Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Sandra mesum


Siang ini, entah bagaimana ceritanya tiba-tiba saja Sandra sangat ingin melihat Daven. Hingga akhirnya, setelah selesai makan siang, Sandra memutuskan untuk datang ke kantor suaminya itu. Ugh... Sepertinya twins yang saat ini masih di dalam perut Sandra sangat menyukai Daven. Hingga untuk jauh-jauh dari Daven saja mereka tidak mau. Mereka selalu saja membuat Sandra jadi merindukan suaminya itu.


Tapi, ngomong-ngomong ini benar-benar karena twins atau karena Sandra sendiri ya? Secara Sandra kan juga bucin sekali kepada Daven. Meski begitu, apapun alasannya itu tidak terlalu penting. Karena yang penting sekarang Sandra ingin bertemu dengan Daven. Sandra ingin melihat wajah tampan sang suami.


Selesai bersiap, Sandra langsung turun dan menuju garasi untuk mengambil mobilnya. Hari ini Bunda Sya dan Ayah Radit sedang tidak ada di rumah, mereka sedang pergi kondangan ke pernikahan salah satu kolega bisnis Ayah Radit. Jadi ya otomatis Sandra tidak minta izin. Lagi pula Sandra hanya akan ke kantor Persada Group untuk menemui Daven, jadi tidak apa-apa kan kalau Sandra tidak meminta izin?



Beberapa menit setelah mengendarai mobilnya dan berkutat dengan kemacetan, kini akhirnya Sandra sudah sampai di kantor Daven. Namun sayangnya saat Sandra masuk ke dalam ruangan Daven, tidak dia dapati adanya suaminya disana. Mungkinkah Daven sedang rapat? Sepertinya iya.



Sembari menunggu Daven kembali, Sandra memutuskan untuk menonton drakor sembari menikmati donat yang tadi dia beli. Jangan salah, Sandra sudah menyiapkan semua cemilan-cemilan yang sekiranya akan dia butuhkan selama di kantor Daven. Selain donat, tadi Sandra memang mampir ke ind\*mart untuk membeli beberapa cemilan dan juga beberapa es krim yang saat ini Sandra masukan kedalam freezer agar tetap beku.



Sandra sendiri tidak tau berapa lama dia larut dalam drama Korea yang sedang dia tonton. Karena setelahnya Sandra sedikit dikejutkan dengan kedatangan Daven.



"Loh, sayang. Kok kamu ada disini?" Tanya Daven kepada Daven.



Daven yang baru kembali setelah menyelesaikan sebuah rapat tentu saja terkejut saat melihat Sandra yang tiba-tiba saja sudah ada di ruangannya. Pasalnya Sandra sama sekali tidak memberitahu dirinya kalau istrinya itu akan datang ke kantor.



Sandra tersenyum kepada Daven.


"Hehe... Iya, soalnya aku kangen sama Bang Cio. Twins katanya pengen lihat Daddy-nya." Jawab Sandra.



Daven melangkahkan kakinya kearah Sandra, kemudian mendudukkan dirinya di samping istrinya itu. Sekilas tatapan Daven tertuju pada box donat yang isinya masih cukup banyak. Ada juga beberapa bungkus camilan yang sudah terbuka. Daven sendiri tidak heran saat melihat itu, karena sejak hamil, Sandra memang jadi suka nyemil. Daven sendiri tidak masalah akan hal itu selama aman untuk Sandra.


"Kok enggak bilang sama aku? Terus kamu kesini dianter sama siapa?" Tanya Daven dengan lembut.



"Tadinya mau bilang, tapi biasanya habis jam makan siang Banh Cio kan selalu sibuk. Kalau aku bilang, pasti Bang Cio bakalan langsung jemput aku. Aku nggak mau ganggu Bang Cio soalnya." Jawab Sandra.



Soal itu, oke alasannya karena Sandra tidak ingin mengganggu dirinya. Tapi masih ada satu pertanyaan darinya yang belum Sandra jawab.


"Jadi kesini dianter sama siapa?" Tanya Daven mengulang pertanyaannya.



"Kesini sendiri dong, kan aku bisa bawa mobil, Bang." Jawab Sandra.



"Mulai sekarang, selama kamu hamil, jangan bawa mobil dulu ya. Aku enggak mau kalau kamu sampai kecapean karena keseringan bawa mobil sendiri. Mulai besok aku suruh supir buat antar jemput kamu." Ujar Daven.



Daven memberikan pengertian kepada Sandra panjang lebar, jadi Sandra bisa langsung paham kenapa Daven meminta hal itu. Dan ya, Sandra bisa mengerti. Sandra menganggukkan kepalanya setuju.


"Iya, aku mau pakai supir." Jawab Sandra.



Daven tersenyum lembut seraya mengusap puncak kepala Sandra.


"Pinter..." Ucap Daven.



Setelah menemani Sandra mengobrol sebentar, Daven kembali disibukkan dengan pekerjaannya. Sementara itu, Sandra juga kembali melanjutkan aktivitasnya menonton drama Korea.


Awalnya semua biasa saja, Sandra sangat menikmati drama yang dia tonton. Hingga akhirnya drama.iti memunculkan sebuah adegan yang cukup dewasa. Adegan yang sebenarnya sudah sering Sandra lihat di drama-drama lainnya. Tapi entah kenapa saat ini terasa berbeda, Sandra mendadak memikirkan sesuatu yang sebenarnya sangat memalukan untuk Sandra katakan disini. Kalian tau apa yang Sandra inginkan? Benar, Sandra ingin melakukan adegan yang baru saja dia tonton di drama tadi, yakni berciuman dengan panas. Padahal sebelumnya Sandra tidak pernah merasakan hal itu. Dan sekarang Sandra merasa dia seperti perempuan paling mesum di dunia. Bagaimana bisa tiba-tiba Sandra ingin melakukan itu dengan Daven. Bahkan bukan hanya sekedar ciuman, mendadak Sandra menginginkan sentuhan yang lebih dari sekedar itu.


Lalu sekarang bagaimana? Sandra malu kalau harus memberitahu Daven. Sandra tidak ingin Daven mencapnya sebagai perempuan mesum. Walaupun sebenarnya harus diakui kalau Sandra memang mesum. Tapi Sandra juga sangat menginginkannya. Lalu bagaimana dong? Kenapa jadi seperti ini.


Akhirnya setelah berpikir cukup lama, Sandra memberanikan diri untuk menghampiri Daven. Biarlah kalau Sandra di cap sebagai perempuan mesum oleh Daven. Toh Daven merupakan suaminya sendiri. Jadi tidak ada yang salah dong ya?


Daven yang menyadari keberadaan Sandra yang mendekati dirinya kemudian memasang senyumnya. Tanpa kata, Daven menarik dengan lembut tangan Sandra agar duduk diatas pangkuannya.


"Ada apa?" Tanya Daven dengan lembut.


Daven yang sekarang sudah semakin peka, sadar kalau Sandra memiliki sesuatu untuk dikatakan atau sesuatu yang dia inginkan.


"Pengen cium." Jawab Sandra to the point.


Hal ini membuat Daven yang mendengarnya, mengerutkan dahinya.


"Pengen cium?" Tanya Daven memastikan.


Sandra menganggukkan kepalanya, kini tatapannya tertuju kepada bibir Daven yang sangat menggiurkan.


"Ke---" Belum juga Daven mengucapkan kalimatnya, Sandra sudah lebih dulu menyambar bibir Daven. Bukankah sekarang Daven benar-benar perempuan yang sangat mesum?


Daven yang awalnya terkejut dengan aksi Sandra ini akhirnya mulai menikmati ciuman yang Sandra lakukan. Daven membiarkan Sandra menyelesaikan rasa dahaganya itu. Dan hanya dengan sebuah ciuman, kini sesuatu yang sedang Sandra duduki ini mendadak bangkit.


Hingga begitu ciuman terlepas, Daven langsung menggendong Sandra masuk ke kamar pribadinya. Kalian sudah tau apa yang terjadi selanjutnya kan? Ya, benar sekali. Sesuatu yang memang Sandra inginkan.


"Sudah cukup main-mainnya sayang, sekarang giliran aku." Ujar Daven kepada Sandra.