Sang Penguasa

Sang Penguasa
147. Kota Tongzhe 4.


Ao Fei,  Ye Fang dan ketujuh tetua yang menjaga perisai segel emas mengarahkan pandangannya pada Qing Ruo dengan heran.


" Na Ruo, jangan tidak tahu diri! Membiarkan kamu tetap hidup di tempat terlarang ini saja seharusnya kamu sudah bersyukur!" ucap Lu Zhun sekali lagi, dengan kemarahan yang menyala.


" Yang Mulia, apa-"


" Apakah kamu pikir Naga Es itu sedang bercanda? Sekarang pergi dan tinggalkan tempat ini, atau aku akan membunuhmu!"


" Yang Mulia-"


" Pergi!" teriaknya keras, sambil melepaskan tamparan, namun dengan segera dihindari oleh Qing Ruo.


" Swhus... swhus..." sosoknya bergerak menjauh dari Lu Zhun yang begitu ingin membunuhnya.


Tindakan Lu Zhun yang tiba-tiba itu, membuat Ao Fei dan Ye Fang terdiam.


Tidak jauh dari mereka.


Qing Ruo tediam sesaat, menatap Lu Zhun yang begitu murka padanya.


" Sepertinya yang sedang bercanda itu adalah Anda!" ucapnya dengan tenang.


" Kamu!" Menatap Qing Ruo dengan kesal, sambil mengedarkan kekuatan pendekar semi Abadi tingkat empat tahap akhir.


" Jangan memamerkan kekuatan. Jika bisa, taklukan Naga Es itu," ucap Qing Ruo santai, membuat wajah Lu Zhun semakin memerah.


" Kamu!" dengan aura pembunuhan, sambil menindas Qing Ruo.


" Setelah diperlakukan seperti itu,  apakah Anda  pikir Naga Es itu akan tertidur? Naif! Kalian semua yang ada di dalam ruangan ini hanya menunda waktu saja, karena pada saat perisai segel emas ini hancur, maka bersiaplah kalian akan hancur bersamanya!" ucap Qing Ruo dengan dingin, membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu terdiam, bahkan Lu Zhun yang masih begitu heran saat Qing Ruo mampu menghindari tamparannya, bahkan tidak terpengaruh oleh aura penindasannya.


" Tuan Na Ruo, tapi bukankah akan sangat berbahaya jika kita membuka perisai segel itu..." ucap Ye Fang dengan serius.


" Yang lebih berbahaya itu adalah kalian yang memperlakukannya  sebagai penjahat. Jika ingin berbicara padanya, tunjukkan keseriusan kalian dengan memberikan ruang,  kebebasan dan rasa percaya padanya."


Kata-kata Qing Ruo sekali lagi menohok mereka, membuat Lu Zhun merasa malu sendiri, bahkan Ye Fang terdiam.


Di dalam ruangan itu, raungan keras Naga Es  itu semakin menggila, bahkan membuat perisai emas transparan yang merupakan segel ruang itu kadang retak, membuat para tetua yang menjaga segel mantra formasi itu begitu kewalahan.


" Tuan Na Ruo, mohon tidak menganggap tindakan dan kata-kata yang mulia dengan serius. Tuan harus memaklumi bahwa situasi seperti ini kadang  menguras emosi. Jadi jangan diambil hati. Fokus utama tuan saat ini adalah menenangkan Naga Es tersebut," ucap Ao Fei berbicara pada Qing Ruo dengan hormat.


" Jenderal Ao Fei benar. Mohon tuan Na Ruo tidak mengambil hati..." Ye Fang menimpali.


Qing Ruo tersenyum santai.


" Jenderal Ao Fei, jenderal Ye Fang. Aku bisa terima apapun yang dia katakan padaku, apakah memarahiku, terserah. Tetapi tidak dengan tindakannya yang ingin membunuhku. Sebagai seorang raja, seharusnya dia dapat berpikir dengan jernih. Apalagi dalam situasi yang genting seperti ini, karena kejernihan pikiran adalah hal yang utama, karena dengan demikian barulah seseorang dapat berpikir dengan baik  untuk mencari solusi."


" Tapi tuan," ucap Ye Fang.


" Jenderal Ye Fang, aku hanya orang asing dan aku juga tidak memiliki tanggung jawab untuk mengurus masalah ini," ucap Qing Ruo dengan santai, membuat kedua Jenderal itu terdiam.


Di hadapan Qing Ruo.  Lu Zhun terdiam dengan pikirannya, sedangkan ketujuh tetua yang sedang menjaga mantra formasi segel emas kini semakin kewalahan, karena kekuatan yang dilepaskan oleh Naga Es itu kini semakin kuat.


" Brark..." Perisai Emas transparan itu retak, membuat salah satu tetua penjaga segel yang merupakan semi abadi tingkat empat terlempar.


" Jenderal Lao," ucap Ye Fang sambil bergerak menolong tetua tersebut, sedangkan Ao Fei segera mengambil posisi jenderal tua itu, membantu para tetua lainnya menjaga segel tersebut.


" Brark..." Sekali lagi hantaman keras sang Naga  membuat retakan pada dinding, dan melempar salah satu tetua lainnya.


" Roargh....." Raungan keras Naga Es memekakan telinga, bersamaan hawa dingin yang luar biasa menyapu seluruh ruangan.


" Swhus..." Ye Fang bergerak mengganti pososi tetua tersebut.


Keberanian dan kepedulian Ye Fang dan Ao Fei yang begitu tulus,  menggugah perasaan Qing Ruo. Kekesalannya pada sang raja sedikit mencair.


" Benar-benar tidak tahu diri!" ucapnya kesal, tiba-tiba melesat menuju perisai emas transparan tersebut.


" Swhuss..." tubuhnya, menembus perisai transparan tersebut, dan muncul di dalamnya, sambil melepaskan tinjuan tapak emas Naga Ilahi.


" Dhuar...." Ledakan keras bergema, dengan tinjuannya   menghantam kepala Naga Es tersebut dengan telak, mendorong sang naga hingga menghantam dinding perisai transparan.


Tindakan Qing Ruo yang begitu tiba-tiba itu, membuat Lu Zhun dan semua orang yang ada di tempat itu hampir menjatuhkan rahangnya.


" Di-dia pendekar tingkat tinggi yang sedang menyamar," ucap Ao Fei dengan terbata.


" Saudara benar," ucap Ye Fang dengan mulut ternganga.


Di dalam perisai transparan.


" Roargh..." Raungan keras Naga Es hampir melempar sosok Qing Ruo yang tepat  berdiri di hadapannya.


" Naga lemah! Jangan tidak tahu diri! Apakah kamu ingin membunuh semua orang di tempat ini!" Dengan kemarahan yang menyala, membuat Naga Es itu semakin murka.


" Lemah! Kamu bilang aku lemah?"


" Benar! Kamu adalah Naga lemah yang tidak tahu diri. Bagaimana bisa kamu murka pada semua orang tanpa menyadari kesalahanmu!" Ucap Qing Ruo tajam.


Tindakan Qing Ruo yang begitu berani, bahkan dengan lantang memprovokasi sang naga, membuat hewan buas yang melepaskan kekuatan es itu sedikit waspada, terlebih lagi rasa sakit yang masih  berdenyut di ubun kepalanya.


"  Aura Ilahi ini..." Batinnya, menantap Qing Ruo yang sangat kesal.


" Siapa kamu! Lalu apa urusanmu dengan masalahku? Jangan mengira bahwa dengan memiliki kekuatan darah naga kamu membuatku segan padamu." 


" Siapa aku itu tidak penting. Kemarahanmu yang akan mencelakai banyak orang di kota ini, itu adalah masalahku. Jika kamu  masih tidak bisa diam dan tenang, maka  bersiaplah aku akan menguburmu di tempat ini!" Ucap Qing Ruo dengan tatapan dingin, membuat semua orang yang berada di luar perisai emas tranparan itu sekali lagi ternganga.


Sang Naga yang sebelumnya begitu murka, kini mulai menggila.


" Tidak tahu diri. Jika kamu ingin mati, maka bersiaplahlah! Roargh...." Raungan kerasnya bergema, bersamaan  dengan ledakan aura semi abadi tingkat tujuh tahap akhir  yang mengedar dari tubuhnya.


" Naga lemah. Keluar dari perisai emas ini saja kamu tidak bisa. Kamu pikir dengan kekuatan yang tidak seberapa  itu kamu bisa membunuhku?  Sungguh naif!" ucap Qing Ruo dengan tatapan dingin, yang masih menunjukkan aura pendekar kaisar dewa tingkat dasar.


Kata-kata Qing Ruo mengejutkan sang naga, yang baru menyadari bahwa mereka masih berada di dalam perisai transparan. Walaupun demikian, sang naga itu tidak menarik kekuatannya, bahkan mulai mengedarkan seluruh kekuatan puncaknya.


" Maju! Tunjukan kekuatanmu itu. Aku ingin melihat kehebatan sang Dewa Naga Es yang terkenal itu!" Tantang Qing Ruo sambil melepaskan kekuatan petir abadi dari tubuhnya.


" Trark...trark...." Ledakan petir hitam keemasan yang berderak-derak itu semakin membaha. Tidak hanya menyelimuti tubuhnya, tetapi tombak petir kini mulai terbentuk di tangan kanannya.


" Itu...." ucap Ao Fei dan Ye Fang bersamaan dengan melototkan matanya.


Tidak hanya kekuatan petir yang muncul, namun ledakan aura semi abadi tingkat delapan yang tiba-tiba mengedarkan dari tubuhnya, membuat semua orang terdiam, bahkan membuat Lu Zhun mulai membasahi dirinya.


" Jika dalam hitungan ketiga kamu tidak mau diam dan tenang, maka bersiaplah. Aku akan  menghancurkanmu menjadi abu!" ucap Qing Ruo dengan dingin.


Melihat kekuatan sejati Qing Ruo dan ledakan aura semi abadi tingkat delapan yang begitu mengintimidasi, membuat Naga Es itu kini menjadi bimbang.


Di luar Perisai transparan.


Ao Fei, Ye Fang dan ketujuh tetua yang menjaga perisai emas transparan, menatap sosok Qing Ruo yang ternyata begitu mendominasi, tanpa sadar  bergerak menjauh dari tempat itu.


" Ao Fei apakah dia benar bernama Na Ruo...?" tanya  Ye Fang dengan mata yang tidak berkedip menatap sosok Qing Ruo yang bersiap melepaskan tombak petir yang ada di tangannya.


" Suadara, aku juga tidak tahu. Namun dari kekuatan sejatinya ini,  ada dua kemungkinan. Bisa saja dia berasal klan kuno itu atau klan penguasa selatan trah pertama," jawab Ao Fei, tanpa sadar Lu Zhun masih berada di tempatnya dengan tubuh bergetar.


" Yang Mulia," ucap Ye Fang, sambil bergerak membawa Lu Zhun yang kini telah membasahi dirinya.


" Ye- Ye Fang, ka-kalian membohongiku..." ucapnya terbata-bata dengan wajah pucat pasi.


" Yang Mulia, aku akan menjelaskannya nanti. Tapi Apa yang harus kita lakukan sekarang? Jika mereka benar-benar akan bertarung, maka dapat dipastikan kota ini akan hancur bersamanya," ucap Ye Fang dengan wajah panik.


" Tidak ada yang bisa kita lakukan,  selain berharap bahwa naga es  itu akan mengalah," ucap tetua Lao, sambil membawa Lu Zhun menjauh dari tempat itu.


Di dalam perisai tranparan.


Qing Ruo dan Naga Es itu saling berpandangan.


" Satu....." ucap Qing Ruo yang mulai menghitung,  membuat suasana di dalam ruangan bawah tanah itu begitu mencekam.


👉1🙏