
Bryan, Raya dan Rey terduduk di atas badan yacht berdampingan dengan Raya sebagai penengahnya. Raya hanya bisa terdiam karena merasa terjebak dengan keadaan.
"Kenapa ikut duduk kesini?" Bryan berucap memecah keheningan diantara mereka bertiga.
"Memangnya ada larangan tidak boleh kesini?" Gusar Rey karena kemunculan Bryan tadi menggagalkan dirinya berbicara dengan Raya.
"Kenapa kamu datang mengganggu tadi?" Lanjut Rey.
"Aku tidak datang mengganggu, aku hanya mau mengambil powerbank ditas ku." Bryan menjawab dengan santai.
"Memangnya Bryan mengganggu apa?" Tanya Raya polos. Bingung dengan arah pembicaraan dua laki-laki yang duduk di sisi kiri kanannya.
Hingga selang beberapa detik Raya menyadari sesuatu. "Astaga, Bryan kami tidak seperti yang kamu pikir!" Raya menjelaskan, takut Bryan salah paham.
"Tidak, itu benar! Kami memang seperti yang kamu pikirkan." Lanjut Rey yang disambut pelototan oleh Raya.
"Apa hubungan nya denganku? Itu urusan kalian." Bryan menghembuskan nafasnya kasar.
Yang waras yang mengalah.... Pikir Bryan lalu berdiri dan meninggalkan mereka berdua menuju tempat Mahavir dan Rachel berada.
Saat Bryan akan masuk lebih dalam, dia malah menyaksikan Rachel yang berada dalam pangkuan Mahavir dan mereka tengah berciuman dengan panas. Membuat wajah pemuda itu seketika memerah. Cepat-cepat Bryan mundur, berbalik dan kembali ketempat semula tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, berharap jangan sampai keberadaan nya dilihat oleh kakak dan kakak iparnya itu.
"Kenapa kembali?" Tanya Rey kesal. Baru saja bisa berduaan dengan Raya, Bryan kembali muncul.
Raya memandangi gerak-gerik Bryan yang tampak salah tingkah. "Kamu kenapa?" Tanya Raya penasaran melihat ekspresi wajah Bryan.
Bryan hanya diam, duduk kembali ke samping Raya. Memakai topi dan kacamata hitamnya kembali, lalu berbaring menyamping membelakangi Raya dan Rey.
"Kalian bicara saja, jangan hiraukan aku! Anggap aku tidak ada." Ucap Bryan lalu memejamkan matanya. Kelakuan kakak dan kakak iparnya itu masih terbayang-bayang dalam pikiran nya. Baru kali ini dia melihat adegan seperti itu, bahkan ini secara live oleh kedua matanya.
"Ya ampun... Kenapa aku bisa terjebak disini!!" Guman Bryan dalam hatinya, menyesal ikut dalam perjalanan itu. Selama 18 tahun hidupnya hanya dihabiskan dengan belajar dan bermain game. Jangankan berciuman, bahkan pengalaman asmara saja tidak ada sama sekali.
Bagi Bryan setidaknya duduk diantara Raya dan Rey lebih baik. Walaupun harus mendengar gombalan klise Rey kepada Raya, yang entah mengapa membuat hati kecilnya merasa sedikit terluka. Mata Bryan terpejam tapi kedua telinga nya seakan diperlebar mencoba menangkap pembicaraan mereka.
Beberapa jam berselang, ketika hari sudah menjelang Sore. Akhirnya Yacht mereka kini telah bersandar di pulau tujuan mereka. pulau dengan beberapa villa eksotis di dalamnya.
Rachel yang telah terbangun dari tadi masih tersipu malu karena ketiduran di pangkuan Mahavir. Mahavir hanya tersenyum sambil merenggangkan kedua kakinya yang kesemutan.
Satu persatu mereka menuruni yacht dan berjalan melewati jembatan yang terbuat dari papan-papan panjang yang disusun berderet-deret diatas hamparan pasir putih.
Rachel dan Raya berjalan bergandengan didepan, Mahavir mengikuti disamping Rachel sementara Rey dan Bryan menyusul dibelakang sambil membawa tas kedua wanita yang ada didepan.
Dari kejauhan terlihat Aretha bersama tunangan nya berjalan mendekat. Aretha berlari kecil dan memeluk Rachel dan Raya bergantian.
"Welcome honey..." Sapa Aretha kemudian menggerakkan tangannya menyapa tiga laki-laki yang berada dibelakang Rachel dan Raya.
"Thanks atas undangannya..." Ucap Rachel.
"Sama-sama..." Aretha tersenyum lebar. "Oh,iya ini tunangan ku, kalian sudah bertemu dengan nya waktu pesta Rachel kan." Ucap Aretha saat tunangannya telah menyusul di sampingnya.
Raut wajah Mahavir yang berada di belakang Rachel seketika menjadi Gelap melihat sosok laki-laki yang berada disamping Aretha. Mahavir tidak menyangka kalau tunangan Aretha adalah laki-laki itu. Sewaktu di pesta, Mahavir hanya fokus mengenali wajahnya tanpa memperhatikan wanita yang mendampingi nya.
Tunangan Aretha maju selangkah kehadapan Rachel dan Raya, tapi kedua matanya fokus memandangi Rachel dari atas ke bawah dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
"Dirga..." Tunangan Aretha memperkenalkan diri sambil menjabat tangan Rachel dan Raya bergantian.
Setelah itu Aretha langsung menarik Rachel dan Raya menuju Villa yang tak jauh dari hadapan mereka. "Honey... Tolong kamu antar yang cowok-cowok yah...!!" Perintah Aretha pada Dirga, tunangannya.
Dirga melangkah maju ke hadapan Mahavir dan menyodorkan tangan kanannya. Mahavir tidak menjabat tangan Lelaki itu, kedua mata Mahavir justru tampak memindai tubuh Dirga dan menghujani nya dengan tatapan tajam yang mengintimidasi. Kilat mata Mahavir menunjukkan kebencian dan kemarahan yang luar biasa. Tangannya terkepal mencoba menahan diri. Merasa marah karena lupa membereskan laki-laki brengsek itu.
"Hello.." Ucap Dirga sambil menggoyangkan tangannya di depan wajah Mahavir.
Rey yang menyadari ada sesuatu, langsung mengambil alih situasi. "Oh, Hai.. Saya Rey! Teman SMA nya Aretha dan dua wanita cantik tadi" Ucap Rey memperkenalkan diri sambil menyodorkan tangan kanannya.
"Oh Hai...Salam kenal, nah kalo yang muda ini siapa? Pacar Raya?" Canda Dirga
Rey tersentak dengan candaan Dirga.
"Memang diwajah bocah itu ada tulisan 'Pacar Raya'...??" Batin Rey mendongkol.
"Oh Bukan, saya adiknya kak Rachel." Bryan melangkah maju dan menjabat tangan Dirga.
Dibelakang itu Rey mencoba menyadarkan Mahavir. "Kenapa Bro? Ada yang salah?" Bisik Rey ke telinga Mahavir yang cuma dibalas gelengan kepala oleh Mahavir.
Kembali Dirga menyodorkan tangannya ke depan Mahavir. Kali ini Mahavir menjabatnya tapi diikuti dengan remasan tangan yang kuat. Membuat Dirga terkesiap dan sedikit meringis.
"Maaf aku terlalu bersemangat." Ucap Mahavir tersenyum dingin.
Rey yang takut akan ada perseteruan langsung merangkul Dirga dan bersikap sok akrab kepadanya. "Dia memang begitu terhadap orang yang baru dikenal." Rey sedikit terkekeh sambil memberikan kode mata kepada Mahavir.
"Ah, tak apa bro!!... Mari silahkan...." Ujar Dirga lalu melangkah menuntun mereka ke Villa.
Villa berlantai dua dengan nuansa eksotis khas pantai yang sangat luas, dengan beberapa kamar dan ruang-ruang yang terpisah.
Rachel dan Raya sekamar di kamar lantai dua yang View nya langsung menuju laut. Sementara Mahavir sekamar dengan Bryan dan Rey di kamar terpisah.
Setelah menaruh barang bawaan mereka di kamar masing-masing, mereka semua melanjutkan berkeliling menyisir tiap ruang di Villa itu sambil menunggu waktu makan malam.
* * *
Senja menjelang malam, mereka semua telah berkumpul di area samping kolam renang Villa yang langsung menampilkan indahnya panorama laut dengan background suara desiran ombak.
Disana mereka mengadakan party BBQ.
Para wanita mengatur peralatan makan di meja panjang sementara para pria saling bergantian memanggang daging dan beberapa menu seafood seperti cumi, lobster dan beberapa jenis ikan laut.
"Bro, itu suami Rachel orang mana? kerjaannya apa? Kok sombong amat yah?" Bisik Dirga kepada Rey sambil melirik Mahavir yang sedari tadi terlihat hanya duduk sambil memainkan ponselnya.
Tidak ada yang tahu selain Rey, kalau Mahavir sebenarnya sedang bekerja lewat ponselnya. Memeriksa beberapa laporan dari Stuart asistennya di London dan beberapa perwakilan dari hotel-hotel di berbagai negara yang berada di bawah naungan Alister.Corp. Memberikan perintah dan memutuskan beberapa pertimbangan untuk kemajuan bisnisnya.
"Ah, dia boss ku." Jawab Rey singkat.
"Oh,pantas!! Tapi sebagai atasan dan bawahan, hubungan kalian terlihat akrab!"
"Karena aku sudah lama jadi asistennya." Jawab Rey beralasan. Kemudian langsung mengangkat beberapa daging dan membawanya ke meja. Menghindari pertanyaan lanjutan dari Dirga.
Di meja panjang telah tersusun beberapa menu seafood yang menggugah selera. Mahavir duduk berdampingan dengan Rachel dan Bryan sementara Dirga, Aretha dan Raya berada di hadapannya di seberang meja dan Rey di ujung meja antara Raya dan Bryan.
Mereka menyantap makanan dengan saling berkelakar dan saling berbaur kecuali Mahavir.
Mahavir mendapati Dirga yang terus memperhatikan Rachel dengan lekat. Beberapa kali bahkan terlihat laki-laki itu menyunggingkan senyum mesumnya.
Dirga pun menyadari kalau Mahavir memperhatikannya. Kini matanya berpaling dari Rachel ke Mahavir yang saling berhadapan dengannya. Dia mencoba mengingat-ingat seseorang yang mempunyai sorot mata yang sama persis dengan Mahavir.
"Oh iyya, suami Rachel ini orang mana?" Tanya Dirga pada akhirnya setelah tidak menemukan jawaban pada memorinya.
"Honey, kenapa bertanya begitu... Tidak sopan tahu!!" Ujar Aretha.
"Kan biar lebih akrab sayang..." Lanjut Dirga.
Mahavir hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan Dirga. Dia hanya fokus menyantap sajian yang ada didepannya. Menusuk makanan yang ada di piringnya dengan garpu dan memasukkan ke mulutnya satu persatu. Sukes menimbulkan kecanggungan di tengah-tengah mereka. Hingga semua mata melirik ke arah Mahavir.
"Ah, Mahavir ini berdarah campuran. Ibunya asli orang sini, tapi Ayah nya orang Inggris." Jawab Rachel menggantikan Mahavir.
"Oh, ya... Tapi kok aku kayak familiar dengan wajah nya..." Ucap Dirga penasaran
"Nah, Aku juga merasa begitu.... Aku merasa seperti pernah melihatnya dimana.. Gitu.." Ceplos Raya dengan polosnya.
Rey yang sedang mengunyah makanan langsung tersedak mendengar perkataan Dirga dan Raya.
Matanya langsung mengarah ke Mahavir yang masih bisa bersikap tenang. Bryan menyodorkan segelas air kepada Rey, dia tau kegelisahan Rey yang takut identitas Mahavir terbongkar.
"Oh, ya? Memangnya wajah suamiku sepasaran itu yah??" Tanya Rachel setengah terkekeh.
"Mungkin kalian melihat ku di majalah bisnis." Jawab Mahavir pada akhirnya.
Dirga menaikkan satu alisnya. "Mungkin...."
"Tapi aku tidak pernah liat majalah bisnis kok." Ucap Raya sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Rey dan Bryan langsung menatap Raya bersamaan, membuat Raya tersudut.
"Apa???" Tanya Raya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun kepada Rey dan Bryan.
* * *
Mohon dukungannya selalu 🥰 🙏 Please tinggalkan jejak berupa Like, Komen dan Vote nya....
Salam sayang selalu dari kakak Author... 🥰🤗😘
Happy Reading 🥰🤗