Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Jadi es krim lemon


Sesuai dengan janji Daven kemarin, hari ini Daven mengajak Sandra ke Mall untuk mencari es krim rasa mint. Dan saat ini mereka sedang bersiap-siap. Sekarang sudah jam 10, jadi tidak masalah kalau jam segini Sandra makan es krim kan? Toh Sandra tadi juga sudah sarapan. Sandra yang saat ini hendak ke Mall terlihat sangat antusias.


Daven dan Sandra turun bersama-sama dari kamar. Terlihat di ruang keluarga ada Bunda Sya dan juga Ayah Radit yang tampak sedang menonton TV sembari mengobrol. Tampak Ayah Radit yang sesekali terlihat sedang menggoda Bunda Sya. Pemandangan seperti ini tentu saja merupakan pemandangan yang sudah cukup biasa. Anak keluarga Santoso dan juga para menantu sangat tau akan betapa manis dan romantisnya hubungan Ayah Radit dan Bunda Sya. Dan marekalah salah satu panutan couple goals yang menjadi panutan anak-anaknya.


Bunda Sya langsung menyadari keberadaan Daven dan Sandra saat keduanya sampai bawah.


"Kalian mau kemana? Jemput Aileen?" Tanya Bunda Sya kepada Daven dan Sandra.


Ayah Radit menoleh, hanya senyum tipis yang Ayah Radit perlihatkan saat melihat keduanya. Mengingat kejadian kemarin masih membuat Ayah Radit bahagia.


"Mau ke Mall, Bun. Mau cari es krim rasa mint." Jawab Sandra dengan ceria.


Bunda Sya sedikit mengerutkan dahinya saat mendengar jawaban Sandra. Pasalnya setau Bunda Sya, Sandra tidak terlalu suka dengan es krim rasa mint. Kalau beli es krim, biasanya Sandra akan memilih rasa-rasa umum saja, seperti coklat, vanila, dan strawberry.


"Kok tumben es krim rasa mint? Setau Bunda bukannya adek enggak terlalu suka es krim rasa itu ya." Tanya Bunda Sya. Belum juga Sandra menjawab, Ayah Radit sudah lebih dulu menjawabnya. "Adek lagi ngidam, Bun. Makanya makanan yang tadinya enggak suka jadi suka." Ujar Ayah Radit.


Mendengar ucapan Ayah Radit yang sangat tepat, Sandra mengulum senyum.


"Iihh, Ayah kok bisa tau sih? Pokoknya 100 buat Ayah." Ujar Sandra. Ini kenapa Ayah Radit jadi seperti habis menang kuis ya dapet 100 segala.


Daven, Bunda Sya dan Ayah Radit tertawa kecil dengan respon menggemaskan Sandra.


"Jadi ini mau sekalian jemput Aileen atau gimana?" Tanya Bunda Sya.


Terbiasa dengan keberadaan Aileen yang setiap hari selalu di rumah, tentu saja Bunda Sya dan Ayah Radit jadi merasa sepi saat Aileen tidak ada di rumah. Tapi Bunda Sya dan Ayah Radit sangat mengerti kok, kan Aileen juga punya Opa dan Oma yang lain. Jadi tidak apa-apa kalau setiap weekend menjadi giliran Mama Laras dan Daddy Dani untuk menikmati waktu bersama dengan cucu mereka.


Melihat betapa sayangnya Ayah Radit dan Bunda Sya, juga akan perhatian mereka kepada Aileen selalu membuat Daven merasa sangat bahagia. Karena Ayah Radit dan Bunda Sya benar-benar tidak pernah sekalipun membeda-bedakan Aileen dengan cucu-cucu yang lain.


Sandra menggelengkan kepalanya.


"Enggak, Aileen sekarang lagi di ajak Mbak Della jalan-jalan katanya. Paling nanti sore baru diantar pulang kesini." Jawab Sandra.


Bunda Sya dan Ayah Radit menganggukkan kepala paham. Setelah itu Sandra dan Daven langsung berpamitan untuk pergi ke Mall.




Setelah perjalanan kurang lebih 40 menit dari rumah, akhirnya Sandra dan Daven sampai juga di Mall. Sandra dan Daven langsung menuju area food court. Tujuan utama mereka tentu saja mencari stand es krim yang menjual es krim rasa mint.



"Kita jalan di Mall berduaan kaya gini, seperti orang lagi pacaran ya Bang." Ujar Sandra kepada Daven.



Daven tersenyum tipis.


"Ya emang sekarang kita lagi pacaran kan?" Jawab Daven.



"Emang iya?" Tanya Sandra dengan senyum gelinya.



Daven menganggukkan kepalanya.


"Iya, anggep aja sekarang kita emang lagi pacaran dan kencan di Mall. Kaya abg-abg jaman sekarang gitu." Jawab Daven.



Oke, baiklah kita anggap saat ini Daven dan Sandra memang berpacaran, dan saat ini mereka sedang berkencan di Mall.



Setelah mendatangi 2 stand es krim, ternyata mereka sedang kehabisan stok es krim rasa mint. Baru akhirnya di stand ke 3, Sandra mendapatkan es krim yang dia mau. Terlihat Sandra sangat bahagia begitu menemukannya.



"Mau coba testernya dulu kak? Atau coba-coba rasa yang lain." Tanya Mbak-mbak penjual es krim.



Dengan yakinnya Sandra menggelengkan kepalanya.


"Enggak Mbak, langsung aja es krim yang rasa mint." Jawab Sandra.



Dengan segera Mbak-mbak penjual es krim langsung menyiapkan es krim yang Sandra inginkan. Warna biru dari es krim terlihat sangat menggiurkan dimata Sandra.




Agar Sandra bisa dengan nyaman menikmati es krimnya , Daven mengajak Sandra untuk duduk disalah satu bangku.



"Warnanya cantik banget kan Bang? Birunya soft banget." Ujar Sandra masih mengomentari es krim mint miliknya.



Daven menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Sandra.


"Iya, bagus. Ya udah langsung dimakan aja. Kasian twins pasti udah nggak sabar karena udah nunggu dari semalem." Jawab Daven.



Sandra tersenyum, dia mulai menyendok es krim dan memasukkannya kedalam mulutnya. Dan kalian tau apa yang terjadi...



"Uggh... Kok rasanya kaya gini ya, Bang. Enggak enak, ini kaya terlalu kuat rasa mint-nya." Ujar Sandra.



Heii... Namanya juga es krim rasa mint, tentu saja yang diperkuat adalah rasa mint-nya. Sandra ini memang ada-ada saja.



"Terus gimana? Enggak suka?" Tanya Daven.



Sandra menggelengkan kepalanya.


"Iya, aku enggak suka. Nih buat Bang Cio aja." Ujar Sandra seraya memberikan es krim mint miliknya kepada Daven.



Sejujurnya Daven tidak terlalu suka makanan manis seperti es krim, tapi ya sudahlah daripada mubazir yakan?



Daven menyendok untuk mencicipinya. Karena sejujurnya Daven belum pernah makan es krim rasa mint. Jangankan rasa mint, makan es krim yang biasa saja Daven hampir tidak pernah. Mungkin dalam satu tahun tidak pernah lebih dari 5 kali saja.



"Ini enak kok, Yang." Ujar Daven.



Wahh, ternyata malah Daven yang suka es krim rasa mint itu. Rasanya benar-benar cocok dilidah Daven. Tidak terlalu manis dan segar dimulut.



"Syukur deh kalau Bang Cio suka." Jawab Sandra. "Kalau gitu aku mau beli es krim yang rasa lain aja ah. Tiba-tiba pengen es krim yang rasa lemon. Tadi kayanya warna kuningnya menggiurkan banget." Ucap Sandra.



"Rasa lemon?" Tanya Daven.



Sandra menganggukkan kepalanya.


"Iya, rasa lemon. Bang Cio tunggu disini aja, aku kesana sendiri enggak papa." Ujar Sandra.



Jarak stand es krim dari tempat Sandra dan Daven duduk saat ini memang tidak jauh. Jadi Daven mengizinkannya.



"Jangan lupa minta tester dulu, biar tau mana yang beneran kamu suka, Yang." Ujar Daven mengingatkan.



Sandra menganggukkan kepalanya. Dan ya... yang Sandra inginkan sejak semalam adalah es krim rasa mint, tapi yang Sandra suka justru es krim rasa lemon. Ya sudahlah ya, namanya juga bumil ya kan.