
Setelah kejadian dimana Aleera meminta Daven untuk mencium pipi Sandra, mungkin kita semua akan berpikir kalau hubungan Sandra dan Daven akan berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tapi, nyatanya yang terjadi apa? Yang ada Sandra dan Daven justru semakin menjauh. Entah karena alasan apa, Daven jadi lebih sering menghindari Sandra. Jika biasanya Sandra dan Daven masih bisa ngobrol seperti layaknya seorang teman, sekarang Daven mengajak Sandra ngobrol hanya jika itu menyangkut soal pekerjaan mereka. Apa yang bisa Sandra lakukan? Tentu saja Sandra hanya bisa menghela nafas penuh kesabaran.
Setelah makan malam tadi, Daven juga langsung masuk ke kamarnya. Sementara Sandra, dia di ruang keluarga menemani Aileen bermain sembari belajar. Biar bagaimanapun, apapun keadaannya, Aileen adalah yang terpenting untuk Sandra. Hanya karena suasana hati Sandra sedang rumit, Sandra tidak akan pernah sekalipun mengabaikan Aileen. Itu janji Sandra kepada dirinya sendiri.
Daven, bukan tidak sadar kalau saat ini entah dengan sengaja atau tidak dia sudah membuat Sandra secara tidak langsung terluka karena perbuatan dirinya.
Beberapa waktu lalu saat dimana Aleera meminta dirinya untuk mencium pipi Sandra, mungkin Daven terlihat santai dan biasa saja. Awalnya pun Daven juga merasa begitu. Mencium pipi Sandra bukan suatu hal yang besar bukan? Tapi nyatanya setelah Daven mencium Sandra, perasaan tidak biasa justru Daven rasakan.
Selain merasa ada yang aneh dengan dirinya setelah mencium Sandra. Daven juga merasakan perasaan bersalah kepada Larisa. Daven merasa dia telah mengkhianati istrinya. Padahal, pada kenyataannya istri Daven sekarang adalah Sandra.
"Larisa... Aku mohon, sekali ini saja datang ke mimpi aku. Aku rindu kamu sayang." Daven menatap potret Larisa yang ada di ponselnya dengan air mata yang menetes di pipinya.
Sengaja Daven tidak memajang satupun foto Larisa di rumah ini. Daven cukup tau diri untuk tidak menyakiti Sandra terlalu dalam dengan sengaja. Daven menghargai Sandra sebagai istrinya walaupun sampai saat ini dia masih belum bisa memberikan hatinya untuk wanita itu.
Jam baru menunjukkan pukul setengah 10 malam. Tapi Sandra dan Aileen sudah terlelap setelah tadi lelah bermain.
Drrtt... drrtt... drrtt...
Sandra belum sempat menikmati tidurnya saat ponsel diatas meja mendadak bergetar karena ada panggilan masuk.
Tanpa melihat siapa yang menghubunginya, Sandra langsung mengangkat panggilan itu.
"Haii San...."
"Ehmm.... Kenapa Ly?" Jawab Sandra dengan mata yang masih sedikit terpejam.
Aleera tertawa kecil saat melihat wajah Sandra yang menurutnya terlihat lucu. Tapi entah karena apa, mendadak tawa Aleera terhenti.
"Kamu tidur dikamar Aileen, San?" Tanya Aleera tiba-tiba.
Dan karena ucapan Aleera itu, Kendra yang sebenarnya juga ada disamping Aleera langsung melihat ke ponsel sang istri.
"Lagi berantem sama Daven? Kalau berantem jangan sampai pisah ranjang dek." Ujar Kendra menyahuti.
Mendengar itu, langsung saja mata Sandra terbelalak, rasa kantuk yang tadi masih dia rasakan seperti langsung hilang begitu mendengar ucapan Kendra.
"Apaan sih Abang, aku sama Bang Cio nggak berantem. Kita baik-baik aja kok. Bang Cio masih ada di ruang kerjanya, sedangkan aku tadi ketiduran dikamar Aileen setelah nemenin dia tidur. Nanti juga aku pindah ke kamar." Jawab Sandra sewot yang justru malah terlihat seperti gugup dimata Aleera. Dan ya, Aleera langsung tau Sandra saat ini sedang berbohong. Karena jika Sandra sedang tidak menutupi sesuatu, pasti Sandra akan menjawabnya dengan nada suara yang kalem.
"Oo gitu, Alhamdulillah kalau kamu sama Daven baik-baik aja. Tapi kalau memang ada masalah, selesaikan dengan kepala dingin. Dan ingat, jangan sampai pisah ranjang. Nggak baik." Ujar Kendra menasehati.
"Iya Abang, iya... Jadi, ada apa nih malem-malem kok tumben video call aku?" Sandra mencoba mengalihkan pembicaraan mereka dari masalah kamar dan pisah ranjang.
"Jadi gini San... ponakan kamu ini pengen sesuatu..."
"Jangan yang aneh-aneh Ly..." Sandra langsung memotong ucapan ucapan Aleera. Melihat senyum Aleera membuat perasaan Sandra tiba-tiba menjadi tidak enak.
"Enggak, nggak aneh kok. ponakan kamu ini cuma pengen liat video kamu." Jawab Aleera.
Mendengar hal itu membuat Sandra langsung bernafas lega. Timbang video dirinya kan? Sandra akan membuat banyak video dirinya dan mengirimkannya kepada Aleera.
"Oo cuma video aku, nanti deh aku bikinin video yang banyak biar kamu dan adek bisa nonton." Ujar Sandra dengan santai. Membuat video dirinya? Itu tidak sulit.
"Tapi bukan video kamu doang. Aku pengen nonton video kamu sama Bang Daven masak bareng." Jawab Aleera yang tentu saja langsung membuat Sandra mendadak merasa pusing.
Apalagi ini, masak bareng sama Bang Cio? Apa Sandra tidak salah dengar? Rasanya ingin sekali Sandra menolak permintaan bumil yang sedang ngidam dan hamil keponakannya ini. Sudah Sandra bilang untuk tidak meminta hal yang aneh. Tapi ini apa???
"Tuhhh... aku bilang jangan yang aneh-aneh Aleera. Kenapa malah minta Bang Cio buat ikut bikin video juga. Aku juga yakin dia nggak bakal mau." Sandra benar-benar dibuat frustrasi dengan ngidam aneh Aleera ini.
Sementara itu, Sandra bisa mendengar bagaimana Kendra yang hanya bisa menahan tawa melihat betapa frustasinya Sandra saat ini.
"Ya udah nanti biar aku yang ngomong aja ke Bang Daven. Sekarang dimana Bang Daven nya?" Tanya Aleera tanpa merasa bersalah.
"Ly...." Sandra memanggil Aleera dengan wajah serius.
"Hemm, kenapa? Panggilin Bang Daven, San. Biar aku yang ngomong." Ujar Aleera.
"Kamu nggak lagi ngerjain aku kan?" Tanya Sandra frustasi.
Aleera menggelengkan kepalanya.
"Enggak Sandra, mana ada aku ngerjain kamu." Jawab Aleera santai.
Sandra merasa kalau Aleera pasti sedang mengerjai dirinya. Karena ngidam Aleera ini benar-benar aneh. Kenapa coba ngidamnya harus selalu melibatkan dirinya? Kenapa tidak bergantian dengan yang lainnya. Kan masih ada Ayah Radit, Bunda Sya, dan juga Rendra yang 99% pasti tidak akan menolak keinginan ngidam Aleera.
“Enggak, ini murni keinginan calon ponakan kamu Sandra. Mana mungkin aku bohong masalah ngidam. Udah kamu panggilin Bang Daven aja, biar aku yang ngomong sama dia kalau kamu nggak mau.” Tambah Aleera.
Tanpa Sandra ketahui, saat ini di dalam hati Aleera mengucapkan ‘Maaf ya Allah karena udah bohong. Tapi aku nglakuin ini buat kebaikan Sandra sama Bang Daven’.
Benar sekali, ngidam Aleera ini memang disengaja. Sudah dikatakan kalau Aleera ini peka. Jadi Aleera tau kalau sebenarnya ada yang tidak beres dengan hubungan Sandra dan Daven.
"Cepet panggilin Bang Daven nya San." Ujar Aleera dengan nada bossy. Membuat Sandra menjadi agak sedikit kesal. Karena Sandra yakin kalau Aleera pasti sedang mengerjainya.
.
.
.
Oo iya, buat yang mau baca karya aku yang lain, ada juga di apk F**** dengan nama pena Anggifff. Mutiara Samudera juga bakal ditamatin disana, tapi dengan judul yang berbeda😁
Jangan lupa kritik dan sarannya 😍
Terima Kasih 🥰😘