
Saat ini Sandra dan Daven sudah dalam perjalanan menuju Mall. Meskipun quality time mereka hanya sekedar mencari makan siang di Mall, tapi Daven dan Sandra rasa itu sudah lebih dari cukup. Mengingat beberapa waktu terakhir ini mereka jarang memiliki waktu untuk quality time bersama.
"Seneng deh bisa jalan-jalan berdua kaya gini sama Abang."
Daven yang tadi sedang fokus menyetir, kini menoleh kearah Sandra. Terlihat sebuah senyum tersungging dibibir pink milik istrinya itu.
"Sama, aku juga seneng bisa jalan-jalan berdua kaya gini sama kamu." Jawab Daven.
Daven tidak berbohong, dia memang bahagia bisa menikmati waktunya bersama dengan Sandra. Mengingat sangat jarang sekali mereka memiliki waktu hanya berdua seperti ini.
Setelahnya tidak ada lagi pembicaraan diantara Sandra dan Daven. Sandra memilih untuk membiarkan Daven fokus dengan kemudinya. Lagi pula Daven bukan tipe orang yang banyak bicara, jadi Sandra tau betul kalau pasti akan tidak nyaman jika Sandra mengajaknya terlalu banyak mengobrol disaat Daven sendiri harus fokus dengan sesuatu. Ya, itu yang Sandra pikirkan. Meskipun sebenarnya Daven fine-fine saja kalau Sandra mengajak dirinya mengobrol sepanjang perjalanan mereka menuju Mall.
Sekitar 30 menit, akhirnya Daven dan Sandra sampai di Mall yang mereka tuju. Sengaja Daven tidak ke Mall yang lokasinya dekat dengan rumah mereka. Ini karena Daven berharap tidak akan bertemu dengan anak-anaknya selama dia dan Sandra sedang menghabiskan quality time bersama. Tadi saat Daven menelfon Mama Laras untuk menanyakan keberadaan mereka, Mama Laras bilang dia sedang menemani Aileen di Timezone yang ada di Mall. Dan Daven menyimpulkan kalau mereka berada di Mall yang tidak jauh dari rumah. Padahal pada kenyataannya...
"Mau keliling dulu atau mau langsung cari makan siang, Yang?" Tanya Daven kepada Sandra.
Ingat kan kalau tujuan utama mereke selain untuk quality time bersama adalah untuk makan siang. Dan saat ini jam makan siang sudah lewat hampir 1 jam. Jujur saja Daven pun sudah merasa lapar. Tapi kalau Sandra ingin jalan-jalan terlebih dahulu, Daven juga tidak masalah. Daven akan ikut apapun pilihan Sandra. Karena bagi Daven, yang terpenting adalah dirinya bisa terus bersama dengan Sandra.
Ehhmm, mungkin beberapa orang akan merasa geli dengan perubahan sikap Daven ini. Tapi Daven justru merasa sangat nyaman, selama bersama dengan Sandra, Daven merasa kalau dia tidak perlu menutupi apapun. Daven merasa bebas mengekspresikan perasaannya.
"Makan dulu aja kali ya, Bang. Soalnya aku juga udah laper." Jawab Sandra seraya mengusap perutnya. Tidak lupa juga Sandra mengedip-ngedipkan matanya seraya menatap Daven.
Sungguh ekspresi Sandra saat ini sangat menggemaskan. Sandra seperti seekor anak kecil yang sedang meminta makan kepada tuannya. Siapa yang akan menyangka kalau ternyata Sandra berstatus seorang ibu dari 3 orang anak? Orang yang melihat Sandra mungkin akan berpikir kalau Sandra hanyalah seorang gadis yang baru saja lulus SMA.
Daven yang tidak tahan dengan ekspresi Sandra saat ini langsung menganggukkan kepala.
"Iya sayang, kita makan dulu." Jawab Daven.
Mendengar itu, Sandra tampak bahagia dan memekik kecil. Padahal tanpa harus memohon pun sebenarnya Daven pasti akan mengikuti keinginan Sandra. Karena motto Daven saat ini 'Asalkan bersama dengan Sandra, dia akan melakukan apapun'.
"Jadi kamu pengen makan apa?" Tanya Daven kepada Sandra.
Sebelumnya mereka harus memastikan dulu makanan yang ingin dimakan bukan? Baru setelahnya mereka menuju ke tempat makannya. Karena kalau tidak, nanti yang ada justru jadi bingung. Apalagi Sandra, dia paling tidak bisa kalau dihadapkan dengan banyak pilihan. Dan kalau Sandra sudah bingung, ujung-ujungnya mereka akan makan ayam goreng kakek, makanan kesukaan Sandra.
Sebenarnya Daven sama sekali tidak masalah makan KFC, hanya saja 2 hari yang lalu dia sudah membelikannya untuk Sandra dan juga Aileen. Jadi akan lebih baik kalau mereka tidak makan KFC lagi. Bukan apa-apa, KFC itu kan junk food, jadi ada baiknya kalau tidak dikonsumsi terlalu sering.
"Abang pengennya makan apa?" Tanya Sandra kepada Daven.
Bukannya menjawab pertanyaan Daven, Sandra malah balik bertanya.
"Aku bebas, kamu pengen makan apa, aku bakalan setuju." Jawab Daven.
"Ehmm, gimana kalau makan Iga Bakar madu, Bang?" Ujar Sandra.
Sandra ingat sekali kalau di Mall ini ada sebuah restoran yang menjual Iga Bakar madu yang rasanya sangat enak. Dan hari ini Sandra ingin makan Iga Bakar itu.
Seperti yang sudah Daven katakan tadi, dia akan setuju apapun makanan pilihan Sandra. Jadi kini Daven menganggukkan kepala.
"Okey, aku setuju." Jawab Daven.
Daven sendiri juga tau restoran Iga Bakar yang Sandra maksud. Dan kini mereka langsung berjalan ke restoran itu.
Karena saat ini sudah lewat jam makan siang, jadi restoran pun tidak terlalu ramai. Sandra dan Daven bisa dengan mudah menemukan meja dan kursi yang masih kosong.
"Iga bakar 2, es jeruk 2, sama air mineral juga 2, Mbak." Ujar Sandra kepada waiters yang mencatat pesanannya.
Untuk makan siang, Sandra dan Daven memang sepakat untuk memesan itu saja. Itu karena setelah ini Sandra akan membeli makanan lain yang masih dia inginkan. Apa saja? Kita lihat saja nanti. Yang pasti untuk seorang Sandra, rasanya tidak mungkin hanya memesan satu makanan saja. Dan Daven juga sudah sangat paham dengan hal itu.
"Sayang, kayanya kita harus bikin jadwal setidaknya seminggu sekali buat quality time kaya gini deh." Ujar Daven tiba-tiba.
Daven pikir quality time bersama pasangan adalah sesuatu hal yang cukup penting. Oleh karena itu, Daven merasa dia dan Sandra membutuhkannya. Dengan adanya quality time bersama, diharapkan itu bisa membuat hubungan mereka menjadi semakin harmonis.
Sandra tersenyum.
"Kalau aku sih mau-mau aja, Bang. Tinggal Bang Cio punya waktu atau enggak." Jawab Sandra.
Benar kan? Selama ini yang jarang memiliki waktu adalah Daven. Mengingat pekerjaan Daven yang bisa dikatakan sangat sibuk. Jangankan untuk quality time bersama, terkadang untuk me time saja Daven tidak memiliki waktu. Selain untuk pekerjaan, waktu Daven hanya tercurahkan untuk keluarga.
Berbeda dengan Sandra, meskipun dia cukup sibuk mengurus 3 anak, tapi Sandra masih bisa me time. Hal ini karena Sandra memiliki baby sitter yang membantu dirinya mengurus anak-anak. Sandra juga memiliki asisten rumah tangga yang membantu dirinya mengurus rumah.
Daven menghela nafas.
"Benar, aku yang jarang punya waktu karena terlalu sibuk." Ujar Daven.
Tiba-tiba saja tangan Sandra terulur dan menggenggam tangan Daven.
"Enggak apa-apa, Bang. Aku dan anak-anak paham kalau Bang Cio sibuk kerja juga demi kita semua." Ujar Sandra. "Soal quality time, kapanpun Bang Cio ada waktu, kita bisa melakukan itu kok."
Tenang, itulah yang Daven rasakan saat ini. Hanya dengan mendengar kalimat yang Sandra ucapkan saja sudah membuat Daven merasa tenang. Itulah kenapa Daven butuh Sandra untuk selalu berada disampingnya. Yaitu agar dirinya merasa tenang.