Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Daven & Sandra SAH


Setelah 3 bulan lamanya Sandra dan Daven mempersiapkan pernikahan mereka, besok akan tiba harinya dimana Sandra dan Daven akan segera sah menjadi sepasang suami istri. Benar, besok adalah hari pernikahan Sandra dengan Daven. Ijab kabul akan Daven ucapkan dihadapan Ayah Radit, keluarga, penghulu, dan para saksi lainnya.


Dan saat ini sudah sejak sore Sandra dan yang lainnya berada di hotel tempat pernikahan akan dilangsungkan.


“Cieee yang besok bakal jadi istri Bang Daven.” Ujar Aleera dengan semangat menggoda Sandra.


Saat ini Sandra memang meminta Aleera agar menemaninya dirinya malam ini. Meskipun awalnya Sandra harus berdebat dulu dengan Kendra karena laki-laki itu tidak mengizinkannya. Bukan apa-apa, Kendra beralasan kalau pasti dia tidak akan bisa tidur kalau tidak ada Aleera disampingnya. Tapi, setelah Aleera sendiri yang turun tangan untuk membujuk, akhirnya dengan terpaksa Kendra mengizinkannya. Sementara itu, Aidan Ariel tidur di kamar Ayah Radit dan Bunda Sya. Jadilah malam ini Kendra seperti seorang bujangan karena kembali tidur sendirian.


Sandra hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Aleera.


“Jangan tegang-tegang gitu San, rileks aja. Inshaallah besok semua pasti lancar.” Ujar Aleera lagi.


Aleera pikir pasti saat ini Sandra sedang gugup karena besok akan menikah. Tapi pada kenyataanya, apa yang Aleera pikirkan itu salah. Sandra bukan gugup karena besok adalah hari pernikahannya. Justru, disaat besok dirinya akan menikah, Sandra malah mulai merasa ragu. Entah ragu mengenai apa, Sandra sendiri tidak tau. Tapi yang jelas, semoga saja keputusan yang telah Sandra ambil ini adalah keputusan yang terbaik.


“Aamiin, semoga semuanya lancar ya Ly.” Jawab Sandra dengan senyum tipisnya.


“Ya udah mendingan sekarang kita istirahat. Apalagi kamu, jangan sampai besok pagi mata kamu jadi kaya panda karena malam ini begadang.” Ujar Aleera.


Sandra menganggukkan kepalanya lagi. Tidak mengatakan apa-apa, namun tetap menuruti ucapan Aleera. Entahlah, Sandra sedang tidak ingin banyak berbicara saja. Karena nyatanya sudah banyak hal yang sedang Sandra pikirkan saat ini.



“Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Abercio Davendra Persada bin Ramdani Aditya Persada dengan putri kandung saya Alvira Aleesandra Putri Santoso binti Raditya Diko Santoso dengan mas kawin seperangkat alat sholat, logam mulai seberat 100 gram dan uang senilai Rp 17.010.022 dibayar tunai.” Ucap Ayah Radit.



Dengan hati yang besar, Ayah Radit menikahkan putri bungsu sekaligus putri tunggalnya. Merelakan Sandra untuk dimiliki oleh laki-laki lain sejujurnya merupakan keputusan yang cukup berat yang sudah Ayah Radit buat. Mau bagaimana pun, Sandra sudah besar dan akan ada masanya dia menikah dengan seorang laki-laki. Dan itu adalah sekarang, saat dimana Ayah Radit menggenggam tangan Daven yang tengah menguapkan ijab kabul.



Lagi pula menikahkan Sandra dengan laki-laki yang putrinya cintai adalah sebuah momen yang sudah Ayah Radit tunggu sejak kelahiran Sandra ke dunia.



“Saya terima nikah dan kawinnya Alvira Aleesandra Putri Santoso binti Raditya Diko Santoso dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.” Dengan satu tarikan nafasnya, Daven berhasil mengucapkan ijab kabulnya dengan suara yang lantang.



“Bagaimana saksi? Sah?” Tanya penghulu.



“Sahhh..." Serentak para saksi mengatakan sah.



Dan detik ini juga, Sandra dan Daven sudah sah menjadi sepasang suami istri.



Ayah Radit seketika meneteskan air matanya. Kini tanggung jawabnya atas Sandra sudah berpindah kepada Daven. Ayah Radit merasa bangga sekaligus terharu karena dia berhasil membesarkan dan menikahkan Sandra. Momen yang sebenarnya Ayah Radit tunggu-tunggu selama ini. Momen bahagia sekaligus sedih karena dengan menikahkan Sandra, itu berarti secara tidak langsung tugasnya sebagai seorang Ayah untuk mendidik putrinya sudah selesai.




...Photo by Google...


Dari monitor yang terpasang di kamarnya, Sandra juga meneteskan air mata begitu ijab kabul sudah Daven ucapkan. Sandra bukan terharu karena saat ini dia sudah sah menjadi istri Daven, melainkan karena kamera menyorot kepada Ayah Radit yang ternyata meneteskan air matanya. Selama ini tidak pernah sekalipun Sandra melihat Ayah Radit meneteskan air mata. Dan itu membuat Sandra merasa sangat terharu. Sandra bisa merasakan betapa besar cinta dan kasih sayang yang Ayah Radit miliki untuk dirinya.


“Selamat, Mbak ikut bahagia dengan pernikahan kamu sama Bang Daven” Ujar Della.


Sandra tersenyum meski air matanya masih menetes.


Setelah riasannya sedikit diperbaiki, Sandra turun ke ballroom tempat dimana ijab kabul dilakukan. Ditemani oleh Aleera dan juga Della disisi kanan dan kirinya, Sandra menuruni tangga. Sepanjang jalan, Sandra tau kalau orang-orang tengah menatapnya saat ini. Tapi Sandra tidak memiliki cukup keberanian untuk mengangkat wajahnya.


Baru setelah menuruni tangga, Aleera membisikkan kata agar Sandra mengangkat kepalanya. Yang mau tidak mau Sandra lakukan. Begitu kepalanya terangkat, tatapan Sandra langsung tertuju kepada Daven yang ternyata sedang menatapnya juga. Dimata Sandra, hari ini Daven terlihat berkali-kali lipat lebih tampan dibandingkan biasanya.


Begitu duduk disamping Daven, Sandra langsung diminta untuk mencium tangan laki-laki yang saat ini sudah sah menjadi suaminya itu. Awalnya Sandra merasa bahagia, tapi saat melihat tatapan wajah Daven yang sedikit kosong, entah kenapa ada rasa nyeri yang Sandra rasakan dihatinya. Apa Daven sama sekali tidak bahagia dengan pernikahan ini?


Namun dengan cepat Sandra mencoba untuk mengabaikannya. Sandra tidak ingin suasana hatinya menjadi buruk karena hal ini. Apalagi pernikahan ini terjadi karena keinginannya dirinya sendiri. Sandra harus menerima apapun konsekuensinya nanti. Tapi, apakah Daven tidak bisa berpura-pura terlihat seolah dirinya juga bahagia?


Kini tatapan Sandra beralih kepada Ayah Radit yang duduk tepat dihadapan Daven. Dapat Sandra lihat bekas sisa-sisa air mata pelupuk Ayah Radit. Air mata yang Ayah Radit hapus sesaat sebelum Sandra turun.


Sandra memberikan senyum terbaiknya kepada Ayah Radit. Untuk meyakinkan laki-laki yang menjadi cinta pertamanya itu bahwa Sandra benar-benar bahagia dengan pernikahan ini. Didalam hati Sandra merasa bersalah karena dia telah berbohong kepada Ayah Radit. Sandra tidak tau akan seterluka apa Ayah Radit nanti jika dia mengetahui yang sebenarnya. Dan Sandra berharap, semoga Ayah Radit tidak akan pernah mengetahuinya. Karena Sandra tidak ingin Ayah Radit sampai terluka, apalagi karena dirinya.




Kini Sandra dan Daven sudah ada di kamar hotel mereka untuk beristirahat karena acara resepsi baru akan diadakan nanti malam sekitar jam 7an. Tapi tenang, Sandra dan Daven tidak hanya berdua saja. Karena ada Aileen diantara mereka.



Tadi, Aileen terus merengek ingin bersama dengan Sandra. Tentu saja Sandra sama sekali tidak keberatan. Sandra justru senang karena dengan Aileen bersama dengannya, dia tidak harus berdua saja bersama dengan Daven. Karena pasti Sandra akan bingung jika hanya berdua saja dengan Daven. Bahkan saat Mama Laras membujuk Aileen agar ikut bersamanya, Sandra melarangnya. Sandra mengatakan kepada Mama Laras kalau dia pun ingin bersama dengan Aileen.



Dan sekarang Sandra sedang bercanda ria bersama dengan Aileen. Bocah cantik dan lucu berusia 2 tahun ini terlihat semakin menggemaskan.



“Aileen kok cantik banget sih sayang, Bunda kan jadi iri sama kecantikan Aileen ini.” Ujar Sandra sembari menciumi wajah Aileen. Membuat Aileen tertawa karena geli.



“Enda.. apun enda...” Aileen tertawa sembari mencoba menjauhkan wajah Sandra darinya.



Tanpa Sandra tau, Daven yang saat ini sedang duduk di sofa tersenyum kearahnya. Hanya sebentar, karena setelahnya wajah Daven kembali datar seperti semula. Sepertinya tadi Daven kelepasan tersenyum saat melihat interaksi antara Sandra dan Aileen.


.


.


.


*Akhirnya sah juga ya kan🥳🥳🥳*



*Jangan lupa kritik dan sarannya 😍*



***Terima Kasih*** *🥰😘*