
" Swhus.... Swhus...." Sosok Pemuda tersebut terus bergerak membawa tubuh sang jenderal yang meregang nyawa itu.
" Ikut campur dalam pertempuran, apakah kamu juga ingin mati." ucap Qing Ruo.
" Swhuss.... swhus...." Sosok itu bergerak pergi dengan kecepatan puncaknya, tanpa menghiraukan Qing Ruo yang mematung di tempatnya.
Qing Ruo yang merasa diabaikan itu lalu bergerak meninggalkan tempatnya melesat mengejar pemuda tersebut dengan kecepatan ekstrem.
" Swhus... swhus....." sosoknya melesat seperti kilatan cahaya, semakin menjauh meninggalkan wilayah kota Cheng, serta prajurit kota Ning yang kini telah tercerai-berai.
***
Di tempat lain.
Para jenderal tingkat rendah yang selamat dari serangan Qing Ruo, bersembunyi di dalam gua, tiga kilometer dari tempat pertempuran.
Dari wajah mereka tampak ketakutan yang luar biasa, berdiri dengan lutut bergetar.
" Saudara, apa yang harus kita lakukan?" Dengan wajah pucat pasi.
" Mau melakukan hal seperti apalagi? Bahkan jenderal besar juga bukan tandingannya."
" Hais, benar-benar sial. Itu berarti pasukan bantuan dari arah barat telah dihancurkan, dan ini akan menjadi hukuman berat bagi kita." Dengan wajah sedih.
" Hais, andai saja jenderal besar tidak memimta kita menahannya, mungkin tidak akan seperti ini jadinya."
" Sudahlah jangan terlalu banyak bicara. Fokus utama kita saat ini adalah bersembunyi di tempat ini sebisa mungkin agar tidak diketahui olehnya."
" Saudara, aku takut jika dia akan mencari kita." Dengan bibir bergetar.
" Berharap saja, semoga dia tidak mencari kita."
Keganasan Qing Ruo yang tanpa ampun sebelumnya, menyisakan kesan yang begitu mengerikan bagi mereka.
****
Di tempat lain.
Di dalam perisai lingkungan kota Cheng.
Tersibaknya Kabut hitam yang menampakan sosok Qing Ruo yang sedang bertarung dengan prajurit kota Ning, membuat Hei Lin, Lin Chang dan rombongannya terdiam dengan tubuh bergidik. Bahkan Lin Chang tanpa sadar membasahi dirinya
" Ada tiga kemungkinan. Jika bukan Shen Luo trah pertama atau trah kedua, atau bisa jadi dia adalah Shen Guoshi Qing," ucap Lin Chang bergumam pelan, tetapi kata-katan dapat didengar oleh mereka dengan jelas.
"Aku rasa dia adalah Shen Guoshi Qing, karena Shen Luo trah pertama selalu bertindak hati-hati, sedang trah kedua disertai dengan aura gelap." Seorang tetua menanggapi.
Perbincangan Lin Chang dan tetua lainnya, membuat wajah Hei Lin semakin pucat pasi. Keganasan Qing Ruo melawan ribuan prajurit Ning seorang diri, terbayang jelaskan dalam pikirannya. Apalagi saat mengingat tindakannya yang mengusir Qing Ruo sebelumnya.
" Sial. Aku benar-benar telah menyinggung orang yang salah," batinnya.
****
Di tempat lain.
Qing Ruo terus bergerak mengejar pemuda yang membawa sosok jenderal tersebut.
" Swhuss..."sosoknya tiba-tiba muncul dan menghadang pemuda itu.
" Serahkan jenderal itu atau kamu juga akan mati bersamanya," ucap Qing Ruo dengan dingin.
Sang pemuda tampak begitu kebingungan saat Qing Ruo yang sebelumnya berada di belakangnya kini tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Tu-tuan, aku-"
" Kamu sungguh berani. Ikut campur dalam pertarungan, bahkan mencuri musuhku,"ucapnya dengan tatapan tajam.
" Tu-tuan, aku....."
" Dallam hitungan ketiga, jika kamu tidak mau menyerahkannya maka. Aku juga akan membunuhmu."
Dalam pelukan sang pemuda. Sang jenderal tersebut masih tidak mampu berkata-kata, karena serangan tombak petir Qing Ruo sebelumnya, benar-benar telah melumpuhkan seluruh syaratnya. Selain itu, dari dadanya, terus mengucur darah segar yang ikut membasahi pemuda itu.
" Satu...." ucap Qing Ruo mulai menghitung karena masih memberikan toleransi pada pemuda tersebut agar menyerahkan sang jenderal padanya.
" Itu bukan urusanku. Dua...." ucapnya terus menghiung.
Belum sempat Qing Ruo mengucapkan hitungan ketuga. Tiba-tiba muncul lima sosok lainya, yang merupakan pendekar semi abadi tingkat lima dan tingkat enam.
" Bunuh saja jika kamu berani," ucap salah satu sosok yang baru tiba tersebut menggertak Qing Ruo.
" Baik," jawab Qing Ruo.
" Swhuss...." Tiba-tiba pedang Xue Luo dengan ledakan petir hitam keemasan muncul, melesat kearah pemuda tersebut.
" Dhuar...." ledakan dahsyat bergema menewaskan sang jenderal, dan melukai sang pemuda dengan parah.
" Trark....." Pendang biru keemasan yang sudah menancap di dada Pemuda tersebut melepaskan ledakan petir yang mengerikan dan menghancurkan tubuhnya.
" Dhuar....." ledakan keras tersebut membuat tempat itu menjadi hening.
Di hadapan Qing Ruo.
Kelima sosok itu tampak begitu terkejut. Mereka benar-benar tidak menyangka jika Qing Ruo akan membunuh sang jenderal bersama pemuda tersebut.
" Baj***n! Aku berkata seperti itu, tetapi bukan berarti kamu harus melakukannya," ucap salah satu dari kelima sosok itu menatap Qing Ruo dengan kemarahan menyala.
" Maaf, aku adalah orang yang tidak pernah bercanda dengan kata-kata," ucap Qing Ruo santai.
" Kamu berani menyinggung Shen Guoshi Mu Bing, maka kamu juga harus mati!"
" Oh ternyata klan Pohon Es kuno. Sekarang aku mengerti, ternyata kalian adalah dalang dari penyerangan di kota Cheng sebelumnyanya. Apakah kalian yakin ingin berseteru denganku?" Dengan tatapan dingin.
Kata-kata dan sikap Qing Ruo yang begitu santai membuat kelima sosok itu terdiam.
" Saudara apakah dia dari Klan kuno itu?" Berbicara melalui telepati pada rombongannya.
" Tidak mungkin. Shen Guoshi Qing tidak akan mengurusi masalah seperti ini."
" Apakah itu berarti dia dari Shen Luo? Tapi trah pertama selalu berhati-hati."
" Jika tidak ada lagi yang ingin dikatakan, maka aku akan pergi. Tetapi jika ingin bertarung, mari kita mulai," ucap Qing Ruo dengan santai membuat kelima sosok yang sedang berdiskusi itu menjadi bimbang.
" Saudara, apa yang harus kita lakukan. Membiarkannya pergi, itu sangat tidak mungkin karena dia telah membunuh saudara Cue dan tuan muda Ning Wan, tetapi melihat dia yang mampu melukai saudara Cue yang ada di tingkat enam, itu berarti kekuatan lebih dari itu."
" Diskusi kalian terlalu lama dan itu menyita waktuku. Sbelum aku pergi, aku ingin kalian memberikan kompensasi yang pantas. Jika tidak mari kita bertarung Sampai mati," ucap Qing Ruo sekali lagi, membuat telinga kelima sosok itu begitu panas.
" Anak muda jangan tidak tahu diri kamu. Diam bukan berarti kami takut padamu."
" Jika demikian mari kita bertarung." Sambil melepaskan kekuatan petir abadi dari tubuhnya.
" Trark...." petir hitam keemasan yang menyelimuti tubuhnya itu menggelegar dengan suara yang berderak-derak, membuat kelima sosok itu menjaga jarak.
"Ayo kita mulai. Bermain dengan kata-kata dan gertakan, itu hanya tindakan para pengecut yang mencoba mengulur waktu supaya dapat memanggil pasukan bantuan. Cara kalian benar-benar klasik," ucap Qing Ruo yang mengetahui rencana kelima sosok itu.
Ke lima sosok dari klan Shen Guoshi Mu Bing itu tergagap. Menatap Qing Ruo yang siap menyerang mereka kapan saja dengan sikap waspada.
" Panggil saja pasukan bantuan kalian. Aku akan menunggu, karena dengan demikian, aku akan mendapat banyak jarahan." Sambil terkekeh.
Tindakan Qing Ruo yang tidak takut itu membuat para tetua itu semakin kelabakan.
" Saudara, batalkan saja. Aku yakin dia pasti dari klan kuno itu. Berurusan dengan mereka hanya akan membuat kita semakin rugi. Selain itu, aku juga yakin dia juga memiliki persiapan yang matang. Minta pasukan bantuan untuk tetap berada di tempatnya." Sambil melepaskan cincin penyimpanannya, lalu diikuti yang lain.
Setelah kelima cincin penyimpanan itu terkumpul, salah satu dari mereka lalu menyerahkan cincin tersebut.
" Tuan," ucapnya dengan hormat sambil menyerahkan cincin penyimpanan.
" Silakan tuan lanjutkan perjalanan," ucap tetua tersebut dengan hormat.
" Baik, aku pergi," ucap Qing Ruo lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
" Swhus...." sosoknya lenyap dari pandangan kelima sosok itu dengan meninggalkan jejak aura semi abadi tingkat delapan milik Yin Gan.
👉 Satu bab Kakak..🙏🙏🙏