Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Bunda terhebat


Setelah tadi sempat menyusui putri Rendra, kini Sandra bersama dengan Daven dan yang lainnya memutuskan untuk pulang. Karena hari juga sudah cukup malam. Apalagi Suster Ati tadi memberitahu kalau Aileen belum mau tidur karena mau menunggu Sandra dan Daven pulang.


Selama dalam perjalanan pulang, antara Sandra dan Daven sama sekali tidak terlibat pembicaraan. Karena keduanya masih terbawa dengan suasan di rumah sakit. Yang mana kondisi Viola bisa dikatakan tidak baik-baik saja. Memang iya Dokter sudah mengatakan kalau kondisi Viola sudah stabil, tapi selama Viola belum juga sadar, artinya kondisi Viola belum sepenuhnya baik-baik saja.


Sementara itu, mendadak Sandra merasakan kalau tangannya digenggam dengan hangat oleh sebuah tangan lain. Sandra yang tadi menatap kearah luar jendela, seketika langsung menundukkan kepalanyaa dan medapati tangan Daven yang menggenggam tangan dirinya.


"Aku yakin kondisi Viola pasti akan baik-baik saja, dia tidak akan mungkin tega meninggalkan putrinya. disaat dia tau kalau putrinya sangat membutuhkan dirinya." Ujar Daven.


Dalam suara Daven, Sandra bisa tau kalau ada sebuah kesedihan didalamnya. Sandra yakin kalau saat ini pasti Daven sedang teringat akan mendiang Larisa. Dimana Larisa meninggalkan Daven berdua bersama dengan Aileen karena sebuah takdir yang menurut Daven sangat kejam.


Apakah Sandra cemburu karena saat ini Daven teringat kembali akan mendiang Larisa? Satu-satunya wanita yang dulu membuat Sandra sampai cemburu karena rasa cinta yang teramat besar yang Daven miliki untuk wanita itu. Jawabannya Sandra tidak cemburu. Biar bagaimana pun, sebelum hadirnya dia dalam kedihupan Daven, Larisa adalah wanita yang sangat Daven cintai. Mereka memiliki kenangan indah bersama-sama sampai akhirnya sebuah takdir memisahkan. Dan lagi, Larisa adalah ibu yang telah melahirkan Aileen ke dunia ini. Tidak sepatutnya Sandra cemburur kepada wanita yang sudah melahirkan putri cantiknya.


Selain itu, sekarang Daven juga sudah mencintai dirinya. Entah cinta itu lebih besar untuk dirinya ataupun untuk mendiang Larisa, Sandra sudah tidak peduli. Karena bagi Sandra, cinta yang Daven miliki untuk dirinya sudah lebh dari cukup. Sandra tidak akan berlaku egois dengan meminta bagian cinta milik Larisa untuk dirinya sendiri.


"Aamiin, aku juga yakin kalau Kak Viola pasti akan segera bangun." Jawab Sandra.


Sepanjang perjalanan, Daven tidak melepaskan tangan Sandra sama sekali. Kalaupun harus terlepas, Daven akan meletakkan tangan Sandra di pahanya.



Sesampainya di rumah, Sandra langsung bersih-bersih terlebih dahulu. Karena seperti yang suster Ati bilang tadi, Aileen tidak mau tidur kalau Sandra dan Daven belum pulang. Selesai bersih-bersih, nanti Sandra akan ke kamar sang putri dan menidurkannya.



Selesai bersih-bersih dan mengganti pakaiannya dengan dress tidur, Sandra menghampiri Saga dan Dewa terlebih dahulu untuk memberikan ciumana selamat malam sebelum nantinya ke kamar Aileen.



Cup...



Cup...



"Selamat bobok pangeran-pangeran Bunda. Kalian bobok yang nyenyak ya, terima kasih karena hari ini sudah menjadi anak-anak yang baik dan pengertian. Bunda minta maaf karena tadi enggak sempet nemenin kalian berdua bobok." Ujar Sandra.



Sandra berjalan kearah Daven yang berdiri menatap dirinya didepan connecting door.



"Aku temenin Aileen tidur dulu ya, Bang." Ujar Sandra meminta izin.



Dan dijawab dengan anggukkan kepala oleh Daven.



Setelah Sandra keluar dari kamar, barulah Daven ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan juga mengganti baju.



"Maafin Daddy ya kalau dulu Daddy sempat enggak mau kalian ada." Ujar Daven. "Kalian sangat beruntung memiliki Bunda yang sangat menyayangi kalian. Kalau kalian besar nanti, kalain pasti akan tau betapa hebatnya Bunda kalian." Tambahnya lagi.


Enta apa yang sebenarnya ingin Daven katakan kepada Saga dan Dewa. Daven yang tidak terbiasa banyak berbicara menjadi bngung sendiri untuk menyampaikan apa isi hatinya. Tapi yang jelas, disini Daven ingin agar Saga dan Dewa tau kalau mereka memiliki Bunda yang sangat hebat. Mengingat bagaimana dulu Sandra memperjuangkan mereka berdua.


"Daddy sayang banget sama kalian." Bisik Daven.


Setelah mengatakan itu, Daven memberikan kecupan dimasing-masing dahi Saga dan Dewa. Sebelum akhirnya Daven kembali ke kamarnya lagi. Membiarkan Saga dan Dewa tidur nyenyak dalam mimpi indah mereka.




Setelah dari kamar Saga dan Dewa, Daven tidak langsung ke kamar Aileen. Hal ini karena Daven tidak ingin mengganggu tidur putrinya. Kalau Daven masuk disaat Aileen belum tidur dengan nyenyak, putrinya itu pasti akan terbangun lagi. Dan pada akhirnya malah akan minta untuk ikut tidur bersama dengan dirinya dan Sandra.



Ya bukannya Daven tidak mau, hanya saja malam ini Daven ingin Sandra menjadi milik dirinya sendiri. Daven sedang tidak ingin berbagi Sandra dengan siapapun, termasuk Aileen. Egois? Biarlah malam ini saja Daven menjadi egois.



Lagi pula dalam kurun waktu seminggu, setidaknya 3 malam Aileen akan tidur di kamar mereka. Bukankah Daven sudah cukup baik berbagi Sandra dengan Aileen sebanyak itu?


.


.


.


***Note***:


*Kisah Della dan Marcel sudah aku up di apk* ***Fi***\*\*\* *dengan judul* ***Della's Husband ☺️***



*Sebelumnya aku mau minta maaf sama teman-teman. Karena sebuah pertimbangan satu dan lain hal, aku memutuskan buat tidak up disini.☺️*



*Semoga teman-teman semua tetap dukung karya aku dimanapun aku menulis🥰*



*Jangan lupa kritik dan sarannya 😍*



***Terima Kasih 😘🥰***