Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Aileen's Birthday


"Happy Birthday Aileen... Happy Birthday... Happy Birthday... Happy Birthday to you...."


Rumah keluarga Santoso hari ini ramai dengan anggota keluarga besar. Bahkan keluarga Persada pun turut serta ada disini untuk merayakan hari ulang tahun Aileen yang ke 4 tahun.


Aileen yang saat ini sedang berulang tahun tentu saja merasa sangat bahagia. Apalagi ada Aidan, Ariel, dan baby Arzan. Hari ini memang khusus untuk keluarga saja. Dan besok Aileen juga akan merayakannya di sekolah bersama dengan teman-temannya.


Melihat Aileen bahagia, tentu saja Sandra dan Daven juga ikut merasa bahagia.


Sementara Daven berkumpul dengan pada laki-laki lainnya, Sandra berkumpul dengan Aleera, Viola dan Della. Dan kalau para perempuan sudah mulai berkumpul, rasanya kurang afdol kalau tidak bergosip sedikit.


"Mbak Della, gimana kabar hubungan Kak Davi sama Putri? Aku pikir mereka akan udah deket cukup lama loh." Tanya Sandra kepada Della.


Kalian tentu sangat tau kalau Sandra itu memang menjadi yang paling kepo-an diantara mereka.


Della tersenyum mendengar pertanyaan Sandra.


"Kurang tau San. Kamu tau sendiri, Kak Davi itu sama kaya Bang Daven. Kalau masalah pribadi dia bakalan tertutup banget." Jawab Della. "Mungkin bisa tanya sama Viola nih. Vio kan bos-nya Putri. Siapa tau aja ada informasi soal hubungan Kak Davi sama Putri." Sambung Della.


Della sendiri saat ini sudah resmi menjalin hubungan dengan Marcel. Benar, setelah masa pendekatan yang cukup lama, pada akhirnya mereka berpacaran. Tapi sekarang ini Marcel tidak ikut turut serta ke acara ulang tahun Aileen. Karena statusnya yang merupakan sekretaris pribadi dari Daddy Dani tentu saja membuat dia harus menghandle pekerjaan di kantor selagi Daddy Dani sedang mengambil cuti.


Viola tersenyum tipis mendengar ucapan Della. Sementara Aleera hanya menyimak. Diantara yang lain, Aleera memang tidak terlalu tau akan hubungan Davian dan Putri. Selain karena Aleera sibuk mengurus keluarga kecilnya dengan 3 anak-anak yang aktif, Aleera juga sangat jarang terlibat interaksi langsung dengan Davian ataupun Putri. Aleera hanya tau-tau saja dari Sandra ataupun Viola. Karena dengan merekalah Aleera sering bertemu.


"Gimana Kak Vio? Kakak ada tau sesuatu mungkin?" Tanya Sandra kepada Viola.


Namun ternyata jawaban Viola tidak sesuai dengan keinginan Sandra, Della dan Aleera. Karena nyatanya Viola menggelengka kepalanya.


"Aku juga nggak tau. Putri nggak pernah cerita apa-apa soal Davian. Tadi pun sebenarnya aku udah ajak Putri kesini, karena siapa tau kan Putri emang beneran lagi pdkt sama Davian. Mumpung Davian juga ada disini. Tapi Putri nggak mau, alasannya karena Putri nggak mau ninggalin Rani buat handle toko sendirian." Jawab Viola.


Sejak awal Sandra dan Della sangat mendukung hubungan antara Davian dengan Putri. Karena menurut mereka, Davian dan Putri itu sangat cocok. Tapi kalau memang nyatanya tidak ada hubungan diantara mereka, ya sudah, tidak apa-apa. Karena kalau soal cinta memang tidak bisa dipaksakan.


Oke, pembicaraan soal Davian dan Putri kita cukupkan disini saja. Khawatirnya nanti Davian dengar pembicaraan mereka dan malah jadi tidak nyaman. Walaupun sebenarnya jarak antara Sandra dan yang lainnya cukup jauh dengan jarak Davian.



Menjelang sore, satu persatu mulai pulang ke rumah masing-masing. Dan berhubung besok adalah weekend, Aileen diajak Mama Laras dan Daddy Dani untuk menginap di rumah mereka. Aileen sendiri langsung setuju untuk ikut.



Dan karena Aileen ikut ke rumah Opa Oma dari Daddy-nya, jadilah di rumah ini hanya tinggal Sandra, Daven bersama dengan Ayah Radit dan Bunda Sya.



Sandra sendiri memilih untuk duduk di ruang keluarga bersama dengan Bunda Sya dan Ayah Radit. Sementara Daven langsung naik ke kamar untuk mengerjakan pekerjaan kantornya yang hari ini dia abaikan. Meski Daven libur dan tidak berangkat ke kantor, tapi bukan berarti Daven tidak memiliki pekerjaan. Karena nyatanya tadi pagi Beni mengantarkan pekerjaan Daven yang memang harus segera diselesaikan.



Sandra, Bunda Sya dan Ayah Radit tentu saja sangat mengerti akan hal itu. Biar bagaimanapun Daven juga tidak bisa mengabaikan tanggung jawabnya. Kalau memang pekerjaannya harus diselesaikan hari ini, ya nyatanya memang harus selesai hari ini juga.



"Adek perutnya udah keliatan banget... Udah 3 bulan kan ya?" Tanya Bunda Sya kepada Sandra.



Kalau perut Aleera belum terlalu terlihat dengan jelas, maka perut Sandra memang sudah terlihat besar. Wajar saja, karena Sandra kan hamil anak kembar.




Ayah Radit sendiri hanya menyimak pembicaraan antara istri dan putrinya itu dalam diam dengan senyum yang tersungging dibibirnya. Melihat Sandra bahagia seperti ini, percayalah, kalau Ayah Radit adalah salah satu orang yang paling bahagia saat melihatnya. Ayah Radit selalu berdoa agar Sandra selalu bahagia.



"Setelah lewat trimester pertama, biasanya udah boleh ikut senam ibu hamil. Adek coba konsultasikan sama Dokter Susan baiknya gimana. Karena menurut Bunda, olahraga juga penting buat ibu hamil. Nanti kalau emang udah boleh di perbolehkan, bisa ajak Aleera buat daftar juga." Ujar Bunda Sya.



Sandra tersenyum, kemudian menganggukkan kepalanya.


"Iya, nanti kalau udah jadwal kontrol bulanan, aku tanyaain ke dokter Susan gimana baiknya." Jawab Sandra.



Jam 7, Sandra naik ke lantai 2 untuk memanggil Daven. Sandra tau kalau saat ini Daven sedang sibuk dengan pekerjaannya, tapi biar bagaimanapun ini sudah jam-nya untuk makan malam.


Begitu Sandra membuka pintu kamar, terlihat Daven sedang fokus dengan laptopnya. Di meja juga terdapat beberapa berkas yang sepertinya sedang Daven kerjakan.


Sebenarnya di rumah ini Daven juga sudah memiliki ruang kerja sendiri. Tapi Daven lebih suka mengerjakan pekerjaannya di kamar.


"Bang Cio..." Ujar Sandra memanggil Daven.


Daven langsung mengalihkan perhatiannya dari layar laptop sesaat setelah dia mendengar suara Sandra memanggil dirinya.


Seketika senyum dibibir Daven langsung mengembang saat dia mendapati Sandra.


"Ada apa, San?" Tanya Daven dengan lembut.


Sandra berjalan kearah Daven. Sementara itu, Daven langsung meletakkan laptopnya ke atas meja. Baru saja Sandra hendak mendudukkan dirinya di samping Daven, laki-laki itu sudah menarik Sandra untuk duduk di pangkuannya. Ini adalah posisi yang sangat Daven sukai.


Sandra sebenarnya sedikit terkejut, tapi itu hanya sebentar.


"Makan malem udah siap. Turun dulu yuk. Kerjanya di lanjut nanti lagi selesai Abang makan." Ujar Sandra kepada Daven.


Tidak menjawab ucapan Sandra, Daven justru memeluk tubuh Sandra dan menyusupkan wajahnya di leher sang istri.


"Bentar... aku pengen peluk kamu dulu. Dari pagi kamu ikut sibuk ngurus Aileen terus. Kamu nggak ingat kalau belum kasih aku pelukan." Ujar Daven.


Sandra yang mendengar ucapan Daven tertawa kecil.


"Ini ceritanya kamu lagi cemburu karena aku sibuk sama Aileen terus?" Tanya Sandra.


Daven menganggukkan kepalanya.


"Iya, aku cemburu." Jawab Daven.


Sandra menggeleng kepalanya mendengar jawaban Daven. Bisa-bisanya Daven cemburu kepada putrinya sendiri. Ada-ada saja Daven ini.