Sang Penguasa

Sang Penguasa
238. Di Kota Ping.


Di dalam kota Ping.


Qing Ruo dan Hu Yan Lan terus bergerak memasuki pusat kota itu dengan tenang.


" Penguasa, sepertinya orang-orang dari klan Bing Yi itu terus mengawasi kita," ucap Hu Yan Lan, berbicara pada Qing Ruo melalui telepati.


" Biarkan saja. Asalakan mereka tidak mengusik kita," jawab Qing Ruo dengan tenang.


" Baik penguasa...."  Sambil terus bergerak untuk mencari tempat penginapan. 


Tidak lama kemudian, Qing Ruo dan Hu Yan Lan akhirnya menemukan sebuah penginapan mewah yang berada di pusat kota itu.


" Penguasa, biar hamba saja," ucapnya, berbicara pada Qing Ruo melalui telepati, lalu  menemui pelayan penginapan yang telah menunggu mereka di pintu masuk.


" Selamat datang di penginapan Hua Nuren, tuan." ucap pelayan tersebut dengan hormat.


" Nona, Aku ingin memesan kamar yang mewah untuk tuan muda kami," ucap Hu Yan Lan dengan hormat.


" Baik, tuan."


Setelah memesan kamar dan melakukan pembayaran, sang gadis pelayan lalu membawa Qing Ruo dan Hu Yan Lan menuju kamar  yang telah mereka pesan.


" Mari tuan," ucap gadis tersebut dengan hormat.


" Baik," ucap Hu Yan Lan sambil membawa Qing Ruo mengikuti gadis pelayan tersebut dengan tenang dan santai.


" Hu Yan Lan, apakah kamu merasakan sesuatu yang aneh?" tanya Qing Ruo berbicara melalui melalui telepati.


" Benar Penguasa, seperti  mereka tidak senang dengan kehadiran kita," jawab Hu Yan Lan dengan heran, saat melihat para pengunjung yang ada di lantai dasar penginapan itu yang secara terang-terangan menunjukkan rasa tidak suka mereka.


" Apakah kamu tahu mengapa mereka melakukannya?"


" Hamba tidak tahu penguasa, tetapi hamba akan menyelidikinya." Dengan wajah serius.


" Baik," jawab Qing Ruo, sambil terus berjalan dengan tenang.


Tidak lama kemudian mereka akhirnya tiba di kamar mereka yang berada di lantai lima penginapan tersebut.


" Tuan, tuan muda, silakan," ucap pelayan tersebut sambil membukakan pintu kamar dan mempersilakan Qing Ruo  dan  Hu Yan Lan  dengan hormat.


" Terima kasih, nona." ucap Qing Ruo dengan ramah.


" Baik tuan muda, jika tuan berdua  perlu sesuatu, tuan berdua dapat memanggil saya," ucap pelayan tersebut dengan hormat.


" Baik nona," ucap Qing Ruo sekali lagi.


Setelah gadis pelayan itu pergi, Hu Yan Lan, lalu menutup pintu kamar dan menyegel ruangan itu.


" Penguasa, silakan beristirahat. Hamba akan  berjaga," ucapnya dengan hormat lalu  duduk pada kursi yang ada di dalam ruangan itu.


" Baik," jawab Qing Ruo.


" Swhus... swhus...." sosok Long Chen dan Mayi Gui muncul di dalam ruangan itu.


" Penguasa," ucap mereka sebagai hormat.


" Aku ingin  beristirahat di dalam dunia jiwa. Kalian berdua temani Hu Yan Lan berjaga," ucap Qing Ruo.


" Baik Penguasa." lalu  duduk bersama Hu Yan Lan.


" Swhuss...." Cakram emas langit Ling muncul, lalu membentuk bola perisai yang mengambang di dalam ruangan itu.


" Swhus...." sosok Qing Ruo lenyap di dalamnya.


Hu Yan Lan dan Mayi Gui yang duduk pada kursinya, menatap kemunculan cakram emas langit Ling itu dengan takjub.


" Penguasa benar-benar pemilik darah Shen Guoshi Ling," ucap Mayi Gui.


" Benar," ucap Long Chen. 


" Saudara Long Chen, saudara Mayi Gui, kebetulan sekali. Sebelumnya saat kami memasuki penginapan ini, pengunjung yang ada di lantai dasar bahkan di setiap lorong yang kami lewati menatap kami dengan serius, dan aku ingin menyelidiki hal itu," ucap Hu Yan Lan.


" Jika demikian, kita harus membagi tugas. Untuk menghindari kecurigaan, biar aku dan saudara Mayi Gui yang akan pergi, dan saudara  Hu Yan Lan untuk tetap berjaga di tempat ini," ucap Long Chen dengan serius.


Hu Yan Lan terdiam beberapa saat, lalu menggeleng kepalanya.


" Tapi saudara, kawasan ini menolak kehadiran orang luar," ucapnya dengan serius.


" Aku mengerti, dan aku bisa mengatasinya."


" Tapi saudara...." ucap Hu Yan Lan dengan ragu.


Long Chen menggelengkan kepalanya.


" Saudara Hu Yan Lan, ini tentang kepercayaan dan kepatuhan. Dari awal penguasa meminta saudara untuk berjaga. Jika saudara yang dipercayakan  tiba-tiba tidak ada di tempat, apa yang bisa saudara jelaskan?"


Kata-kata Long Chen membuat Hu Yan Lan terdiam.


" Saudara, aku mengerti," ucapnya pelan.


" Jika demikian, kami pergi dulu," ucap Long Chen sambil membawa Mayi Gui keluar dari ruangan.


" Berhati-hatilah. Jika terjadi sesuatu,  segera kabari aku," ucap Hu Yan Lan, sambil pengunci pintu kamar.


Setelah Mayi Gui dan Long Chen pergi. Ruangan itu kembali menjadi sunyi. Hu Yan Lan yang hampir membuat kesalahan dengan meninggalkan tanggung jawabnya kepada orang lain, mendesah panjang.


" Hampir saja," ucapnya pelan, lalu berjaga di tempat itu.


***


Di tempat lain.


Long Chen dan Mayi Gui bergerak menuju lantai dasar penginapan.


" Saudara Mayi Gui, kita akan membagi tugas. Aku akan mencari informasi penting dari organisasi rahasia yang kota ini, sedangkan saudara dapat memulai penyelidikan dari penginapan ini."


" Baik saudara, aku mengerti," ucap Mayi Gui, lalu memisahkan diri.


****


Di dalam dunia jiwa.


Qing Ruo muncul di aula kultivasi, lalu  beristirahat di tempat itu dengan tenang.


Satu jam kemudian, Qing lalu mulai mempelajari segel penguasa benua teratai biru, namun terus gagal.


" Ternyata cukup sulit." Batinnya, lalu meninggalkan tempat itu, bergerak menuju istana emas.


" Swhus...." sosoknya muncul di dalam aula istana.


" Gege, " ucap Qing Ling  menyambut  kedatangannya, dan memeluknya dengan hangat.


" Bicaralah," ucap Qing Ling lembut.


Qing Ruo tersenyum kecut.


"  Ling er, aku baru saja mempelajari segel penguasa agung Benua Teratai Biru, tapi gagal," ucapnya pelan.


" Bukankah kakek guru meminta gege untuk mempelajari segel tanda suci terlebuh dahulu?"


Qing Ruo mengangguk kepalanya.


" Aku sudah tidak sabar  ingin menguasainya," jawabnya terkekeh, membuat Qing Ling menggelengkan kepala.


" Gege," ucap Qing Ling ragu.


" Bicaralah..."


" Di mana kita sekarang?" Dengan wajah serius.


" Ling er, saat ini kita ada di penginapan Hua Nuren, kota Ping, jadi kita aman," ucapnya menjelaskan.


Qing Ling menganggukan kepalanya.


" Apakah itu berarti kita sudah berada di kawasan gerbang es hitam?"


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Ling er, ternyata kawasan kuno ini sangat luas, dengan ratusan kota dan ribuan klan yang ada. Di setiap tempat, kita dapat menjumpai para pendekar semi abadi, bahkan prajurit penjaga kota merupakan para pendekar semi abadi tingkat tiga." Sambil menjelaskan perbedaan kawasan tengah daratan ilahi dengan kawasan tersebut.


" Jika bukan karena aturan ruang dan waktu, mungkin mereka bisa menaklukan wilayah tengah dengan mudah," ucap Qing Ling dengan wajah serius.


" Benar, tapi mereka bahkan tidak terpikirkan untuk melakukan hal itu, karena kawasan ini juga disibukkan dengan konflik antar klan."


" Lalu apa rencana gege selanjutnya?"


" Karena sebentar lagi malam, aku hanya ingin beristirahat dan memulihkan diri," jawab Qing Ruo santai.


" Jika demikian,  beristirahatlah," ucap Qing Ling dengan lembut.


" Baik...." sambil  mengambil sikap duduk lalu mulai berkultivasi dengan tenang.


****


Di dunia luar.


Long Chen dan Mayi Gui terus bergerak melakukan penyelidikan. Menjelang tengah malam mereka berdua akhirnya kembali ke dalam kamar penginapan.


" Saudara Long Chen, saudara Mayi Gui,  apa yang Kalian temukan?" tanya Hu Yan Lan dengan penasaran.


" Mungkin saudara Mayi Gui ingin menjawab terlebih dahulu," jawab Long Chen, sambil menyesap minumannya.


" Berdasarkan informasi yang aku peroleh, Klan Yin saat ini sedang mengalami pergolakan," ucap Mayi Gui.


" Saudara Long Chen, bagaimana?" tanya Hu Yan Lan.


" Berdasarkan informasi dari organisasi rahasia yang aku peroleh sebelumnya, masing-masing kekuatan yang ada di dalam klan itu kini sudah tidak bisa menahan diri. Walaupun sejauh ini masih belum ada pernyataan perang terbuka, namun masing-masing kelompok yang berseteru kini  sudah berani saling membunuh terutama di luar kota Yin, dan kasus ini sudah terjadi di beberapa kota." Long Chen menjelaskan.


Hu Yan Lan menganggukan kepalanya, memahami reaksi para pengunjung  penginapan yang melihat kehadiran Qing Ruo yang menggunakan aura Yin  Gan di tempat itu.


" Saudara Long Chen, lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Hu Yan Lan.


" Sebaiknya kita beristirahat dan menyampaikan informasi ini besok pagi."


" Baik," jawab mereka bersamaan.