Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Dapat 3


Davian menatap aneh saat tiba-tiba Daven dan Sandra datang ke ruangannya. Pasalnya selama ini keduanya tidak pernah tiba-tiba datang seperti ini. Apalagi posisi Daven sedang ambil cuti. Masa iya Daven dan Sandra sengaja datang ke kantor hanya untuk mendatangi dirinya?


Davian semakin curiga saat melihat senyum tersungging dengan lebar dibibir Sandra. Sementara Daven, dia tampak cool seperti biasa.


"Tumben kesini, ada apa, San?" Tanya Davian kepada Sandra. "Enggak mungkin karena kamu kangen sama aku, kan?" Sambungnya lagi.


Mendengar itu, Sandra tertawa kecil. Sementara Daven hanya mendengus pelan. Yang benar saja Sandra kangen kepada Davian. Kalaupun iya, tidak akan Daven biarkan.


"Hehe... Ya agak kangen sedikit sih. Abisnya Kak Davi jarang main ke rumah." Jawab Sandra.


Mendengar jawaban Sandra, Daven melebarkan matanya. Apa? agak kangen? Yang benar saja.


"Halah, jarang ke rumah juga setiap weekend kita selalu ketemu. Enggak cuma weekend aja, tapi setiap kamu ke kantor juga kita pasti ketemu. Udah deh, to the point aja, kamu masih tiba-tiba datang kesini karena ada sesuatu kan?" Tebak Davian.


Lagi-lagi Sandra tertawa kecil.


"Kak Davi tau aja sih. Ehmm... Sebenarnya aku datang kesini karena emang ada sesuatu yang aku mau dari Kak Davi." Jawab Sandra jujur.


Davian mengerutkan dahinya, matanya tertuju kepada Daven yang tampak hanya diam memasang wajah datarnya. Daven tidak mengatakan apa-apa. Dia sedang merasa agak sedikit kesal karena Sandra tadi mengatakan kalau dia kangen kepada Davi.


"Apa? Kamu ngidam sesuatu? Pengen aku yang beliin?" Tanya Davian kepada Sandra.


Dan tentu saja Sandra langsung menggelengkan kepalanya. Karena yang Sandra inginkan bukan sesuatu yang harus Davian beli.


"Aku emang ngidam, tapi bukan itu. Aku pengen cabut 3 helai rambut Kak Davi. Boleh ya..." Ujar Sandra seraya memasang wajah polosnya.


Tampak Davian sedikit terkejut dengan permintaan Sandra. Mencabut 3 helai rambutnya? Aneh sekali. Begitu pikir Davian. Tapi Davian tidak terlihat akan menolak keinginan Sandra. Menurut Davian, kalau hanya ingin mencabut 3 helai rambutnya, itu bukan masalah yang besar. Cuma 3 helai kan? Bukan sampai kepala Davian botak?


"Ya udah boleh. Cuma 3 helai kan?" Tanya Davian kepada Sandra.


Nada lembut yang Davian gunakan saat ini cukup membuat Daven semakin cemburu. Padahal sebenarnya Daven sudah tau kalau saat ini Davian tengah dekat dengan Putri, salah satu karyawan Viola, istri Rendra. Tapi tetap saja, yang namanya suami cinta sama istri, perhatian sekecil apapun yang laki-laki lain berikan untuk istrinya sudah bisa membuat Daven cemburu.


Cinta? Iya. Sekarang Daven sudah berani dengan gamblang mengatakan kalau dia mencintai Sandra. Bahkan sangat mencintai Sandra.


Sandra dengan semangat menganggukkan kepalanya.


"Iya, cuma 3 helai doang kok." Jawab Sandra.


Sandra kemudian menatap kearah Daven seolah bertanya apakah dia boleh melakukannya sekarang atau tidak. Dan ya, Daven menganggukkan kepalanya tanda dia memberikan izin kepada Sandra untuk melakukan itu.


Senyum diwajah Sandra terlihat melebar. Dengan semangat dia berjalan kearah kursi yang sedang Davian duduki.


"Janji, cuma 3 doang loh, San." Ujar Davian kepada Sandra.


Sandra sekali lagi menganggukkan kepalanya.


"Iya Kak. Cuma 3 helai doang." Jawab Sandra.


Tampak Sandra sudah berancang-ancang untuk mencabut rambut Davian. Dan...


"Aaawww...." Seketika Davian berteriak kesakitan.


Apakah rambut dicabut terasa sangat sakit? Sebenarnya kalau dicabutnya satu helai satu helai, mungkin rasanya tidak akan terlalu sakit. Tapi disini Sandra mencabutnya langsung 3 helai sekaligus. Bisa kalian bayangkan betapa sakitnya? Seketika kulit kepada Davian terasa panas dan berdenyut akibat apa yang Sandra lakukan itu.


"Eehhh... Sakit banget ya Kak? Ini udah aku cabut 3 helai kok. Beneran cuma 3 doang. Nih liat." Dengan wajah polosnya Sandra menunjukkan kepada Davian 3 helai rambut yang baru saja di cabut dari kepala laki-laki itu.


"Sakit banget San. Kamu cabutnya langsung 3 helai begitu." Ujar Davian terlihat sedikit kesal.


Kalau bukan karena Sandra sedang hamil dan Sandra sudah dia anggap sebagai adik, mungkin Davian akan langsung memarahi Sandra atas apa yang perempuan itu lakukan kepadanya. Davian benar-benar tidak habis fikir.


Sandra tersenyum tipis,tidak ada raut merasa bersalah sedikitpun diwajah perempuan itu .


"Aku pikir tuh biar sekalian, Kak. Kan kalau aku cabutnya satu-satu, yang ada Kak Davi malah harus 3 kali ngerasain sakit. Nah kalau aku cabutnya langsung 3, kan Kak Davi sakitnya cuma sekali." Ujar Sandra menjelaskan.


Sebenarnya konsep Sandra memang sudah benar sih. Dengan sekali cabut,Davian hanya akan merasakan sakit sekali saja. Tapi masalahnya sakit bekas cabutan Sandra ini bertahan lebih lama dibandingkan kalau Sandra mencabutnya satu helai satu helai.


"Iya deh, kamu bener." Jawab Davian mengalah.


Davian tidak ingin memperpanjang masalah ini dengan Sandra. Karena kalau Sandra tidak terima dengan argumen Davian, perempuan itu pasti akan langsung menangis. Dan Davian pasti akan mendapatkan amukan dari Daven kalau dia membuat Sandra menangis.


Lihat saja bagaimana Daven saat ini sudah Davian dengan sebuah tatapan peringatan.


Sandra tersenyum.


"Iya, aku kan emang selalu bener." Jawab


Sandra. Hormon kehamilannya benar-benar membuat Sandra jadi semakin percaya diri.


"Ya udah, sekarang udah dapet kan? Sana pulang." Ujar Davian kepada Sandra.


Melihat Sandra membuat Davian menjadi kesal karena apa yang dilakukannya barusan. Dan Davian tidak ingin kalau dia sampai memperlihatkan rasa kesalnya itu kepada Sandra.


"Ini juga mau pulang kok. Yuk Bang, kita pulang. Aileen pasti udah nunggu kita di rumah." Ujar Sandra kepada Daven.


Daven hanya menganggu kepalanya.


Sebelum pergi, Sandra menoleh kearah Davian.


"Kita pulang dulu ya, Kak. Semangat kerjanya. Kapan-kapan kalau misal aku ngidam pengen cabut rambut Kak Davi lagi, boleh kan?" Tanya Sandra kepada Davian.


Sebenarnya ingin sekali Davian menjawab...


"Noooooooooo.... Big No!"


Tapi niat itu dia urungkan. Dan Davian hanya menjawab dengan sebuah deheman saja. Sembari berdoa semoga Sandra tidak lagi ngidam cabut rambutnya. Kalaupun masih ngidam cabut rambut, semoga saja rambut Daven saja.


.


.


.


Maaf baru bisa up, soalnya beberapa hari ini lagi sibuk bantu-bantu hajatan saudaraπŸ˜…πŸ˜‚


Jangan lupa kritik dan sarannya 😍


Terima Kasih 😘πŸ₯°