Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Firasat Kendra


Hari ini adalah weekend, dan Daven baru akan pulang dari Surabaya nanti sore. Jadi, Sandra yang bosan kalau hanya menghabiskan waktu di rumah saja akhirnya memutuskan untuk mengajak Aleera beserta anak-anak mereka untuk pergi ke Mall.


"Bunda mau ikut adek sama Aleera ke Mall nggak?" Tanya Sandra kepada Bunda Sya.


Siapa tau Bunda juga pengen ikut jalan-jalan juga kan? Ya walaupun Sandra juga tau kalau kemungkinan besarnya Bunda Sya akan menolak. Secara kalau weekend kan Ayah Radit di rumah, jadi weekend seperti ini adalah waktu untuk mereka menikmati quality time bersama setelah 5 hari sebelumnya Ayah Radit sibuk di kantor.


"Enggak dek, Bunda nggak ikut. Bunda di rumah aja." Jawab Bunda Sya dengan lembut.


Sementara Sandra tersenyum.


"Pasti mau pacaran sama Ayah, yah?" Ujar Sandra menggoda Bunda Sya.


"Itu adek tau sendiri." Jawab Bunda Sya santai.


Hebat bukan? Sudah 29 tahun Bunda Sya dan Ayah Radit menikah. Tapi kemesraan mereka sejak dulu sama sekali tidak luntur. Bahkan yang ada mereka semakin terlihat mesra dan harmonis. Dan rumah tangga orang tua mereka lah yang menjadi panutan Kendra, Sandra dan juga Rendra. Fyi, sekarang Rendra sudah memiliki kekasih loh. Dan hubungan mereka sudah berjalan hampir 1 tahun lamanya. (kisahnya ada di Say Love Me, Rendra! di F****)




Setelah berpamitan kepada Bunda Sya, Sandra langsung mengendarai mobilnya untuk menjemput Aleera dan 3 keponakannya.



"Kita ke lumah Mama Alila, Bunda? Ketemu Abang Ai, Kakak Iyel, sama Adek Alzan?" Tanya Aileen kepada Sandra.



Sandra tersenyum, setiah hari mendengar celotehan Aileen benar-benar membuat dirinya merasa sangat bahagia. Benar, dalam rumah tangganya ini, yang membuat Sandra bertahan adalah Aileen. Kalau saja tidak ada Aileen, mungkin saja Sandra sudah menyerah sejak awal. Dan sekarang, penguat Sandra bertambah, yaitu baby didalam perutnya.



"Iya sayang." Jawab Sandra dengan lembut.



Setelah perjalanan kurang lebih 15 menit dari rumah orang tuanya, kini Sandra sudah sampai di rumah Aleera.



"Acalamualaikum...." Seperti biasa, Aileen akan sangat heboh jika akan bertemu dengan sepupu-sepupunya. Setelah mengucapkan salam, Aileen langsung masuk ke rumah yang kebetulan saat ini pintunya tertutup dengan rapat.



"Wa'alaikumsalam..." Terdengar seseorang menjawab salam Aileen.



Sandra tersenyum, kemudian masuk kedalam rumah bersama dengan Suster Ati.



"Salim dulu sama Papa Kendra, Aileen." Ujar Sandra kepada Aileen.



Kendra yang kebetulan sedang duduk di ruang tamu. Aileen dengan patuh


langsung menuruti perintah Sandra.



"Haiii... Aileen, mau kemana nih, kok cantik banget sih?" Ujar Kendra kepada Aileen.



"Soalnya lambut Ilin dikucilin sama Bunda, Papa." Jawab Aileen seraya memperlihatkan senyum manisnya.



Membuat Sandra dan Kendra tersenyum mendengar jawabannya.



"Oo ternyata Bunda yang kucirin. Pantesan kok Papa Kendra liat Aileen tambah cantik." Ujar Kendra.



"Papa... Kaka Iyel mana?" Tanya Aileen.



"Kaka Iyel diatas, tadi kayanya lagi mandi deh. Aileen naik aja ke kamar, sayang." Jawab Kendra dengan lembut.



Setelah mengetahui dimana keberadaan Ariel, bersama Suster Ati, Aileen naik ke lantai 2 menuju kamar Ariel. Walaupun ada baby Arzan, tapi tetap Ariel-lah yang menjadi bestie Aileen. Secara mereka sama-sama perempuan.



Sementara Sandra memilih untuk dibawah sebentar bersama Kendra. Sandra menghampiri Kendra kemudian mencium tangan laki-laki itu. Dan mendudukkan dirinya di samping Kendra.



Kendra yang sudah hafal kalau Sandra mendekati drinya itu artinya adik kecilnya ini sedang ingin dimanja. Dengan lembut mengusap puncak kepala Sandra dan memberikan satu kecupan disana.



Memang saat ini baik Kendra maupun Sandra sudah sama-sama berkeluarga, tapi itu tidak menutup fakta bahwa bagi Kendra, Sandra adalah adik kecilnya. Dan Kendra sangat menyayangi Sandra.




Sandra memeluk Kendra dari samping, kemudian menggelengkan kepalanya.


"Enggak papa, adek cuma lagi pengen peluk Abang sebentar. Adek tuh kangen udah lama enggak peluk Bang Kendra." Jawab Sandra.



Kendra tersenyum.


"Bohong, pasti ada apa-apa nih. Mau cerita sama Abang?" Tanya Kendra.



Tidak dipungkiri bahwa sebenarnya Kendra pun akhir-akhir ini sering memikirkan Sandra, seperti yang terjadi kepada Ayah Radit. Entah kenapa, Kendra sendiri tidak tau. Karena... Beberapa kali Kendra melihat Sandra tengah menangis didalam mimpinya. Dan itu membuat Kendra benar-benar gelisah. Tapi saat Kendra melihat Sandra baik-baik saja dan juga tetap happy seperti biasanya, Kendra pikir mimpi itu hanyalah bunga tidur biasa yang tidak perlu Kendra pikirkan terlalu dalam.



Sandra tersenyum, kemudian memberikan cubitan kecil pada pinggang Kendra.


"Apaan sih. Orang adek cuma pengen peluk doang. Nggak boleh emangnya? Harus ada apa-apa dulu baru adek boleh peluk Abang? Gitu?" Ujar Sandra seraya memasang wajah pura-pura kesalnya.



Walaupun dalam hati sebenarnya Sandra cukup terkejut saat Kendra bertanya seperti itu. Sandra pikir... Bagaimana bisa Ayah Radit dan Kendra seolah mengetahui apa yang sedang Sandra rasakan. Apakah ikatan batin mereka satu sama lain sangat kuat?



"Ya bukan gitu maksud Abang, dek. Abang juga enggak tau kenapa. Tapi akhir-akhir ini selalu kepikiran sama adek." Jawab Kendra jujur.



Sandra tertawa kecil.


"Mungkin itu karena Abang kangen sama adek. Kan udah 2 minggu juga kita enggak ketemu." Jawab Sandra santai.



"Iya, mungkin efek karena Abang kangen sama adek kesayangan Abang ini." Ujar Rendra juga ikut tersenyum.



"Ooo iya, Abang nggak mau ikut kita ke Mall?" Tanya Sandra kepada Kendra.



Kendra menggelengkan kepalanya.


"Pengennya sih ikut. Tapi hari ini Abang lagi ada banyak kerjaan. Ini juga mau Abang buru-buru selesaikan biar nanti bisa punya banyak waktu buat main sama anak-anak." Jawab Kendra.



Benar, hari ini masih ada banyak pekerjaan yang harus segera Kendra selesaikan. Saat tadi Aleera bilang kalau dia akan mengajak anak-anak pergi ke Mall bersama Sandra dan Aileen, Kendra langsung memberikan izin. Karena dengan begini Kendra bisa fokus dengan pekerjaan, sehingga pekerjaannya bisa cepat selesai. Dan kalau pekerjaannya sudah selesai, maka Kendra bis fokus dengan keluarganya tanpa harus memikirkan pekerjaan lagi.



"Kerjaan terossss... ini weekend loh Bang." Ujar Sandra menyindir.



Membuat Kendra tersenyum.


"Lah suami kamu juga weekend malah di luar kota kan?" Ujar Kendra membalas sindiran Sandra.



Hal ini membuat Sandra tertawa. Benar juga apa yang Kendra katakan. Sandra menyindir Abangnya karena weekend masih saja bekerja, tapi Daven, suaminya sendiri juga sekarang malah ada di luar kota.



"Ya namanya juga mencari nafkah buat keluarga Bang." Jawab Sandra.



"Sama, Abang juga kerja karena mencari nafkah buat keluarga." Kendra kembali membalikkan kata-kata Sandra.



"Aahh udah ah, males sama Abang. Selalu bisa balikin omongan aku terus." Ujar Sandra seraya beranjak dari sofa.



Sandra berniat untuk naik ke lantai 2 menuju kamar Aleera untuk melihat apakah kakak ipar sekaligus sahabatnya itu sudah siap atau belum.



"Mau bawa kartu Abang nggak, dek?" Ujar Kendra kepada Sandra.



Sandra yang baru saja akan naik tangga menoleh kearah Kendra. Kemudian menggelengkan kepalanya.


"Enggak, adek udah nggak perlu kartu Bang Kendra lagi. Adek udah punya kartu sendiri dari Bang Cio." Jawab Sandra dengan nada sombongnya.



Membuat Kendra tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa.