
Dari jauh .
Dari tempat duduknya. Qing Ruo yang melihat ketiga pemuda itu menerima minumannya, tersenyum santai.
Tidak lama kemudian, pelayan wanita yang mengantarkan minuman pada meja kelompok tersebut menghampirinya.
" Tuan muda, pengunjung yang ada di meja nomor delapan itu meminta Anda menemuinya."
" Baik Nona, terima kasih..." Sambil beranjak dari tempat duduknya, lalu menghampiri meja nomor delapan yang di tempati ketiga pemuda tersebut.
" Saudara, aku Na Ruo," ucap Qing Ruo sambil menangkupkan tangannya, menggunakan identitas Komandan Na Mu yang ada padanya.
" Saudara Na Ruo, aku Xun Theng, dan mereka saudaraku Xun Ping dan Xun Shang." Memperkenalkan diri sambil mempersilakan Qing Ruo duduk pada kursi.
" Terima kasih," ucap Qing Ruo sambil menempati kursi yang tersedia.
" Saudara Na Ruo," ucap Xun Theng ragu, sambil menatap tiga botol minuman yang ada di atas meja.
" Saudara Theng, ini adalah keramahanku untuk bisa berbicara langsung dengan kalian. Maaf sebelumnya, karena aku tanpa sengaja mendengar percakapan saudara."
" Maksud saudara Ruo percakapan yang seperti apa?" tanya Xun Shang dengan wajah tidak suka.
" Aku mendengar bahwa saudara sekalian ternyata berasal dari klan Xun. Aku Na Ruo sudah begitu lama mengagumi kehebatan klan Xun, terutama kehebatan saudara sekalian dalam menaklukan hewan buas dan menjinakkannya. Dapat berbicara langsung dengan saudara sekalian adalah kehormatan bagiku," ucap Qing Ruo sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
Xun Theng dan kedua saudaranya menganggukkan kepalanya dengan bangga, terlebih lagi pada saat Qing Ruo dengan sengaja meninggikan suaranya, membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu mengalihkan pandangannya pada mereka.
" Tapi saudara, minuman ini terlalu mahal," ucap Xun Ping sambil tertawa.
" Saudara, akan sangat memalukan jika aku memberikan minuman murahan. Dapat berbicara dengan saudara seperti ini sudah membuatku senang," ucap Qing Ruo lalu memanggil pelayan, memesan lima botol minuman lagi, serta makanan terbaik di tempat itu.
Cara Qing Ruo memperlakukan mereka membuat ketiga pemuda itu begitu senang.
" Saudara Ruo, ini terlalu berlebihan," ucap Xun Shang, sambil tersenyum senang.
" Saudara Shang, lihatlah. Di dalam ruangan ini, apakah ada pendekar tingkat rendah yang bisa bergabung dengan pendekar tingkat tinggi, selain diriku...." tersenyum bangga, membuat Xun Theng dan rombongannya semakin senang.
" Hais, saudara Na Ruo terlalu merendah. Bukankah pertemanan itu bisa dengan siapa saja, tanpa harus membahas status," ucap Xun Ping dengan ramah.
" Saudara, dia benar-benar tuan muda yang kaya," ucap Xun Shang bicara melalui telepati pada Xun Theng.
" Benar, ini adalah keuntungan besar bagi kita. Kapan lagi kita bisa menikmati makanan mahal tanpa harus membayar." Tertawa bahagia.
" Saudara Na Ruo pasti memiliki alasan lain. Jika kami boleh tahu apa itu?" tanya Xun Ping.
Qing Ruo menganggukan kepalanya sambil tersenyum kecil.
" Saudara Xun Ping, tujuanku datang ke kota Bei Shan ini adalah untuk membeli hewan buas sebagai tungganganku. Kebetulan sekali aku bertemu dengan saudara," ucapnya dengan penuh semangat, membuat Xun Theng dan rombongan itu mengerutkan kening.
" Maksud saudara Na Ruo? " tanya Xun Shang.
" Saudara Shang, aku sangat ingin membeli hewan buas tingkat tinggi, namun aku ragu terutama dengan kepatuhannya. Dengan kekuatanku saat ini, aku takut itu akan menjadi bumerang. Lain ceritanya jika aku membeli langsung dari saudara sekalian," ucap Qing Ruo menjelaskan.
" Saudara Na Ruo benar. Di luar sana hewan buas yang dijual sebagai tunggangan atau hewan peliharaan adalah hewan buas liar yang sulit di jinakkan. Kalaupun bisa, harus menggunakan segel tertentu namun itu tidak terlalu aman, terutama pada saat hewan tersebut berevolusi, bisa saja segel itu terlepas lalu membunuh tuannya," ucap Xun Shang.
" Jika demikian, apakah aku bisa membeli hewan buas dari saudara?" tanya Qing Ruo, menatap Xun Theng dan rombongan dengan penuh harap.
" Tapi saudara, kami..." ucap Xun Ping menjeda kata-katanya.
" Suadara Ping, berapapun akan aku bayar," ucap Qing Ruo dengan cepat, membuat ketiga pemuda itu terdiam dan saling berpandangan.
Setelah cukup lama mereka terdiam, akhirnya Xun Theng berbicara.
" Jika demikian, hewan buas apa yang saudara Na Ruo inginkan?"
" Apakah Aku bisa memesan sesuai keinginanku?" Dengan wajah gembira.
" Asalkan bukan hewan Langit yang langka," jawab Xun Theng.
" Jika demikian, aku ingin Elang Emas. Paling tidak sudah berada di tingkat Semi abadi tingkat dua atau tingkat tiga," ucap Qing Ruo.
" Tidak Masalah, aku siap menunggu. Jika pun harus ikut bersama saudara di klan Xun, aku siap," jawab Qing Ruo senang.
" Saudara Na Ruo, Terima kasih pengertiannya..." Ucap Xun Shang dengan gembira.
" Saudara Na Ruo, aku punya ide," ucap Xun Theng dengan wajah serius.
" Oh apa itu?" tanya Qing Ruo dengan penuh semangat.
" Apakah saudara tidak keberatan jika pergi ke klan mengambil Hewan buas itu?"
" Saudara Xun Theng tentu saja tidak keberatan. Justru aku sangat senang jika mengambilnya secara langsung."
" Jika demikian, saudara Shang, bagaimana? Apakah saudara siap?" tanya Xun Theng.
" Biar aku saja. Saudara Na Ruo, Aku yang mengantar saudara," ucap Xun Ping.
"Saudara Ping, terima kasih..." ucap Qing Ruo dengan hormat.
Sebelum meninggalkan tempat itu mereka berbincang-bincang santai, sambil menikmati makanan dan minuman yang telah tersedia.
Menjelang sore, Xun Ping lalu membawa Qing Ruo meninggalkan penginapan Bunga Emas, pergi menunju Klan Xun.
Sambil bergerak meninggalkan tempat itu Qing Ruo mengirim pesan pada Long Chen untuk bergerak mendahuluinya.
****
Di tempat lain. Di kedai sederhana.
Long Chen yang sedang mencari informasi di kota Bei Shan akhirnya bertemu dengan Long Fu dan Long Qe yang di tugaskan oleh Qing Ruo untuk melakukan penyelidikan mengenai kejanggalan yang dia rasakan sebelumnya.
Di kedai sederhana tersebut, mereka membahas informasi baru yang telah mereka terima, yaitu mengenai keberadaan Klan Xun yang begitu menginginan Huo Mingzhi, serta keberadaan mereka yang bekerja sama dengan penjaga gerbang kota untuk mengawasi pergerakan mereka di kota itu.
" Untung saja penguasa muda sudah mengajarkan teknik terlarang, sehingga kita tidak perlu khawatir mereka mengetahui aura dan lingkaran kekuatan sejati kita." Ucap Long Chen senang, sambil menikmati minumannya.
" Saudara Chen, benar. Penguasa muda benar-benar penuh dengan perhitungan." Long Fu menimpali.
Pada saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba Long Chen menerima pesan jiwa dari Qing Ruo.
" Saudara Chen, ada apa?" tanya Long Fu.
" Saudara kita diminta untuk segera meninggalkan kota dan mendahuluinya menuju Klan Xun."
Tampak Long Fu dan Long Qe, begitu terkejut.
" Apa yang sedang direncanakan oleh penguasa muda?" tanya Long Fu.
" Saudara, aku juga tidak tahu. sebaiknya kita bergegas," ucap Long Chen.
Setelah membayar minumannya, mereka lalu meninggalkan kedai sederhana tersebut, bergerak menuju gerbang timur kota untuk mendahului Qing Ruo.
****
Di tempat lain.
Qing Ruo dan Xun Ping terus bergerak meninggalkan pusat kota, berbincang-bincang santai, sambil menikmati suasana sore kota.
Setelah berjalan beberapa waktu, tanpa terasa mereka pun akhirnya tiba di gerbang timur kota Bei Shan.
Setelah mendapat pemeriksaan dari prajurit, mereka lalu bergerak meninggalkan kota itu.
" Swhuss... Swhus...." tubuh mereka berdua melesat meninggalkan gerbang timur kota Bei Shan.
Saudara Na Ruo, jika aku bergerak terlalu cepat kabari saja," ucap Xun Ping memimpin jalan.
" Baik saudara," jawab Qing Ruo dengan santai.