
Sore tadi Sandra baru saja dibuat menangis oleh Rendra. Karena apa? Ya biasalah namanya juga kakak beradik. Apalagi Rendra memang terkenal senang menjahili Sandra. Jadi bukan hal yang baru lagi kalau Rendra menjahili Sandra.
Oo iya, malam ini, Rendra dan Viola memang menginap di rumah keluarga Santoso. Hal ini karena keduanya besok akan berangkat ke Prancis untuk melakukan bulan madu mereka. Dan jarak dari rumah ini ke bandara juga lebih dekat.
Oke, itu hanya sekilas info saja. Kita kembali ke Sandra yang saat ini sudah tampak kembali seperti biasa setelah sebelumnya dibuat menangis oleh Rendra.
Saat ini Daven dan Sandra sudah masuk ke kamar. Mereka hanya berdua saja, karena Aileen sedang menginap di rumah Kendra dan Aleera.
Mengenai Rendra dan Viola yang akan pergi bulan madu, Daven jadi ingat kalau dia dan Sandra juga belum pernah pergi berbulan madu. Padahal mereka sudah menikah selama 2 tahun lebih. Dan jujur saja, ini membuat Daven merasa sangat bersalah kepada Sandra. Apalagi penyebab utamanya adalah dirinya sendiri. Mengingat hal itu, membuat Daven teringat kembali akan bagaimana buruknya dia saat dulu memperlakukan Sandra.
"Sayang, kamu enggak mau bulan madu juga? 2 tahun menikah, kita belum pernah bulan madu kan?" Ujar Daven kepada Sandra.
Sandra yang saat ini sedang membalas pesan dari Aleera, menolehkan kepalanya kearah Daven.
"Iya, kita belum pernah pergi bulan madu." Jawab Sandra. "Kenapa? Bang Cio mau ajak aku buat pergi bulan madu?" Tanya Sandra seraya memasang senyum manisnya.
"Kalau kamu mau, kita pergi bulan madu." Ujar Daven.
Mendengar jawaban Daven, Sandra mengulum senyum.
"Sebenarnya sih aku mau-mau aja, Bang. Tapi kan kita udah lama menikah, dan aku juga lagi hamil. Paling nanti setelah lahiran kita liburan bareng sama anak-anak." Jawab Sandra.
Konsep bulan madu memang harus berdua kan? Sementara saat ini, menurut Sandra rasanya sudah tidak mungkin lagi dia dan Daven bisa melakukan bulan madu. Ya kalian tau sendiri kalau saat ini Sandra sedang hamil, apalah hamilnya kembar, jadi sudah tidak mungkin untuk Sandra bisa naik pesawat. Karena itu terlalu beresiko untuk kehamilannya.
Jawaban Sandra membuat Daven semakin merasa bersalah. Daven kembali merutuki dirinya sendiri. Harusnya dulu dia sadar lebih awal kalau dia memang sudah mencintai Sandra. Jadi dia tidak sampai menyakiti Sandra. Tapi ya mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur, dan masa lalu sudah tidak mungkin dirubah lagi.
Sandra yang sadar kalau saat ini Daven kembali merasa bersalah segera menenangkannya.
"Enggak papa, Bang. Bang Cio enggak perlu merasa bersalah. Lagipula bulan madu enggak terlalu penting juga buat aku. Justru aku malah lebih suka kita liburan keluarga aja. Malah jadi ramai kan." Ujar Sandra.
Mendengar ucapan Sandra, Daven hanya tersenyum tipis tanpa mengatakan apa-apa. Perasaan bersalah masih menghinggapi hatinya. Dan itu membuat Daven berjanji kepada diri sendiri kalau nantinya dia akan mengajak Sandra bulan madu.
"Udah ah enggak usah dipikirin, aku ngantuk, mau peluk." Ujar Sandra dengan manja.
Dengan segera Daven langsung membawa Sandra kedalam pelukannya.
"Tidur yang nyenyak sayang." Bisik Daven ditelinga Sandra.
Setelah Rendra dan Viola berangkat, Sandra dan Daven, juga Bunda Sya dan Ayah Radit kembali naik dan masuk ke kamar. Bukan mau tidur lagi, melainkan untuk mengambil wudhu agar nantinya bisa sholat subuh berjamaah.
Selesai sholat subuh, sebenarnya Sandra ingin keluar rumah untuk jalan-jalan di sekitar kompleks. Mumpung hari ini weekend, kan Daven jadi bisa ikut juga. Tapi sayangnya keinginan Sandra harus diurungkan, karena mendadak hujan turun. Padahal saat ini masih jam setengah 6 pagi. Jadi akhirnya mau tidak mau Sandra dan Daven harus tetap berada di rumah. Oleh karena itu, akhirnya Sandra mengurungkan niatnya untuk keluar dari kamar. Sandra justru memilih untuk kembali melanjutkan tidurnya.
Daven yang tadinya sedang duduk di sofa, mendadak naik ke atas ranjang lagi begitu melihat Sandra terbaring diatasnya.
"Mau tidur lagi?" Tanya Daven dengan lembut.
Sandra menganggukkan kepalanya.
"Pengennya gitu. Abis cuacanya mendukung banget buat tidur lagi." Jawab Sandra.
Daven tersenyum, tangannya terulur untuk memeluk tubuh Sandra. Kemudian dengan lembut mengusap perut buncit Sandra. Dengan lirih Daven berbisik ditelinga Sandra.
"Jangan tidur, tadi katanya pengen jalan-jalan biar sedikit keringetan. Jadi sekarang mending kita olahraga aja, kan kita nanti bakal keringetan akhirnya." Ujar Daven.
Sandra tentu saja langsung paham dengan olahraga yang Daven maksud.
"Modus." Jawab Sandra seraya tertawa kecil.
Mendengar tawa Sandra, Daven juga ikut tertawa.
"Bukan modus sayang. Tapi seperti kata kamu tadi, cuacanya sangat mendukung. Jadi daripada dibuat tidur, mending dibuat olahraga aja. Lebih sehat dan lebih bermanfaat." Ujar Daven.
Setelah mengatakan itu, Daven langsung memulai aksinya dengan memberikan sentuhan-sentuhan pada tubuh Sandra. Padahal Sandra belum mengatakan setuju.
Tapi ya karena posisi Sandra sedang hamil, jadi sentuhan-sentuhan yang Daven berikan memberikan efek besar pada tubuh Sandra. Hingga akhirnya Sandra tidak kuasa untuk menolak dan luluh dalam rayuan Daven.