
Lama menunggu, tapi Sandra tidak kunjung kembali ke kamar mereka. Daven yakin kalau saat ini pasti Sandra sudah tertidur bersama dengan Aileen. Kini Daven langsung beranjak dari ranjang menuju ke kamar Aileen. Saat membuka pintu kamar Aileen, dengan pencahayaan yang temaram ini Daven bisa melihat kalau Sandra sudah tidur dengan posisi Aileen dalam pelukannya.
Melihat itu, Daven tersenyum, kemudian berbalik ke kamarnya. Loh, kenapa Daven kembali ke kamar? Apa Daven tidak akan membangunkan Sandra? Kita akan tau jawabannya nanti.
Daven berjalan masuk ke kamar untuk mengambil sebuah monitor kecil yang terhubung dengan kamera pengawas di kamar Saga dan Dewa. Setelah mengambil itu, Daven kembali keluar kamar dan menuju kamar Aileen. Dengan perlahan Daven membuka kamar Aileen dan masuk kedalam. Daven berusaha untuk tidak mengeluarkan suara agar tidak mengganggu tidur anak dan istrinya.
Sejenak Daven terdiam menatap Aileen yang tampak sangat nyenyak tidur dialam pelukan Sandra. Melihat itu, sebuah senyum tersungging dibibir Daven. Entah apa yang sedang Daven pikirkan saat ini, tidak ada yang tau kecuali Daven sendiri.
Dengan perlahan Daven naik keatas ranjang setelah sebelumnya membenarkan selimut pada Aileen dan Sandra. Tapi nyatanya gerakan Daven ini membuat Sandra terbangun.
"Bang..." Panggil Sandra dengan suara lirih.
"Hem..." Jawab Daven seraya menyusupkan tangannya ke pinggang Sandra untuk memeluk tubuh Sandra sekaligus Aileen.
Seperti biasa, posisi tidur Sandra ada ditengah diantara Aileen dan Daven.
"Saga sama Dewa gimana? Sendirian?" Tanya Sandra masih dengan suara lirihnya.
"Tenang aja, monitornya udah aku bawa kesini." Jawab Daven.
Mendengar itu, Sandra tersenyum, kemudian kembali memejamkan matanya. Kalau monitor sudah dibawa, setidaknya Saga dan Dewa tetap terpantau. Karena kalau mereka terbangun dan menangis, Sandra ataupun Daven pasti akan mendengarnya meskipun jarak cukup jauh dari kamar Saga dan Dewa.
Melihat Sandra yang mulai memejamkan matanya lagi, Daven sedikit beranjak saat teringat kalau dia belum memberikan kecupan selamat tidur untuk Aileen.
Cup...
"Selamat tidur, mimpi indah Kak, Daddy sayang Kakak." Bisik Daven.
Bisikan Daven nyatanya masih terdengar oleh Sandra yang memang belum benar-benar tertidur. Hal itu membuat Sandra mengulum senyum.
Setelah memberikan kecupan di dahi Aileen, kini giliran Daven memberikan kecupan di dahi Sandra dan sedikit ciuman dibibirnya.
"Kamu juga mimpi indah sayang, I love you." Bisik Daven ditelinga Sandra.
Setelahnya Daven mulai memejamkan matanya. Saat ini Sandra dan Aileen tidur dengan posisi sama-sama berada didalam pelukannya.
Saat Sandra dan Daven sama-sama terbangun, ternyata Aileen juga ikut terbangun. Jadi saat Sandra dan Daven hendak kembali ke kamar mereka untuk mandi dan sholat subuh, Aileen pun ikut ke kamar mereka meski hanya untuk melanjutkan tidurnya. Semalam, Saga dan Dewa sama sekali tidak bangun dan tidur dengan nyenyak. Baru setelah Sandra dan Daven selesai sholat subuh, kedua anak kembarnya itu terbangun dari tidur mereka.
"Selamat pagi anak-anak Bunda yang ganteng. Semalam boboknya nyenyak banget ya?" Ujar Sandra menyapa Saga dan Dewa.
Dan sapaan Sandra disambut dengan senyum dan juga tawa kecil dari kedua bayi itu. Sepertinya karena semalam mereka tidur dengan cukup dan juga sangat nyenyak, jadi saat pagi hari terbangun suasana hati mereka sangat baik. Terlihat dari raut wajah mereka yang tampak sangat happy.
Dibantu oleh Daven, Sandra menyusui Saga dan Dewa secara bersamaan. Tidak sulit pastinya, karena Daven benar-benar sangat bisa diandalkan.
"Laper banget kayanya, pelan-pelan aja, Daddy enggak bakalan minta jatah Saga sama Dewa." Ujar Daven kepada kedua anaknya.
"Ya iyalah enggak bakal minta, orang Daddy-nya udah enggak kebagian space. Coba kalau yang satu nganggur, pasti bakalan diminta juga." Ujar Sandra.
Hal ini membuat Daven tertawa kecil.
"Kalau cuma satu enggak bakalan diminta, soalnya malu kalau kelihatan rebutan sama anak. Kalau dua-duanya nganggur, nah itu baru." Jawab Daven santai.
Daven ini memang ada-ada saja.
Selesai menyusu, Sandra meletakkan Saga dan Dewa di ranjang tepat berada disamping Aileen yang masih tertidur.
"Coba Kakak Aileen disuruh bangun. Bangun Kak, sekolah." Ujar Sandra kepada Saga dan Dewa.
Seolah tau perintah sang Bunda, Saga dan Dewa mulai bersuara dan mengecoh bersama. Hal ini membuat Aileen mau tidak mau terbangun dari tidurnya. Apa Aileen marah karena tidurnya diganggu? Tentu saja tidak, Aileen justru terlihat senang saat membuka mata dia mendapati adik-adiknya ada disampingnya.
Sandra yang melihat itu tersenyum.
"Selamat pagi Kakak, bangun dulu ya, udah jam 6. Sebentar lagi Kakak harus mandi karena harus ke sekolah." Ujar Sandra.
Dan dijawab dengan anggukkan kepala oleh Aileen.
Selagi Aileen bermain bersama Saga dan Dewa, Sandra disibukkan dengan mengurus bayi besarnya. Seperti biasa, sebelum mengurus Aileen yang akan berangkat ke sekolah, Sandra harus mengurus Daven terlebih dahulu. Baru setelah Daven selesai, Sandra akan mulai mengurus Aileen dengan memandikan dan mengucir rambutnya. Sementara Saga dan Dewa akan Sandra titipkan ke baby sitter masing-masing.
Kini semuanya sudah siap, Daven, Sandra dan Aileen sudah duduk di ruang makan untuk sarapan pagi. Sementara Saga dan Dewa masih bersama dengan baby sitter mereka.
"Nanti aku ke rumah sakit lagi sama Aleera boleh kan Bang?" Tanya Sandra kepada Daven.
"Jam berapa?" Tanya Daven.
"Mungkin sekitar jam 9 atau 10. Boleh kan?"
Daven menganggukkan kepalanya.
"Iya boleh." Jawab Daven.
Daven tentu saja memberi izin. Biar bagaimana pun Rendra pasti butuh dukungan mereka semua. Mengingat kondisi Viola yang sampai saat ini masih belum bisa dikatakan baik-baik saja.