
Seminggu setelah kepergian Mama Nisa, kini semua sudah kembali seperti sebelumnya. Meski masih diliputi rasa sedih yang teramat sangat, tapi setidaknya sekarang ini Viola sudah bisa kembali tersenyum. Dan itu sudah membuat yang lain merasa sangat lega, tidak terkecuali dengan Sandra.
Dan selama seminggu ini, Bunda Sya dan Ayah Radit benar-benar menemani Rendra dan Viola. Mereka berdua sama sekali tidak meninggalkan anak-anaknya disaat sedang rapuh.
Dan sekarang ini, Sandra dan Daven baru saja pulang dari pengajian 7 harian Mama Nisa. Sementara itu, hanya Aileen saja yang Sandra dan Daven ajak. Saga dan Dewa tidak ikut karena mereka sedang demam setelah tadi siang imunisasi. Tapi tidak apa-apa, kata Suster Feni dan Suster Nina, saat ini demamnya sudah mulai turun setelah diberi paracetamol yang dokter resepkan.
Saat mobil melewati alun-alun yang mana terdapat banyak sekali penjual makanan, sepertinya Aileen jadi salah fokus.
"Bunda.. Kakak pengen jagung bakar." Ujar Aileen tiba-tiba.
Btw, sudah selama sebulan ini Aileen bisa mengucapkan huruf R. Dengan perkembangan Aileen itu, Sandra tentu saja merasa sangat bahagia.
"Pengen jagung bakar?" Tanya Sandra.
Aileen menganggukkan kepalanya.
"Iya, Kakak pengen maem jagung bakar." Jawab Aileem.
Sandra menganggukkan kepalanya.
"Bang, berhenti dulu beli jagung bakar." Ujar Sandra kepada Daven.
Daven yang mendengar ucapan Sandra langsung menganggukkan kepalanya. Kini mobil sudah menepi dipinggir jalan bersama dengan kendaraan lain yang memang terparkir disana.
Tujuan awal adalah untuk membeli jagung bakar seperti keinginan Aileen kan? Tapi pada kenyataannya tidak seperti itu. Karena Sandra terpikat dengan makanan yang lain juga. Jadilah saat ini Sandra, Daven dan Aileen duduk disalah satu lesehan sembari menikmati makanan mereka. Selain jagung bakar, Sandra membeli siomay, wedang ronde, sate ayam, dan roti bakar.
"Padahal Kakak cuma minta jagung bakar doang, tapi kok Bunda belinya banyak banget." Ujar Aileen kepada Sandra.
Mendengar ucapan Aileen, Sandra dan Daven seketika langsung tersenyum.
"Bunda emang sukanya gitu Kak... Jajannya banyak." Ujar Daven menyahuti.
Sementara Sandra tampak tersenyum malu-malu. Karena apa yang Daven katakan memang benar adanya. Ya gimana ya, kalau beli cuma satu jenis makanan saja Sandra merasa ada yang kurang. Sementara Sandra adalah tipe orang yang suka mencicipi makanan.
"Kan biar tau mana yang enak, Bang. Jadi kalau misal ada yang enak banget, kan bisa jadi langganan juga." Jawab Sandra.
Daven hanya tertawa kecil, dia sudah hafal dengan jawaban yang akan Sandra berikan. Karena setiap Daven mengatakan itu, maka pembelaan Sandra tetap sama yaitu agar tau mana makanan yang enak untuk dijadikan langganan nantinya. Daven sendiri sebenarnya sama sekali tidak masalah, kalau Sandra suka ya silahkan saja. Lagi pula jajan Sandra juga tidak seberapa. Uang yang Daven miliki amat sangat cukup kalau untuk sekedar memenuhi jajan Sandra setiap harinya.
"Kakak suka jagung bakarnya?" Tanya Sandra kepada Aileen.
Sebenarnya Aileen ini tipe anak yang agak pemilih kalau soal makanan. Jadi kalau Aileen mau makan banyak apalagi sampai habis, maka fiks makanan itu pasti enak.
Dengan semangat Aileen menganggukkan kepalanya.
"Iya, Kakak suka Bunda. Jagungnya manis terus gurihh.. Enggak pedes." Jawab Aileen.
Sandra memang sengaja memesam jagung bakar rasa barbeque untuk Aileen, mengingat putrinya itu memang tidak bisa makan pedas. Sementara untuk dirinya, Sandra memesan jagung bakar dengan rasa balado pedas. Daven? Laki-laki itu tidak memesan, tetapi memakan milik Sandra yang memang tidak dihabiskan. Ya kalian juga tau kalau Sandra itu senangnya cuma mencicipi saja, tidak pernah sampai benar-benar menghabiskan. Bahkan sebagian besar makanan yang dibeli, Daven yang menghabiskan. Untung saja selama ini Daven selalu rajin nge-gym, bisa kalian bayangkan akan seperti apa tubuh Daven kalau dirinya tidak pernah olahraga sama sekali. Mengingat selalu saja Daven yang menghabiskan makanan milik Sandra.
Begitu sampai rumah, jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, itu artinya sudah jam-nya Aileen untuk tidur. Dan memang saat ini Aileen sudah tampak sangat mengantuk. Oleh karena itu Sandra tidak langsung menuju kamar untuk menemui Saga dan Dewa. Sandra memilih untuk membantu Aileen bersih-bersih terlebih dahulu dan menemaninya tidur. Karena nyatanya Aileen memang sudah sangat mengantuk, jadi tidak lama setelah masuk ke dalam selimut langsung tertidur dengan nyenyak.
"Good night Kak, mimpi indah ya..." Ujar Sandra yang tidak lupa memberikan sebuah kecupan di dahi Aileen.
Setelahnya Sandra kembali ke kamar dirinya dan Daven. Tidak Sandra dapati adanya Daven di kamar, sepertinya Daven ada di kamar Saga dan Dewa. Oleh karena itu, Sandra langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Mau langsung ke kamar Saga dan Dewa juga tidak mungkin, secara Sandra baru saja dari luar.
Sekitar 15 menit Sandra berada di kamar mandi. Sandra keluar sudah memakai dress tidurnya. Wajahnya juga sudah tampak segar.
"Udah ke kamar Aileen, Bang?" Tanya Sandra saat melihat Daven yang sudah duduk diatas ranjang sedang memainkan ponselnya.
Daven langsung meletakkan ponselnya saat mengetahui Sandra sudah selesai dari kamar mandi.
"Udah.." Jawab Daven seraya tersenyum tipis. "Sini sayang..." Daven meminta Sandra untuk bergabung bersama dengan dirinya.
"Bentar Bang, aku mau pakai skincare dulu." Jawab Sandra.
Karena pada dasarnya, skincare adalah sesuatu hal yang cukup penting untuk para wanita. Bukankah begitu?
Tapiii...
"Nanti aja, aku udah pengen peluk kamu sekarang, sayang." Ujar Daven.
Apa nih... Kalau sudah seperti ini sih Sandra tau arahnya akan kemana. Karenanya nyatanya Daven memang tidak suka kalau mereka sedang 'itu' tapi Sandra sudah memakai skincarenya. Kalau kata Daven, mengganggu.