
Tumpukan sumberdaya dari ketiga cincin penyimpanan itu memenuhi tempat kosong yang ada di dalam ruangan, membuat Heian Bai dan rombongannya begitu takjub.
" Sangat kaya," ucap Hua Zhen.
" Benar, ini benar-benar luar biasa," ucap Hua Zun dengan gembira.
" Baik, mari bekerja. Pisahkan sumber berdasarkan kualitas dan tingkatannya, Kitab jurus, gulungan informasi dan benda aneh lainnya, dan yang paling penting, pisahkan benda yang berkaitan secara khusus dengan klan Yin," ucap Qing Ruo.
" Baik," Jawab Heian Bai dan rombongannya dengan penuh semangat.
Sepanjang waktu mereka terus bekerja, memilah seluruh benda tersebut, dan mengelompokkannya. Hingga menjelang malam, perkerjaan itu masih belum juga berakhir, terlebih lagi saat Qing Ruo mengeluarkan isi cincin penyimpanan Dong He.
" Saudara Ruo, pekerjaan ini benar-benar tidak cocok untuk kita. Andai saja kita pergi ke klan Hua, mungkin pekerjaan ini lebih mudah," ucap Hua Zhen.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Benar, itu karena kita tidak terbiasa dengan pekerjaan seperti ini. Semakin santai kita maka semakin lama kita selesai," ucap Qing Ruo sambil tersenyum, membuat Heian Bai dan yang lainnya yang ingin meminta waktu untuk beristirahat segera melanjutkan pekerjaannya.
Tiga puluh menit kemudian, mereka akhirnya menyelesaikan pekerjaannya.
" Mari kita memeriksa naskah yang berkaitan dengan klan Yin," ucap Qing Ruo dengan penuh semangat, membuat mereka semakin heran.
" Saudara Ruo, sebenarnya apa yang saudara cari ?" tanya Hua Zhen.
" Tentu saja barang berharga," jawab Qing Ruo sambil memeriksa setiap gulungan bambu yang ada di hadapannya.
" Ini aneh, bukankah ada banyak kitab jurus tingkat tinggi dari Klan Yin ini mengapa saudara Ruo justru memeriksa gulungan bambu yang tidak memiliki aura spiritual sama sekali?" tanya Dalu Rong pada Heian Bai.
" Aku juga tidak mengerti," Jawab Heian Bai sambil memeriksa gulungan Kitab jurus yang ada di hadapannya.
" Sesuatu yang berharga biasanya ditampilkan dengan cara yang sederhana, selain untuk menyamarkan keberadaannya, juga supaya tidak menarik perhatian orang banyak." Membuat mereka semua segera mengalihkan perhatiannya, dengan memeriksa gulungan bambu sederhana yang menumpuk di hadapannya. Benar saja, dua menit kemudian Heian Bai tiba-tiba tampak heboh.
" Saudara Ruo, ini..." ucapnya memberikan gulungan bambu pada Qing Ruo.
" Teknik terlarang Pengendali Roh. Itu berarti ini adalah kitab jurus rahasia yang dimiliki oleh Yin Sha," ucap Qing Ruo.
" Saudara, ini adalah teknik terlarang kabut racun iblis," ucap Hua Zhen.
" Itu berarti kitab jurus rahasia Yin Wu, berarti yang belum adalah kitab terlarang milik Yin Huo."
" Penguasa, ini..." ucap Hua Zun menunjukkan gulungan bambu yang berisi teknik terlarang rantai api iblis.
Mereka semua tiba-tiba menatap Qing Ruo dengan takjub. Terutama Hua Zun dan Hua Thong yang tidak menyangka cara Qing Ruo memecahkan masalah itu.
" Dari ketiga kitab terlarang ini, semuanya adalah versi tidak lengkap," ucap Qing Ruo pelan, setelah memeriksa ketiga gulungan bambu tersebut dengan seksama, membuat mereka semua terdiam.
" Aku mengerti, alasan orang-orang klan Yin begitu berambisi, karena tanpa kitab ini, penguasaan mereka terhadap teknik terlarang rahasia Klan Yin menjadi tidak maksimal." Hua Zun berpendapat.
" Tetua benar," ucap Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Tetua, lalu apa yang harus kita lakukan dengan kitab terlarang ini?" Tanya Hua Zhen.
" Kita tidak bisa menyimpan barang yang tidak berguna bagi klan kita, apalagi ini adalah sesuatu yang sangat berharga dan berbahaya seperti ini. Sebaiknya kita serahkan pada penguasa muda saja," ucap Hua Thong menatap Qing Ruo dengan lekat.
" Aku rasa demikian, karena aku rasa akan lebih aman," ucap Heian Bai, yang di ikuti anggukan Dalu Rong dan yang lainnya.
Qing Ruo yang di berikan kepercayaan oleh Hua Zun dan yang lainnya hanya bisa menganggukkan kepalanya.
" Baik penguasa," ucapnya dengan penuh semangat.
" Pertama, ada tiga mutiara jiwa dewa, sedangkan mutiara jiwa dewa Dong He adalah pengecualian," ucap Murong Jianyu, minta pendapat Hua Zun dan rombonganya.
" Menurutku, yang berhak pertama adalah penguasa muda, lalu tuan muda Hua Zhen, dan Jenderal Murong Jianyu," ucap Hua Thong.
" Benar, karena diantara kita semua, penguasa muda dan tuan muda lah yang paling rendah tingkat kultivasinya. Selain itu, jenderal Murong Jianyu juga perlu memulihkan puncak kultivasi semi abadi tingkat lima." Hua Zun berpendapat, menatap Murong Jianyu yang masih berada di tahap dasar semi abadi tingkat lima.
" Aku setuju," ucap Heian Bai dan Dalu Rong.
" Baik," ucap Murong Jianyu, sambil memberikan Mutiara jiwa dewa pada Qing Ruo dan Hua Zhen, lalu menyimpan bagiannya.
" Tetua, saudara, terima kasih," ucap Qing Ruo, Hua Zhen dan Murong Jianyu dengan gembira.
Setelah menerima mutiara jiwa dewa dari ketiga putra patriark klan Yin itu, Murong Jianyu kembali membagikan sumberdaya tersebut, hingga lima belas menit kemudian, barulah sumberdaya tersebut selesai dibagikan.
" Ini benar-benar menyenangkan. Jujur saja, ini adalah kali pertama bagiku mendapatkan jarahan yang begitu luar biasa," ucap Dalu Rong sambil mengambil bagiannya dan menyimpannya ke dalam cincin penyimpanan.
" Aku pun demikian," ucap Heian Bai.
" Apalagi aku yang minim pengalaman," ucap Hua Zhen kegirangan.
" Aku tidak terlalu memerlukan senjata," ucap Qing Ruo tiba-tiba, lalu memberikan pedang tingkat tinggi yang menjadi bagiannya pada Hua Zun, Hua Thong, Heian Bai dan Dalu Rong, yang merupakan senjata penyusun mantra formasi Dong He sebelumnya.
" Penguasa, ini...?"
" Ambillah, anggap saja kompensasi mutiara jiwa dewa. Lagipula aku telah memiliki ini..." Menunjukkan lima bilah pisau hitam terbang di hadapan mereka.
" Maksud Penguasa?" Tanya Murong Jianyu.
" Jianyu, coba lihat tingkat racun yang ada pada bilah pisau ini..."
" Penguasa benar, racun tingkat logam, bahkan ada beberapa jenis racun yang berbeda."
" Benar, sebelumnya racun yang ada di dalam pisau hitam ini hanya di tingkat racun api," ucap Qing Ruo menjelaskan.
" Terima kasih Penguasa," ucap Hua Thong dan Hua Zun di ikuti oleh Heian Bai dan Dalu Rong.
" Baiklah, karena urusan telah selesai, sebelum kita kembali ke kota Hua, sebaiknya kita beristirahat dulu," ucap Hua Zun.
" Bahkan jika penguasa muda, tuan muda dan Jenderal Murong Jianyu akan menyerap sumber daya sebelumnya, kami akan berjaga dan menunggu," ucap Hua Thong.
" Baik, aku setuju," ucap Hua Zhen dengan penuh semangat.
Qing Ruo yang juga sudah waktu untuk naik tingkat menganggukan kepala.
" Ini adalah tempat yang paling aman," ucap Qing Ruo sambil mengeluarkan mutiara jiwa dewa Dong He, lalu mengambil tempat di sudut ruangan dan meyegelnya.
Sedangkan Hua Zhen dan Murong Jianyu juga mengambil tempat, dan mulai menyerap mutiara jiwa dewa yang mereka dapatkan.
" Saudara," ucap Heian Bai membawa Dalu Rong menjauh, menjaga jarak dari mereka yang akan segera naik tingkat, sambil menyerap kristal jiwa abadi.
" Swhung..." udara di dalam ruangan itu bergetar, saat ketiga sosok itu mulai mengedarkan kekuatannya dan menyerap mutiara jiwa dewa yang mengambang di hadapan mereka.