Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Belum KB


Anak-anak sudah tidur semua. Kini waktunya Sandra dan Daven menghabiskan waktu berdua. Mengingat mereka jarang memiliki waktu quality time berdua saja. Tau sendiri kan reportnya memiliki balita seusia Saga dan Dewa? meskipun Sandra memiliki baby sitter yang membantu dirinya mengurus anak-anak, tapi tetap saja waktu anak-anak lebih banyak dihabiskan bersama dengan Sandra. Dan jika sedang luang seperti ini, Sandra dan Daven akan memanfaatkan waktu yang mereka punya dengan sebaik mungkin untuk quality time bersama.


"Kayanya nonton sambil makan enak deh. Abang mau mie instan juga enggak?" tanya Sandra kepada Daven.


Saat ini quality time Sandra dan Daven adalah menonton film berdua. Dan sembari menikmati film, rasanya mie instan akan menjadi pelengkap sempurna untuk menemani waktu mereka menonton.


Daven menganggukkan kepalanya.


"Boleh, Yang." jawab Daven.


Sesekali makan mie instan boleh lah ya. Apalagi saat ini tidak ada Aileen yang akan heboh kalau melihat mereka makan mie instan. Sampai saat ini Sandra memang belum memperbolehkan Aileen makan mie instan, terutama mie instan dewasa, jadi Aileen selalu penasaran setiap kali melihat Sandra atau embak di rumah makan mie instan. Dan untuk meminimalisir itu, akhirnya Sandra dan yang lain selalu sembunyi-sembunyi setiap membuat mie instan. Atau kalau tidak mereka baru akan makan mie instan kalau Aileen sedang sekolah atau sedang tidak ada di rumah.


Bukan apa-apa, Sandra hanya tidak ingin Aileen memakan makanan tidak sehat saat kecil. Selagi Sandra bisa memberikan makanan sehat yang terbaik, sebisa mungkin Sandra menghindari memberikan makanan instan untuk anak-anaknya. Toh saat besar nanti pada akhirnya mereka juga akan tetap mencoba makanan seperti itu. Tapi nanti ya, saat ini belum waktunya.


Selagi Sandra memasak mie instan, Daven tampak duduk memperhatikan sang istri. Tanpa Sandra sadari, sebuah senyum tampak tersungging dibibir Daven. Entah apa yang Daven pikirkan saat ini, yang jelas itu sesuatu yang membuat Daven bahagia. Tau darimana? ya dari senyum Daven.


Tidak butuh waktu lama untuk Sandra membuat mie instan. 2 mie instan dengan tambahan sosis dan telur akhirnya selesai dibuat juga. Daven dengan sigap membantu Sandra membawa mie itu ke kamar. Ya, mereka akan menonton di kamar. Tenang, tidak akan mengganggu tidur Saga dan Dewa kok. Secara pada kamar Sandra dan Daven terdapat peredam suara yang tidak memungkinkan suara berisik mereka keluar. Dan meskipun kamar Saga dan Dewa tersambung dengan kamar mereka, tapi saat connecting door ditutup, suara dari kamar Sandra dan Daven tidak akan masuk kesana. Jadi memang sangat aman.


Sandra dan Daven menjatuhkan pilihan dengan menonton film komedi romantis. Sengaja memilih yang ringan agar mereka berdua sama-sama bisa menikmati tontonan itu. Sebenarnya tadinya Daven ingin menonton film action atau horor, tapi tidak jadi karena dia ingat kalau Sandra takut dengan film yang berbau dengan pembunuhan dan hantu. Untuk film horor, sebenarnya Sandra berani saja kalau menontonnya siang hari dan ramai-ramai. Sementara untuk film action yang terdapat banyak pembunuhan dan darah, Sandra memang tidak berani.


Tapi pada kenyataannya selama film berlangsung, fokus Daven bukan pada film itu. Kenapa? karena Daven malah lebih fokus dengan Sandra. Melihat senyum Sandra yang terlihat malu-malu kucing saat terdapat adegan mesra dalam film membuat Daven merasa gemas.


"Abang kenapa liatin aku begitu? enggak nonton film nya?" tanya Sandra kepada Daven.


Ternyata lama kelamaan pun Sandra sadar kalau sejak tadi Daven menatap dirinya.


Tidak mencoba untuk menyangkal, Daven justru tampak tersenyum mengiyakan.


"Aku lebih suka nonton kamu, Yang," jawab Daven jujur.


"Gombal banget dehh," ujar Sandra.


Masih dengan senyum yang tersungging dibibirnya.


"Aku enggak gombal sayang, aku ngomong jujur," jawab Daven memberikan pembelaan.


Tidak ingin semakin salah tingkah, Sandra hanya tersenyum kemudian kembali fokus dengan film nya. Membiarkan Daven yang tetap asik menatap dirinya.


Sampai akhirnya film selesai, Sandra dan Daven secara bergantian ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi. Sebelum benar-benar tidur, mereka berdua menyempatkan diri untuk melihat anak-anak. Setelah dirasa semua aman, barulah Sandra dan Daven naik ke ranjang mereka.


Seperti biasa, posisi tidur Sandra miring menghadap kanan dan Daven akan memeluknya dari belakang. Sandra kira mereka akan langsung tidur, tapi ternyata Sandra salah. Karena saat ini Sandra mendengar suara Daven yang membisikkan sesuatu pada telinganya.


"Sayang, aku mau kamu," bisik Daven lirih.


Bisikan yang berhasil membuat bulu kuduk Sandra menjadi merinding. Sandra menoleh kearah Daven, terlihat ada sebuah gairah yang tersorot didalam mata sang suami. Bukannya Sandra berniat untuk menolak, tapi masalahnya adalah...


"Aku belum sempat suntik KB, Bang." ujar Sandra.


Sudah 3 bulan yang lalu terakhir kali Sandra suntik KB. Sebelumnya Sandra menggunakan spiral sebagai alat kontrasepsi nya, tapi sayang tidak cocok hingga akhirnya dia memutuskan untuk ganti.


Dan yang Sandra tau, Daven belum ingi mereka menambah momongan lagi, jadi Sandra harus memberitahu soal ini.


Tapi ternyata jawaban Daven sungguh diluar dugaan Sandra.


"...."