
Setelah puas menangis di pelukan Ayah Radit kini Sandra masuk ke kamarnya diantarkan oleh Ayah Radit. Bunda Sya juga menyusul masuk ke kamar Sandra. Terlihat masih ada sisa air mata yang terlihat di sudut mata dan juga pipi Bunda Sya. Bunda Sya tersenyum lembut kepada Sandra. Tapi Bunda Sya sama sekali tidak mengatakan apa-apa.
"Istirahat ya... Sekarang adek harus banyak istirahat. Jangan kecapean dan terlalu banyak pikiran. Ingat loh, sekarang udah ada baby di dalam perut. Adek harus jaga kesehatan." Ujar Ayah Radit kepada Sandra.
Sandra tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.
"Iya Ayah." Jawab Sandra.
Tapi Ayah Radit dan Bunda Sya tidak langsung keluar begitu saja setelah Sandra mengatakan iya.
"Adek ada pengen makan sesuatu nggak? Dulu Bunda waktu hamil sering tiba-tiba ngidam soalnya. Sekarang adek pengen apa? Biar nanti Ayah cariin. Kalau nggak ada nanti Ayah sama Bunda buatin." Ujar Ayah Radit.
Sandra tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya.
"Enggak, Yah. Adek nggak pengen sesuatu kok. Mau tidur aja." Jawab Sandra.
Ayah Radit menganggukkan kepalanya.
"Ya udah, tapi nanti kalau adek pengen sesuatu langsung kasih tau Ayah aja ya. Jangan ditahan loh, Ayah nggak mau nanti cucu Ayah ileran." Ujar Ayah Radit.
Sandra tertawa kecil mendengar ucapan Ayah Radit.
"Iya Ayah, nanti kalau pengen sesuatu adek kasih tau Ayah." Jawab Sandra.
Sebelum keluar dari kamar Sandra, Bunda Sya dan Ayah Radit memberikan kecupan di puncak kepalanya.
"Bunda sayang adek..." Bisik Bunda Sya.
Sandra lagi-lagi tersenyum mendengar ucapan Bunda Sya.
"Adek juga sayang, Bunda."
Setelahnya Ayah Radit dan Bunda Sya pergi. Kini Sandra benar-benar sendirian di kamar. Sandra menghela nafas, sejujurnya saat ini Sandra sangat merindukan Aileen.
Sementara di luar kamar Sandra, tepatnya di ruang tamu, saat ini semua anggota keluarga Santoso sedang berkumpul. Mereka sengaja berkumpul disini agar Sandra tidak mendengar pembicaraan mereka.
Terlihat saat ini raut wajah Rendra masih terlihat marah. Hanya saja tidak semarah sebelumnya. Sementara Kendra, sebenarnya juga tidak berbeda jauh dengan Rendra, hanya saja Kendra terlihat lebih bisa mengontrol diri.
Berbeda dengan Ayah Radit dan Bunda Sya yang terlihat lebih tenang di bandingkan mereka berdua.
"Aku nggak setuju kalau Sandra balik lagi ke Daven, Yah. Dia udah bener-bener nyakitin Sandra. Aku nggak rela Sandra balik lagi ke laki-laki bajing\*n kaya dia." Ujar Rendra dengan suara datar.
"Semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, Rendra. Apalagi dalam sebuah pernikahan, kita tidak bisa mengambil keputusan secara gegabah. Kita harus mempertimbangkan baik buruknya untuk dampak kedepannya." Ujar Ayah Radit. "Dan lagi, dari yang Ayah tangkap melalui penjelasan yang Daven berikan dan juga duduk persoalan yang Sandra katakan, Daven tidak menyakiti Sandra secara sengaja. Karena sebenarnya pun Daven tidak ingin melakukan itu. Semua berada diluar kendali Daven karena dia memiliki trauma. Ayah sangat mengerti apa yang Daven rasakan, karena Ayah pun juga pernah mengalami hal yang sama seperti Daven, hanya saja kita berbeda persoalan." Tambah Ayah Radit "Ayah pikir, pernikahan Sandra dan Daven masih sangat bisa untuk diselamatkan. Mereka hanya perlu saling komunikasi dan terbuka satu sama lain, Ayah rasa itu akan membuat rumah tangga Sandra dan Daven akan menjadi kembali baik."
"Mungkin kamu tidak tau Rendra, dulu Ayah juga sempat membuat kesalahan besar kepada Bunda. Dan Bunda dengan lapang dada mau memberi Ayah kesempatan kedua, bahkan sampai ke tiga." Ujar Ayah Radit. "Ayah anggap wajar kalau kamu belum bisa memahami situasi seperti ini. Tapi, saat nanti kamu sudah memulai rumah tangga kamu sendiri, Ayah yakin kalau kamu pasti akan paham Ren. Dan nantinya kamu pasti akan setuju kalau keputusan Sandra untuk memberikan Daven kesempatan kedua adalah keputusan yang tepat." Tambah Ayah Radit.
Kalian ingat bukan? Bagaimana dulu Ayah Radit juga sempat menyakiti Bunda Sya. Bahkan 2 kali Ayah Radit melakukan hal itu. Saat dimana dulu Ayah Radit yang memiliki trauma untuk menjalin hubungan dengan seorang perempuan pasca diselingkuhi oleh mantan istrinya. Ayah Radit menjadikan Bunda Sya pelampiasan karena saat itu Kendra menginginkan Bunda Sya untuk menjadi ibunya. Ayah Radit berpura-pura mencintai Bunda Sya hanya agar wanita itu mau menjadi ibu sambung untuk Kendra. Dan saat dimana Ayah Radit mengabaikan Bunda Sya hanya karena sebuah pekerjaan. Tapi, Bunda Sya terus memberikan kesempatan untuk Ayah Radit.
"Bunda juga setuju dengan keputusan Sandra?" Tanya Rendra kepada Bunda Sya.
Rendra ingin tau, apakah Bunda Sya yang notabene seorang perempuan juga setuju dengan keputusan yang Sandra buat.
"Iya, Bunda setuju. Keputusan yang Sandra ambil sudah tepat. Selama Daven tidak menyakiti Sandra secara fisik, dan berjanji untuk tidak lagi menyakiti Sandra secara psikis, Bunda juga memberi Daven kesempatan. Dan hanya 1 kesempatan ini saja." Jawab Bunda Sya.
Dan ya, pada akhirnya semua setuju dengan keputusan Sandra. Hanya Rendra yang masih merasa berat dengan keputusan Sandra untuk memberikan Daven kesempatan. Rendra benar-benar takut kalau Daven akan menyakiti Sandra lagi.
Tapi meski begitu, Rendra akan mencoba untuk menerima. Karena dengan Sandra berpisah dari Daven pun, Sandra juga belum pasti bahagia. Dan Rendra berharap setelah ini Sandra benar-benar akan bahagia bersama dengan Daven. Dan sejujurnya, Rendra sendiri tau kapan dia akan bisa memaafkan Daven. Karena saat ini Rendra benar-benar membenci laki-laki itu.
Sementara itu, di rumah keluarga Persada saat ini disibukkan dengan keadaan Aileen yang mendadak demam tinggi. Awalnya Aileen terus menangis sembari memanggil-manggil Sandra, tapi setelah tangisannya reda, Aileen langsung demam tinggi.
"Mas... Kita harus bawa Aileen ke rumah sakit secepatnya. Ini panas Aileen udah tinggi banget." Ujar Mama Laras kepada Daddy Dani.
Mendengar hal itu, Daddy Dani langsung menganggukkan kepalanya.
"Iya, kita bawa Aileen ke rumah sakit."
Sementara itu, ternyata Daven memilih untuk pulang ke rumahnya sendiri. Daven seolah lupa dengan keberadaan Aileen yang saat ini berada di rumah orang tuanya.
.
.
.
Maaf banget ya up-nya telat.π
Sebagai info aja, buat beberapa hari ini mungkin jadwal up bakal agak berantakan, tapi aku usahain biar bisa up setiap hariπ
Jangan lupa kritik dan sarannya π
Terima Kasih ππ₯°