
Tidak terasa usia Saga dan Dewa sudah akan menginjak 5 bulan. Tinggal menghitung Minggu saja maka bayi kembar itu akan segera memulai MPASI pertama mereka. Bahagia? Jelas saja Sandra merasa amat sangat bahagia dengan perkembangan anak-anaknya yang sesuai dengan seharusnya.
Dan sekarang kedua bayi itu sudah mulai pintar mengoceh. Bahkan setiap pagi pun Sandra dan Daven dibangunkan oleh suara ocehan kedua bayi itu. Memang sih sekarang baik Saga maupun Dewa sudah tidak pernah lagi terbangun di jam tengah malam. Biasanya kalau sudah tidur sekitar jam 8 malam, maka jam setengah 5 mereka akan bangun dan kompak meramaikan suasana pagi dengan suara ocehan mereka yang salin bersahut-sahutan. Dan karena itulah Sandra dan Daven sudah tidak pernah lagi mengalami hal yang namanya kesiangan.
"Abang, tolong jagain Dewa sama Saga dulu, aku mau ke kamar mandi dulu." Ujar Sandra kepada Daven.
"Iya." Jawab Daven.
Perhatikan Daven langsung tertuju kepada Saga dan Dewa yang sedang asik menggigit mainannya. Mereka berdua benar-benar tampak lucu sangat lucu saat ini. Apalagi pipi mereka berdua benar-benar gembul. Tampak seperti bakpao rasa strawberry mengingat ada rona berwarna pink dikedua pipi mereka.
Meski dulu Aileen tidak segembul Saga dan Dewa, tapi melihat mereka berdua tetap mengingatkan Daven kepada Aileen kecil. Dimana saat itu Daven tidak bisa memberikan kasih sayang secara penuh karena dia terus teringat akan mendiang Larisa saat melihat Aileen. Dan itu masih terus membuat Daven merasa sangat bersalah kepada Aileen.
Tapi sekarang Daven tidak akan seperti itu lagi. Daven akan memberikan kasih sayang yang Aileen tidak dapatkan saat gadis ciliknya itu masih bayi.
Tok... Tok...
"Bunda... Kakak mau masuk."
Terdengar suara pintu yang diketuk dan juga suara Aileen. Dengan segera Daven langsung beranjak dari ranjang untuk membuka pintu kamarnya.
"Kakak udah bangun?" Daven langsung membawa Aileen kedalam gendongannya dan melangkahkan kakinya kembali ke ranjang untuk bergabung bersama dengan si kembar Saga dan Dewa.
"Bunda mana?" Tanya Aileen saat dia tidak mendapati adanya Sandra di kamar.
Sudah menjadi hal yang biasa kalau bangun seperti ini maka orang yang akan pertama kali Aileen cari adalah Sandra. Mencari Daven? Itu hampir tidak pernah. Selama ada Sandra bersama dengannya, Aileen tidak akan pernah mencari Daven.
Mungkin karena selama 4 tahun pertama kelahiran Aileen, Daven terlalu mengabaikan gadis kecilnya. Hingga meskipun sekarang Daven sudah benar-benar bisa menunjukkan kasih sayangnya kepada Aileen, gadis kecilnya ini sudah merasa cukup hanya dengan kasih sayang yang Sandra berikan.
Apakah Daven kesal karena hal itu? Tentu tidak, Daven tidak memiliki alasan untuk kesal. Karena apa yang terjadi kepada Aileen saat ini adalah karena dirinya sendiri. Dan sekarang Daven akan mencoba untuk menunjukkan kasih sayangnya kepada Aileen.
Daven tidak ingin membuktikan apa-apa, Daven hanya ingin agar Aileen tau kalau dia benar-benar sayang kepada Aileen. Dan semoga Aileen bisa merasakan betapa besar dirinya menyayangi putri tunggalnya ini.
"Bunda lagi ke kamar mandi sayang." Jawab Daven.
Aileen menganggukkan kepalanya paham. Begitu dia turun dari gendongan Daven, dia langsung menghampiri kedua adiknya.
"Iihh, Daddy kok adek-adek makan itu sih? Nanti kalau ada kumannya gimana? Nanti adek-adek bisa sakit loh." Ujar Aileen kepada Daven.
Melihat adik-adiknya yang menggigiti mainannya, membuat Aileen khawatir kalau mainan itu ternyata kotor. Meskipun sebenarnya Sandra sudah pernah menjelaskan kepada Aileen kalau mainan-mainan itu sudah bersih, tapi sepertinya Aileen lupa.
Daven tersenyum. Aileen memang sangat perhatian kepada adik-adiknya. Sekarang gadis ciliknya sudah menjadi seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya.
"Enggak Kak, itu mainannya udah bersih kok. Tadi udah Daddy lap pakai hand sanitizer, jadi udah aman dan enggak ada kumannya." Jawab Daven.
Aileen menganggukkan kepalanya paham.
Tidak lama setelahnya Sandra keluar dari kamar mandi.
"Kakak... Udah bangun? Kok pagi banget? Ini weekend loh Kak. Jadi Kakak hari ini boleh bobok sampai siang karena enggak sekolah." Ujar Sandra kepada Aileen.
Akhir-akhir ini Aileen memang sudah disuruh bangun pagi. Padahal Aileen harus berangkat sekolah. Tapi tumben sekali sekarang jam 5 gadis cantik itu sudah bangun dari tidurnya.
"Kakak mau lanjut bobok sama Bunda." Jawab Aileen.
Benar, alasan Aileen datang ke kamar orang tuanya karena dia ingin melanjutkan tidurnya bersama dengan sang Bunda.
Sandra tersenyum mendengar ucapan Aileen. Dengan segera dia ikut bergabung keatas ranjang bersama dengan suami dan juga anak-anaknya. Tenang saja, ranjang Sandra dan Daven besar kok, jadi cukup untuk mereka berlima.
Jam setengah 11, Sandra, Daven, Aileen, Saga dan Dewa sudah rapi. Saat ini mereka akan berangkat ke rumah Mama Nisa untuk menghadiri acara aqiqah baby Letta si bayi cantik dan menggemaskan.
Aileen tentu saja terlihat sangat excited, mengingat disana nanti akan ramai dengan saudara-saudara sepupunya yang lain. Karena Aidan, Ariel, Arzan dan baby Arora juga akan kesana juga.
Ditambah Rendra juga mengundang anak-anak panti asuhan, pasti suasana akan sangat ramai dan Aileen pasti akan sangat bahagia. Karena nyatanya Aileen adalah anak pecinta keramaian.
"Siap buat ke rumah adek Letta?" Tanya Daven kepada Aileen.
Aileen dengan semangat menganggukkan kepalanya.
"Siyappp Daddy...." Jawab Aileen dengan sedikit berteriak.
Saga dan Dewa juga tidak mau kalah, kedua bayi itu ikut berteriak menyahuti teriakan sang Kakak.