
Mahavir tertegun didepan cermin menatap bayangan dirinya, di tubuh tegapnya yang tinggi telah terpasang setelan jas berwarna putih.
Sebentar lagi dia akan menikah dengan wanita yang selama ini dia cintai secara diam-diam.
Rasa senang sekaligus sedih bercampur menjadi satu, senang yang teramat luar biasa karena akhirnya bisa juga menikahi seorang Rachel tapi kemudian terselip rasa sedih karena tidak mampu jujur dengan identitas aslinya.
"Aku tidak tahu sampai kapan akan terus menipumu....
Lebih dari 10 tahun lamanya aku bertepuk sebelah tangan...
memendam perasaan seorang diri...
yang hanya dapat merindukan mu didalam hati...
mencintaimu tanpa henti....
Akhirnya aku bisa menaklukkanmu dengan identitasku yang baru....
Semoga pelan-pelan hatimu bisa menerima diriku.... "
Mahavir memandangi penampilannya saat ini mencoba membandingkan dengan penampilan dirinya yang dulu. Perbedaan yang sangat kontras sekali. Siapapun yang melihat pasti tidak akan menyangka dirinya bisa berubah seperti sekarang ini. Masih teringat jelas di ingatan nya betapa buruk dirinya yang dulu!
Mahavir kemudian mengingat kejadian 15 tahun yang lalu saat pertama kali melihat Rachel.
Awal mula Mahavir bertemu dengan Rachel adalah saat usia nya 13 tahun disebuah Panti Asuhan tempat dia dibesarkan.
Dulunya Ibu Mahavir merupakan salah satu pekerja di Panti asuhan tersebut, tapi kemudian meninggal karena sakit saat Mahavir baru berusia 5 tahun, sejak saat itu Mahavir dirawat dan dibesarkan di Panti asuhan itu. Hingga saat usianya 12 tahun, saat Mahavir lulus sekolah dasar dan tidak bisa melanjutkan sekolah lagi, dia pun bekerja menggantikan ibunya dan hidup bersama dengan anak-anak Yatim Piatu lainnya.
Pada suatu hari seorang anak laki-laki kecil yang merupakan putra dari seorang donatur Panti Asuhan tempat dia dibesarkan merayakan ulang tahunnya di panti, anak kecil itu ditemani oleh seorang ibu dan seorang gadis manis yang merupakan kakak perempuannya. Gadis manis yang masih belia itu begitu bersinar bagaikan seorang putri kerajaan hingga membuat Mahavir tak bisa berpaling begitu melihatnya.
Sejak saat itu Mahavir sering menunggu di perepatan lampu merah hanya untuk melihat Gadis manis itu berangkat kesekolah setiap harinya.
Ada kalanya dia berpura-pura menjadi seorang pengamen, atau penjual permen untuk bisa mendekati mobil gadis itu. Dan hatinya akan sangat senang sekali tatkala gadis itu mengeluarkan tangannya dan memberikannya beberapa lembar uang dalam jumlah besar.
Pernah sekali Mahavir terserempet mobil saat berusaha mendekati mobil gadis manis itu, dan dengan paniknya gadis manis itu turun dan mengobati lecet yang ada ditubuh nya. Hal itu membuat Mahavir semakin meyakini gadis manis itu sebagai seorang malaikat.
Sampai Suatu hari Mahavir nekat mengikuti gadis itu hingga ke sekolah, dia memanjati pohon yang tinggi hanya untuk melihat gadis itu
belajar.
Hampir seminggu lamanya Mahavir bisa bebas memandangi gadis itu belajar di kelas nya dari atas pohon, selain itu Mahavir pun jadi bisa ikut belajar. Kadang Mahavir ikut mencatat semua tulisan yang ada pada papan tulis di kelas itu dan mempelajari nya ketika pulang ke panti asuhan tempat tinggalnya.
Hingga suatu hari seorang security dari sekolah itu melihatnya bergelantungan diatas pohon lalu mencoba mengusir nya. Saat akan turun dari pohon itu, dia kehilangan keseimbangannya dan akhirnya terjatuh dan membuat nya harus dirawat dirumah sakit.
Kejadian itu terdengar ke telinga Bapak yang mendirikan sekolah besar itu. Bapak baik hati itulah yang pertama kali dia lihat ketika akhirnya tersadar di kamar rumah sakit.
"Kamu baik-baik saja?" tanya bapak itu yang dibalas dengan anggukan oleh Mahavir. "apa yang kamu lakukan diatas pohon itu?" tanya bapak itu lagi.
Mahavir terdiam berpikir sejenak.
"belajar..." Jawab Mahavir.
"Apa kamu mau sekolah?" Tanya bapak itu lagi.
"I.. Iyya.. Mau" Ucap Mahavir senang saat itu.
Mahavir tidak berbohong, karena memang jauh didalam hatinya dia sangat ingin kembali bisa bersekolah.
Dan akhirnya Mahavir disekolahkan di Langdon internasional school tempat gadis itu bersekolah. Saat memasuki sekolah itu Mahavir baru tersadar kalau itu bukanlah tempat seharusnya dia berada, murid-murid yang bersekolah disana bukanlah anak-anak dari kalangan seperti dirinya.
Mahavir yang saat itu datang ke sekolah menggunakan seragam yang berbeda,
Dia menggunakan kemeja yang telah usang, celana biru tua yang terlihat kebesaran dengan 2 buah peniti di bagian pinggangnya, berfungsi untuk menahan celana itu agar tidak kedodoran. Kaos kakinya yang sebelah kanan terlihat melorot dan ditahan oleh sebuah karet gelang. Sementara sepatu nya hanya terbuat dari bahan plastik kedap air.
Tubuh nya kurus kering, kulitnya berwarna gelap, dan rambut nya geriting tak beraturan, kuku jarinya terlihat menghitam di sela-sela. Bila Mahavir tertawa terlihat giginya yang besar dan berwarna kuning membuat orang merasa jijik berdekatan dengannya.
Sangat kontras dengan penampilan anak-anak di sekolah itu yang rata-rata orang berada.
Seharusnya Mahavir baru akan masuk sekolah saat seragam nya telah ada, tapi Mahavir begitu bersemangat untuk bersekolah hingga akhirnya dia menggunakan seragam seadanya yang berbeda dari murid-murid yang lainnya.
Mahavir lalu ditempatkan dikelas yang bersebelahan dengan kelas gadis manis itu.
Dirinya yang hanyalah seorang anak dari panti asuhan dengan penampilan kotor setiap hari menjadi bulan-bulanan murid sekolah tersebut.
"Dirman M, singkatan dari Dirman Mahavir"
Itulah nama asli Mahavir dulu, tapi anak-anak di sekolah tersebut selalu meledek dan memplesetkan namanya, dan memanggilnya dengan sebutan "Dirty" Yang berarti "kotor".
Beberapa kali Mahavir di bully oleh teman-teman nya, dan gadis manis itu yang terkadang datang membantu nya.
Pernah sekali Mahavir bersembunyi menangis di belakang gedung sekolah karena tidak tahan dengan ejekan temannya. Dia berjongkok disudut tembok sambil menyembunyikan Kepala nya diantara lututnya, dan menangis sejadi-jadinya.
..Dan kemudian gadis itu menyapanya lembut...
"Heii..cowok kok nangis??" Ucap gadis itu tiba-tiba
Mahavir mengangkat wajah nya dan terkejut melihat sosok gadis didepan nya itu.
"Nih.. Lap air mata nya" Ucapnya lembut sambil memberikan sapu tangan bermotif princess.
"Kamu disini mau belajar kan? Jadi jangan dimasukkan ke hati semua perkataan anak-anak itu, anggap mereka itu cuma angin." Ujar gadis itu sedikit terkekeh. "Semangat yah...!!" lanjutnya.
Mahavir hanya tertegun diam dan mengamati gadis yang tersenyum manis itu. Gadis itu terus berceloteh memberinya semangat. Menghiburnya dan membangkitkan semangatnya. Bahkan gadis itu memberikan kata-kata yang membuat Mahavir langsung berharap segera mungkin menjadi orang yang sukses.
Kemudian saat itu pula akhirnya Mahavir mengetahui nama gadis manis itu setelah membaca nametag yang terpasang di seragamnya.
"Rachel Sasmita Wijaya"
ucapnya dalam hati berulang-ulang mencoba mengingat nya.
Sejak saat itu Mahavir berusaha keras untuk bertahan disekolah itu. Mati-matian Mahavir belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa menyaingi anak-anak disana.
Penaikan kelas berikut nya Mahavir bisa masuk ke peringkat 10 besar. Hal ini membuat Bapak baik hati yang menyekolahkan nya merasa bangga dan mengundangnya berkunjung ke rumah besarnya.
Bapak baik hati itu malah mengajak nya untuk tinggal bersama tetapi Mahavir menolak nya dengan halus dan justru meminta sebuah pekerjaan.
Setiap hari nya Mahavir akan datang ke mansion itu untuk membantu membersihkan halaman rumah atau sekedar menemani adik Rachel yang baru berusia 3 tahun untuk bermain.
Beberapa kali Mahavir menyapa gadis bernama Rachel itu, mencoba untuk semakin akrab dengannya. Tapi gadis itu sudah tak mau melihat dirinya. Dan bahkan bersikap dingin padanya.
Prof.Wijaya sangat menyukai Mahavir karena pembawaannya yang sopan dan pandai. Pak Wijaya berjanji akan membiayai semua biaya kehidupan Mahavir hingga kuliah dan bekerja nanti.
Semakin lama Mahavir semakin akrab dengan pak Wijaya, hingga Pak Wijaya meminta Mahavir memanggil pak Wijaya dengan sebutan paman dan istrinya Ny. Amitha dengan sebutan bibi. Mereka memperlakukan Mahavir seperti anak mereka sendiri.
Tahun demi tahun berganti, Mahavir yang memang terlahir cerdas selalu menjadi peringkat pertama dan menggeser posisi Rachel. Hal itu membuat dirinya semakin jauh dari Rachel.
Mahavir tumbuh menjadi seorang remaja yang pandai tapi itu tidak lantas membuatnya mempunyai banyak teman.
Mahavir Remaja yang tadinya cuma memiliki rasa ingin berteman dengan Rachel diam-diam tumbuh menjadi rasa suka dan jatuh hati padanya.
Saat di Sekolah Menengah tahun ketiga akhirnya harapan Mahavir bisa sekelas dengan Rachel terkabul. Semua murid yang pandai dikumpulkan dalam satu kelas yang sama.
Sekelas dengan Rachel ternyata tidak membuat nya semakin dekat dengan gadis itu, bahkan tidak pernah sekalipun Rachel mau melihat dirinya. Gadis itu seakan menganggap Mahavir seperti ulat bulu yang harus dijauhi.
Bila mereka berpapasan tanpa sengaja di kantin, Rachel akan langsung berbalik dan membuang muka. Terkadang gadis itu bahkan ikut tertawa ketika ada yang mengejek Mahavir.
Rachel yang saat itu menjadi gadis populer mulai berteman dan membentuk genk dengan beberapa gadis cantik lainnya, sifat nya mulai angkuh mengikuti gaya teman-teman nya.
Suatu hari genk Rachel membuat sebuah taruhan yang melibatkan Mahavir, entah taruhan apa itu dan yang kalah diharuskan untuk bisa merayu Mahavir untuk menjadi pacar nya.
Akhirnya Rachel lah yang kalah, Mahavir yang tidak tahu menahu merasa sangat senang tiba-tiba didatangi oleh Rachel dan mengajak nya untuk pacaran.
Keesokan harinya Mahavir yang masih sangat polos dengan bodoh nya dan rasa percaya dirinya yang tinggi membawa buket bunga dan boneka lalu mengumumkan ditengah lapangan kalau dirinya sedang berpacaran dengan Rachel.
Sontak hal itu membuat riuh satu sekolahan, amarah Rachel pun meledak-ledak. Rachel kemudian mendatangi Mahavir untuk melampiaskan kemarahan nya tapi justru membuat kekacauan untuk dirinya sendiri.
Saat Mahavir berlutut menyerahkan Buket bunga dan boneka, Rachel dengan amarahnya menarik benda tersebut berniat untuk melemparnya tanpa memperhatikan pita dari kedua benda itu menjuntai ke bawah dan membuatnya tersandung lalu terjatuh ke arah Mahavir.
Bibir mereka pun saling bersentuhan, sementara kedua tangan Mahavir malah menangkap kedua bukit kembarnya. Parahnya hal itu disaksikan oleh satu sekolahan.
Kejadian tersebut membuat Rachel malu untuk kembali ke sekolah. Seminggu lamanya Rachel mengurung dirinya didalam kamar, dan selama itu pula Mahavir selalu datang ke rumahnya untuk meminta maaf. Rachel tak ingin kembali bersekolah sampai Mahavir dikeluarkan dari sekolah itu. Orang tuanya pun telah berkali-kali membujuknya tapi Rachel tetap bersikeras pada keinginan nya.
Akhirnya dengan berat hati Pak Wijaya memindahkan Mahavir ke sekolah lain.
Setelah pindah sekolah Mahavir masih sering diam-diam menjaga Rachel dari jauh.
Kecantikan fisik Rachel membuatnya populer hingga di luar sekolah, dan membuat anak laki-laki dari sekolah lain sering datang menganggu nya.
Beberapa dari mereka yang ditolak kadang tidak puas dan berniat mengganggu Rachel, tapi Mahavir selalu berhasil menggagalkan nya.
Puncak masalah yang terjadi adalah ketika hari kelulusan sekolah, Saat itu Langdon internasional school mengadakan Promnight di sebuah Hotel. Mahavir mendengar seorang anak laki-laki dari sekolahnya yang telah ditolak berkali-kali oleh Rachel akan berbuat hal yang buruk kepada Rachel di hotel. Mendengar kabar itu Mahavir lalu berlari menuju hotel tersebut,
Saat Mahavir sampai di hotel dia sudah tidak menemukan Rachel di Aula tempat Promnight berlangsung, Mahavir pun langsung mencari pak Wijaya dan melaporkan kabar buruk yang telah dia dengar.
Mahavir kemudian menyisir tiap kamar ditiap lantai mencari keberadaan Rachel, untung nya dari kejauhan dia sempat melihat seseorang membopong Rachel masuk kekamar.
Mahavir pun berlari kemudian mendobrak pintu kamar hotel tersebut, dia menemukan anak yang satu sekolah dengannya itu tengah berusaha melepaskan gaun Rachel. Dengan cepat Mahavir meraih vas bunga yang ada di meja dekat pintu masuk lalu melemparkan nya ke arah laki-laki itu hingga dia pun tersungkur jatuh ke lantai.
Rachel terlihat masih setengah tersadar saat Mahavir berusaha memakaikan kembali gaunnya, dan hal itu menimbulkan kesalahpahaman pada Rachel, gadis itu memberontak memukul Mahavir karena mengira dia akan diperkosa.
Disaat itu dari belakang laki-laki yang terjatuh tadi tiba-tiba memukul kepala Mahavir menggunakan besi tiang lampu hias dan membuatnya terjatuh menimpa tubuh Rachel, Rachel yang ikut terjatuh kemudian perlahan kehilangan kesadarannya.
Seorang pria keturunan Inggris yang kebetulan melewati kamar tersebut melihat kejadian itu,dan berusaha menangkap anak laki-laki yang memukul Mahavir, tapi dia keburu kabur. Melihat Mahavir yang terluka parah dikepalanya dan Rachel yang sedang pingsan, Pria asing itu pun segera membawa mereka ke rumah sakit terdekat.
Di sana Pria asing itu bertemu dengan Pak Wijaya yang ternyata merupakan kawan lamanya sewaktu kuliah di London.
Mahavir yang saat itu banyak menghabiskan darah membutuhkan kan donor darah AB, dan kebetulan pria asing teman Pak Wijaya itu bergolongan darah yang sama dan akhirnya mendonorkan darah nya kepada Mahavir.
Saat Mahavir telah dipindahkan keruang ICU, pria asing itu mendapati wajah mahavir yang sangat persis dengan wajah istrinya yang telah lama menghilang. Pria asing itupun melakukan tes DNA dan akhirnya mengetahui bahwa Mahavir adalah darah daging nya.
Begitu mengetahui Mahavir adalah putra yang selama ini dia cari, akhirnya pria asing itu membawa Mahavir yang tengah koma untuk dirawat di Inggris.
Begitulah cara mereka akhirnya terpisah hingga 10 tahun kemudian mereka bertemu kembali. Dan dipersatukan dengan jalan yang hampir mirip dengan kejadian masa lalu.
* * *
Tok... Tok.. Tok...
Suara ketukan pintu membuyarkan Lamunan Mahavir di depan cermin.
"Sudah selesai Vir?" Tanya Pak Wijaya menghampiri Mahavir.
"Iya paman"
"Sebentar lagi kamu akan menjadi anakku juga jadi ubah panggilan mu itu menjadi daddy" Ujar Pak Wijaya meremas pundak Mahavir.
"Iyya Dad... Daddy... " Ucap Mahavir Ragu.
"Vir, kamu sangat mengenal sifat Rachel, dia susah diatur dan tidak senang bila dipaksa. Bila dia kelewatan kamu harus bisa mengatur nya, jangan terlalu lemah padanya. Sekarang kamu adalah Mahavir Alister, bersikaplah layaknya seorang pria sejati."
"Baik dad... Terima kasih atas kebaikan daddy selama ini." Ucap Mahavir kemudian memeluk Pak Wijaya dengan erat.
"Tapi.... "
"Tapi apa dad...?" Tanya Mahavir bingung"
Pak Wijaya kemudian berbisik ke telinga Mahavir "Kalau Rachel belum siap kamu jangan memaksa nya yah... " Bisik Pak Wijaya membuat Mahavir salah tingkah.
"Yang itu Mahavir tidak bisa janji dad... " Ucap Mahavir kemudian disambut oleh tawa Pak Wijaya.
* * *
~Terima Kasih sudah membaca 🙏 jangan lupa like, vote dan komen yaa 🤗🤗 Supaya Author juga semangat nulisnya... 🥰🥰
* * *