Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Kakak Aileen


"Hufftt...." Daven tampak menghela nafas lelah.


Bagaimana tidak, jam baru menunjukkan pukul setengah 11 siang dan dia sudah memimpin rapat selama 2 jam. Apalagi setelah jam makan siang nanti dia juga ada rapat di luar lagi. Sebenarnya hari ini pekerjaan Daven tidak terlalu banyak, tapi karena ada 2 rapat sekaligus jadi membuat Daven tetap saja sibuk. Padahal kalau setelah jam makan siang dia tidak ada rapat, rencananya Daven akan pulang lebih awal.


Rindu, itu yang saat ini Daven rasakan kepada Sandra. Entahlah, Daven juga tidak tau kenapa sekarang ini dia selalu merasa rindu dengan Sandra kalau mereka sedang berjauhan. Bahkan kalau bisa sebenarnya Daven ingin agar Sandra ikut menemani dirinya di kantor. Seperti dulu, dimana Sandra masih menjadi sekretaris nya. Dengan begitu mereka memiliki banyak waktu untuk terus bersama.


Tapi tentu saja itu tidak mungkin, apalagi saat ini sudah ada Saga dan Dewa, yang mana mereka masih kecil dan masih sangat membutuhkan kehadiran Sandra. Sebagai seorang ayah dan juga suami, Daven tentu saja tidak mau egois dengan memaksakan kehendaknya.


"Sandra udah bangun belum, ya?" gumam Daven seorang diri.


Sebenarnya Daven sedikit merasa bersalah kepada Sandra karena sudah membuat istrinya itu baru bisa tidur sekitar jam 3 dini hari. Tapi ya mau bagaimana lagi, Sandra terlalu candu untuk Daven. Hingga Daven pun merasa tidak rela kalau harus melepaskan Sandra barang sedetik saja.


Memang apa yang Daven lakukan hingga membuat Sandra jadi kelelahan seperti itu? ehmm, apa ya. Apakah masih perlu jawaban? kalian semua juga pasti sudah tau kan apa alasan yang membuat Sandra kelelahan. Jadi sepertinya Daven tidak perlu menjawab lagi.


Tuutttt... Tuuttt...


"Assalamualaikum, halo, Bang," ujar Sandra mengangkat panggilan telfon dari Daven.


Dari suaranya, seperti Sandra tidak baru bangun tidur. Padahal Daven pikir Sandra masih tidur. Secara semalam kan jam tidur Sandra sangat kurang. Apalagi kalau ingat jika Sandra adalah tipe orang yang sangat suka tidur. Pasti tidak akan menyangka kalau Sandra akan bangun. secepat ini.


Ada yang ingat tidak kejadian dimana Sandra dan Aleera harus kuliah tapi mereka malah ketiduran lagi? kejadian itu sudah cukup untuk membuktikan kalau Sandra memang se-suka itu dengan tidur.


"Wa'alaikumsalam sayang, kamu udah bangun? aku pikir kamu masih tidur," ujar Daven.


"Aku baru bangun setengah jam yang lalu, Bang. Itu juga karena alarm aku bunyi," jawab Sandra.


Kalau bukan karena alarm, Sandra sudah pasti belum bangun dari tidurnya.


"Alarm? tumben kamu pasang alarm siang-siang. Emangnya kamu mau kemana Yang?"


"Aku cuma mau jemput Aileen, si. Kemarin Miss nya bilang kalau hari ini Aileen bakal pulang lebih cepat," jawab Sandra.


Seperti biasa, kalau Sandra sedang tidak repot maka dia akan meluangkan waktunya untuk menjemput Aileen. Memang si semalam Sandra kurang tidur, tapi itu bukan alasan untuk dirinya tidak menjemput Aileen. Apalagi hari ini Sandra memang sedang tidak ada kegiatan apa-apa selain tidur. Toh tadi Sandra juga sudah tidur selama 3 jam -an, itu sudah lebih dari cukup kok.


"Oo gitu, berarti nanti bisa dong kalau mampir kesini sekalian? aku pengen makan siang bareng kalian," ujar Daven.


Daven tentu saja tidak ingin menyiakan kesempatan. Mumpung sekolah Aileen juga tidak terlalu jauh dari kantornya, tidak ada salahnya kalau mereka sekalian makan siang bersama. Apalagi setelah jam makan siang Daven harus keluar untuk rapat, ya hitung-hitung kehadiran Sandra dan Aileen sebagai tambahan semangat untuk dirinya.


Sandra yang mendengar ucapan Daven tampak tersenyum tipis.


"Iya, nanti aku sama Aileen ke kantor Abang," jawab Sandra. "Ya udah kalau gitu Bang, aku mau siap-siap dulu soalnya, habis ini mau langsung otw buat jemput Aileen,"


Setelah Daven mengatakan 'iya', sambungan telfon dimatikan. Kalau Daven lanjut untuk menyelesaikan pekerjaannya, Sandra langsung bergegas untuk mandi karena kurang dari 1 jam lagi kelas Aileen selesai.





Aileen terlihat sangat bahagia dan juga bersemangat saat dia mendapati Sandra menjemput dirinya. Padahal cukup sering juga Sandra menjemput Aileen, tapi tetap saja itu membuat Aileen merasa sangat bahagia.



Sandra tersenyum, diciumnya puncak kepala putri semata wayangnya itu. Tidak lupa Sandra memberikan pelukan untuk Aileen.


"Haii sayang, gimana sekolahnya? happy?" tanya Sandra.



Aileen menganggukkan kepalanya dengan semangat.


"Happy Bunda, tadi Kakak belajar banyak sama Miss," jawab Aileen.



"Baiklah, kalau gitu kita cerita-cerita di mobil ya. Sekarang kita ke kantor Daddy. Tadi Daddy bilang pengen makan siang bareng Kakak. Kakak mau kan makan siang sama Daddy?"



Meskipun sekarang ini hubungan Daven dan Aileen sudah sangat baik dibandingkan dengan dulu, tapi tetap saja Sandra selalu berusaha agar hubungan keduanya semakin bertambah baik. Sandra ingin Aileen tau bahwa meskipun sekarang dia sudah memiliki 2 adik, tapi kasih sayang Sandra dan Daven tidak berkurang sedikitpun.



Sandra tau, meskipun Aileen tidak pernah menunjukkan rasa iri kepada adik-adiknya, tapi bukan berarti Aileen tidak pernah merasakannya. Sandra sendiri tidak tau pasti, tapi selama pertumbuhan Aileen dari usia 0 hingga 4 tahun dimana Daven sering mengabaikannya, itu membuat Aileen tumbuh menjadi anak yang lebih sering memendam. Dan saat ini Sandra sedang berusaha merubah itu, Sandra ingin agar Aileen tumbuh menjadi anak yang terbuka kepada orang tuanya.



Lagi-lagi Aileen menganggukkan kepalanya dengan semangat.


"Mau dong, Kakak mau makan siang sama Daddy dan Bunda," jawab Aileen.



"Okeyy, kalau gitu kita kesana sekarang, ya," ujar Sandra tidak kalah semangat.