
"Abang, aku kan udah 40 hari melahirkan. Berarti udah boleh keluar rumah kan?" Ujar Sandra kepada Daven.
Seperti yang kita tau, alasan Sandra tidak ke rumah sakit karena dia harus merasa tidak bisa meninggalkan Saga dan Dewa di rumah tanpa dirinya. Selain itu Sandra juga tidak tau apakah kalau baru saja 40 hari seperti ini, disudah boleh pergi keluar atau belum. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, sepertinya sih sudah bisa. Dan lagi, tidak masalah juga kalau meninggalkan Saga dan Dewa sebentar. Toh selain Sandra memang memiliki stok ASI, ada suster yang membantu Sandra untuk mengurus anak-anaknya juga.
Daven yang sedang mengusap rambut Sandra seketika menoleh kearah sang istri. Yang membuat Daven salah fokus bukan 40 hari dan boleh keluar, melainkan...
"Kamu udah 40 hari ya? Itu artinya udah selesai nifas kan? Berarti kita udah boleh melakukan hubungan suami istri lagi?" Ujar Daven.
Ya, respon Daven seperti para suami pada umumnya saat mengetahui istrinya sudah 40 hari melahirkan. Tentu tidak jauh dari hubungan ranjang. Yang mana itu adalah suatu hal yang sangat mereka nantikan cukup lama.
Mendengar tanggapan Daven yang tidak sesuai dengan keinginannya, Sandra langsung memukul lengan sang suami dengan kesal.
"Iihh... Yang ditanya apa, jawabnya malah apa." Ujar Sandra.
Bukannya merasa bersalah karena jawaban yang dia berikan tidak sesuai dengan yang diharapkan Sandra, Daven malah tertawa.
"Ya kan intinya sama, sayang. Soal kamu yang udah 40 hari kan?" Jawab Daven santai.
"Tapi kan maksud aku bukan itu, Bang. Aku serius, ini kalau udah 40 hari aku udah boleh pergi keluar rumah apa enggak?" Ujar Sandra.
Masih dengan senyumnya ...
"Kalau soal itu aku enggak tau, tapi sih kayanya udah boleh. Buat lebih jelasnya nanti tanya aja ke Bunda sama Mama." Jawab Daven. "Lagian kamu mau pergi kemana emang? Kok kayanya udah pengen banget." Kali ini giliran Daven yang bertanya.
"Aku? Aku pengen ke rumah sakit, pengen jengukin Aleera." Jawab Sandra.
"Ooo, ya udah nanti kita tanya dulu, kamu udah boleh pergi keluar atau belum." Jawab Daven. "Tapi kalau menurut aku sih harusnya udah boleh." Tambahnya lagi.
Sandra menganggukkan kepalanya. Ada baiknya mereka memang bertanya kepada Bunda Sya dan Mama Laras terlebih dahulu. Sebenarnya larangan untuk wanita yang baru melahirkan untuk tidak pergi keluar selama 40 hari itu merupakan tradisi atau ada mitos-mitos yang bisa saja terjadi? Sandra sendiri kurang paham soal hal seperti itu. Saat diminta untuk tidak pergi keluar selama 40 hari, Sandra hanya menurut tanpa banyak bertanya apa alasannya. Jadi, ada yang tau alasannya karena apa?
"Jadi Yang, karena kamu udah 40 hari, berarti kamu udah selesai masa nifas kan?" Tanya Daven kepada Sandra.
Nyatanya Daven masih belum mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu. Oleh karenanya, Daven kembali bertanya kepada Sandra.
Dengan senyum malu-malunya, Sandra menganggukkan kepala.
"Iya, aku udah selesai nifas. Ehhmm... Sebenarnya udah selesai dari 5 hari yang lalu." Jawab Sandra.
Nah kan, tebakan Daven benar. Sandra memang sudah selesai masa nifas.
"Waow, udah selesai cukup lama ya ternyata. Berarti aku udah boleh mulai minta jatah lagi kan?" Tanya Daven to the point. Jangan lupakan senyum mesum yang saat ini tersungging dibibir laki-laki berwajah tampan itu
"Ehh... Aku belum siap, Bang." Jawab Sandra.
Setelah mengatakan itu Sandra langsung menundukkan kepalanya.
"Loh emangnya kenapa sayang?" Tanya Daven dengan lembut.
Daven tau, pasti ada alasan yang membuat kenapa Sandra sampai menjadi takut seperti ini. Padahal seingat Daven, selama ini dia tidak pernah melakukan hubungan suami istri secara kasar atau bagaimana. Selama ini juga Sandra selalu menikmati selama mereka melakukan itu.
Sandra yang tadi menundukkan kepala, memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya dan menatap wajah Daven.
"Aku takut sakit, Bang. Soalnya dari beberapa artikel yang aku baca-baca, hubungan badan setelah melahirkan rasanya jauh lebih sakit dari pada pas malam pertama." Jawab Sandra.
Mendengar jawaban Sandra, Daven mengulum senyum.
"Oo ya, benarkah?" Tanya Daven.
Sandra menganggukkan kepalanya.
"Aku enggak tau dengan pasti, tapi pas aku baca katanya begitu." Jawab Sandra.
"Kalau gitu, gimana kalau kita coba sekarang? Buat pastiin apa artikel yang kamu baca itu valid atau enggak." Ujar Daven.
Mendengar ucapan Daven, seketika Sandra hanya bisa melongo. Sandra pikir Daven akan mengajaknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Tapi ternyata Daven justru meminta untuk mencobanya secara langsung. Benar-benar Daven ini.
"Kalau emang nanti rasanya sakit, aku bakal pelan-pelan. Dan kalau emang sakitnya banget dan kamu enggak kuat, kita berhenti. Mau ya sayang?" Sambung Daven.
Sekarang keputusan ada ditangan Sandra. Karena kalau melihat Daven, sepertinya laki-laki itu sudah benar-benar tidak bisa menahan diri. Lihat saja bagaimana tatapan Daven kepada Sandra saat ini sudah berubah.
"Ak-aku...."
Belum juga Sandra menyelesaikan ucapannya, Daven sudah lebih dulu memberikan sebuah penyerangan kecil kepada Sandra dengan mendaratkan sebuah ciuman dibibirnya.
"Ayo sayang, waktu kita enggak banyak. Saga dan Dewa bisa kapan aja bangun." Bisik Daven ditelinga Sandra.
Nyatanya apa yang Sandra baca disebuah artikel tidak sama dengan yang Sandra alami. Bagaimana lembutnya Daven memperlakukan dirinya membuat Sandra merasa nyaman tanpa rasa sakit sedikitpun. Walaupun saat awal tadi mereka agak sedikit kesulitan, tapi pada akhirnya semua berjalan dengan lancar. Sandra dan Daven benar-benar menikmati malam pertama mereka setelah 40 hari lebih harus libur dari kegiatan nikmat ini.
.
.
.
Dahlah, cukup. Aku enggak sanggup nulisnya 🤣
Jangan lupa kritik dan sarannya 😍
Terima Kasih 😘🥰