
Tok... Tok...
Saat Sandra dan Daven sedang mengobrol, terdengar suara pintu yang di ketuk.
"Masuk..." Ujar Daven mempersilahkan.
Saat pintu kamar terbuka, terlihat Rendra yang datang bersama dengan Viola. Tidak seperti semalam yang Daven lihat, Rendra kali ini tidak lagi menggunakan kursi roda.
"Mas Rendra..." Sandra terlihat cukup terkejut melihat kedatangan Rendra. Pasalnya kemarin kondisi Rendra masih terlihat tidak berdaya. Tapi pagi ini kakaknya itu malah datang ke kamarnya.
Rendra tersenyum, awalnya dia hendak menyapa Daven dan Sandra terlebih dahulu. Tapi Rendra langsung dibuat salah fokus dengan 2 box bayi yang ada disamping ranjang Sandra.
"Itu twins?" Tanya Rendra.
Sandra dan Daven langsung mengiyakan pertanyaan Rendra.
"Iya ini twins, Mas." Jawab Sandra dengan senyum cerahnya.
Dengan segera Rendra dan Viola langsung menghampiri box bayi. Ya, ini adalah kali pertama Rendra dan Viola melihat baby twins.
"MashaAllah ganteng-ganteng banget." Ujar Viola memuji ketampanan baby twins.
Sandra dan Daven yang mendengar ucapan Viola tersenyum.
"Iya lah, Daddy-nya aja ganteng." Jawab Sandra seraya tertawa kecil.
Jawaban Sandra membuat Daven mendadak salah tingkah sendiri. Entah kenapa Daven selalu merasa malu kalau Sandra memujinya.
Rendra yang melihat bagaimana wajah Daven yang tampak malu-malu tertawa kecil.
"Tapi ini kayaknya gen Sandra lebih kuat dari pada gen kamu, Dave." Ujar Rendra. "Soalnya lebih mirip Sandra pas bayi." Tambahnya lagi.
Benar, meskipun wajah bayi masih berubah-ubah. Tapi sekilas wajah twins memang sangat mirip dengan wajah Sandra saat bayi. Loh Rendra tau darimana? Tentu saja Rendra tau, bahkan Rendra sangat hafal bagaimana wajah Sandra saat bayi. Pasalnya di ruang keluarga terdapat foto bayi Sandra yang berukuran cukup besar. Dan karena Rendra sering berkumpul bersama dengan keluarga di ruang keluarga, jadi foto bayi Sandra selalu terlihat.
"Iya, ini twins mirip banget sama Sandra." Jawab Daven.
Daven sendiri mengakui kalau wajah twins lebih mirip dengan Sandra daripada dengan dirinya sendiri. Tapi tidak apa-apa, tidak ada yang salah dengan twins lebih mirip Sandra.
"Berarti gen Ayah benar-benar kuat." Ujar Viola.
Ucapan Viola disambut dengan tawa kecil Rendra, Sandra, dan Daven. Hampir semua cucuk keluarga Santoso mirip dengan Ayah Radit semua. Tidak tau nanti bagaimana kalau anak Rendra dan Viola sudah lahir. Mungkinkah mirip dengan Rendra? Kemungkinan besar sih iya.
"Pengen gendong tapi mereka lagi pada bobok, nanti aja lah." Ujar Viola bergumam.
"Iya kak, mereka baru aja bobok setelah abis *****. Paling sebentar lagi bangun buat ***** lagi." Jawab Sandra.
Bukannya Sandra tidak memperbolehkan Viola menggendong twins. Tapi posisinya kan twins baru saja tidur. Takutnya tidur twins malah jadi keganggu karena dia kurang nyaman kalau tidur sambil digendong.
"Btw Mas Rendra udah baikan? Kok enggak pakai kursi roda sih? Nanti kalau jalan-jalan begini terus pusing gimana?" Ujar Sandra kepada Rendra.
Meskipun sudah menikah dan menjadi seorang ibu, Sandra tetaplah Sandra yang dulu dimana dia sangat memperhatikan Abang dan Mas-nya. Memiliki keluarga sendiri bukan berarti Sandra melupakan anggota keluarganya yang lain. Disaat Rendra sedang sakit seperti ini, Sandra juga mencemaskan kondisi Rendra.
Rendra tersenyum.
"Enggak dek, Mas udah baikan kok. Kata Dokter juga udah boleh buat jalan-jalan. Kalau nanti ngerasa pusing yang gampang, tinggal balik ke kamar lagi terus tidur." Jawab Rendra santai.
Rendra tidak ingin membuat Sandra menghawatirkan dirinya.
"Ngomong-ngomong twins udah dikasih nama belum San?" Tanya Viola kepada Sandra.
Hal yang sangat ditunggu-tunggu saat ada bayi yang baru lahir tentu saja namanya bukan?
Sandra menatap kearah Daven. Keduanya kemudian tersenyum.
"Kalau nama udah aku dan Bang Cio siapin, Kak. Tapi pengumumannya nanti dulu, waktu kita udah kumpul semua." Jawab Sandra.
Ya, Sandra ingin saat dia memberitahukan nama dari twins, semuanya ada disini. Agar tidak ada yang merasa dibedakan. Jadi semua orang menjadi orang yang pertama mengetahui nama dari twins. Terutama Aileen, Sandra ingin Aileen juga menjadi yang pertama mengetahui nama adik-adiknya.
Viola tersenyum.
"Baiklah, kita tunggu nanti. Pokoknya kalau semua udah kumpul, langsung kasih tau Kakak ya. Nanti kakak kesini lagi." Ujar Viola.
Sandra menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Viola.
Karena twins tidak kunjung bangun, Rendra dan Viola berpamitan untuk kembali ke kamar lagi. Biar bagaimanapun kondisi Rendra belum benar-benar baik. Jadi dia masih harus banyak-banyak istirahat.
Aileen, saat mengetahui kalau adik-adiknya sudah lahir, gadis cilik itu terlihat sangat bersemangat. Bahkan begitu sampai yang langsung Aileen cari adalah adiknya. Hal ini membuat Sandra merasa sempat cemburu. Padahal biasanya yang selalu Aileen cari pertama kali adalah dirinya.
"Kakak udah enggak sayang Bunda? Kenapa langsung ke adek-adek? Kenapa enggak peluk Bunda dulu." Ujar Sandra saat Aileen langsung menghampiri twins.
Sandra sendiri tidak tau kenapa dirinya justru merasa semakin sayang kepada Aileen sejak kelahiran twins. Apa cemburu Sandra hanya dibuat-buat? Tidak, Sandra benar-benar cemburu saat perhatian Aileen jadi banyak terfokus kepada twins.
Aileen yang melihat sang Bunda merajuk langsung menghampiri Sandra.
"Kakak sayang Bunda kok. Ini mau peluk Bunda." Jawab Aileen.
Dibantu Daven, Aileen naik keatas ranjang dan memberikan pelukannya kepada Sandra. Dan ya, mendapat pelukan dari Aileen membuat Sandra merasa sangat bahagia.
"Bunda tuh sayang banget sama Kakak tau." Bisik Sandra ditelinga Aileen.
"Iya Kakak tau, Kakak juga sayang sama Bunda kok." Jawab Aileen dengan senyum lebarnya.
Lihatlah, gadis cilik yang usianya hampir 5 tahun ini terlihat begitu dewasa. Dan rasanya Sandra belum siap melihat Aileen dewasa secepat ini.
Semua orang yang melihat itu merasa hatinya terasa hangat. Memang sejak awal kasih sayang Sandra kepada Aileen tidak perlu di pertanyakan lagi. Sandra benar-benar menyayangi Aileen seperti anak kandungnya sendiri.
"Jadi nama twins siapa nih. Kita udah kumpul semua loh buat pengumuman nama twins" Ujar Aleera dengan tidak sabar.
Rendra dan Viola juga ada disana. Bahkan Mama Nisa, Davian, dan Della pun ada.
Sandra tersenyum, matanya tertuju kepada Daven seolah meminta sang suami untuk memberikan pengumuman nama dari twins.
"Untuk yang pertama namanya ***Arcello Sagara Persada*** dan untuk yang ke dua namanya ***Arsenio Sadewa Persada***. Yang artinya Laki-laki calon penghuni surga yang memiliki hati seluas lautan dan Laki-laki gagah berani yang selalu di berkahi Tuhan. " Ujar Daven. "Nantinya bisa dipanggil ***Saga*** dan ***Dewa***. " Tambahnya lagi.
Sandra dan Daven berharap Saga dan Dewa akan tumbuh sesuai dengan doa melalui nama yang mereka berikan.
.
.
.
*Aku sebenarnya bingung buat nama panggilan twins. Menurut temen-temen bagusnya tetap* ***Saga*** *dan* ***Dewa*** *atau* ***Arcel*** *dan* ***Arsen***?*😁*
*Btw bab yang aku tulis selalu lebih dari 1000 kata, jadi jangan bilang masih kurang panjang 🤣*
*Jangan lupa kritik dan sarannya 😍*
***Terima Kasih 😘🥰***