Sang Penguasa

Sang Penguasa
341. Akhir dari pertempuran.


Pada saat Yuan Bai, Long Chen dan para tetua tingkat tinggi dari klan Jin dan Jenderal pasukan Kota Gu Lu sedang membicarakan akar permasalahan kekacauan klan Yin tersebut, tiba-tiba Yin Gang yang sedang mengawasi pertempuran Yin Bei dan Jin Kong yang sedang melawan Yin Quan muncul di tempat itu.


" Pangeran," ucap Yin Xiolong dengan hormat.


" Pangeran, apakah kita sudah bisa bergerak?" tanya Yin Shenkai dengan penuh semangat.


" Sepertinya demikian," ucap Yin Gang sambil bergerak menuju pusat pertempuran.


" Swhuss... swhuss..." Pasukan aliansi dari tiga kekuatan yang telah membentuk formasi serangan tersebut, bergerak menuju puncak Zhu Yin dan menyegel kawasan tersebut.


"  Bersihkan mereka tanpa sisa,"  ucap Yin Xiolong dengan penuh semangat.


***


Di atas langit.


Enam  kilometer dari istana Gerbang Es Hitam. Yin Bei dan Jin Kong terus bekerjasama menyerang Yin Quan yang ternyata mampu menahan serangan mereka.


" Dhuar.... dhuar...." Ledakan dahsyat terus bergema dengan hebat, hingga tiba-tiba kilatan cahaya keemasan melesat mendekati kawasan pertempuran yang disegel oleh perisai pertahanan tersebut.


" Swhuss...." sosok Qing Ruo yang menggunakan jubah putih muncul di tempat itu, membuat pertempuran hebat tersebut tiba-tiba terhenti.


" Semi Abadi tingkat sembilan, namun aura ini begitu kacau," ucap Yin Quan menatap sosok Qing Ruo yang begitu tenang dengan waspada.


" Saudara..." ucap Yin Bei sambil bergerak menghampiri Qing Ruo.


" Tuan muda, dia menggunakan artefak kuno tingkat tinggi," ucap Jin Kong sambil  bergerak menghampiri Qing Ruo.


" Senjata  Pertahanan yang sangat kuat, namun bukan berarti tidak memiliki kelemahan," ucap Qing Ruo menanggapi, sambil menatap Yin Quan yang terdiam dengan sikap siaga.


" Siapa kalian berdua? Mengapa ikut campur urusan klan kami!" ucap Yin Quan dengan kesal.


" Yin Quan, Pangeran Bei adalah saudaraku, dan kamu telah membunuh ayahnya. Kami datang untuk menuntut hutang darah yang telah kamu tumpahkan. Jika kamu menyerah sekarang,  kami akan memberikan sedikit keringanan," jawab Qing Ruo dengan sikapnya yang mendominasi.


" Hutang darah? Nak, kamu hanyalah orang luar yang tidak tahu masalah klan ini-"


" Yin Quan, kamu telah membunuh saudaramu sendiri. Dengan alasan apapun,  tindakanmu itu tidak bisa dibenarkan."


Tiba-tiba Yin Quan tertawa keras, menatap Yin Bei, Qing Ruo dan Jin Kong yang masih menggunakan cadar perak dengan tatapan nyalang.


"  Kalian menggunakan hal itu sebagai alasan untuk menyerangku. Jika kalian mampu mari kita bertarung secara adil tanpa harus keroyokan seperti ini!"


" Penipu dan pembunuh seperti dirimu masih berbicara tentang keadilan. sungguh tidak tahu malu. Jangan banyak alasan. Menyerah atau mati" ucap Qing Ruo dengan tatap tajam.


" Badj***n! Semi Abadi tingkat sembilan berani mengancamku. Mati!" Teriaknya sambil melepaskan serangan tapak ke arah Qing Ruo.


" Swhuss..." tapak hitam itu melesat seperti kilatan cahaya, menghantam sosok Qing Ruo yang tidak dapat menyelamatkan diri tersebut.


" Dhuar..." Ledakan dahsyat itu bergema bersamaan dengan sosok Qing Ruo yang berubah menjadi abu.


" Oh tidak...." ucap Jin Kong panik.


" Saudara Ruo...." teriak Yin Bei dengan murka menyala, mengedarkan kekuatan puncaknya  yang bergitu mengerikan, bersama murka Jin Kong yang disertai dengan ketakutan akan akibat kematian Qing Ruo tersebut.


" Yin Quan, kamu telah membunuh keturunan darah suci Shen Guoshi Qing yang juga adalah cucu dari patriark Shen Guoshi Ling Zhong. Kamu benar-benar membawa kematian pada seluruh Gunung Langit Yin!" ucap Jin Kong dengan keras, sambil melepaskan serangan tinju besi, yang langsung menghantam Altar Es Hitam.


" Dhuar...." Ledakan keras bergema bersamaan deng sosok Yin Quan yang tedorong hingga belasan meter karena tergagap.


" Oh tidak..." Batinnya sambil berusaha menahan serangan Jin Kong dan Yin Bei yang kini benar-benar menggila.


****


Di kawasan puncak Zhu Yin.


Kata-kata yang dilontarkan oleh Jin Kong mengenai sosok Qing Ruo melemahkan semangat  Yin Baohu dan pasukan pelindung klan Yin.


" Oh tidak. Ini bukan hanya kekalahan salah satu kubu, tetapi akhir dari klan Yin," ucap Yin Baohu yang  sudah tidak bisa mengarahkan pasukannya yang sudah kocar-kacir tersebut.


" Argh.... Mati!" teriak Long Chen dan rombongannya yang langsung bertransformasi, membantai  pasukan puncak Dong Yin dan Zhu Yin yang ada di hadapannya dengan murka menyala.


Melihat Long Chen dan rombongannya yang telah menggila, pasukan aliansi yang sebelumnya terus menjaga jarak  juga  ikut melakukan hal yang sama, menyerang pasukan puncak Dong Yin dan Zhu Yin dengan beringas.


" Dhuar.... dhuar..." Ledakan dahsyat  bergema dengan keras, menggucang kawasan puncak Zhu Yin dengan hebat.


****


Di atas langit, di balik perisai ilusi.


" Swhuss..." sosok Qing Ling muncul di sisi Qing Ruo yang sedang mengamati pertempuran.


" Gege, apa yang terjadi?" tanya Qing Ling sambil menatap sosok Yin Bei dan Jin Kong yang menyerang Yin Quan dengan begitu brutal.


" Aku memaksa mereka bertarung dengan dengan brutal," jawab Qing Ruo pelan.


" Maksud Gege?" tanya Qing Ling semakin heran.


" Coba Ling er perhatikan pertempuran tersebut," ucap Qing Ruo dengan tenang.


Cukup lama Qing Ling memperhatikan pertempuran tersebut akhirnya menemukan keanehan yang Qing Ruo maksud.


" Mereka sama-sama kuat, namun Yin Quan memiliki artefak tingkat tinggi yang dapat membantunya mengimbangi patriark Jin Kong dan Pangeran Yin Bei," ucap Qing Ling dengan serius.


" Ling er benar. Itulah hebatnya sebuah senjata, terlebih lagi dengan Altar Es Hitam tersebut. Sebelumnya saat aku datang ke tempat ini, saudara Bei dan patriark Jin Kong mengeluhkan pertahanan yang dimiliki boleh Yin Quan. Aku lalu menggunakan teknik  bayangan  ilusi dan membiarkan diri terbunuh," ucap Qing Ruo mejelaskan tindakannya yang memprovokasi Yin Quan.


" Maksudnya gege menipu mereka?"


" Benar,  aku melakukannya agar mereka melakukan pertempuran seperti ini."


" Lalu apa rencana Gege selanjutnya?"


" Melemahkan kekuatan Altar Es Hitam tersebut."


" Tapi bagaimana caranya?"


" Biarkan mereka bertarung  seperti ini. Semakin lama mereka bertarung maka semakin panas area pertempuran, pada saat tempat ini benar-benar panas, aku ingin Ling er menggunakan Trisula Naga Utara memenuhi kawasan yang tersegel tersebut dengan air panas untuk melelehkan Altar Es Hitam tersebut."


" Baik Gege, aku mengerti. Tapi bagaimana dengan Pangeran Yin Bei dan patriark Jin Kong?" Dengan wajah serius.


" Aku akan menjelaskan rencana kita pada mereka ketika kita sudah siap."


" Baik," ucap Qing Ruo dengan tenang.


Di sisi Qing Ling, Qing Ruo dengan tenang terus melepaskan Cakram Emas Langit Ling, menyegel kawasan pertempuran tersebut dan menguncinya, agar ledakan cahaya dan kekuatan yang melepaskan hawa panas dari pertempuran itu tertampung di dalam medan pertempuran tersebut.


Satu jam kemudian, saat pertempuran  di puncak Zhu Yin telah mencapai titik puncak, dimana Yin Baohu, Yin Yaocheng, Yin Gu Jian dan rombongannya telah di tewaskan, pertempuran tiga sosok abadi di atas langit puncak gunung itu semakin mengerikan, bahkan hawa panas dari serangan dan pukulan  yang mereka lepaskan membuat tempat itu seperti bara api.


" Ling er, sekarang!" ucap Qing Ruo yang telah menjelaskan rencananya pada Yin Bei dan Jin Kong.


" Swhuss...." Trisula Naga Utara yang membentuk gelang perak di tangan Qing Ling itu memasuki area pertempuran.


" Apa...." Yin Bei terkejut menatap Trisula Naga Utara yang tiba-tiba muncul di tempat itu. Belum hilang keterkejutan, tiba-tiba Trisula Naga Utara membesar dan melepaskan ledakan gelombang air yang begitu luar biasa.


" Oh tidak, siapa sosok yang mengetahui kelemahan Altar Es Hitam ini..." Batinnya sambil melepaskan serangan untuk membuka celah pada perisai segel  yang mengunci kawasan itu.


" Dhuar...." Ledakan dahsyat bergema, menampilkan jutaan Cakram Emas yang tiba-tiba memperbaiki kerusakan perisai tersebut.


" Oh tidak... Shen Guoshi Ling," ucapnya dengan wajah panik, mengingat sosok Qing Ruo yang telah dia tewaskan sebelumnya.


Di hadapan Yin Quan, Yin Bei dan Jin Kong yang telah mengetahui bahwa Qing Ruo masih hidup  kini bertarung dengan penuh semangat namun begitu tenang.


" Tuan muda Qing Ruo benar-benar ahli dalam memecahkan masalah," ucap Jin Kong  berbicara pada Yin Bei melalui telepati.


" Patriark, sudah aku katakan sebelumnya. Mengenai masalah ini saudara Ruo ahlinya, namun aku tidak menyangka jika dia memaksa kita melakukan pertarungan gila," ucap Yin Bei menanggapi sambil terkekeh.


***


Di kawasan puncak Zhu Yin.


Yuan Bai dan rombongannya yang mengamati kemunculan Trisula Naga Utara dan  perisai Cakram Emas Langit Ling begitu gembira dan menyadari bahwa Qing Ruo masih hidup.


" Tetua Yin Xiolong, tetua Yin Shenkai, tuan kami  hidup. Mari kita tuntaskan pekerjaan kita membersihkan sisa kekuatan yang masih ada," ucap Yuan Bai dengan penuh semangat.


" Baik," ucap Yin Xiolong dengan penuh semangat sambil mengarahkan pasukan  aliansi puncak Nan Yin untuk terus bergerak.


Tidak jauh dari tempat Yuan Bai dan rombongannya, Yin Gang tiba-tiba menjauh, mengamati pertempuran tingkat abadi itu dengan seksama.


" Semoga setelah angkatan yang jahat dan tidak mengenal belas kasihan ini dilenyapkan, hadir angkatan yang penuh belas kasih, seperti masa ketika para leluhur memimpin klan ini,"ucapnya pelan, menatap Yin Quan yang kini sudah tidak mampu mengimbagi  pertempuran tersebut.


****


Di atas langit.


" Slash......" Tombak Api Hitam bergerak menghantam Altar Es Hitam dan menghancurnya.


" Oh tidak..." ucap Yin Quan panik saat kekuatan air yang begitu panas tersebut mampu melemahkan dasar dari kekuatan Altar Es Hitam.


Tidak lama kemudian, tiba-tiba Trisula Naga Utara mengisap seluruh air yang ada di tempat itu bersamaan dengan munculnya serangan petir tanpa warna.


" Dhuar....dhuar...." Ledakan keras bergema saat serangan Petir Tanpa Warna menghantam sosok Yin Quan dari berbagai arah. Walaupun serangan itu tidak langsung membunuhnya, namun hal itu sangat menganggu pertahanan dan konsentrasinya.


" Kepa****! Kalian hanya berani bermain keroyokan teriaknya dengan kesal, sambil menatap sosok Qing Ruo Ruo yang tiba-tiba muncul kembali di tempat itu.


" Kamu!"


" Menyerahkan!" ucap Qing Ruo dengan tenang sambil menggerakkan tangan melepaskan serangannya.


" Tch... Di tempat ini, latar belakangmu tidak akan menyelamatkan mu!" ucapnya sambil bergerak ke arah Qing Ruo.


" Swhuss..." tombak Api Hitam dengan kecepatan puncaknya melesat, menusuk rusuk Yin Quan yang langsung melemahkan kekuatan dan menggangu keseimbangannya.


" Dhuar.... dhuar...." bola cahaya dari seragan Yin Bei menghantam sosok dengan keras, bersamaan dengan melesatnya Trisula Naga Utara dan Tombak Emas Teratai Biru yang langsung menancapkan di tubuhnya.


" Akh..." rintihnya kesakitan dengan gerakan yang melambat dan hampir terjatuh.


" Saudara..." ucap Yin Bei, saat menatap Qing Ruo yang tampak ragu.


" Tuan Qing Ruo, lakukan saja," ucap  Yin Gang yang muncul di luar perisai segel menganggukkan kepalanya dengan wajah serius.


" Baik," ucap Qing Ruo sambil mengedarkan kekuatan puncaknya, menatap sosok Yin Quan yang tampak begitu kepayahan.


" Mati!" ucap Qing Ruo dengan keras bersamaan dengan ledakan dahsyat yang melepaskan ledakan cahaya keemasan yang langsung menghancurkan sosok Yin Quan.


🙏🙏🙏


Hai pembaca setia PBTB. Terima kasih sudah mengikuti kisah QR. Akhirnya chapter ini mengakhiri Arc Sang Penguasa, menuju Arc selanjutnya.


Author mohon maaf atas segala kekurangan Author yang kadang membuat kakak-kakak sekalian merasa kurang nyaman, terutama tulisan yang serampangan dan waktu update yang kadang tidak menentu. Author juga mohon maaf, tidak dapat membalas komentar kakak-kakak di setiap kolom komentar namun author selalu membaca komentar tersebut. Terima kasih atas Like, komentar dan dukungannya. info lebih lanjut, silakan chek ig @yu**dhistira5406**


Akhir kata, terima kasih.


Author serampangan, Yudhistira.