Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Minum susu di Lembang


Hari berlalu dengan cepat. Hubungan Sandra dan Daven juga semakin bertambah baik. Daven sudah mulai bisa mengutarakan apa yang dia inginkan atau tidak inginkan kepada Sandra. Ya, mereka mulai terbuka satu sama lain.


Tidak hanya hubungannya dengan Sandra yang semakin baik. Hubungan Daven dengan Rendra, Kendra, dan Ayah Radit juga sudah kembali seperti semula. Dan Daven bersyukur akan hal itu. Daven terus bersyukur karena Tuhan tidak sampai membuat Sandra meninggalkan dirinya. Karena kalau itu sampai terjadi, entah apa yang akan Daven lakukan. Mungkin dia benar-benar akan kehilangan semangat untuk melanjutkan hidupnya.


"Bang Cio..." Terdengar suara Sandra yang memanggil dirinya.


Daven seketika langsung menoleh ke sumber suara. Kemudian Daven tersenyum.


"Iya, kenapa?" Tanya Daven kepada Sandra.


"Harusnya aku yang tanya Abang kenapa? Habis dari tadi Bang Cio bengong terus." Jawab Sandra.


Masih dengan senyumnya.


"Enggak papa. Aku nggak papa kok. Bengong cuma karena kepikiran beberapa pekerjaan aja." Ujar Daven.


"Ooo..." Jawab Sandra seraya menganggukkan kepalanya. "Ya udah, selesaikan dulu aja. Daripada Bang Cio terus kepikiran." Tambahnya lagi.


Tapi Daven justru menggelengkan kepalanya.


"Enggak papa, masalah kerjaan biar diurus besok aja. Sekarang waktunya buat kamu sama Aileen." Jawab Daven.


Lihat, Daven sangat berbeda dengan Daven yang dulu bukan? Daven yang dulu sangat mementingkan pekerjaan. Bahkan Daven bisa seharian tidak keluar dari ruang kerjanya tanpa makan. Hanya beberapa cangkir kopi saja sudah membuat Daven kuat untuk lembur semalaman mengerjakan pekerjaannya.


Mendengar itu, Sandra tersenyum.


"Ya udah, kalau gitu kita turun dulu. Ayah, Bunda sama Aileen udah nunggu kita buat makan malam." Ujar Sandra.


Daven menganggukkan kepalanya. Dia menggenggam tangan Sandra saat turun ke ruang makan.


Disana memang sudah ada Bunda Sya, Ayah Radit dan juga Aileen. Terlihat Aileen saat ini sedang bercanda dengan Ayah Radit. Sebelumnya hubungan antara Aileen dengan Bunda Sya dan Ayah Radit memang dekat. Hanya saja kali ini sudah semakin dekat. Mungkin karena sekarang ini mereka tinggal bersama. Ditambah sekarang Ayah Radit sudah tidak aktif di kantor, jadi sehari-hari waktunya memang dihabiskan untuk bermain bersama dengan Aileen.


Begitu Sandra dan Daven bergabung, makan malam langsung dimulai. Seperti biasa, tidak ada pembicaraan diantara mereka selama masih makan. Hanya ada suara celotehan-celotehan Aileen yang sesekali direspon oleh mereka.


Baru setelah makan malam sudah selesai, Bunda Sya membuka pembicaraan. Bunda Sya memberitahu Sandra dan juga yang lainnya mengenai rencana Viola yang ingin melakukan pingitan sebelum menikah. Bunda Sya juga memberitahu mengenai permintaan Viola untuk membuat Rendra sibuk hingga tidak sempat menghubungi Viola apalagi sampai datang ke rumah. Dan semua setuju untuk membantu Viola.



Hari ini Rendra memutuskan untuk pulang ke rumah setelah sebelumnya beber hari menginap di apartemen. Karena menurut Bunda Sya, ada baiknya kalau Rendra lebih baik tinggal di rumah menjelang hari pernikahannya. Dan jika Bunda Sya sudah mengatakan hal itu, maka tidak ada yang bisa Rendra lakukan selain menuruti perintah Bunda Sya. Karena Rendra sangat yakin kalau apa yang Bunda Sya katakan pasti akan ada manfaatnya.



Dan ya, Rendra belum tau kalau ternyata dirinya dan Viola sedang dipingit. Apalagi beberapa hari ini Rendra masih disibukan dengan pekerjaan kantornya. Hingga membuat Rendra tidak memiliki waktu untuk pergi ke rumah Viola.



Apalagi setiap Rendra ingin video call atau telfon, selalu saja ada alasan yang Viola katakan hingga membuat Rendra akhirnya harus puas hanya dengan berkirim pesan.



Rencananya besok Rendra akan ke rumah Viola, karena besok dia sudah mulai cuti dari kantor.



"Mau ke rumah Viola, Mas?" Tanya Bunda Sya saat mereka akan memulai sarapan.


Rendra menganggukkan kepalanya.


"Iya, Bun. Mumpung udah mulai libur. Dari kemarin belum sempet ketemu sama Viola soalnya." Jawab Rendra.


Jawaban Rendra membuat Sandra, Daven, Ayah Radit dan Bunda Sya saling melirik satu sama lain. Sementara Aileen tampak tidak peduli dengan sekitar. Karena saat ini gadis cilik itu sedang menikmati sereal-nya sembari menonton Coco melon yang menjadi favoritnya. Lumayan kan pagi-pagi begini dapat kesempatan nonton Coco melon. Tentu saja Aileen tidak akan menyia-nyiakan hal ini.


Sampai akhirnya.


"Mas... Aku pengen minum susu." Ujar Sandra kepada Rendra.


Rendra yang mendengar ucapan Sandra mengerutkan dahinya.


"Pengen susu? Ya tinggal bikin aja, Dek. Apa susunya habis? Mas beliin di supermarket depan kalau gitu." Jawab Rendra.


Susu habis? Ooo tentu saja Daven tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Karena selama Sandra hamil, susu menjadi salah satu hal yang terpenting. Dan Daven tentu tidak akan pernah lupa akan hal itu. Sekarang Daven menatap kearah Sandra. Daven tau kalau apa yang akan Sandra lakukan ini pasti merupakan salah satu upaya istrinya itu untuk mencegah Rendra agar tidak sampai pergi ke rumah Viola. Daven yakin kalau ini bukan bagian dari ngidam Sandra.


"Bukan susu yang biasa. Aku pengennya susu sapi asli." Jawab Sandra.


Rendra masih bersikap tenang.


"Susu sapi asli kan? Ya udah tinggal pesen aja. Banyak kok yang jual susu sapi asli." Ujar Rendra.


Sandra menggelengkan kepalanya.


"Maunya minum susu sapi asli, terus minumnya di Lembang. Dan aku mau Mas Rendra temenin aku minum susu di Lembang." Jawab Sandra seraya memasang wajah tanpa dosanya.


Mendengar jawaban Sandra, Rendra melebarkan matanya karena dia tidak menyangka dengan jawaban Sandra. Sementara yang lain hanya tersenyum tipis. Sebenarnya mereka juga tidak menyangka kalau Sandra akan memiliki ide seperti itu. Sungguh di luar perkiraan.


"Dek, yang bener aja. Masa cuma mau minum susu sapi asli harus sampai ke Lembang segala?" Ujar Rendra kepada Sandra.


"Ya gimana, aku pengen banget minum susu sapi di Lembang langsung. Mas Rendra nggak mau? Nanti kalau twins ileran gimana? Ma Rendra emangnya tega?" Ujar Sandra.


Kali ini Sandra menggunakan twins sebagai alasannya.


"Dave..." Ujar Rendra seraya menatap Daven.


"Ke Lembang sama aku aja ya." Ujar Daven kepada Sandra.


Sandra menggelengkan kepalanya.


"Kalau Bang Cio mau ikut boleh, tapi Mas Rendra juga harus ikut. Aku pengen minum susunya sama Mas Rendra." Jawab Sandra.


Rendra menghela nafas, usaha Daven gagal. Jadi mau tidak mau Rendra harus menuruti keinginan bumil yang satu ini. Seperti kata Sandra, Rendra tidak tega kalau calon keponakannya ini nantinya ileran hanya karena Rendra tidak menuruti keinginannya untuk minum susu di Lembang.


"Ya udah, kita berangkat ke Lembang." Jawab Rendra.


Meski dalam hati sejujurnya Rendra masih menggerutu.


"Minum susu aja harus sampai Lembang, dek. Kalau aja kamu bukan adek kesayangan Mas, ogah Mas nurutin ngidam kamu yang nggak masuk akal ini." Ujar Rendra dalam hati.