Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Sebuah mimpi


Daven akhirnya merasa lega setelah dia memberitahu Sandra mengenai apa yang dia rasakan selama ini.


Kalian ingin tau apa yang membuat Daven sadar kalau selama ini ternyata dia sangat membutuhkan Sandra dalam hidupnya? Yaitu sebuah mimpi.


Flashback


Sejak pulang dari kantor tadi, Daven memang sudah mengurung diri di kamarnya. Seperti yang kita tau, Daven sedang merasa bersalah kepada Larisa karena kejadian beberapa hari yang lalu. Dimana Daven mencium Sandra untuk memenuhi keinginan ngidam Aleera.


Sudah beberapa hari ini Daven bahkan terus berdoa agar Larisa datang kedalam mimpinya. Tapi, ternyata bukan Larisa yang Daven mimpikan. Justru Sandra yang datang kedalam mimpinya.


Daven yang tidak sengaja tidur di sofa balkon justru malah memimpikan Sandra.




"*Kamu kenapa San? Sakit?" Tanya Daven seraya menghampiri Sandra*.



*Sandra tersenyum tipis*.


"*Enggak, aku nggak lagi sakit Bang. Aku cuma lagi ngrasa capek aja." Jawab Sandra*.



"*Ya udah, kalau kamu capek, besok kamu ambil libur dulu aja. Lagi pula masih ada Beni yang bantu handle pekerja aku, San." Ujar Daven*.



*Daven pikir Sandra capek karena pekerjaannya di kantor*.



*Sandra menggeleng kepalanya*.


"*Aku berhenti aja boleh nggak Bang? Kayanya aku udah mulai capek." Ujar Sandra*.



*Daven sendiri tidak menduga kalau Sandra lelah bahkan sampai ingin berhenti dari kantor*.



"*Sebenarnya boleh aja. Aku juga nggak pernah memaksa kamu buat tetap kerja San." Jawab Daven*.



"*Kalau aku berhenti, aku mau pergi liburan." Ujar Sandra bergumam*.



"*Liburan kemana? Tapi kayanya aku nggak bisa ikut. Karena kamu tau sendiri kan San, kalau kerjaan aku di kantor banyak. Apalagi kalau nanti kamu beneran berhenti*."



*Sandra tertawa kecil. Dan Daven tidak tau apa yang sedang Sandra tertawakan itu*.


"*Aku juga nggak mau ajak Bang Cio, aku paham kok. Aku mau ajak orang lain aja." Jawab Sandra santai*.



*Daven mengerutkan dahinya*.


"*Siapa? Kamu mau ajak Aleera?" Tanya Daven. Karena setau Daven, orang yang kemungkinan besar akan Sandra ajak untuk pergi liburan adalah Aleera*.



*Tapi Sandra justru menggelengkan kepalanya*.


"*Bukan, bukan Aleera*."



"*Terus siapa*?"



"*Aku sendiri belum tau Bang. Aku mau cari yang cocok dan bisa menerima aku." Jawab Sandra*.



"*Maksud kamu?" Daven benar-benar tidak paham*.



*Kenapa orang yang akan Sandra ajak harus cocok dan menerima wanita itu? Maksudnya menerima apa*?



"*Kamu mau liburan berapa lama?" Daven memilih untuk tidak bertanya mengenai orang yang akan Sandra ajak situ*.



"*Lama..." Jawab Sandra sembari menundukkan kepalanya*.




"*Pokoknya lama Bang." Jawab Sandra*.



*Daven berdecak, emosinya sedikit agak terpancing*.


"*Kalau kamu pergi lama, terus gimana sama Aileen? Dia pasti bakalan rewel kalau kamu tinggal kelamaan, San." Ujar Daven*.



"*Nanti sesekali aku bakal datang temuin Aileen." Jawab Sandra*.



*Jawaban Sandra ini membuat Daven semakin mengerutkan dahinya karena bingung*.



*Sandra bilang dia akan pergi liburan lama, tapi kenapa Sandra bilang sesekali akan datang menemui Aileen*?



"*Maksud kamu sebenarnya apa San? Jangan buat aku bingung. Kamu bilang..." Ucapan Daven terhenti karena tiba-tiba Sandra berdiri dan memeluknya*.



"*Sekarang Abang bebas. Aku titip Aileen, ya." Setelah mengatakan itu, Sandra pergi begitu saja tanpa memberikan penjelasan apapun kepada Daven*. ~~~~~



*Dan setelahnya Daven langsung terbangun dari tidur singkatnya itu. Karena memang, Daven hanya tertidur sekitar satu jam saja. Sekarang bahkan masih jam 9, belum bisa dikategorikan sebagai larut malam*.



*Namun, meskipun Daven mengalami mimpi itu disaat dia tertidur di balkon, Daven justru sangat berkeringat. Padahal saat ini udara malam sedang cukup dingin*.



*Daven sendiri saat ini sedang mencoba untuk mencerna apa maksud dari mimpinya itu. Padahal bisa saja Daven langsung melupakannya, tapi Daven seolah menolak untuk lupa. Daven merasa ada sesuatu yang harus dia ketahui*.



*Dan setelah beberapa menit memikirkan arti mimpi itu. Kesimpulan yang Daven dapat dari mimpinya adalah bahwa Sandra bukan lelah karena bekerja, melainkan lelah dengan hubungan rumah tangga mereka. Dari kalimat yang Sandra ucapkan mengenai Daven yang bebas dan sesekali Sandra akan datang untuk mengunjungi Aileen, itu berarti Sandra pergi dari dirinya kan? Di dalam mimpi Sandra juga bilang kalau dia ingin liburan bersama orang yang cocok dan juga menerima dirinya. Itu berarti Sandra ingin mencari kebahagiaan dengan orang lain yang cocok dan menerima dirinya seperti yang Sandra katakan dalam mimpi. Ya, Daven mengingat detail semua mimpinya*.



*Apakah mimpi ini merupakan tanda dari Tuhan bahwa saat ini Sandra mulai lelah? Sandra akan menyerah dan pergi meninggalkan dirinya bersama Aileen saja? Memikirkan hal itu membuat tubuh Daven seketika langsung merinding di buatnya*.



*Dan untuk pertama kalinya, hari ini Daven sangat khawatir dan takut kalau apa yang dia simpulkan dari mimpinya itu benar. Jujur Daven tidak ingin Sandra menyerah. Daven ingin Sandra tetap bersamanya, di sampingnya, dan bersama-sama membesarkan Aileen*.



*Kemudian tiba-tiba Daven terkekeh sendiri*.


"*Lo berharap Sandra tetap bersama lo disaat sikap lo aja kaya baj\*ng\*n? Mikir Dave, Sandra juga manusia yang punya batas kesabaran. Sandra nggak akan bisa ngertiin lo selamanya. Apalagi lo sama sekali nggak punya niatan lepas dari belenggu kenangan lo sama Larisa*."



*Daven benar-benar menertawakan dirinya*.



*Kini hanya dengan sebuah mimpi saja, Daven sudah dibuat kalang kabut karena takut kalau Sandra benar-benar akan meninggalkan dirinya*.



*Daven tidak bisa, dia sudah terlalu nyaman dengan keberadaan Sandra di hidupnya. Meskipun Daven akui kalau saat ini dia belum di tahap mencintai Sandra, tapi Daven tidak bisa membayangkan kalau Sandra sampai meninggalkan dirinya dan Sandra akan jatuh ke pelukan laki-laki lain*.



*Tidak, Daven tidak akan membiarkan hal itu terjadi*.



*Sekarang*, *Daven akan mencoba. Seperti kata Davian, untuk bisa jatuh cinta kepada Sandra bukanlah hal yang sulit. Dan Daven akan mencoba untuk membuktikan bahwa ucapan saudara kembarnya itu memang benar*.



***Flashback off***



"Kini aku akan berusaha untuk bisa mencintai Sandra, Risa. Aku harap kamu setuju dengan keputusan aku ini." Ujar Daven sembari menatap langit malam. "Meski nantinya aku mencintai Sandra, aku pastikan kalau kamu akan tetap memiliki ruang tersendiri di hati aku."



Dan yang tidak Daven sangka, setelahnya Daven juga bermimpi bertemu dengan Larisa. Dalam mimpi itu, Larisa terlihat sangat cantik dengan gaun putihnya. Dalam mimpi, Larisa terlihat hanya diam menatap Daven. Tapi senyum yang Larisa berikan kepadanya sudah cukup untuk membuat Daven merasa bahagia.



Jadi, apakah ini pertanda bahwa Larisa merestui pernikahan dirinya dengan Sandra? Daven harap juga begitu.