Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Ariel si tukang pamer


"Pengen es krim…” Ujar Sandra tiba-tiba.


Setelah menangis sekian lama, seperti biasa Sandra memang akan sangat membutuhkan es krim untuk mengembalikan mood nya yang tadi menjadi buruk.


Aleera menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Sandra ini.


“Kayaknya Ariel bener-bener copy paste kamu deh San, dia setiap habis nangis pasti yang diminta juga es krim.” Ujar Aleera sembari tertawa kecil.


Meski masih sedikit sesenggukan, tapi Sandra sudah bisa tertawa lagi.


“Iyalah, aku kan onty kesayangan Ariel.” Jawab Sandra dengan bangganya. “ Mana es krimnya…” Sandra merengek seperti anak kecil.


“Ya ambil sendiri di kulkas dapur lah San. Masa kamu tega nyuruh aku yang lagi hamil ini naik turun tangga buat ambilin es krim." Ujar Aleera sedikit kesal.


“Lupa… Ya udah aku ambil dulu.” Sandra beranjak dari kamar Aleera menuju dapur untuk mengambil es krim yang dia inginkan.


“Jangan sampai kelihatan anak-anak loh ya, kemarin mereka udah makan es krim soalnya.” Ujar Aleera mengingatkan.


“Okeyy siapp…..” Jawab Sandra seraya melenggang keluar dari kamar Aleera.



Selesai dengan quality time mereka, kini Aleera dan  Sandra menemani anak-anak bermain. Aidan, Ariel, dan  Aileen terlihat akrab satu sama lain. Terlebih Ariel, balita berusia 3 tahun setengah itu sangat senang setiap Aileen datang ke rumah ini. Karena dengan begitu, Ariel bisa mengajak Aileen bermain boneka dan make up. Yang merupakan permainan yang tidak bisa Ariel lakukan jika hanya bersama dengan Aidan. Ya walaupun tidak jarang juga Aidan mau diajak bermain seperti itu, tapi hanya jika Ariel sudah mulai akan menangis.



“Ilinn… di pelut Mama sekalang ada adeknya kakak Iyel sama Abang Ai loh.” Sudah menjadi rutinitas wajib bagi Ariel untuk memamerkan keberadaan adiknya yang masih ada didalam perut Aleera kepada semua orang. Apalagi Ariel mengetahui kalau Aileen tidak memiliki adik.



Aleera tertawa melihat Sandra yang menghela nafas, jika sudah seperti ini Aileen akan merengek kepada Sandra kalau dia juga ingin memiliki adik seperti Ariel dan Aidan. Jiwa tukang pamer Sandra ternyata juga melekat pada diri Ariel.



“Unda… adek… Ilin au adek…” Nah kan, Aileen langsung merengek kepada Sandra kalau dia menginginkan adik.



“Nanti ya sayang, tunggu adeknya kakak Iyel sama Abang Ai lahir dulu. Baru  setelah itu Bunda kasih Aileen adek.” Sandra tidak tau harus menjawab apa, jadi dia hanya menjawab asal atas permintaan Aileen.



“Omongan adalah doa loh San.” Bisik Aleera.



Sandra mengabaikan ucapan Aleera.



“Nanti Aileen bilang aja sama Daddy kalau Aileen mau punya adek. Pasti nanti Aileen bakal Daddy bikinin adek, soalnya kalau Aileen mintanya cuma sama Bunda, adeknya jadinya bakalan lama sayang. Aileen pengen cepet-cepet punya adek kan?” Aleera mulai mengompori Aileen.



Ternyata Aleera dan Ariel ini memang tidak berbeda jauh. Ya mau bagaimana lagi, like mother like daughter.



Sandra memelototi Aleera yang berbicara seperti itu kepada Aileen.



“Ly…”




“Ilin anti au biyang Eddy bial bikinin Ilin adek…” Ucap Aileen dengan semangat. “Ilin au puna adekkk…” Aileen kembali ikut bermain bersama dengan Ariel dan Aidan.



“Nanti kalau Aileen beneran ngomong ke Bang Cio kalau dia pengen punya adek gimana Ly?” Sandra benar-benar dibuat frustasi dengan apa yang Aleera katakan kepada Aileen.



“Itu salah satu cara biar kamu sama Bang Cio jadi semakin deket, Sandra. Siapa tau dengan ini kamu bisa beneran kasih Aileen adek.” Jawab Aleera santai.



Ya sebenarnya yang Aleera katakan ini tidak salah sih. Sandra juga ingin hamil dan memiliki anak, tapi...



Berhubung saat ini Daven sedang ada pekerjaan di luar kota, jadi Sandra memutuskan untuk menginap di rumah orang tuanya. Dan tentu saja, sebelumnya Sandra sudah mendapatkan izin dari Daven.


Sementara itu, Rendra yang tau kalau di rumah sedang ada Sandra dan Aileen juga memutuskan untuk pulang. Jadilah sekarang suasana rumah keluarga Santoso kembali ramai.


"Nah kalau kumpul-kumpul gini kan Bunda seneng, Yah." Ujar Bunda Sya seraya tersenyum. Raut bahagia terpancar jelas diwajah Bunda Sya.


Ayah Radit hanya tersenyum mendengar ucapan Bunda Sya. Karena sama seperti Bunda Sya, Ayah Radit pun juga merasa senang kalau suasana rumah ramai seperti ini.


"Harusnya dulu kita kasih Sandra adek juga Yah. Rumah pasti bakalan lebih rame." Ujar Bunda Sya berbisik. Meski begitu, Ayah Radit masih bisa mendengarnya.


"Bun..." Dengan lembut Ayah Radit memberikan Bunda Sya peringatan. Ayah Radit tidak suka kalau Bunda Sya membahas masalah ini.


Sementara Ayah Radit terlihat sedikit terusik, Bunda Sya justru tertawa kecil.


"Enggak Yah, Bunda cuma bercanda." Ujar Bunda Sya.


Benar, sejujurnya Bunda Sya sangat menyayangkan keputusan Ayah Radit melakukan vasektomi setelah kejadian dimana Bunda Sya mengalami keguguran. Tapi ya mau bagaimana lagi, Bunda Sya paham kalau Ayah Radit melakukan itu karena memang mungkin itu sudah menjadi keputusan yang terbaik. (Baca di Baby... I Love You)


"Ayah kenapa? Kok mukanya serius gitu." Tanya Sandra.


"Nggak kenapa-napa dek, Ayah kan emang mukanya begitu." Jawab Bunda Sya santai.


"Betul, nggak beda jauh kaya Bang Kendra." Ujar Rendra menyambung.


Saat ini Rendra sedang menemani Aileen bermain. Aileen sangat senang saat Rendra menggambarkan banyak hal yang balita cantik itu inginkan.


Ayah Radit sendiri hanya merespon dengan mengangkat bahunya saja.


"Aileen, Opa punya ikan baru loh. Aileen mau lihat nggak?" Ujar Ayah Radit berjalan mendekat kearah Aileen dan Rendra.


"Ayah... Mas lagi main sama Aileen loh. Jangan ganggu dong." Ujar Rendra kesal.


Karena kalau sudah begini, pasti Aileen akan ikut bersama Ayah Radit dan meninggalkan Rendra begitu saja. Padahal Rendra juga ingin bersama dengan Aileen.


Memang, kalau sedang ada di rumah ini, Aileen akan menjadi rebutan antara Rendra dan Ayah Radit. Sama seperti Aidan dan Ariel, Aileen juga menjadi kesayangan semua orang di rumah ini. Keluarga Santoso sama sekali tidak membedakan kasih sayang mereka kepada Aileen.


"Aileen sama Oma aja yuk. Oma tadi bikin kue-kue lucu loh." Dan ya, Bunda Sya juga tidak mau kalah dengan Ayah Radit dan juga Rendra.


Hal itu tentu saja membuat Aileen bingung saat melihat ketiganya memperebutkan dirinya. Aileen ingin Rendra terus menggambar untuknya. Aileen juga ingin ikut dengan Ayah Radit melihat ikan baru. Juga Aileen ingin ikut Bunda Sya karena tawarannya juga tidak kalah menggiurkan.


Jadi mana yang akan Aileen pilih. Rendra, Ayah Radit, atau Bunda Sya?


Keputusannya adalah...


"Enda... Ilinn au cucu ..." Aileen justru beranjak dan berjalan menghampiri Sandra untuk meminta dibuatkan susu.