Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Welcome Home


Setelah 5 hari lamanya Sandra berada di rumah sakit, akhirnya hari ini Sandra bersama dengan Saga dan Dewa diperbolehkan untuk pulang. Untuk sementara ini Sandra dan Daven masih akan tinggal di rumah keluarga Santoso terlebih dahulu. Baru setelah 40 hari, kemungkinan mereka akan kembali ke rumah.


Kenapa tidak langsung kembali ke rumah? Alasannya karena satu, Bunda Sya dan Ayah Radit meminta kepada mereka untuk tidak buru-buru langsung pindah, hal ini karena menurut Bunda Sya, Sandra pasti masih membutuhkan bantuan dari orang-orang disekitarnya untuk membantu mengurus Saga dan Dewa. Sampai Sandra sudah mulai terbiasa, barulah Sandra dan Daven boleh pindah.


Alasan ke dua, karena Mama Laras juga sepakat dengan usulan Bunda Sya. Mama Laras juga belum tega kalau Sandra langsung kembali ke rumah tanpa pendampingan dari Bunda Sya ataupun Mama Laras sendiri.


Dan alasan ke tiga, karena renovasi di rumah Daven dan Sandra belum selesai. Ya, rumah mereka saat ini sedang dalam tahap renovasi. Terlebih bagian atas bagian kamar Daven dan Sandra. Rencananya kamar kosong yang berada disamping kiri akan disatukan dengan kamar mereka. Kamar itu nantinya akan menjadi kamar Saga dan Dewa. Jadi agar memudahkan Sandra dan Daven saat mengecek ke dua putra mereka, akan lebih baik kalau kamar disatukan.


Untuk kamar Aileen yang berada disamping kanan kamar Daven dan Sandra dibiarkan tetap seperti itu. Lagi pula sekarang Aileen sudah cukup besar, dan Aileen juga sudah terbiasa tidur sendiri. Jadi tidak masalah kalaupun kamar itu tidak memiliki connecting door dengan kamar utama. Lagi pula di kamar Aileen sudah terdapat cc tv yang bisa digunakan untuk memantau gadis cilik itu.


Saat ini Saga berada di gendongan Bunda Sya, sementara Dewa berada di gendongan Mama Laras. Hari ini yang menjemput kepulangan Sandra hanya Mama Laras dan Bunda Sya saja. Secara saat ini Ayah Radit masih harus menggantikan Rendra di kantor karena dia belum bisa berangkat ke kantor pasca sakit kemarin. Sementara Papa Dani, dia menggantikan Daven di kantor selama Daven belum bisa ke kantor.



Demi kenyamanan bersama, Bunda Sya dan Mama Laras menggunakan satu mobil yang terpisah dengan Sandra dan Daven. Sandra sendiri sih tidak masalah, dengan begini dia bisa memiliki waktu quality time bersama dengan Daven. Secara sudah 5 hari 6 malam mereka sama sekali tidak memiliki quality time bersama. Padahal biasanya setelah Aileen tidur, Sandra dan Daven selalu memiliki waktu qualiy time bersama. Tapi bukannya Sandra menyesal dengan kehadiran Saga dan Dewa loh, tentu saja tidak seperti itu. Kehadiran Saga dan Dewa adalah sebuah anugrah yang sangat membahagiakan untuk Sandra dan tidak tertandingi dengan apapun.



“Seatbelt sayang.” Ujar Daven mengingatkan Sandra.



Belum juga Sandra ngeh, Daven mendekat dan langsung memakaikan Sandra seatbelt. Sandra yang agak sedikit terkejut dengan apa yang Daven lakukan mendadak terpaku dengan pipi memerah.



"Kok pipinya merah begitu?" Tanya Daven seraya tersenyum.



Ternyata Daven menyadari perubahan rona pada pipi Sandra. Hal ini membuat Daven merasa sangat gemas. Meskipun mereka sudah hampir 3 tahun menikah, nyatanya Sandra masih saja salah tingkah setiap Daven melakukan suatu hal yang bisa dikatakan cukup manis.



Sandra tersenyum malu-malu.


"Enggak papa, makasih ya." Jawab Sandra.



Cup...



Tanpa Sandra duga, Daven malah memberikan kecupan pada bibirnya. Secara otomatis wajahnya semakin memerah karena apa yang Daven lakukan itu.




Setelah 30 menit perjalanan, akhirnya Sandra dan Daven sampai di rumah keluarga Santoso. Sementara itu, Saga dan Dewa yang bersama Bunda Sya dan Mama Laras sudah sampai rumah terlebih dahulu.


Dari luar suasana rumah tampak normal seperti biasa, pintunya juga tertutup. Tapi saat Sandra membuka pintu...


...WELCOME HOME...


...Bunda Sandra...


...With...


...Sagara & Sadewa...


Sandra benar-benar tidak menyangka kalau keluarganya akan membuat pesta penyambutan dirinya dan twin. Nyatanya di rumah tidak hanya ada Bunda Sya dan Mama Laras saja. Semua orang ada disini. Ayah Radit dan Daddy Dani yang katanya sedang di kantor pun ada disini. Kendra, Aleera, Rendra, Viola, Davian, Della, bahkan Aileen, Aidan, Ariel, dan Arzan, mereka juga ada disini. Padahal seingat Sandra seharusnya hari ini para anak-anak masih ada di sekolah.


"Welcome home, Bunda." Ujar Aileen dengan semangat.


Tampak sekali ekspresi penuh kebahagiaan terpancar diwajah Aileen saat Sandra masuk ke dalam rumah.


Sandra yang mendapatkan penyambutan sedemikian rupa tentu saja merasa sangat bahagia.


"Makasih sayang." Ujar Sandra seraya memberikan sebuah kecupan didahi Aileen.


Perayaan ini sebenarnya sekaligus syukuran kecil-kecilan karena Sandra dan baby twins sudah kembali ke rumah dengan selamat dan juga sehat.


Tapi berhubung kondisi Sandra belum boleh terlalu capek dan terlalu banyak gerak, akhirnya Sandra hanya dengan bawah sebentar. Setelah menghabiskan makanannya, Sandra naik ke kamarnya.


Loh bukannya Sandra baru saja menjalani operasi caesar? Memangnya boleh naik turun tangga? Ya sebenarnya boleh-boleh saja. Lagi pula Sandra kan naik turun tangganya pelan-pelan, jadi tidak masalah. Selagi Sandra merasa sanggup dan tidak merasakan sesuatu yang mengganggu pada jahitannya, itu sama sekali tidak masalah.


Seperti biasa, Daven akan selalu berada disamping Sandra. Meskipun di bawah ada banyak orang, Daven memilih untuk naik dan menemani Sandra.


Twins? Kedua bayi kembar itu saat ini sudah berada di kamar karena saat sampai tadi mereka langsung tidur.


.


.


.



Sagara dan Sadewa