.
" Tidak mudah membangun sesuatu yang telah hancur, dan kalian masih memiliki kesempatan itu karena hanya memperbaiki sesuatu yang rusak," ucap Qing Ruo sekali lagi.
" Penguasa muda, apakah kita sudah bisa pergi?" Tanya Hua Zun.
Tiba-tiba Hua Zuigao berdiri dari kursinya, menghampiri Qing Ruo dan menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Penguasa muda, terima kasih telah mengingatkan dan membuka pikiran kami. Aku Hua Zuigao meminta dengan hormat, agar Anda tidak meninggalkan ruangan ini. Karena jujur Saja, banyak hal yang masih ingin aku tanyakan." Mempersilakan Qing Ruo, Heian Bai dan rombongannya duduk pada kursi kehormatan.
Qing Ruo terdiam sesaat, berpura-pura ragu. Padahal di dalam hatinya, dirinya merasa cukup senang.
" Patriark, urusanku untuk menyembuhkan trauma putri Hua Diu, dan mendamaikan kalian dengan kediaman saudara Hua Zhen sudah selesai. Aku rasa, aku sudah tidak memiliki alasan lagi untuk tetap tinggal." Menatap Hua Zuigao dengan serius.
" Tapi penguasa muda..." dengan wajah ragu.
" Penguasa muda, waktu kita terbatas, kita harus segera pergi," ucap Murong Jianyu berbicara, membuat Hua Zuigao dan para tetua itu merasa tidak nyaman.
" Jianyu," ucap Qing Ruo pelan. Membuat Murong Jianyu menundukan kepalanya.
"Tapi peguasa, masih banyak tempat yang ingin Penguasa kunjungi. Lagi pula kita sudah begitu lama di tempat ini. Tapi yang ada hanya perdebatan. Jangankan untuk bertanya, mereka bahkan tidak memberi hormat sedikitpun pada orang yang bertamu di kediamannya." Berbicara sambil menundukkan kepalanya.
Cara dan sikap Murong Jianyu yang begitu menghormati Qing Ruo, benar-benar membuka mata semua orang, bahkan membuat lidah Hua Zuigao kelu.
" Patriark, Mohon maaf atas kelancangan pelayananku." menangkupkan tangannya.
" Jianyu, mungkin kita sudah bisa pergi," ucap Qing Ruo sekali lagi.
" Saudara Ruo, bagaimana dengan tujuan saudara yang ingin membangun kembali kekuatan klan Hua?" tanya Heian Bai dengan wajah serius, membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu terdiam.
Kata-kata Heian Bai membuat sebagian dari mereka begitu penasaran, namun sebagian lagi justru mencibir di dalam hatinya, menatap Qing Ruo dengan remeh.
" Ingin membangun kekuatan Klan, tetapi dirinya sendiri masih memerlukan pertolongan orang lain. Nak, siapa lagi yang mau kamu tipu..."
" Saudara Bai," ucap Qing Ruo, menggelengkan kepalanya, menatap para tetua yang ada di dalam ruangan itu dengan santai.
" Baik saudara, aku mengerti, " jawab Heian Bai.
" Patriark, aku Luo Qing Ruo, secara pribadi, dan mewakili ayahku, Shen Shandian Luo Feng, meminta maaf atas kejatuhan kalian, dan secara resmi menghentikan permusuhan ini." Sambil menunjukkan lencana Phoenix emas, serta mengeluarkan satu peti besar yang berisi seratus buah persik abadi yang telah berevolusi, dan meletakkannya di hadapan mereka, membuat Hua Zuigao dan Hua Zhanglao, serta semua orang ada di dalam ruangan itu terdiam, mematung dengan wajah menegang.
" Belajarlah dari kejatuhan trah pertama Shen Shandian Luo. Jika Aku sendiri bisa memaafkan tidakan kalian yang selalu datang ke wilayah selatan, lalu bagaimana bisa kalian mengabaikan dan memandang rendah saudara kalian sendiri," ucap Qing Ruo dengan tegas, sambil mengeluarkan dua peti yang berbeda, yang berisi dua ratus buah apel emas, dan dua ratus butir anggur bumi abadi yang juga telah berevolusi.
" Saudara Zhen, Jika terjadi sesuatu, saudara tahu apa yang harus saudara lakukan. Walaupun kami telah jatuh. Tetapi jika hanya untuk menghancurkan Shen Guoshi Hua, itu bukanlah hal yang sulit bagi kami," ucapnya menatap Hua Zuigao dengan dingin, sambil melepaskan aura semi abadi tingkat delapan, yang dia serap dari kekuatan jiwa Yin Gan sebelumnya, lalu membawa Heian Bai, Dalu Rong dan Murong Jianyu keluar dari dalam ruangan itu.