
Tapi ternyata jawaban Daven sungguh diluar dugaan Sandra.
"Enggak masalah," jawab Daven terdengar santai.
Ucapan Daven ini membuat Sandra sangat terkejut. Daven bilang tidak masalah? itu artinya Daven sudah siap kalau Sandra hamil lagi? karena resiko besar kalau mereka melakukan itu dengan kondisi Sandra yang sedang tidak memakai kontrasepsi dan Daven tidak menggunakan pengaman adalah sebuah kehamilan.
Sementara itu, saat ini Sandra tidak akan memaksakan kehendaknya meskipun sebenarnya dia ingin menambah momongan lagi. Tapi karena selama ini Daven belum memberinya izin untuk kembali hamil, jadi Sandra menundanya. Lagi pula dengan Tuhan menitipkan Aileen, Saga dan Dewa dalam hidup dirinya dan Daven, itu sudah lebih dari cukup. Sandra tidak mau serakah dengan meminta lebih lagi.
Sandra membalikkan tubuhnya menghadap Daven. Hingga membuat mata mereka kini bertemu pandang. Berbeda dengan Sandra yang cukup terkejut setelah mendengar jawabannya, Daven sendiri tampak terlihat santai seolah ucapan nya adalah hal yang biasa dan tidak berdampak apa-apa kepada Sandra. Bahkan sebuah senyum tipis juga tampak tersungging dibibir Daven.
"Maksud Bang Cio apa?" tanya Sandra.
Sandra perlu memastikan lebih lanjut mengenai maksud dari jawaban yang Daven ucapkan tadi. Mengingat Sandra tidak mau terlalu berharap besar soal keinginannya untuk menambah momongan.
"Kamu lagi enggak pakai KB kan? ya udah enggak papa, aku tetep mau kamu," jawab Daven.
Jawaban Daven tidak sesuai dengan apa yang ingin Sandra dengar.
"Kalau aku hamil gimana?" tanya Sandra langsung pada intinya.
Daven terdiam beberapa saat, meski begitu senyum tetap tersungging dibibirnya.
"Kalau kamu hamil, itu artinya jadi 4. Aileen, Saga sama Dewa bakalan punya adek," jawab Daven santai.
Sandra semakin terkejut mendengar jawaban Daven kali ini. Bukan apa-apa, Sandra tidak menyangka saja kalau pada akhirnya Daven akan mengizinkan dirinya hamil lagi. Kita semua tau kan kalau sebelumnya Daven tampak keberatan kalau Sandra hamil lagi. Tapi sekarang?
"Abang beneran? aku boleh hamil lagi?" tanya Sandra memastikan.
Sandra tidak ingin senang terlebih dahulu. Dia harus mendengar secara detail penjelasan dari Daven kenapa sekarang suaminya itu memberikan izin untuk dirinya hamil lagi.
Daven menganggukkan kepalanya.
"Iya, sayang, kamu boleh hamil lagi," jawabnya."Kamu bilang kamu pengen punya baby lagi kan? sekarang aku bolehin," tambahnya lagi.
"Kenapa? kok tiba-tiba Abang ngebolehin? bukannya Abang enggak mau kalau aku hamil lagi?"
Sebelum menjawab pertanyaan Sandra, tangan Daven terulur untuk membenarkan rambut Sandra yang tampak terlihat sedikit berantakan.
"Sebenarnya bukan enggak mau kamu hamil lagi, sayang. Aku pengen lihat kamu hamil lagi setelah kehamilan kamu yang pertama. Tapi, masalahnya bukan soal hamil, tapi saat kamu berjuang untuk melahirkan. Kamu tau sendiri kan kalau aku memiliki trauma dengan wanita melahirkan? aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu sama kamu," ujar Daven menjelaskan,
"Tapi sekarang aku sadar, aku tidak boleh egois. Kamu ingin kita memiliki anak lagi, dan tidak ada salahnya kalau kita mewujudkannya. Soal trauma yang aku alami, aku juga sadar sepenuhnya kalau kelahiran maupun kematian adalah takdir yang mutlak dan tidak bisa dirubah."
"Lagi pula kalau nanti kamu hamil lagi, aku akan memastikan akan memberikan kamu yang terbaik. Aku akan menjadi suami dan ayah yang siaga untuk kamu dan anak-anak. Dan aku yakin kalau aku bisa menjaga kalian,"
Tanpa menunggu lama, Sandra langsung memeluk tubuh Daven.
"Makasih ya Bang, makasih karena Abang izinin aku buat bisa hamil lagi,"
Lama berpelukan, akhirnya 2 insan manusia berbeda jenis kelamin itu kehilangan kendali mereka. Mengingat keduanya adalah pasangan sah dimata hukum maupun agama, tentu saja membuat Daven dan Sandra tidak berpikir lama lagi untuk melakukan hal yang menyenangkan itu.
"I Love you, sayang," ucap Daven lirih.
Sandra terbangun dari tidurnya saat dirinya merasakan ada sebuah usapan lembut pada perutnya. Tau siapa yang melakukannya? sudah pasti Daven.
Saat ini jam masih menunjukkan pukul 3 dini hari, itu artinya baru 2 jam lamanya Daven dan Sandra tertidur setelah pergumulan panas panas. Dan sekarang Sandra harus kembali terbangun karena usapan jahil tangan Daven pada permukaan perutnya.
"Abang, stopp... aku ngantuk," ujar Sandra dengan suara parau.
Bukan Daven namanya kalau dia akan langsung menurut begitu saja.
"Aku mau kamu lagi sayang," jawab Daven dengan tatapan penuh damba.
Entah apa yang sedang terjadi dengan Daven. Padahal baru 2 jam yang lalu mereka selesai melakukannya. Dan sekarang Daven sudah meminta hak nya lagi.
"Abang?"
Tidak, Daven tentu saja tidak akan membiarkan Sandra lolos darinya. Daven sendiri tidak tau kenapa Sandra secandu itu untuk dirinya. Dan terjadilah pergumulan panas seperti hal nya 2 jam yang lalu. Sandra sendiri ha.ha bisa pasrah dalam kukungan tubuh besar Daven.