Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Akhirnya Aleera tau


Setelah memenuhi ngidam Aleera dengan membuat video acara memasak dadakan bersama Daven, 3 hari kemudian Sandra datang berkunjung ke rumah Aleera. Dan tentu saja Sandra datang bersama Aileen. Putri cantik yang selalu menemani kemanapun dia pergi.


Sementara itu, saat ini Daven sedang ada pekerjaan di luar kota. Kenapa Sandra tidak ikut? Alasannya karena Aileen tidak bisa ditinggal terlalu lama. Lagi pula kalau ada pekerjaan luar kota biasanya yang mendampingi Daven memang Beni.


Dan seperti biasa, sementara anak-anak bermain bersama ditemani babysitter mereka. Aleera dan Sandra menikmati waktu quality time bersama.


“Aku mau tanya dan kamu harus jawab jujur Ly.” Ujar Sandra kepada Aleera.


“Apa?”


“Ngidam kemarin yang kamu pengen nonton video masak aku sama Bang Cio, itu ngidam bohongan kan? Aneh banget masa kamu ngidamnya kaya gitu. Perasaan dulu kamu nggak pernah ngidam seaneh ini deh.” Mumpung ketemu sama orangnya secara langsung, Sandra tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mencecar Aleera mengenai kebenaran ngidam Aleera yang Sandra rasa sangat janggal ini.


Aleera sendiri langsung tertawa saat mendengar pertanyaan Sandra.


“Emang bohongan.” Jawab Aleera santai. Tidak terlihat rasa bersalah sedikitpun diwajah Aleera.


“Kan, aku udah feeling kalau ngidam kamu itu bohongan. Kenapa kamu pura-pura ngidam?” Tanya Sandra.


Sandra tidak marah meskipun ngidam Aleera itu ternyata bohongan. Sandra hanya penasaran saja kenapa Aleera melakukan itu. Maksudnya, apa keuntungan yang Aleera dapat dengan berpura-pura ngidam.


“Karena aku ingin hubungan kamu sama Bang Daven jadi semakin dekat. Aku tau ada sesuatu yang janggal sejak awal pernikahan kamu San. Sebenernya rahasia apa yang kamu sembunyikan dari aku Sandra? Aku bukan hanya kakak ipar kamu, tapi aku juga sahabat kamu. Kalau sekiranya kamu ada masalah, kamu bisa cerita sama aku. Jangan di pendam sendirian.” Ujar Aleera dengan wajah seriusnya. Aleera tidak bisa menahan diri untuk tidak menanyakan kondisi rumah tangga Sandra dan Daven yang sebenarnya.


Deg... Jantung Sandra seketika langsung berdetak sangat kencang mendengar alasan Aleera membuat skenario bohongan. Ternyata Aleera... Tanpa bisa ditahan, Sandra seketika langsung menangis mendengar ucapan Aleera. Tidak menyangka kalau Aleera masih tetap menjadi sahabatnya yang perhatian dan selalu peka dengan keadaan dirinya.


Aleera sendiri terlihat memilih untuk diam, membiarkan Sandra menangis menuangkan segala kesedihan yang selama ini dia pendam sendirian. Aleera akan memberikan Sandra waktu sampai sahabatnya itu siap untuk bercerita.


Hingga setelah beberapa menit puas menangis, Sandra memilih untuk bercerita mengenai apa yang sebenarnya terjadi dengan rumah tangganya selama ini.


"Tapi, ini bukan salah Bang Cio, Ly. Semua ini adalah kesalahan aku sendiri. Aku yang menginginkan pernikahan ini terjadi. Dan dugaan kamu juga benar. Selama ini aku dan Bang Cio memang tidur dikamar terpisah. Aku tidur bersama dengan Aileen di kamarnya, seperti apa yang kamu pikirkan kemarin." Tambah Sandra.


“Kenapa? Kenapa kamu memilih mengorbankan perasaan kamu Sandra.” Aleera tidak kuasa menahan tangisnya setelah mendengar cerita Sandra.


Menurut Aleera, seharusnya Sandra bisa mendapatkan seseorang yang lebih baik dari Daven. Tapi siapa yang bisa menyangkal kalau Allah sudah menetapkan jika Sandra dan Daven sudah ditakdirkan untuk berjodoh? Sekarang Aleera hanya bisa berdoa semoga hubungan Sandra dan Daven akan menjadi lebih baik lagi. Aleera juga akan tetap berusaha untuk membuat Sandra dan Daven menjadi semakin dekat. Lagi pula seperti yang sudah Sandra katakan, disini kita juga tidak bisa menyalahkan Daven, karena terjadinya semua ini adalah keputusan Sandra sendiri.


Sandra kini tersenyum tipis. Bukan Sandra menyesal dengan keputusan yang sudah dia ambil ini. Sandra hanya berpikir, seandainya dia tidak sok sanggup dengan semua konsekuensinya, maka akhirnya tidak akan seperti ini. Dirinya tidak akan tersakiti sampai sedalam ini.


“Enggak papa Ly, mungkin memang Allah mentakdirkan aku memiliki cerita bersama dengan Bang Cio. Lagi pula ini bukan salah Bang Cio karena dia sudah memperingatkan aku sejak kita belum menikah. Dan aku menyanggupinya, jadi tidak ada yang perlu disesali. Doakan saja semoga pernikahan aku dan Bang Cio bisa semakin baik perkembangannya. Karena jujur, sejauh ini aku tidak yakin kalau pernikahan kita akan berlangsung lama. Aku mulai enggak sanggup Ly.” Sandra kembali meneteskan air matanya.


“Kalau memang kamu udah nggak sanggup meneruskan rumah tangga ini, jangan di paksakan San. Jangan semakin menyakiti diri sendiri terlalu dalam. Memang Allah membenci perceraian, tapi tetap kamu tidak boleh memaksakan diri untuk bertahan dan malah semakin menyakiti diri sendiri pada akhirnya. Jadi, kalau kamu sudah tidak sanggup, berpisah adalah keputusan yang baik. Aku tidak mau kamu semakin tersakiti, San.” Ujar Aleera.


Sandra menggelengkan kepalanya.


"Aku sanggup Ly, aku yakin aku sanggup menjalani rumah tangga aku dengan Bang Cio. Apalagi, beberapa hari yang lalu Bang Cio bilang kalau dia akan berusaha untuk bisa mencintai aku. Itu berarti aku masih ada kesempatan kan Ly?" Mata Sandra langsung berbinar saat menceritakan hal yang terjadi antara dirinya dan Daven beberapa hari yang lalu.


"Kamu yakin? Kamu nggak lagi bohongin aku kan? Bang Cio beneran mau berusaha untuk mencintai kamu?" Aleera khawatir kalau Sandra mengatakan itu hanya untuk membuat dirinya merasa tenang saja.


Aleera hafal bagaimana Sandra. Perempuan yang sangat pandai menyembunyikan perasaannya. Bayangkan saja, Sandra bahkan sudah menyimpan perasaan kepada Daven bahkan disaat usianya masih tergolong kecil. Dan itu tanpa diketahui oleh orang-orang disekitarnya, termasuk keluarganya sendiri.


"Enggak Ly, kali ini aku jujur. Beberapa hari yang lalu setelah kamu video call ingin dibuatkan video masak aku sama Bang Cio, tiba-tiba Bang Cio bilang begitu. Bahkan Bang Cio juga peluk aku." Ujar Sandra menampilkan ekspresi bahagia.


Kali ini ekspresi bahagia Sandra sangatlah jujur. Karena Sandra memang tidak berbohong dengan ucapannya itu.


Teman-teman juga tau kan bagaimana Daven memeluk Sandra dan bilang kalau dia akan belajar mencintai Sandra? Tolong buat Aleera percaya, karena kalian adalah saksinya.