Rindu Dalam Hati

Rindu Dalam Hati
Bab 12. Pesona Mahavir.


"Selamat siang Pak!!"


Sapa Beberapa Staff dan karyawan Hotel Calister yang berbaris berjejeran di sisi kiri dan kanan menyambut Mahavir dan Rachel yang baru saja memasuki lobi utama hotel yang bernuansa modern klasik berwarna black gold dengan tiang-tiang kokoh dan ornamen-ornamen berkilau.


Terlihat beberapa Staff yang jabatannya mungkin lebih tinggi dari karyawan lainnya langsung menyalami Mahavir sambil sedikit membungkukkan badannya.


Setelah melewati lobi utama, Mahavir dan Rachel kemudian langsung masuk ke dalam lift khusus dan langsung naik ke lantai paling atas dari gedung bernuansa modern klasik itu. Dua orang pria yang berpakaian formal dengan sangat rapi tampak mengikuti dari belakang, pria yang pertama berusia sekitar 40 tahunan dengan tinggi sekitar 165cm menggunakan kacamata dengan beberapa berkas di tangannya sementara pria yang satunya terlihat lebih muda, mungkin berusia sekitaran 28 hingga 30 tahunan,dengan tinggi sekitar 170an, membawa sebuah tablet di tangan kanannya.


Begitu sampai di lantai teratas gedung hotel itu, dua orang wanita muda berpakaian seragam hotel berwarna marun gradasi hitam dengan rok selutut berwarna senada dengan blazer nya membukakan pintu ruangan.


"Selamat siang Pak, selamat datang kembali."


Sapa kedua wanita itu dengan sedikit membungkuk dan kedua tangan bersedekap di perut.


Mahavir cuma mengangguk tanpa membalas sapaan wanita itu. Dia langsung berjalan masuk ke dalam ruangan yang berdesain modern futuristik sambil memegang erat tangan Rachel, disusul dua pria tadi.


Rachel hanya terdiam dan mengikuti segala instruksi Mahavir, dia sendiri merasa takjub akan sosok suaminya itu. Kemarin-kemarin dia beberapa kali memperlakukan pria itu dengan kasar, sementara ditempat ini pria itu begitu dihormati oleh banyak orang.


Pikiran Rachel menjelajah kemana-mana,


"Mengapa pria sehebat dia mau mati-matian mendekatiku....?"


"Mengapa pria seluar biasa itu begitu mendambakan diriku...?"


"Apa benar dia memuja diriku hanya dari tampilan fisikku?"


"Mahavir.....Begitu banyak teka-teki yang ada padamu...."


Otak Rachel tidak mampu menelaah semuanya, bagaimanapun otaknya berpikir, tidak pernah mendapatkan jawaban pasti. Sosok pria asing misterius yang tiba-tiba masuk dalam kehidupannya.


"Sayang, Kamu duduk disini dulu ya..." Mahavir mempersilahkan Rachel duduk di salah satu sofa didalam ruangan itu. Rachel pun mengambil posisi duduk di sofa single berwarna abu-abu gelap yang posisi nya tidak jauh dari meja kerja.


Kemudian Mahavir sendiri langsung menempati sebuah kursi kerja yang berdesain modern dengan meja besar di depannya. Diatas meja tersebut berada plakat yang terbuat dari kaca bertuliskan Mr. Mahavir Alister M.M _ CEO Alister Corp.


Begitu telah memastikan Mahavir telah terduduk di kursinya, Pria yang lebih muda langsung membukakan sebuah laptop yang sedari tadi sudah tersedia diatas meja, setelah laptop dinyalakan, pria satunya yang berkacamata itu memberikan beberapa berkas.


"Ini laporan keuangan tahun lalu terhadap kinerja Hotel Calister dan beberapa resort yang ada di Bali dan Lombok pak." Ucap pria berkaca mata itu. Mahavir menerima berkas tersebut dan langsung membacanya.


"Itu adalah hasil dari perhitungan melalui perhitungan ratio profitabilitas yang terdiri dari Return On Asset Ratio (ROA) untuk tahun 2019 sebesar 14,43% , Return On Equity ratio (ROE) untuk tahun 2019 sebesar 13,87%, dan Return On investment ratio (ROI) untuk tahun yang sama sebesar 12,99%.sedangkan untuk perhitungan ratio likuiditas yaitu dengan menggunakan current ratio untuk tahun 2019 sebesar 1,90. Kinerja keuangan Hotel Calister dalam tahun 2019 tergolong sehat dengan predikat 'AA'." Pria berkacamata itu menjelaskan dengan seksama.


"Bagaimana dengan Indeks saham?" tanya Mahavir.


"Untuk bulan lalu mengalami sedikit penurunan, tapi bisa diatasi dengan cepat, bahkan untuk bulan ini naik dengan pesat." Ucap Pria berkaca mata itu sambil menyerahkan berkas lainnya. "Kami akan berusaha untuk meningkatkan laba dan berupaya meningkatkan kinerja kami Pak."


Mahavir mengangguk-angguk lalu menutup berkas tersebut, kemudian Pria yang lebih muda maju dan memperlihatkan sesuatu dari tablet yang dibawa nya.


"Hotel Shadows baru saja melepas 2 milliar sahamnya dengan harga penawaran sebesar Rp101/saham, harga pelaksanaan penawaran yakni Rp.200 dengan Masa penawaran 3 bulan kedepan Pak."


"Saat ini para investor lebih cermat dalam memilih perusahaan yang akan listing di bursa. Bila mereka menemukan kejanggalan dari awal saat proses pooling maka sebaiknya calon emiten ini dihindari dan memilih investasi yang lebih aman. Sebaiknya kita mempelajari dulu dengan cermat dan memahami kinerja serta risiko investasi ini, jika ada kejanggalan sebaiknya kita hindari saja." Ujar Mahavir memberi penjelasan.


"Baik Pak." Ucap pria yang lebih muda itu. "Oh, iya Pak, ini..." Lanjut nya lagi sambil menyerahkan sebuah kunci. Mahavir bangkit dari duduk nya dan menerima kunci tersebut lalu memasukkannya kedalam saku celana nya.


"Oh iyya perkenalkan ini istri ku." Mahavir berjalan menghampiri Rachel yang sedari tadi membuka-buka majalah Hotel. Menyadari suaminya menghampirinya Rachel menaruh kembali majalah ke atas meja kemudian bangkit dari duduknya.


"Dia Pak Sugandi, Head Accounting hotel ini" Mahavir memperkenalkan pria berkacamata itu.


"Salam kenal Bu" Pak Sugandi memberi salam sedikit menundukkan kepala.


Rachel ikut menganggukkan kepala, "iya salam kenal."


"Baik Pak.. Bu, kalau sudah tidak ada lagi saya undur diri dulu." Pak Sugandi undur pamit menyisakan mereka bertiga.


"Yang ini Reynold, General Manager hotel ini, merangkap sebagai asisten ku." Lanjut Mahavir kembali memperkenalkan pria yang lebih muda itu.


"Salam kenal Bu Rachel." Sapanya juga dengan menundukkan kepala.


"Oh iya Rachel katanya Reynold ini satu sekolah denganmu waktu SMA dulu. Kamu tidak mengingat nya?" Mahavir memperkenalkan satu-satunya temannya dulu sewaktu sekolah di Langdon Internasional School.


Rachel cuma mengernyitkan alisnya mencoba mengingat tapi tak mendapatkan ingatan apapun.


"Pantas kalau Ibu Rachel tidak ingat saya, saya bukan murid populer hingga bisa diingat oleh ibu. Dulu saya sering bergaul dengan Dirman."


Mendengar nama 'Dirman' ekpresi Rachel sedikit berubah. Menyadari itu Mahavir langsung mengubah topik pembicaraan.


"Oh, iya bagaimana persiapan proses Resepsi pernikahan kami?" tanya Mahavir.


"Sudah 80% Pak, sisa Catering nya nanti di hari H." jawab Reynold. "Oh iya pak sesuai permintaan bapak, photograper yang akan mengambil foto praweding bapak sudah menunggu di Lobi bawah."


"Ok, Suruh tunggu dulu! Aku mau makan siang bersama istri ku dulu. Tolong pesankan menu terenak sama cheff hotel ini." Perintah Mahavir.


"Baik Pak, kalau begitu saya undur diri dulu." Ucap Reynold pamit.


"Iya, Terima kasih ya Rey..." Ucap Mahavir. Reynold mengangguk dan terlihat mengedipkan satu matanya ke Mahavir, seakan memberikan suatu kode yang hanya dia dan Mahavir yang tahu. Setelah itu dia beranjak keluar dan menutup pintu.


"Sambil menunggu makan siang kita datang aku selesaikan pekerjaanku dulu ya...." Mahavir meminta izin, Rachel hanya mengangguk-angguk. Setelah itu Mahavir kembali ke mejanya dan membuka-buka berkas-berkas lainnya yang ada di atas meja.


Mahavir terlihat begitu serius mengamati tabel-tabel angka di laptopnya dan mencocokkan angka tersebut dengan berkas yang ada di tangannya. Wajahnya yang serius itu begitu terlihat menawan, hingga mencuri perhatian Rachel.


Mata Rachel tak bisa lepas dari pria itu, seakan tersihir oleh pesonanya. Dia pandangi dalam-dalam pria itu, ada rasa takjub luar biasa yang menderanya....


"Apa benar pria sempurna disana itu suamiku...??"


"Apa benar pria tampan itu adalah milikku...??"


"Apa aku tidak bermimpi...??"


"Mahavir......."


" Siapakah sebenarnya engkau...???"


"Mengapa hanya dalam lima hari kamu telah berhasil mengacaukan pikiran dan hatiku....!!"


Batin Rachel berkecamuk kembali...


"Kamu tampan!!" Tanpa sadar Rachel memuji Mahavir, hingga membuat pria itu salah tingkah dan meninggalkan pekerjaannya.


Mahavir bangkit dari duduknya lalu menghampiri istrinya itu.


"Katakan sekali lagi... " Pinta Mahavir ketika telah berada di hadapan Rachel. Pria itu lalu duduk di tepi meja yang berada di depan wanita itu, dan mengunci pergerakannya.


Rachel yang tidak menyadari nya jadi gelagapan sendiri.


"Katakan apa?" Ucap Rachel berpaling menyembunyikan wajahnya.


Mahavir menyentuh dagu istrinya dan memposisikan wajah cantik yang tengah tersipu malu itu berhadapan dengan wajah nya. Mereka saling bertatapan, ada getaran aneh yang muncul dihati Rachel. Getaran yang baru pertama kali dia rasakan.


"Katakan sekali lagi.... " Pinta Mahavir setengah berbisik. Matanya tajam menelisik setiap inci dari wajah wanita yang ada di hadapannya.


"Kamuu........." Rachel terhenti berucap saking malunya, pipinya merona merah. Mahavir tak tahan melihat nya dan...


"CUP"


Lagi-lagi Mahavir mendarat kan sentuhan bibirnya ke bibir manis Rachel secara tiba-tiba tanpa ada persiapan dari wanita itu. Wanita itu kembali tertunduk malu.


Mahavir meraih kedua tangan Rachel dan menyatukannya dalam genggaman nya.


"Aku mencintaimu, Sangat.... Sangat mencintaimu...." Mahavir kemudian mengecup kedua tangan mulus istrinya itu.


Rachel belum mampu berucap, dan membalas pernyataan dari suaminya itu. Hati nya masih bimbang, dia belum tahu pasti dengan keinginan hati nya. Masih banyak teka-teki tentang suaminya itu yang harus dia pecahkan. Yang dia tahu, dia mulai menyukai sosok pria dihadapannya itu. Tapi apakah itu cinta?? tidak, tentu saja tidak! ini hanyalah rasa nyaman yang tumbuh menjadi suka karena terbiasa bersama selama beberapa hari.


Guman batin Rachel bermonolog.


Melihat masih ada keraguan dari manik mata Rachel, mahavir menggerakkan tangannya membelai rambut wanita itu.


"Pelan-pelan saja...Aku akan bersabar menunggu." Kembali Mahavir mengecup kedua punggung tangan istrinya itu.


Lama mereka saling menatap, hingga dikagetkan oleh ketukan pintu dari luar ruang kerja itu.


"Tok... Tok... Tok.. "


"Yah masuk!!!" Mahavir mempersilahkan tanpa mengubah posisinya.


Seorang pria yang merupakan room service hotel berjalan masuk sambil mendorong troli gueridon, disusul seorang staff wanita mengikuti dibelakang. Dari nametag Staff itu terlihat bahwa dia merupakan salah satu supervisor di hotel ini. Wanita itu kemudian menata 2 piring yang berisi Tenderloin steak (fillet mignon) dengan tingkat medium well, sepiring Green Salad serta 2 gelas air putih dan 2 gelas Orange Juice kesukaan Rachel serta dessert berupa Tiramisu cake ke atas meja di sebelah Mahavir.


"Ada lagi yang bapak butuhkan?" Tanya staff wanita itu


"Sudah cukup, Terima kasih." Jawab Mahavir.


"Baik Pak, Selamat menikmati." Ucap staff wanita itu kemudian keluar dari ruangan.


Mahavir beranjak dari duduknya diatas meja kemudian menarik sofa single yang lainnya dan mendekatkannya ke dekat sofa Rachel. Diangkatnya salah satu piring yang berisi tenderloin Steak tersebut dan dipotong-potongnya menjadi lebih kecil agar lebih mudah di santap, kemudian piring tersebut diletakkannya di hadapan Rachel.


"Makanlah, ini buatan cheff handal."


Sejenak Rachel hanya memandanginya. Kedua matanya tak henti-hentinya melirik Mahavir yang kini sudah menyantap makan siang nya dengan lahap tanpa banyak bicara. Akhirnya ia pun ikut menyantap makan siangnya dalam keheningan.


Setelah itu mereka beranjak ke ruangan sebelah dari ruang kantor itu. Ruangan sebelah itu berdesain sama dengan ruang kerja Mahavir, yang ternyata merupakan kamar President Suit.


"Ayo masuklah, ini kamar khusus buatku, kalau aku datang sesekali ke Indonesia aku tinggal disini." Ujar Mahavir membukakan pintu buat Rachel.


Rachel melangkah masuk sambil memperhatikan tiap detil dari ruangan itu. Kemudian menuju jendela kamar yang memperlihatkan view yang begitu mengagumkan.


"Mau tema apa fotonya?" tanya Mahavir


Rachel yang terlihat serius melihat keluar jendela mengabaikan pertanyaan Mahavir.


"Rachel...." panggil Mahavir dengan lembut tapi Rachel masih tidak bergeming.


"Rachel...."


"Hah?" Rachel tidak menyimak, jelas terlihat ada sesuatu yang berkecamuk dalam pikiran nya.


Kedua matanya belum lepas dari menatap pemandangan kota yang tersaji.


Mahavir menghampiri dan mendekap Rachel dari belakang, memeluk tubuh Rachel dengan erat hingga membuat istrinya itu terkejut.


"Foto praweding nya mau tema apa sayang?" Mahavir berbisik ditelinga Rachel yang sukses membuat istrinya itu bergidik geli.


"Hah.... Emm... Pakai yang seadanya saja." Pelan-pelan Rachel melepaskan tangan Mahavir, berusaha melepaskan diri dari pelukan hangat suaminya.


"Reynold sudah mempersiapkan semuanya, dari wedding dress, gaun pesta, penata rias hingga hair stylish. Kamu tinggal pilih mau pakai yang mana." Ucap Mahavir lalu melepaskan dekapannya dari tubuh istrinya. Dia sadar kalau istrinya itu masih belum nyaman dengan dekapan dan sentuhannya.


"Aku mengikut saja." Ucap Mahavir lagi, kemudian beranjak ke walking closet dan mengambil sebuah jas berwarna hitam lalu memakainya. "Gimana Miss Rachel?? Bagus??"


Rachel tersenyum lembut,


"Perfect"


Mahavir tersenyum puas dengan penilaian istrinya, setelah itu mahavir membawa Rachel ke salah satu kamar hotel, disana telah menunggu seorang penata rias dan hair stylish yang akan mendandani istrinya.


Begitu terkejutnya Rachel begitu memasuki kamar hotel itu, yang penuh dengan bermacam-macam jenis wedding dress dengan segala warna.


Rachel dirias dengan begitu cantiknya. Wanita itu memilih wedding dress yang tidak terlalu mewah tapi terkesan elegan.


Mahavir menunggu di depan pintu kamar itu, ketika Rachel melangkah keluar jantungnya kembali terguncang, takjub akan kecantikan dan keanggunan wanitanya.


Dengan Bangganya ia menggandeng tangan Rachel menuju area Balkon hotel Calister. Di sana telah menunggu tim fotografer yang akan mengambil beberapa potret mereka.


Karena waktu resepsi yang sudah dekat dan terbatas mereka akhirnya melakukan photoshoot yang seadanya. Bermacam-macam pose telah di ambil oleh sang fotografer, dan semuanya begitu sangat memuaskan, dengan beberapa angel dari Hotel Calister foto-foto praweding mereka terlihat sangat menakjubkan.


* * *


~Terima Kasih sudah membaca 🙏 jangan lupa like, vote dan komen yaa 🤗🤗 Supaya Author juga semangat nulisnya... 🥰🥰


* * *