Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Curhatan mood swing bumil


Sandra sedang mengerjakan pekerjaannya saat tiba-tiba ponselnya bergetar menandakan adanya pesan masuk.


Drrttt .. drrttt...


Aleera


"Assalamualaikum, halo Ly. Ada apa?" Tanya Sandra langsung pada intinya begitu dia mengangkat sambungan telefon dari Aleera.


"Wa'alaikumsalam San. Sebenarnya enggak ada apa-apa sih. Aku cuma mendadak kangen aja sama kamu." Jawab Aleera.


Sandra tertawa kecil mendengarnya. Tumben sekali Aleera kangen. Karena Aleera berkata seperti itu, Sandra pun mendadak juga merasa kangen dengan Aleera.


"Baiklah, karena kamu kangen sama aku. Nanti habis jam makan siang aku ke rumah." Ujar Sandra.


Berhubung hari ini pekerjaan Sandra tidak terlalu banyak dan kemungkinan bisa dia selesaikan sebelum makan siang, jadi Sandra memutuskan untuk nanti setelah jam makan siang dia akan ke rumah Aleera untuk menemui sahabatnya itu.


"Serius? Emangnya kamu nggak lagi banyak kerjaan San?" Terdengar nada antusias dalam suara Aleera setelah Sandra mengatakan kalau nanti dia akan main ke rumahnya.


"Habis makan siang sih udah nggak ada. Aku bisa minta izin Bang Cio biar bisa pulang duluan." Jawab Sandra.


"Oke lah kalau gitu, aku tunggu ya." Ujar Aleera dengan semangat.


"Aku tutup dulu ya, pekerjaan ini harus segera selesai biar aku bisa cepet-cepet kesana." Jawab Sandra sebelum akhirnya sambungan telefon antara dirinya dan Aleera terputus.


Kini Sandra kembali fokus dengan pekerjaan. Tidak sabar rasanya ingin segera bertemu dengan Aleera. Karena memang sudah lama Sandra dan Aleera tidak saling bertemu.



Sandra saat ini sedang ada di ruangan Daven. Mereka sedang makan siang bersama karena saat ini memang sudah jam istirahat.



Seperti biasa, tidak banyak terjadi pembicaraan diantara Sandra dan Daven selama mereka makan. Sampai akhirnya, setelah Sandra melihat Daven sudah menyelesaikan makan siangnya, barulah Sandra memberitahu Daven mengenai rencana dirinya yang setelah ini akan ke pergi ke rumah Aleera.



"Bang, hari ini aku boleh izin pulang cepet nggak?" Tanya Sandra membuka pembicaraan.



"Ada apa emangnya? Tumben izin buat pulang cepet." Jawab Daven dengan suara datarnya. Meskipun hubungan mereka sudah mulai membaik, Daven tetaplah Daven yang dingin dan datar tanpa ekspresi.



"Nggak ada apa-apa sih sebenarnya. Aku cuma mau main ke rumah Aleera, tadi dia telfon dan kayanya lagi butuh temen. Soal pekerjaan, untuk hari ini semua udah selesai kok." Ujar Sandra.



Setelah diam sebentar, akhirnya Daven menganggukkan kepalanya.


"Oke." Jawab Daven singkat.



"Aku juga mau sekalian jemput Aileen di sekolah terus ajak ke rumah Aleera biar dia bisa main sama Aidan dan Ariel. Boleh kan Bang?"



Dan lagi-lagi Daven hanya menganggukkan kepala dan mengatakan oke sebagai jawaban.



Sekarang izin sudah Sandra dapatkan. Nanti setelah jam makan siang Sandra akan langsung berangkat menuju rumah Aleera.



Tepat setelah jam makan siang Sandra menepati janjinya dengan datang ke rumah Aleera. Dan sebelum itu Sandra juga menjemput Aileen dulu di sekolahnya.


Sandra tertawa kecil melihat Aleera yang tersenyum lebar saat menyambut kedatangan dirinya dan Aileen.


"Salim dulu sama Mama Aleera, sayang." Ujar Sandra kepada Aileen. Dan balita cantik berusia 2 tahun lebih itu langsung menyalami Aleera.


Kini Aileen dibawa masuk ke ruang bermain Aidan dan Ariel. Kebetulan mereka berdua memang sudah pulang sekolah, dan sekarang sedang bermain.


Jadi sementara para ibu akan mengobrol dan temu kangen, untuk sementara ini anak-anak diserahkan kepada baby sitter mereka masing-masing.


"Jadi, gimana nih? Katanya sejak hamil mood kamu berantakan banget Ly." Sandra langsung membuka pembicaraan mengenai topik yang belakangan ini sedang Aleera keluhkan.


"Ya gini San, aku aja bingung sama mood aku akhir-akhir ini." Jawab Aleera. "Kamu tau? Tadi pagi rasanya aku pengen banget ikut Bang Kendra ke kantor. Tapi pas udah selesai siap-siap, tiba-tiba aja mager dan jadinya pengen di rumah aja nonton drakor. Dan tadi setelah nonton drakor, aku pengen lagi ke kantor Bang Kendra." Ujar Aleera.


Sandra tertawa mendengar ucapan Aleera. Sandra memang tidak paham bagaimana rasanya menjadi ibu hamil karena dia belum pernah merasakannya. Jangankan mau hamil, dia dan Daven saja... Sudahlah, lupakan mengenai hubungan Sandra dan Daven. Sekarang kita sedang membahas mood swing Aleera bukan?


"Namanya bawaan bayi Ly, yang sabar aja ya." Hanya itu yang bisa Sandra katakan. Karena selain mencoba untuk menguatkan Aleera, apalagi yang bisa Sandra lakukan coba? Sandra sendiri bingung.


Aleera menghela nafas pelan.


"Aku sih sebenarnya biasa aja San. Tapi Bang Kendra? Kasihan dia setiap hari harus menghadapi mood aku yang sering berubah-ubah ini. Aku takut kalau Bang Kendra kehabisan stok kesabaran buat ngadepin aku terus ninggalin aku." Aleera menampilkan wajah sedihnya.


Hmmm, ibu hamil dengan mood swing dan overthinking nya memang kombinasi yang sempurna.


"Nggak lah Ly, aku tau banget gimana cintanya Bang Kendra ke kamu. Nggak mungkin hanya karena hal sepele kaya gini Bang Kendra sampai ninggalin kamu. Udah dong jangan mikir yang aneh-aneh gitu. Kamu itu harus fokus sama kesehatan kamu dan juga baby di perut. Jangan terlalu banyak pikiran. Pokoknya aku yakin, kalau Bang Kendra nggak mungkin ninggalin kamu. Dia itu cinta banget sama kamu. Titik nggak ada koma. Percaya deh sama aku." Ujar Sandra.


"Beneran? Aku ngerasa bersalah banget ke Bang Kendra tau." Aleera masih belum mau mempercayai ucapan Sandra.


"Beneran, aku jamin 100%. Udahlah ganti topik aja, aku nggak mau ya kamu overthinking kaya gini." Jawab Sandra dengan tegas.


Akhirnya pembahasan beralih ke hal yang lain. Dan kini pembahasan beralih mengenai rumah tangga Sandra dan Daven. Pembahasan yang sebenarnya malas untuk Sandra bahas.


"Hubungan kamu sama Bang Daven baik-baik aja kan San?" Tanya Aleera kepada Sandra.


Sandra tersenyum tipis.


"Alhamdulillah baik, kenapa emangnya?" Ujar Sandra balik bertanya.


"Enggak, aku cuma pengen tanya aja." Jawab Aleera santai.


Setelah menikah Sandra menjadi jarang curhat kepada Aleera. Atau malah tidak pernah lagi? Kalau dulu, masalah apapun Sandra selalu cerita kepadanya. Tidak terkecuali tentang Daven. Sekarang Sandra berubah menjadi lebih tertutup. Sandra juga seperti berbeda dengan Sandra yang dulu. Walaupun mungkin perubahan itu hanya beberapa orang saja yang mungkin menyadarinya.


"Btw udah ada rencana buat kasih Aileen adek belum San? Pengen tau ngerasain hamil bareng-bareng. Nggak sabar pengen liat tubuh langsing kamu ini jadi berisi kaya aku gini." Ujar Aleera menggoda.


Kenapa Aleera berani bertanya seperti ini, itu karena sebelum Sandra dan Daven menikah Sandra memiliki rencana untuk hamil bareng dengan Aleera.


Lagi-lagi senyum tipis tersungging di bibir Sandra.


"Maaf ya Ly, kayanya aku nggak bisa hamil dalam waktu dekat deh. Aku mau fokus dulu buat memberi kasih sayang aku secara full ke Aileen. Lagi pula aku sama Bang Cio kan sebelum menikah nggak pacaran, jadi ya gitu. Kamu tau kan maksud aku? kita pengen nikmati waktu bertiga dulu sebelum nantinya akan ada tambahan anggota baru." Jawab Sandra beralasan.


Dan tanpa Aleera tau bahwa alasan yang Sandra ucapkan itu tidak sepenuhnya benar. Memang iya Sandra ingin fokus kepada Aileen dulu, tapi bohong mengenai dia ingin menikmati waktu pacaran dengan Daven. Memang kapan Sandra dan Daven memiliki waktu untuk pacaran? Boro-boro pacaran, ngobrol berdua aja jarang kalau itu bukan soal pekerjaan.


"Mungkin setahun atau dua tahun lagi baru kita rencanakan hamil bareng." Jawab Sandra dengan nada suara yang terdengar tidak yakin.


"Yang ini aja belum lahir, kamu udah ngajak hamil bareng setahun lagi. Enggak-enggak, kayanya udah deh sampai disini aja. 3 Anak udah cukup." Jawab Aleera.


Aleera pikir memiliki 1 anak akan terlalu sedikit. Memiliki 2 anak juga kurang. Jadi yang paling pas itu memiliki 3 anak.


Sandra tertawa mendengar jawaban Aleera.


"Yakin Bang Kendra juga setuju kalau 3 anak cukup? Kok aku nggak yakin ya." Ujar Sandra.


Sandra sangat tau bagaimana inginnya sang Abang memiliki banyak anak. Kalau feeling Sandra ya minimal 4 orang anaklah.


Kalau Sandra? Dengan Daven mau menghamilinya sekali saja Sandra sudah akan sangat bersyukur. Meskipun sebenarnya sama seperti Kendra, Sandra juga ingin memiliki banyak anak.